
Haii..Uci kembali lagi!
Maaf 6 hari Uci ngak update ‘︿’, Uci ngak bisa update karna ngak ada kouta ‘︿’, karna Uci posisinya berada di kampunh nenek, dan akses mau kekota sulit, jadi nunggu dibeliin papa deh. sekali lagi Uci minta maaf, bukan maksud buat para reader menunggu (。•́︿•̀。).
...•••...
...Selamat membaca**!...
Kembali bersama Ghazel dan Naysa, saat ini mereka sedang menghadiri acara dari salah satu rekan bisnis Ghazel.
Ghazel mengenakan jas berwarna hitam dipadu dengan dasi kupu-kupu membuat aura nya berkali-kali lipat terpancar. Naysa sendiri mengenakan gaun berwarna merah marron dengan dandanan yang siple tapi elegan.
Semua menatap takjub dengan kedua pasangan tersebut.
Naysa tersenyum manis, tapi terdapat keangkuhan disorot matanya, "Selamat atas keberhasilan proyek anda Pak Yuda" Ghazel mengelurkan tanganya untuk memberikan selamat.
"Pak Ghazel, tentu saja ini semua berkat bantuan anda" senyum Yuda/ rekan kerja Ghazel.
Mereka mengobrol ringan, "Aku dengar anda akan membangun pabrik es cream" ucap pak Yuda.
"Iya, anak dan istriku menyukai es cream jadi saya berniat membuatkan mereka pabrik es cream" seru Ghazel.
Ghazel ingat betul bagaimana El dan Indah berebut memakan es cream, dan itu berhasil membuatnya pusing.
Han juga hadir dipesta tersebut, dia memantau dari jauh keadaan tuannya itu, sesekali ia mengobrol dengan beberapa rekan bisnis mereka.
"Wow!, baju anda sangat indah"
"terima kasih"
"Kenalin aku Tere, istri Yuda, yang sedang mengobrol dengan suami mu itu" ucap wanita yang bernama Tere, sambil menunjuk kearah dimana suaminya dan Ghazel mengobrol.
"Oh, saya Naysa Erlangga, istri dari Ghazel Richwandyo Erlangga" ujar Naysa tersenyum manis.
"Aku tau, siapa yang tak mengenal seorang Ghazel, dan tentunya kau pasti istri pertamanya kan?, kau sangat cantik" puji Tere, dan Naysa hanya tersenyum menangapi.
"Aku penasaran,"
"Penasaran tentang?" tanya Naysa.
"Bagaimana pak Ghazel, bisa memadu mu, sedangkan kau sangat cantik, dan sangat cocok untuk Ghazel"
Naysa tersenyum kecut, "Ntahlah, kau bisa menanyakan langsung ke suamiku, perlu aku panggilkan?" Tere mendadak diam, tentu dia tak ingin berurusan dengan seorang Ghazel.
Naysa langsung pergi menghampiri Ghazel, dia sangat tidak berminat bicara dengan wanita yang bernama Tere tadi.
__ADS_1
Pesta berlanjut sangat meriah, saat ini sesi dansa, Ghazel dan Naysa diminta untuk berdansa, mau tak mau mereka harus maju.
mereka dalam posisi berhadapan, lampu sudah meredup dan alunan musik sudah terdengar, banyak pasangan yang maju termasuk Tere dan Yuda.
Naysa mengalungkan tangannya dileher Ghazel, sedangkan Ghazel menaruh tangannya dipinggang Naysa, posisi mereka sangat dekat, Naysa tersenyum sedang karna bisa sedekat ini dengan Ghazel.
mereka mulai bergerak sesuai dengan irama musik.
...•••...
"Mami!, El nanti mau beli robot yang gede tadi"
"Iyaa, tapi nanti"
Indah dan El baru saja pulang dari belanja mainan nya,
mereka pulang agak terlambat karna keasikan main, tak lupa untuk kulineran di mall.
"Kalian baru pulang?" Zahra menghampiri kedua-nya yang duduk terkapar disofa ruangan tamu.
"Iya mi, El senang hari ini" seru El heboh, ia sangat bahagia hari ini.
"Maaf mba, Indah keasikan main, lagian jarang-jarangkan keluar gini"
"Ngak apa-apa, kalian mandi gih" Indah dan El mengangguk patuh.
Pukul sembilan, Ghazel dan Naysa baru pulang dari pesta, raut bahagia tercetak jelas diwajah Naysa, ia bersenandung riang saat memasuki rumah mereka.
