IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 28


__ADS_3

...----------------...


Waktu menunjukan baru pukul 5 pagi, dan Indah sudah bangun dari tidurnya.


Ia berjalan, dan masuk kekamar kakaknya Airyn.


"Kak bangun, jadi luluran ngak?" tanya nya, sambil menguncang tubuh Airyn..


"Astagaa, bentar lagi ndah, masih pagi banget nih" keluh Airyn.


Tanpa menjawab, Indah malah terlelap tidur di samping kakaknya.


...----------------...


"Pagi semuanya" sapa Airyn, dan lansung mendudukan dirinya di bangku yang sudah tersedia.


"Pagi Ryn" jawab Anna.


"Indah mana?" tanya Sarah.


"Oh Indah, masih tiduk kak, tadi pagi dia bangun kepagian, ehh, pergi kekamar aku, tiba-tiba langsung tidur lagi dia" ucap Airyn, sambil tertawa kecil.


"Biarkan saja dia istirahat" ucap Agung, ikut bicara.


Karna tah kapan dia bisa tidur nyenyak setelah menikah dengan Ghazel nanti -Agung


Akhirnya mereka sarapan tanpa Indah, karna tidak membangunkan tidurnya, jadilah mereka sarapan duluan.


...----------------...


Indah meregangkan tubuhnya, yang kaku karna terlalu lama tidur.


"Ngghh.. jam berapa sekarang?" gumanya pelan, dengan suara khas bangun tidur,tangannya mengapai jam di meja samping tempat tidur kakaknya.


ia memfokuskan perlihatan sedikit kabur karna banru bangun, sediki demi sedikit penglihatannya semakin jelas.


"Oh jam 10," gumannya lagi. sentak matanya terbuka lebar "APA JAM 10!" teriaknya, " Mati gue telat" ucapnya panik, sambil berlari keluar dari kamar kakaknya, menuju kekamarnya.


Tanpa babibu lagi Indah langsung masuk kekamar mandi, mencuci wajahnya, menyikat gigi, dan tidak mandi.


Ia berlari,ke ruangan pakaiannya, memilih dan mengambil sembarangan baju, langsung ia pakai, setelah itu dia pergi ke meja rias, untuk berdandan sedikit, mencatok rambutnya.


"Selesai!" ucap Indah, senang.


"Oke, Hp gue mna?." Indah kembali mengeledah kasurnya, dan "Ketemu!" ucapnya langsung turun kebawah.


"Bi, bunda sama ayah mana? " tanya Indah pada salah satu pelayan di rumahnya.


"Didepan non." jawab pelayan tersebut.


"Makasih ya bi" Indah langsung bergegas pergi keruangan depan.


"Bunda, ayah" teriak Indah yang ngos-ngosan.


"Ada apa ndah?, tarik napas dulu" ujar Anna.

__ADS_1


Agung hanya melihat Indah, dengan pandangan sedihnya.


"Indah izin mau keluar bentar ya, yah, bund?" ucap Indah.


"Mau kemana?,ini baru jam 10 an loh" tanya Anna.


"Mmm.. ini Indah mau, beli buku untuk tugas minggu depan bund, soalnya buku nya itu terbatas jadi Indah harus cepet gitu" ucap Indah,


Tentu saja Agung tau jika putrinya itu sedang berbohong, tapi dia tidak bisa apa-apa.


"Pergilah, pulangnya jangan lama" ucap Agung mengizinkan. Indah langsung tersenyum "makasih ayah"


Indah langsung, berlari menuju ke mobilnya.


"Tunggu, emang ketemunya di mana?" tanya Indah, tiba-tiba menghentikan mobilnya.


Indah pun langsung cepat mengambil handphone nya, dan mencari nomor Han, dan langsung menelponnya.


"Hallo, maaf pak Han,kalau boleh tau ketemunya di mana ya?" tanya Indah langsung.


"Di Hotel Six Senses Uluwatu, kamar no 2" jawab Han, dan langsung mematikan telponya.


"Astaga di Hotel SSU, sekaya apa sih dia?" ucap Indah, dan langsung melajukan mobilnya ke Hotel yang di sebutkan tadi.


Hampir menempuh perjalan yang cukup lama, kira-kira 1 jam, Indah akhirnya sampai juga di tempat yang di janjikan.


"Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" tanya salah satu pegawai hotel tersebut.


"Saya mencari, kamar atas Ghazel" ucap Indah.


"Mmm.. saya ca-"


"Nona Indah, mari ikut saya" ucap Han tiba-tiba sudah berada di belakang Indah. dan langsung berjalan.


Sebelum pergi tak lupa indah mengucapkan terima kasih pada pegawai disana.


"Apa aku telat?" tanya Indah.


"Tidak, anda datang kecepatan" jawab Han.


"Hah?,bukanya?"


"Berarti anda tidak membaca pesan saya, disana tertulis kalau taun Ghazel ingin bertemu saat jam makan siang nanti, sekarang baru jam 11:09, silahkan masuk" ucap Han, yang membukakan pintu untuk Indah.


Indah langsung masuk, tanpa bertanya dulu ini kamar siapa.


"Tuan, nona Indah sudah disini" lapor Han,menghampiri Ghazel yang lagi berenang.


"suruh masuk!" ucap Ghazel.


Han langsung menghampiri Indah, yang hanya berdiri seperti patung di sana.


"Nona, tuan Ghazel di sana" tunjuk Han, dan bodohnya Indah langsung pergi ke arah yang di tunjuk Han.


Han langsung, pergi ke ruangannya, melanjutkan perkerjaannya, yang sempat tertunda gara-gara calon istri tuannya itu.

__ADS_1


Indah berjalan, keluar saat pertama kali yang di lihatnya adalah hamparan laut nan luas..


saking takjubnya Indah tidak menyadari kalau di depannya ada kolam berenang, dan dia terus berjalan tanpa melihat-lihat. dan..


Byurr....... Indah terjun kekolam. Ghazel yang lagi berenang, tiba-tiba terkejut mendengar ada yang jatuh, saat ia timbul kepermukaan,dia melihat Indah hampir tenggelam.


Dengan cepat ia berenang ke sisi kolam, untuk menyelamatkan Indah.


"To-tolong, to-long" ucap Indah, sambil berusaha agar terus timbul.


"Dasar bodoh!" ucap Ghazel. langsung meraih tubuh Indah,


Indah dengan napas ngos-ngosannya, belum tau siapa yang telah menolongnya, dia menyandarkan tubuhnya di dada Ghazel.


"Ma-makasih" ucapnya terbata-bata.


"Lain kali hati-hati, gadis bodoh!" ucap orang Ghazel marah.


Seakan mengenali suara tersebut, Indah lanngsung mengangkat kepalanya dan melihat siapa orangan nya.


Saat tahu itu Ghazel, dia langsung mendorong tubuh Ghazel, tapi sayang nya itu tidak membuat tubuhnya lepas.


"Kau ingin mati?" tanya Ghazel,


Mereka bertatapan cukup lama, jarak di antara mereka hanya tinggal beberapa senti lagi.


"Bisa kita naik, aku dingin" ucap Indah, mencairkan suasana.


Jujur Indah sangat malu di tatap dengan jarak seperti itu, dan belum pernah yang melakukan hal tersebut sebelumnya.


tanpa menjawab, Ghazel mengendong Indah keluar dari kolam rendang tersebut.


dia langsung menurunkan indah, dan langsung pergi.


"Bajuku basah semua" guman Indah.


"Nona, masuklah" ucap Han.


"Tapi bajuku basah pak Han, apakah disini ada baju ganti?" tanya Indah.


"Baju ganti anda sebentar lagi datang, sebaiknya anda mengeringkan diri anda" ucap Han, langsung pergi.


Indah masuk ke toilet yang di tunjukan oleh sekretaris Han tadi.


"Nona, anda masih di dalam?" Tanya Han, mengetuk pintu kamar mandi Indah.


"Iya, masih" teriak Indah.


"Ini baju anda" ucap Han lagi.


Pintu kamar mandi tiba-tiba terbuka, melihatkan satu tangan. Han langsung memberikan pakaian ganti tersebut.


Indah sudah rapi dengan pakaian barunya, pakainnya sangat pas untuknya.


"Silahkan duduk nona" ucap Han, menarikan kursi untuk Indah. tak selang beberapa menit Ghazel keluar dari ruangannya, dengan setalan kemeja berwarna navvy,

__ADS_1


__ADS_2