
...Aku menyukai setiap kata yang dia ucapkan_ Ghazel Erlangga...
...«««...
Masih dalam pertemuan tadi, setelah mendengarkan penjelasan dari istri Jongwoo tadi, Ghazel diam memikirkan beberapa pertimbangan, "Bagaimana menurutmu Indah?," tanya Ghazel melirik Indah.
Indah tersentak saat mendengar pertanyaan dari Ghazel, ia bepikir apakah saat ini Ghazel sedang meminta pendapat darinya?.
Indah melihat Ghazel setelah itu, Jongwoo dan In-ha, ia gugup dan bingung, karna ini pertama kalinya Ghazel melibatkan dirinya dalam perkerjaan, dan ia tidak mau mengecewakan suaminya itu, "Menurut saya, lebih baik hanya menanamkan saham di Agensi yang disebutkan tuan Jongwoo-ssi, saya tahu jika sangat mudah mendirikan sebuah gedung, tapi tidak cukup mudah untuk mengendalikannya, apalagi banyak sekali orang yang akan berharap pada Agensi nantinya.
Apalagi dasarnya, kita tidak mendalami tentang bisnis seperti itu, jika hanya menanam saham bukankah itu lebih menguntungkan?, kita tidak perlu memusingkan hal-hal seperti yang disebutkan oleh nyonya In-ha barusan, pasti sekepala Agensi yang akan menangginya langsung. Dan untuk proyek busan, maaf saya rasa kurang pantas tentang proyek itu" ucap Indah jelas.
Ghazel tersenyum sangat kecil mendengar ucapan dari istrinya itu, 'Aku menyukai setiap kata yang ia ucapkan' batin Ghazel.
"Terima kasih, sarannya nyonya Erlangga" ucap Jongwoo tersenyum.
"Sama-sama" balas Indah ikut tersenyum, ia cukup deg-deg an tadi.
Ghazel bergerak, memperbaiki posisi duduknya, " Baiklah, saya mengikuti saran dari istri saya Jongwoo" pungkas Ghazel.
"Wow!" seru Jongwoo tidak menyangka, biasanya Ghazel sangat sulit memberikan keputusan dari pertemuan biasanya, dan sekarang..
'Ternyata Han benar, monster ini sudah menemukan pawangnya' Jongwoo membatin.
Indah tentu terkejut dengan keputusan Ghazel, pasalnya ia tidak begitu yakin dengan apa yang dia sampaikan tadi, tapi kenapa malah Ghazel menyetujuinya.
"Keputusan yang bagus Ghazel, kalau begitu bisa kita akhiri pertemuan ini?," ucap Jongwoo, ia langsung berdiri.
"Baiklah, mampirlah kerumahku kapan-kapan" seru Ghazel ikut berdiri dan menjabat tangan Jonwoo.
"Iya, dan kau juga jangan lupa untuk main ke Korea" balas Jonwoo.
"Ajak Indah.," sambung In-ha tersenyum.
"Iya" balas Ghazel, Indah pun memeluk In-ha sebagai tanda perpisahan mereka, meski baru bertemu Indah sudah sangat menyukai In-ha, menurutnya In-ha sangat baik.
Jongwoo dan In-ha pun berlangsung pergi, tinggallah Ghazel dan Indah.
"Langsung pulang?" tanya Ghazel menatap Indah.
Indah menatap Ghazel berbinar, "bisakah kita jalan-jalan dulu?" tanya Indah pelan.
"Baiklah, saya akan meminta Han mengirimkan mobil dulu" ucap Ghazel dan mengambil ponselnya untuk menghubungi sekretarisnya itu
"Hanya kita berdua" cicit Indah.
"Iya Indah."
Indah pun tersenyum senang, kapan lagi kan mereka berduaan seperti ini, anggaplah ini langkah awal Indah untuk membuat Ghazel cinta padanya.
...«««...
Senyuman Naysa tercetak manis di bibirnya yang terpoles lipstik berwarna merah. Matanya dengan berani menatap bibi Jen yang sedang bermesraan bersama pria yang tidak Naysa ketahui.
__ADS_1
Melihat kedatang Naysa, bibi Jen terkejut, " Dimana tata kramamu?, Apakah seperti ini cara memasuki rumah orang?" sarkas bibi Jen, dengan sigap ia merapikan pakaiannya, dan meminta pria itu masuk kekamarnya.
"Wow!, tata krama?" tanya Naysa berpura-pura terkejut, ia lantas keluar dari rumah bibi Jen, kemudian mengetuk pintu, dan membukanya kembali, mengulangi kembali tindakan awalnya tadi.
"Assalamualaikum, apakah bibi Jen ada dirumah? nyonya Erlangga ingin bertemu..aahh, ternyata ada, maaf menganggu kegiatan panasmu Jen, Nyonya Erlangga ini sungguh minta maaf, dan apakah itu pria baru mu lagi?, kau memang ******!" sarkas Naysa tajam.