"Sayang, aku kekamar dulu" Naysa langsung berlengang akan pergi kekamarnya.
Sedangkan Ghazel dan Han, langsung keruangan kerja Ghazel, sampai diruangan Ghazel, Han langsung membuka dokumen yang diatas meja Ghazel, sedangkan Ghazel duduk dikursi kebesarannya, "Tuan lihat, ada dana yang hilang, saya rasa ada yang memanifulasi dana keuangan kita, dan ini data berasal dari perusahan cabang kita yang berada di Batam, tuan dana yang dikeluarkan tidak sedikit" jelas Han.
"Han, biarkan saja tikus-tikus itu kenyang, setelah mereka kenyang baru kita menangkapnya, kucing akan kenyang jika memakan tikus yang gemuk bukan?"
"Tuan saya tau, hanya saja ini cukup merugikan, berdampak pada konsumen dan para karyawan," ujar Han lagi.
Ghazel menarik napas pelan, ia kembali membaca dokumen yang Han berikan. "Tak perlu khawatir Han, tenang, bukankah lebih licik dari mereka, itu sebabnya aku percaya pada mu kan?, gunakan cara lama kita Han, dan PANJI pancing dia untuk berurusan dengan kita, masalah yang dulu belum selesai" seringai Ghazel.
"Baik tuan, saya akan menangani masalah ini dengan cara saya, kalau begitu saya pamit kekamar dulu"
"Iya"
Han langsung keluar, ia ingin segera menyelesaikan masalah ini.
Ghazel keluar, langsung menuju kekamarnya, ia mengunakan lift supaya aksesnya lebih cepat.
__ADS_1
setelah sampai dilantai dimana kamarnya berada, Ghazel langsung membuka pintu kamarnya, matanya mencari keberadaan wanita yang ntah sejak kapan sudah mengisi pikirannya.
"Dimana Indah?" gumannya, dia pun masuk mengecek toilet dan hasilnya nihil.
"Dimana dia" herannya, ia pun memutuskan untuk membersihkan diri, setelah itu baru mencari Indah pikirnya.
Sedangkan yang dicari.
Hahahaha!
Gelak tawanya memenuhi seisi kamarnya. saat ini Indah sedang menonton acara Tv, Stand up comedy acara yang bisa membuat siapa saja tertawa.
"Yaampun dodit!, aduh-aduh perutku sakit hahhaha" Indah tertawa nyaring. acara selesai pun Indah masih cekikikan.
"Aah! haus!" saat ingin mengambil minumnya, ternyata sudah habis, "Capek mau kebawah" keluhnya lagi.
...•••...
Ghazel selesai mandi, ia memakai baju piyama saat kembali kekasurnya, Indah masih belum ada, dengan malas Ghazel mencari Indah, tapi saat ia ingin membuka pintu, pintu kamarnya sudah dibuka oleh Indah. pandangan mata mereka bertemu.
Indah memutuskan kontak mata mereka,dan memasang wajah datar, ia menerobos masuk begitu saja,
"Awas!" ucapnya,
Ghazel mengerutkam keningnya heran, "Kau kenapa Indah?" ia menyusul langkah Indah.
"Tidak apa-apa" Indah merebahkan dirinya dan menarik selimut sampai seluruh tubuhnya.
Ghazel ikut naik dikasur, ia berbaring dan langsung memeluk Indah, "Tak ingin cerita?"
"Saya ngantuk, jangan peluk-peluk!"
"Biasanya juga gini, jangan ditutup muka kamu, nanti ngak bisa napas" Ghazel menurunkan selimut Indah sampai dipembatas lehernya.
Indah tak menjawab, ia langsung memejamkan matanya. dia juga berusahan melepaskan pelukan Ghazel tapi hasilnya nihil tenaga Ghazel terlalu kuag, dan ia menyerah, memutuskan untuk tidur.
sedangkan Ghazel melihat aneh tingkah istriya itu, "Besok akan ku tanyakan" gumannya pelan, ia pun menutup matanya kerna ngantuk.
Indah membuka matanya, "menyebalkan!" cemberutnya, dan kembali tertidur.
**Udah segini dulu ya...
Besok lagi Uci udah ngantuk.
Kira-kira Indah kenapa ya?
__ADS_1
Like, komen dan Vote kasih reting ditunggu Uci loh╭∩╮╭∩╮╭∩╮**