
...««Selamat menbaca»»...
Hari ini adalah, hari kepulangan Indah ke Jakarta, dan hari ulang tahun ke-22 tahun usia Indah. Sejak bangun dari tidur tadi Indah tak henti-hentinya tersenyum, ia sungguh tidak sabar bertemu dengan Ghazel suaminya, dan meluruskan kesalahan mereka.
Indah turun dari kamar atasnya, ditemani dengan seorang ART dirumahnya yang membawakan koper miliknya, untuk koper dan baju Ghazel Indah segaja tinggalkan ia tidak membawanya, agar nanti jika mereka ingin menginap Ghazel tidak perlu pusing dengan pakaiannya.
"Non, sarapan dulu," pinta salah satu pelayan yang menghampiri Indah yang sudah berdiri di ujung tangga.
"Dimana ayah?," tanya Indah.
"Bapak sudah menunggu dimeja makan, bersama yang lainya," jelas ART tersebut.
Indah mengangguk paham, ia pun langsung berjalan kearah ruangan makan. Dia harus banyak makan karena untuk bicara dengan Ghazel harus mengunakan tenaga ekstra banyak.
Sudah diruangan makan, Indah langsung mendudukan dirinya dikursi sebelah Aurel, tidak ada sapa menyapa Indah hanya tersenyum kecil, terlebih saat matanya tak sengaja bertatapan dengan mata Airyn, Indah langsung membuang muka begitu saja. Rasa kesalnya masih sangat besar.
"Biar bunda ambilkan ya, Ndah" ucap Ana, hendak mengambilkan Indah nasi.
"Tidak usah, aku bisa sendiri, maaf aku tidak ingin merepotkan kalian," ucap Indah, langsung mengambil alih sendok nasi yang dipengang Ana.
"Tidak merepotkan nak, kau put--"
Indah tersenyum kecil,"Tak apa, aku bisa sendiri," potong Indah.
"Makan yang banyak Ndah," ucap Agung tersenyum.
"Iya Yah, Indah memang akan makan banyak, karena untuk membujuk SUAMI indah perlu usaha dan tenaga yang besar, ayah tau sendirikan dia MONSTER jadi aku harus menjadi raksasa untuk mengalahkannya," ucap Indah dengan sedikit tekanan dan sindiran dalam setiap kalimatnya.
Mendengar ucapan Indah Airyn merasa tersindir, ia menunduk, matanya hanya menatap tanpa minat makanan yang didepannya itu, dia tidak tau jika akibat dari perbuatannya menjadikan hubungannya dengan Indah renggang seperti ini.
Ana sang ibunda menatap sendu kearah Indah, biasanya putrinya itu tidak pernah menolak perhatiannya, dia akan senang jika Ana mengambilkannya makanan, tapi pagi ini ia melihat putrinya berbeda.
Sedangkan Aurel, mengulum senyum, ini yang ia sukai dari kakaknya Indah. Jika sudah merasa terganggu kehidupannya dia akan memberikan sindiran dan cercaan didepan orangnya langsung.
Bahkan ia bisa memberitahukan orang ketidaksukaannya hanya lewat ekspresi wajahnya.
Bukan tanpa alasan Indah menolak perhatiannya tadi, ia punya alasan, alasan yang jika kita tahu, kita juga pasti akan melakukan hal yang sama.
Tadi malam tepat pukul sebelas malam, Indah terbangun dari tidurnya karna merasa haus saat ingin mengambil minum yang selalu ia sediakan ternyata gelasnya kosong, mau tak mau Indah harus turun kebawah memgambil air.
Saat ia melewati ruangan kerja sang Ayah, ia tidak sengaja mendengarkan nama-nya disebut didalam sana, karena pintu ruangan yang tak tertutup rapat Indah memutuskan untuk menguping, ingat dia sangat KEPOAN.
Disana terdengar suara Ana, yang mengatakan akan sangat merepotkan jika berurusan dengan Ghazel, "Kamu tau kan yah, bagaimana repot dan susahnya berurusan dengan Ghazel, kita tidak bisa mengimbanginya, terlebih Indah, bunda rasa ide Airyn supaya Indah dan Ghazel berce--"
"Ayah tidak setuju!, apa matamu buta?, bagaimana kacaunya Indah kemarin!, aku akan pastikan Indah putriku bahagia!," tekan Agung pada istrinya.
"Tapi ayah, Ghazel tidak pan--"
"STOP! Airyn!" bentak Agung.
"Sebaiknya kalian berdua keluar dari ruanganku ini," usir Agung pada Ana dan Airyn.
Mendengar bunda dan kakaknya akan keluar, dengan cepat Indah bersembunyi, ia masih tak menyangka ternyata bunda dan kakanya masih saja tidak terima akan pernikahan antara Indah dan Ghazel.
