
...««Selamat membaca»»...
Jika sebuah harapan selalu menjadi kenyataan mungkin setiap orang tinggal berharap tanpa memikirkan kegagal dan kepahitan dari sebuah harapan tersebut.
Tapi nyatanya harapan tetaplah menjadi ilusi dari sebuah kenyataan yang berujung kesakitan.
Dan Indah sedang merasakan sakitnya dari sebuah harapan, saat angganmu mengharapan kebahagian tapi realitamu memberikan kepahitan, disitulah terbentuknya lubang luka yang amat besar.
Taxi yang ditumpangi Indah sudah terpakir indah didepan gedung tinggi yang disebut kantor dari GRE utama itu.
Tanpa menunggu Indah langsung berlari masuk, tidak ada yang bisa mencegahnya karna semua karyawan kantor mengetahui siapa Indah. Istri dari bos-nya.
Disusul Agung dan Lolita, mereka agak kesusahan mengejar Indah, "Sebaiknya kita tunggu dibawah saja pak," saran Lolita
"Kau benar, biarkan masalah ini Indah yang selesaikan," Agung menyetujui saran Lolita, mereka memutuskan untuk duduk disofa loby yang sudah disiapkan untuk siapa saja yang menunggu.
Indah langsung memasuki lift yang khusus digunakan oleh Ghazel untuk langsung menuju kedepan ruangannya.
Lolita sejak tadi memainkan ponselnya, ia sedang mengirimkan pesan pada Han, memberitahukan jika Indah saat ini ada dikantor Ghazel.
...«««...
Han keluar dari toilet, dengan cepat ia memeriksa ponselnya yang berdering melihat siapa yang mengiriminya pesan.
"Nomor yang tidak dikenal, apa ini?" Han membuka isi pesan tersebut, nomor tersebut mengirimi Han rekaman suara.
"Saya rasa ini berguna untuk tuan anda," pesan yang tersemat disana.
"Apa maksudny?," Han memutar isi dari rekaman tersebut. Betapa terkejutnya Han saat mendengar isi dari rekaman tersebut.
"Ini.....ini..tuan Ghazel harus tau!," Han bergegas keluar dari toilet, ia ingin segera memberitahukan isi rekaman itu.
Dritttt...
Satu pesan masuk, "Lolita," guman Han.
"Indah berada dikantor Ghazel, bisa kau bantu dia menjelaskan pada Ghazel, setidaknya biarkan dia bertemu Ghazel," itulah isi pesan dari Lolita.
Han tersenyum kecil,"Nyonga muda kau sangat beruntung, rekaman ini bisa membantumu," ujar Han.
Indah sudah berada dilantai dimana ruangan Ghazel berada, ia langsung berjalan menuju ruangan tersebut, disana sudah ada empat penjaga yang berdiri disisi kanan dan kiri dari pintu masuk.
"Nyonya" sapa salah satu penjaga disana.
"Saya ingin masuk," ucap Indah.
"Maaf nyonya, tapi tuan Ghazel sedang ada tamu," ucap penjaga disana.
"Saya ingin bertemu dengan suami saya, apa tidak boleh?" tanya Indah.
"Tapi...nyonya tuan sedang-"
Cklek...
pintu ruangan Ghazel terbuka paksa, siapa pelakunya?,Indah. Saat ini hubungannya dengan Ghazel jauh lebih penting dari semuanya.
__ADS_1
Indah tidak peduli jika nanti dia akan dimarahin oleh Ghazel, yang terpenting dia harus bertemu dengan Ghazel.
"Mas...Gha--," tubuh Indah seakan kaku saat melihat pemandangan didepannya saat ini, dengan tatapan yang berpusat pada kedua orang didepannya, mata Indah mendadak panas dan berair.
Dengan posisi yang lumayan intim, untuk seorang laki-laki dan perempuan, membuat siapa saja yang melihatnya akan memiliki prasangka yang kurang baik pada keduanya.
"I-indah" ucap Ghazel terkejut dengan kedatangan istrinya itu, dengan cepat ia mendorong tubuh perempuan yang dihadapannya.
Indah menangis tanpa suara, jantungnya berdetak lebih cepat, bahkan untuk sekedar bernapas saja sangat sakit rasanya.
"Tuan Ghazel nyonya In--" ucap Han terhenti saat melihat Indah yang sudah berdiri ditengah-tengah pintu masuk ruangan tuannya.
