
...Assalamualaikum(*>.<*)...
Bissmillah...
Sesuai yang author bilang jikalau judul novel ini akan di revisi sedikit, dan author juga sudah bertanya pada reader, lewat komen ada beberapa reader yang sudah menuangkan ide berliannya lewat komen dan ada yang ngomong langsung, terkait penambahan judul dari cerita IKATAN.
Demikian judul yang di ajukan.
Ikatan cinta Indah
Ikatan cinta istri ketiga
3.Ikatan suci cinta
dan setelah author pilih mengunakan metode kocok (seperti arisan ̄へ ̄)
dan pilihannya jatuh pada no 2,
Bissmillah
dengan ini judul author ubah menjadi Ikatan cinta istri ketiga sudah fikss kan?
...●_●Selamat membaca●_●...
Neysa sudah sampai di kediamannya di Bandung. Laksana merupakan nama dari keluarga Neysa, orangtua nya bergelut di bidang usaha teknik terbauj di bandung, pembisnis handal.
Neysa memiliki seorang adik perempuan bernama Ayu Laksana, papi nya bernama Teguh Laksana dan mami bernama Erna.
Menjadi besan dari Ghazel membuat keluarga Laksana di hormati dan di sanjung, karna sebagaimana derajat Ghazel dan terkenalnya Ghazel membuat itu berdampak besar di keluarga mereka, terutama di bisnis.
Mobil Neysa memasuki perkarangan rumah miliknya, rumah megah bernuansa putih elegan itu masih tetap sama, seperti terakhir kali Neysa tinggalkan, sejak menjadi istri Ghazel Neysa jarang pulang, karna sudah menjadi ketentuan menjadi seorang menantu di Erlanga.
"Huummm..sudah lama sekali ya" guman Neysa saat keluar dari mobilnya. sambil melirik sekitarnya.
Cklek...
"Astaga..putri sulungku!, kau pulang?" teriak senang mami Neysa.
"Assalamualaikum mi" Naysa mencium tangan maminya.
"Walaikumsalam, tumben pulang?, Ghazel mana?, kok bawa koper segala?" tanya mami Naysa beruntun.
"Kangen rumah."Naysa menyelonong masuk, mami nya langsung berbalik mengikuti putrinya itu.
"Ayu, papi mana?" tanya Naysa, serasa menghempaskan tubuhnya duduk di sofa.
"Ayu kuliah, papi ya di kantor"
"Pelayan!" panggil mami Erna
"Iya nyonya"
"Bawa Naysa minum"
"Baik nyonya" pelayan tersebut langsung bergegas kedapur.
Naysa duduk dalam keadaan pikiran kacau, dia harus memikirkan bagaimana agar cepat kembali ke mansion Ghazel.
"Naysa.. Nay!" panggil Erna.
__ADS_1
"Ehh..iya mi, kenapa?" tanya Naysa cepat.
"Kamu di panggil ngak nyaut-nyaut, mami nanya kamu baik-baik aja kan?, kok kayak ada masalah gitu?" Erna sungguh paham akan putrinya itu, tak mungkin Naysa pulang kerumah mendadak seperti ini, dan lebih lagi wajah putriny itu terlihat gusar.
"Ngak kok mi, Nay baik-baik aja kok, emangnya siapa sih yang berani buat masalah sama istri dari seorang Ghazel ini" kekeh Indah sombong, dia berbohong. rasanya tak sanggup cerita.
"Kamu jangan bohong ya sama mami" peringat Erna
"N-ngak kok mba" ucap Naysa sedikit gugup.
"Yaudah, kalau udah siap cerita, nanti mami dengarin, kamu masuk kamar sana, mami mau arisan" ujar Erna, dia pun langsung beranjak siap-siap mau pergi.
Naysa beranjak berjalan menuju kamarnya, kamar yang sudah lama kosong, dan kini disi lagi sama dia, rasanya sudah sangat lama dia tak masuk kamar tersebut.
Cklek... Naysa membuka pintu kamarnya, kakinya melangkah masuk," masih sama aja nih kamar" gumannya pelan, diapun langsung berjalan kerarah kasurnya dan merebahkan tubuhnya. mata nya terus menerawang langit-langit kamar, putaran kejadia tadi terus menghantuinya.
"Indah!, kau akan merasakan apa yang aku rasakan, akan ku buat kau lebih sengsara" ucapnya penuh benci.
.....
Bagaimana bisa kedamaian terjadi, jika negara api terus saja menyerang?, bahkan sudah memasang beberapa perlindung tetap sama.
Indah gadis tersebut dalam mode perang, pasalnya sejak tadi pagi dia di suruh melayani keperluan sang suami, ya memang dia di jadikan babu sejak awal datang ke rumah ini oleh Ghazel, Tapi ini simulasi jadi babu nya sudah sangat keterlaluan!.
Bagaimana tidak, sejak pagi Ghazel selalu memanggilnya, belum selesai perkerjaan ini, dia di suruh melakukan hal lain, contoh, dia di minta menyiapkan baju kantor, baru saja ingin membuka lemari, dia sudah di panggil untuk menyiapkan air panas, dan membuat teh, memijitkan kepala, dan banyak lagi.
Indah pun merasa berang, Ghazel menatap Indah dengan tatapan tanpa dosa, "Kau kelihatan sangat menikmati perkerjaan mu Indah" ucap Ghazel seraya duduk menikmati teh yang baru saja Indah buat.
Menikmati nenek mu!, bunuh suami dosa ngak sih - dumel Indah membatin.