Setelah melihat bunda dan kakanya sudah pergi, Indah langsung keluar dari sembunyinya, "Aku akan buktikan jika mas Ghazel pantas untukku, dan aku pantas untuk mas Ghazel," ucap Indah.
"Ya! Itu harus!" bisik Aurel,
Aaaa!, Indah terkejut, hampir saja ingin memukul Aurel, "Aurel!" umpat Indah.
"Gue akan dukung lo kak," senyum Aurel, merangkul pundak Indah meski harus berjijit sedikit.
Indah tersenyum kecil, "Ah setidaknya lo masih dipihak gue," ucap Indah.
"Gue ngak mau ya, kehilangan abang ipar sultan," bisik Aurel dan langsung berlari pergi.
"Ck dasar!" umpat Indah, ia pun langsung tersenyum. Seketika ia tersadar jika niat awalnya dia turun kebawah untuk mengambil minum, Indah pun langsung bergegas menuju kedapur.
Itulah alasan dari sikap Indah.
__ADS_1
Selesai sarapan Indah langsung pergi keruang tamu, ia menunggu ayahnya dan Lolita, karena mereka bertiga yang akan berangkat ke Jakarta.
"Udah packing semuanya nak?," tanya Ana ketika duduk tepat disamping Indah.
"Udah, tuh" jawab Indah, menunjuk koper mengunakan dagunya.
"Oh, ini bunda bawakan Pie susu untuk mama mertua kamu Ndah, dia menyukai ini," Ana memberikan dua Paper Bag yang berisikan pie susu dan kacang disko makana khas Bali tersebut.
"Mmm..terima kasih," ucap Indah mengambil paper bag yang diberikan bundanya itu.
Ana menatap Indah penuh tanda tanya, ia berpikir apa dia membuat kesalahan dengan putrinya?, Ana tau betul sifat Indah. Ia akan seperti itu pada orang jika orang itu berbuat salah padanya.
"Indah ayok," Lolita keluar dari kamarnya, mengajak Indah untuk segera berangkat.
Tanpa menjawab Indah langsung beranjak bangkit dari duduknya, ia berjalan menyusul Lolita, tak menghilangkan rasa sopannya Indah tetap menyalami tangan Bunda-nya. Ketika Ana ingin memeluk Indah, ia langsung berlalu.
Mereka semua mengantar Indah sampai diteras rumah mereka, Agung keluar dengan pakaian yang sudah rapi, "Sudah siap?," tanya Agung ketika sudah berada didepan Indah.
"Sudah yah," jawab Indah tersenyum.
"Hati-hati Kak, and Happy birthday kak," ucap Aurel memeluk Indah kembali.
"Iya, Thanks!," balas Indah.
Airyn maju selangkah didepan Indah,"Indah...Happy birthday--"
"Ayok yah," Indah berlalu pergi saat Airyn berbicara padanya.
"Yaudah, kita berangkat sekarang" Agung, Indah dan Lolita pun langsung pergi, karna jam penerbangan mereka juga sebentar lagi.
...«««...
Ghazel keluar dari kediamannya menuju tempat pertemuannya dengan salah satu investor yang akan berkerjasama dengannya membangun proyek di Busan Korea.
Terjadwal jika akan bertemu pukul sembilan pagi karena rekan kerjanya hanya punya waktu di jam segitu.
"Han, apa benar Ocean setuju dengan proyek ini?. Saya tidak mau menunda proyek ini lagi karena Jongwoo sudah berhasil membujuk pemilik tanah di Busan, pastikan itu!"
"Bagaimana dengan Naka?,"
"Pak Naka belum mengkonfirmasi tuan,"
"Pastikan Naka ikut adil, karena dia cukup berpengaruh di Indonesia"
"Baik tuan"
Mobil Ghazel berhenti disalah satu Bar ternama di Jakarta. Iya, mereka bertemu di Bar dan ini hal yang biasa dilakukan para pembisnis besar.
Didepan pintu Bar sudah ada orang yang menunggu Ghazel dan sekretaris Han.
"Private Room no. 23B" ucap orang tersebut pada Han, Han pun hanya mengangguk paham.
Han menoleh kearah Ghazel, ia tersenyum kecil dan mengangguk, keduanya langsung melangkah masuk, pertama kali masuk gendang telinga keduanya dipenuhi dengan musik EDM/ DJ yang mengema, lampu remang warna-warni dan riuh pengunjung menjadi permandangan pertama Ghazel, seakan acuh Ghazel melanjutkan langkahnya.
Sampailah kelantai VIP dari bar tersebut, Han menerawag mencari nomor ruangan tempat pertemuan mereka, "Disini tuan," ucap Han, Ghazel langsung menghampiri Han.