"Ghazel kenapa kau mendorongku?," renggek wanita tersebut. Indah menatap lekat keduanya, tangannya mengepal, napasnya tak beraturan, airmatanya sudah keluar bebas dari persembunyiannya.
Ia sakit.
Hiks!...suara pilu lolos dari mulut Indah, "Aku berencana ingin memperbaiki se-semuanya, tapi....aku rasa rencana itu sia-sia," ucap Indah masih dengan menatap Ghazel.
"Ak-
"Aku sangat membencimu GHAZEL!, BAHKAN UNTUK BERNAPAS SAJA RASANYA SANGAT SULIT! Karna disetiap napasku aku akan selalu membencimu!" teriak Indah, ia sama sekali tidak memberikan Ghazel kesempatan untuk menjelaskan.
"Nyonya ini tidak seper--"
"DIAM HAN! Apa kau akan membelanya?, kau mau tau apa yang ku lihat?, aku melihat mereka berpelukan bahkan nyaris berciuman! Suamiku HAN!, suami sedang bermesraan dengan wanita lain!" ucap Indah mengebu-gebu.
"Apa kau tau!, aku sangat tersiksa saat memikirkan bagaimana cara menyelesaikan kesalahpahaman antara kita, aku bahkan sangat frustasi Ghazel!, aku frustasi dengan diriku sendiri! Aku selalu berpikir bagaimana jika kau benar-benar membenciku dan menceraikan ku! Sampai untuk tertidur pun aku tidak sanggup!, tapi apa ini? Kau dengan wanita lain? Apa dia pengantiku?."
"Aku harus menyusun setiap kata untuk menyakinkan mu, aku memaksa ayahku untuk mengantarku kesini, bahkan aku....aku memutuskan untuk tidak bicara dengan kak Airyn, aku membencinya karena aku pikir, gara-gara dia aku ditinggal suamiku. Tapi apa ini?, kau merusaknya!"
"YA! Aku memang merusaknya! Aku merusak hubungan ini! Tapi kau! Kau menghancurkannya mas!, apa kau ingin tau apa yang ingin aku katakan padamu?"
Ghazel hanya diam menatap Indah.
"Aku ingin mengatakan, jika apa yang dikatakan dalam rekaman itu tidak semuanya benar!, ya aku akui jika rencana yang disampaikan dalam rekaman itu benar adanya, aku akui itu!, awalnya aku memang berniat begitu tapi sebelum rencana itu berhasil, aku sudah jatuh cinta denganmu, tanpa aku sadari. Sejak saat itu aku benar-benar lupa dengan rencana tersebut. Aku tau jika mencintaimu tidak akan dapat balasan, aku sadar akan itu! Dan dengan bodohnya aku malah semakin mencintaimu!, tapi hari ini kau benar melukaiku mas," ucap Indah, dengan airmata yang tidak bisa dibendung lagi.
"Apa ini alasan kau tidak membalas pesanku?," Indah menarik napas kasar, "Kau diam, bearti iya. Aku akan pikirkan tentang perpisahan kita," Indah langsung berbalik keluar, tanpa memperdulikan penjelasan dari Ghazel, bahkan teriakan Han ia abaikan.
"Tuan, kenapa anda tidak mengejar nyonya?" tanya Han.
"Biarkan dia pergi dengan pemikirannya, saat ini dia lagi emosi, penjelasan apapun tidak akan berguna."
"Dan kau Stella, saya harap anda tidak lancang seperti itu!, dan saya menolak kerjasama dari perusahaan anda," ucap Ghazel dingin.
"Bawa wanita ini keluar!" perintah Ghazel pada empat penjaganya.
"Baik tuan," wanita yang bernama Stella itu ditarik keluar secara paksa oleh pengawal Ghazel.
"Ghazel! Kamu ngak bisa giniin aku! Ghazel!" teriak Stella.
"Han tutup pintu," Han mengangguk paham ia segera menutup pintu ruangan tuannya itu.
Ghazel duduk dibangku kebesarannya, ia mengusap kasar wajahnya, ia termenung sesaat, lagi..dan lagi Ghazel menyaksikan mata kesedihan dari Indah, lagi ia melihat Indah menangis dan lagi itu disebabkan oleh dirinya.