"Teh buatan mu rasanya begini-begini saja, kau harus les bikin teh yang enak" tutur Ghazel.
Teh buatan mu begini saja, kenapa kau habisin! - batin Indah.
Indah tersenyum terpaksa, sangat di paksakan, "Saya akan belajar lebih giat" ucapnya pelan, tapi masih bisa di dengar Ghazel.
fiks..Indah kesal, BABU?, ohh god. "Anda juga ketermpilan jadi suami juga harus asah tuan GHAZEL" ucap Indah penuh penekanan.
"Ohh..saya sudah sangat terampil, jangan di tanya lagi" sombong Ghazel pada dirinya sendiri, dan perlu di sadari sejak tadi Ghazel banyak bicara.
Ck..PD sekali om ini- batin Indah.
"Hehe.., iya saya lupa, istri andakan sudah 3, atau mau nambah lagi tuan?" sindir Indah.
Ghazel menatap Indah dengan tatapan sulit di artikan. "Bisa?, kau carikan saya istri lagi mau?" tanya Ghazel menatap Indah
"Enak aja" Indah langsung keluar dari kamar Ghazel, perasaan kesal semakin menjadi saat Ghazel ingin mencari istri lagi, "padahal gue cuman bercanda"
Ghazel tersenyum melihat tingkah istri mudanya itu, "Dia sangat lucu" gumannya pelan, " ehh..apa yang aku ucapkan, maksud ku sangat cerewet!" ucap Ghazel memperbaiki ucapannya.
Author : Bilang aja suka Ghazel←_←
"Kak Nay, lo balik?, cieeeeee ada ape nih?" tanya Ayu, datang langsung menerobos masuk kamar Naysa.
"Brisik kamu yu" omel Naysa, dia baru saja mau tidur, sudah di ganggu aja.
"Yaelah, ngak kangen aku teh?"
"Sana kamu keluar!, kakak mau tidur" usir Naysa, sambil mengibaskan tangannya.
"Ngak asik!" Ayu langsung berlenggang keluar.
....
__ADS_1
BUGH..BUGH..BUGH..
"Katakan bajingan!, siapa yang memerintahkan mu!?" Teriak Erik sambil mencekam kerah baju orang itu.
"Sa-saya ti-tidak ta tau" ucap orang itu terbata-bata, rasa sakit di seluruh tubuhnya membuat dia tak bisa apa-apa lagi, bahkan untuk melawan pun tidak mampu.
BUGH...PLAK
Pukulan dan tamparan kembali Erik layangkan, tanpa belas kasih, tanpa ampun. Erik orang bawahan Ghazel yang di kenal dengan ke kejamannya menyiksa seseorang.
"KAU TINGGAL PILIH HABIS Di TANGAN KU?, .... ATAU DI TANGAN BOS KU?" ucap Erik dengan wajah tajam bak iblis,
Aaaargghhh..... teriak orang tersebut, saat merasa belati kecil mengores wajahnya.
"Le lepaskan sa-saya, sa-saya mo-mohon" rintih orang itu.
BUGH...pukulan kembali di layangkan.
"Erik cukup!" ucap orang itu baru saja datang.
"Tuan Ghazel, sekretaris Han" ucap Erik, saat melihat siapa yang datang.
Ghazel menatap datar orang yang di depannya, dia duduk di bangku tempat biasa dia menonton antraksi anak buahnya.
"Ck..Erik, kau bisa saja membunuhnya, lihatlah wajahnya,... seperti orang yang memohon untuk di bunuh" ucap Ghazel sedikit bercanda, (Dark sekali bercanda mu Ghazel author takutt(¬_¬) )
"Kau belum mendapatkan informasi Erik?" tanya Han.
"Sialan ini, terus bungkam!" ujar Erik, sesekali menendang perut orang yang sedang tergeletak sekarat itu.
Han menatap tajam orang yang menjadi tersangka utama kecelakan majikannya itu.
Han melangkah berjalan kearah si pelaku, dia menjambak kepala orang itu.
"Katakan?!" ucap Han dengan aura gelapnya.
"Sa-saya ti-tidak tauu"
"Hhhaa!, kau tidak sayang nyawa rupanya" seringai Han.
"Ti-tidak ti-tidak ku mo-mohon"
Ghazel menarik napas kasar , " Han, singkirkan keluarganya jika dia tidak mau memberitahu kita, dan Erik kau urus bajingan ini, Kita pergi Han, dalam 30 menit, nyawa seluruh keluarga mu ada di tangan mu" setelah mengatakan itu Ghazel langsung pergi, dan di susul Han.
mendengar ucapan Ghazel, orang itu terbelalak terkejut, rasa pani mulai menghatuinya, dia mengeleng, "Tu-tuan ja-jangan--"
BUGH...
Tendangan kembali dirasakan, "Katakan bajingan!" sarkas Erik jengkel.
Setelah mendapatkan banyak siksaan, pelaku kecelakann atau bernama pak Bambang itu akhirnya mengatakan semuanya, rasa saya terhadap keluarga jauh lebih besar dari pada dirinya sendiri.
**Oke Next....chapter nanti lagii
Ohh..ya author lupa, kalau nama toko Naysa itu, author sering salah tulis malah nulis Neysa Bego kan→_→
Yaudah sekian dan terima Calon suami‹•.•›
ehhh...?!!
Jangan lupa judul ini sudah fiks di ganti menjadi
"IKATAN CINTA ISTRI KETIGA**"
__ADS_1
Terima kasih banyak sarannya, love sekebon~♥~
...(灬♥ω♥灬)...