Han membuka pintu tersebut, mempersilahkan Ghazel masuk terlebih dahulu, setelah tuannya masuk barulah Han masuk dan menutup pintu itu kembali.
Didalam sudah ada Ocean/Sean ditemani oleh sekretarisnya Edward, keduanya sudah duduk di kursi panjang dengan ditemani dua wanita penghibur disana.
"Hallo, Mr. Ghazel Erlangga and Han, how are you today? Silahkan duduk"
"Sangat baik, Good place to discuss business."
"of course!, Sean selalu ingin tempat yang terbaik dalam mendiskusikan bisnis"
"Saya tidak pernah meragukan anda, saya dengar CVC Capital sangat meningkat,"
__ADS_1
"Terima kasih atas pujiannya tuan Ghazel, saya sangat senang bertemu dengan anda, di Landon beberapa rekan bisnis saya selalu berbicar mengenai anda. Hal itu membuat saya selalu menunggu moment yang pas untuk bertemu dan yah hari ini anda duduk tepat didepan saya."
"Saya tidak sehebat itu untuk dibicarakan, bisa langsung keinti pertemuan?"
"Tentu, apapun untuk anda"
"Izinkan saya menjelaskan proyek yang akan kami bangun di Busan," ucap Han.
"Silahkan."
"Proyek ini bernama all-round, Seperti biasa, kami akan membangun perusahan yang multi fungsi, dimana disana akan banyak keuntunganya, karena kami akan mengabungkan semua sektor pasar seperti teknologi, kesehatan, sangan pangan, Busan akan menjadi inti/induk dari perusahan tersebut, juga ada pelatihan eksternal dan internal untuk setiap karyawan nantinya, dan senjata tentunya,"
"Menarik, saya sudah membaca info tersebut, tapi saat mendengarkannya langsung BOOM! rasanya sangat menakjubkan," puji Sean.
"Terima kasih,"
"Edward urus dokumen invertasi kerjasama kita, pada GRE" titah Sean.
"Baik boss!,"
"Senang berkerjasama dengan anda," ujar Ghazel.
Sean meminum alchool-nya tersenyum sambil mengangkat gelasnya, "Ceers?,"
"Saya tidak minum alkhool berjenia bir, saya hanya minum anggur saja,"
"Edward!"
"Ini bos," Edward memberikan sebotol anggur merah pada Sean.
"Ini Wine Cheval Blanc 1947, anda pasti tau kan?" Sean memberikannya pada Ghazel, dengan senang hati Ghazel mengambilnya.
" Tentu!, Wine berasal dari Prancis dan masuk dalam daftar Wine termahal di Dunia. Anggur terbaik dikawasan kota Bordeaux ini dijual untuk 304.375 dollar As, dikenal dengan kualitas wine nya yang sempurna, dan menjadi salah satu anggur merah terbaik sepanjang masa dikawasan kota Bordeaux." jawab Ghazel.
"Wow!, hadiah atas pertemuan kita"
"Terima kasih, anda sangat murah hati,"
"Sangat susah mendapatkan itu, Edward harus mondar-mandir menunggu didepan rumah orang yang memiliki stok banyak Wine ini untuk memberikannya pada ku," kekeh Sean.
"Terima kasih Edward," ucap Ghazel.
"Oh..aa tidak masalah tuan Ghazel,"
"Han, berikan Edwars mobil sport pengeluaran terbaru di Landon, sebagai bentuk terima kasihku, dan berikan Sean salah satu koleksi permataku,"
Sekaya apa dia?
"Baik tuan, saya akan segera kirimkan,"
"Tuan Sean, saya rasa pertemuan kita cukup sampai disini, terima kasih.
Penjelasan;
CVC Capital terlibat dalam berbagai investasi PE, termasuk investasi modal ventura, LBO, rekapitalisasi dan akuisisi Perusahaan berinvestasi terutama pada perusahaan besar atau menengah yang bergerak di sektor pasar yang meliputi teknologi, telekomunikasi, jasa keuangan , perawatan kesehatan, energi, dan sektor industri. CVC juga berinvestasi dalam infrastruktur di Eropa, seperti utilitas umum dan transportasi.
Ini hanya pemanis cerita, pengertian diatas diambil diinternet.
Perusahan CVC memang ada ya, itu terletak di Landon.
Note: Uci ingatkan lagi, cerita ini hanya imajinasi dari kehaluan otak uci 89% halu, dan 11% real!, cerita ini lebih dominan ke fiksi halu-nya tingkat next level!
untuk harga wine diatas, bisa kalian rupiahkan sendiri, uci tidak sanggup nulisnya wkwkw..
Jangan lupa! : Like, komen, masuk rak, and share!
Jadi harap maklum◐.̃◐.
__ADS_1
Jadwal Update malam, karena malam bisa bebas main HP.
Sekian dan terima Halu.