Bibi Jen menatap datar tingkah Naysa, ia sangat muak dengan sikap Naysa yang seenaknya ini.
"Kenapa kau kesini?"
"Kau bahkan belum menjawab salamku," ejek Naysa.
Bibi Jen manarik napas kasar, "Kenapa kau kesini?"
"Baiklah, aku kesini mau memutuskan kerjasama kita, aku sudah muak dengan semua rencana gadunganmu yang tak kunjung kau jalankan, aku akan melakukannya sendiri. sangat sia-sia menghabiskan waktuku berkerja sama denganmu, oh. satu lagi, jika kau ingin melakukan hal tak senonoh lebih jangan disini, pergilah kehotel jangan mengotori lingkungan Mansion kami, sadarlah kau hanya menumpang" ujar Naysa menatap bibi Jen dengan pandangan jijik, setelah itu ia berlengang pergi, tanpa menunggu balasan dari bibi Jen.
"Dasar wanita sialan!, liat saja kau akan menyesal karna telah menghinaku seperti ini," geram bibk Jen setelah kepergian Naysa.
...«««...
"Hallo, Han, kirimkan mobil di restoran Luxury flo, saya ingin menyetir sendiri," ucap Ghazel pada Han.
^^^"Apa anda tidak ingin dijemput saja tuan?"^^^
"Tidak."
^^^"Baiklah, tuan, saya ingin menyampaikan pesan dari ibu-nya Nyonya muda"^^^
"Apa?"
"Baiklah, terima kasih Han, saya akan runingkan dengan Indah dulu"
^^^"Sama-sama tuan, mobil sudah saya kirimkan tuan, apa ada hal lagi?"^^^
"Tidak, yasudah"
Panggilang terputus.
"Kita ke loby," ucap Ghazel pada Indah.
Indah mengangguk, mengikuti langkah kaki Ghazel.
"Indah," panggil Ghazel.
"Iya?," balas Indah
"Kita ke Bali sekarang"
"Hah!" Indah menghentikan langkah kakinya, menatap Ghazel lekat minta penjelasan.
"Kenapa, tiba-tiba mas?" tanya Indah.
"Tidak mau?" tanya Ghazel balik?
__ADS_1
"Mau..mau..mau" ucap Indah kesenangan, ia senag karna akan bertemu keluarnga disana.
"Pulang, atau lanjut jalan?"
"Pulang, aku mau siap-siap mas, ayok!" Indah menarik tangan Ghazel cepat, ia tidak sabaran.
"Kau mau pulang pakai apa?, karpet ajaib? tunggu mobil dulu!" ucap Ghazel heran dengan tingkah istrinya itu, sudah di tarik-tarik tidak jelas sampai-sampai dilihat oleh orang banyak, jika mereka tidak mengenal Ghazel tentu, Ghazel tidak masalah, tapi ini bahkan seluruh penjuru jakarta kenal dengan dia, bisa rukas reputasinya.
"Kenapa lama sekali?" kelub Indah.
"Sabar!" balas Ghazel.
"pakai taxi aja mas" saran Indah.
"Indah, sabar, Bali tidak akan kemana-mana," ucap Ghazel kesal.
"Mas, kenapa mau ke Bali tiba-tiba, kita mau honeymoon ya?" goda Indah,
"Ngak, bunda kamu yang telpon suruh kesana, ayah kamu ulang tahun, itu aja ngak tau gimana sih"
"APA!, astaga mas aku benar-benar lupa!" teriak Indah,
"Ngak usah teriak, saya malu!" Ghazel melotot kearah Indah.
Indah cemberut, " Maaf, tapi mas kita bis--"
"Sst..itu mobilnya udah datang" potong Ghazel cepat, ia tau kemana arah pembicaraan istri nya itu.
Setelah mobil berhenti tepat didepan mereka, dengan cepat Ghazel meminta bawahan keluar, dan ia langsung masuk kearah bangku kemudi, begitu pu Indah dengan senang hati duduk di bangku samping Ghazel.
dia senang bisa berduaan seperti ini.
Aku mencintaimu...
"Kenapa senyum-senyum, ngak pernag naik mobil?"
"Enak aja, kalau mas lupa aku ini anak Agung Rauna,"
"Salah"
"Kok salah?" tanya Indah heran.
"Kamu istri saya Indah" balas Ghazel.
"Gombal" ucap Indah bersemu merah.
"Itu fakta!, saya mengambil kamu dari Agung, jadi kamu istri saya, apa kamu mau jadi babu?"
"Terserah!, ngak bisa romantis!"
Keadaan menjadi hening, tidak ada yang mah buka obrolang lagi, bahkan Ghazel sudah sibuk dengan pikirannya sendiri.
...««DONE««...
__ADS_1
Sekiranya berkenan, untuk kasi like, komen🔫🔫