IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 48


__ADS_3

...48| Tuan Ghazel kok?...


***Haii... seperti nya aku mulai merindukan kalian, allhamdullilah masalah aku udah selesai.


ohh..aku rencananya mau bikin jadwal update untuk Ikatan biar teratur aja. kalian setuju ngak kalau aku update nya seminggu 3 kali?, aku menyadari jikalau nya aku update kayak ngak menentu gitu, setelah aku minta saran sama fatner aku katanya lebih baik di bikin jadwal, aku sih setuju, kalau kalian gimana?, beri saran dong,.


...jangan lupa follow akun ini, coment dan vote💓 author maksa nih😏***...


...selamat membaca.....


......................


Ghazel dan Han sudah sampai di rumahnya, Han tidak mampir karna dia harus terbang langsung ke Bali, jadi dia hanya mengantar tuannya itu, memastikan jika tuannya itu aman.


Setelah bersalaman dengan Mama dan istri nya, Ghazel langsung naik menuju kamarnya, dia sangat lelah hari ini.


skip kamar Ghazel.


Indah mengetuk pelan kamar suaminya. merasa tidak ada sahutan dari si pemilik kamar Indah memberanikan diri untuk membuka pintu itu secara perlahan. ia memasukan kepala nya, dan kamar Ghazel terlihat gelap, bau parfum sang pemilik kamar menyeruak masuk ke dalam indah penciuman Indah, di kala ia sudah masuk.


" Mana sih, kan gue belum nyiapin air mandinya." ujar Indah, kaki nya melangkah pelan mendekati tempat tidur king size milik Ghazel, " Udah tidur benaran?." gumannya pelan, ketika melihat sosok laki-laki yang sudar tertutup selimut dan mata yang sudah terpejam.


Indah, berbalik hendak keluar dari kamar Ghazel, tapi seketika pergelangan tangannya di tarik keras, dan dia terjatuh tepat di atas tubuh Ghazel.


huff...


" Kau!, kenapa kesini?." tanya Ghazel, memperhatikan Indah lekat, meski penerangan rendup tapi Indah tau Ghazel menatap nya sangat tajam.


" S-saya ha-hanya ingin melihat keadaan anda tu-tuan." jawab Indah gugup. posisi ini membuat Indah kuramg nyaman, tapi dia tidak berani bangun, karna lengan tangannya di cekal kuat Ghazel.


" Saya masih hidup, sekarang keluar!." ucap Ghazel tajam, dia mendorong kuat tubuh Indah.


Indah termundur beberapa langkah, niatnya hanya ingin melakukan kebaikan, eh malah apes.


" Saya permisi dulu tuan, salamat istirahat." ujar Indah, seraya berbalik, melangkah cepat keluar dari kamar harimau.


" Ck!, dasar aneh!." ucap Ghazel sarkas, melihat kepergian Indah.


" Tuan Ghazel kok aneh ya, biasa nya dia minta siapin air mandi, baju. kok ini ngak?." ucap Indah bingung, bertanya pada dirinya sendiri. tak ingin mengambil pusing Indah langsung melangkah kearah kamarnya menemui kakak dan adiknya.


sesampainya di kamar Indah, melihat Aurel dan Airyn kakaknya sedang rebahan dengan sampah snack yang berlamparan di sisi kasurnya.

__ADS_1


" Astaga kasur gue!, kalian kok ngak ngajak-ngajak." cenggir Indah, memperhatikan deretan gigi nya. dia pun bergegas naik di atas kasurnya.


" Kirain marah." ucap Aurel, sambil mengeser tubuhnya.


"Drama apa nih?." tanya Indah.


"K2," jawab Aurel, dengan fokus masih di depan tv, menayangkan drama populer saat ini.


" Oh, cowoknya ganteng." puji Indah, melihat aktor yang sedang beradengan pukul.


" Pliss ndah, jangan banyak omong, kita lagi fokus nih." omel Airyn, sejak tadi sudah jenggah mendengar Imdah bicara.


" Iyaa..." jawabnya malas.


.....


Seluruh pelayan sedang sibuk menata meja makan untuk sarapan pagi tuan besar mereka.


memang setiap pagi sudah menjadi rutinitas mereka untuk bersih-bersih rumah, ada yang bersihin kebun belakang, bersihin halaman depan, perabotan rumah, ada juga yang bertugas membersihan seluruh seisi rumah.