Ghazel tidak menyangka jika Indah akan datang kekantornya, dia tidak menyangka istrinya itu akan melihat kejadian yang tidak sebenarnya terjadi.
__ADS_1
FLASBACK!
Saat setelah Han izin keluar ketoilet, masuklah Stella yang memang sejak awal sudah membuat janji pada Han, untuk bertemu dengan Ghazel.
Stella merupakan salah satu pengusaha yang cukup dikenal, ia juga teman lama Ghazel, saat di Amerika dia tidak sengaja bertemu dengan Ghazel, dan berakhir dipertemukan lagi tadi.
Stella ingin mengajukan kerjasama pada Ghazel, ia sudah lama memantau GRE dan sudah lama ingin berkerjasama pada perusahaan Ghazel, karna dulu perusahaannya masih kecil jadi Stella minder untuk mengajukan kontrak kerjasama.
Tapi hari ini dia bertekad akan mendatangi Ghazel, ingin mendekati Ghazel dengan dalil kerjasamanya.
Stella duduk disofa ruangan Ghazel, ia tersenyum kecil menatap wajah Ghazel yang nampak serius didepan laptoonya.
"Kau ingin mengabaikan tamu mu ini Ghazel?," ucap Stella dengan senyumannya.
Ghazel menatap Stella sebentar, dan langsung beranjak dari duduknya, "Sorry, aku lupa jika ada janji denganmu," ucap Ghazel membuka kancing jas nya lalu hendak duduk di sofa single samping Stella.
Stella tersenyum, "Bukan hal baru jika tuan Ghazel ini sangat sibuk, oh ya dasi mu" ucap Stella menunjuk kearah dasi Ghazel yang nampak miring.
"Ada apa dengan dasiku?," tanya Ghazel masih berdiri melihat kearah dasinya.
"Izinkan saya merapikannya, maaf jika lancang," Stella bangun dari duduknya, menghanpiri Ghazel, ia menunduk sedikit untuk merapikan dasi Ghazel.
Stella cukup terpana dengan wajah tampan Ghazel, detak jantungnya sungguh tidak karuan saat ini.
"Bisa kau menyingkir?," tanya Ghazel, ia cukup risih lama-lama didekat Stella.
"Oh tentu," jawab Stella, ingin berdiri dan Aww! kepala Stella terbentur dagu Ghazel, dengan akal liciknya Stella menambrakan tubuhnya ditubuh Ghazel.
Karna mendapat serangan mendadak, Ghazel sempat shock menahan tubub Stella, tapi sebelum ia sempat mendorong tubuh wanita itu, pintu ruangannya terbuka paksa dan menampilkan sosok wanita yang sejak beberapa hari ini menghantuinya, Indah.
Begitulah kejadiannya.
FLASHBACK OFF!
"Tuan ada sesuatu yang ingin saya beritahukan kepada anda," ucap Han yang sudah berdiri diseberang meja Ghazel.
"Han, aku sangat pusing saat ini, bisa kau handle perkerjaan kantor?, aku akan pulang sekarang," balas Ghazel langsung berdiri.
"Tapi tuan ini tentang...."
"Han, besok saja, saya pulang dulu,"
Blammm...pintu ruangan tertutup, tinggallah Han sendiri diruangan besar itu, "Padahal ini sangat penting, semoga saja nyonya muda kembali kemansion," ujar Han. Ia pun melanjutkan perkerjaan yang ditinggalkan oleh tuannya.
...««Bersambung»»...
Im back!
Maaf lama update-nya, banyak kejadian yang tidak bisa kita prediksi terjadi.
Jika kalian pikir kok lama update?, bukan mau Uci guys, cuman ya, Uci juga harus membagi kegiatan direal life uci dengan dunia fiksi ini, uci hanya bisa nulis kalau waktu free/malam, makanya uci sering update malam kan, karna biasanya waktu yang paling banyak itu saat malam doang, siang Uci harus bantu beres-beres, belum lagi ngerjain tugas, dan yang biasanya terjadi itu adalah hal yang terduga, seperti; ada nikahan/ sakit saat ini.
Jadi uci ngak bisa 100% ngehadap hp terus, harap dimengerti.
Kalian juga ngak mungkin seharian main hp kan?.
__ADS_1
Belum lagi ide cerita yang tiba-tiba hilang, haduhhhhT_T