" Pagi bii." sapa Indah, berjalan kearah dapur, karna sudah dapat izin akses dapur jadi Indah bisa keluar masum dapir dengan bebas.


" Mau bikin teh buat tuan ya nyonya?." tanya salah satu pelayan tersebut.


" Tuan kayak nya suka sekali sama teh buatan nyonya." ucap pelayan itu, mengoda Indah, Indah hanya terkekeh geli.


-ngak tau aja mereka, gue lagi di siksa jadi pelayan berkedok istri oleh manusia srigala itu- batin Indah.


" Saya pamit dulu bi." ucap Indah, sambil membawa segelas teh di kamar Ghazel. Indah sudah terbiasa untuk membuatkan Ghazel minuman, bahkan dia melupan permintaanya untuk Ghazel bersikap biasa saja, jangan memintamya untuk melayani keperluan seperti biasanya. tapi lihat Indah sendiri yang melakukan itu tanpa sadar.


tok..tokk..


" Permisi,-" Indah membuka pintu kamar itu pelan, dan masuk " Tuan, ini teh nya, saya simpan di atas meja ya." ucap Indah sedikit keras, karna Ghazel sedang di kamar mandi.


" gue tunggu aja deh sampai keluar, nanti di kira itu teh dari bibi, dan gue kena marah lagi. ogah bangett!" ucap Indah pada dirinya sendiri, ia pun mendudukan dirinya di sofa kamar milik Ghazel.


Cklek..


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok yang sejak tadi Indah tunggu, Ghazel keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya, menampilkan badan kekar nya.


" Aaaaaaa...!!!." teriak Indah syok, menutup wajah nya dengan kedua tangan-nya.

__ADS_1


Ghazel pun terkejut dengan keberadaan Indah, tapi sebisa mungkin dia bersikap biasa aja, toh udah sah pikirnya.


" Ngapain disini?." tanya Ghazel.


" pakai baju dulu tuan." pinta Indah, dengan wajah masih tertutup kedua tangan.


" Lah berani kamu suruh-suruh saya?, lagian sudah mahram kenapa?!, kamu ya ngak tau sopan santun main masuk-masuk aja!." omel Ghazel, masih memandang istri mudanya itu, bibirnya terangkat melihat bagaimana tingkah Indah yang engan membuka matanya.


" Ta-tapikan malu, saya cuma mau anter teh." cicit Indah.


" Yaudah keluar, kenapa masih duduk?, atau teh nya kamu kasih racun ya?" selidik Ghazel.


" Engak!-" Indah repleks menurunkan tangannya " Aaa.." teriaknya kembali menutup mata dengan keduan tangannya.


untung kamar Ghazel kenap suara dari dalam.


Ghazel mengelengkan kepalanya, " sekarang kamu coba teh itu, saya tidak percaya sama kamu!." ucap Ghazel sambil menunjuk teh tersebut.


dan perlu kalian ingat itu adalah ucapan terpanjang Ghazel.


Indah mencodongkan tubuhnya mengambil teh yang sudah dia bikin, dan meminumnya, dengan satu tangan masih menutupi sebagian matanya supaya tidak melihat tubuh Ghazel.


Melihat tidak ada reaksi apapun, Ghazel mengangguk, meski tidak di lihat Indah, " Keluar!" perintah Ghazel.


tanpa babibu lagi Indah bergegas keluar. " sumpah jantung gue deg-degan" ucapnya sambil memegang arah dada sebelah kirinya.


Ghazel melangkah kearah meja, duduk di sofa. me gambil cangkir teh yang sudah di buatkan oleh Indah, dan meminumnya. tanpa di sadari mereka sudah melakukan ciuman secara tidak langsung.


...........


...**Haii..Reader gimana chapter ini?....


aku mau cepatin alurnya, biar cepat tamat hiya-hiya..


autor ingatin lagi JANGAN LUPA VOTE & COMMENT SERTA FOLLOW AKUN INI!!!.. biar afdol aja gituu😆


Mulai senin jadwal update mungkin akan seminggu 3 kali, sudah berlaku ya..


jadi kalian bisa nunggu update selasa-jum'at dan minggu.


weekendnya baca cerita aku aja yaa😘😘😘😘

__ADS_1


see youuu😘😘❤❤❤❤**


__ADS_2