IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 65


__ADS_3

...Jika awan putih bisa mengelap, lantas kenapa hati tak bisa menghitam? itulah Han....


...•••...


Indah dan Ghazel cukup terkejut, lebih tepatnya hanya Indah yang terkejut melihat Naysa yang sudah duduk nyaman di bangku meja makan.


Ghazel masa bodoh dengan keberadaan Naysa, ia langsung duduk tanpa menyapa. Indah langsung duduk tak lupa menyapa Naysa " hai mba Nay" ucap Indah tersenyum.


"Hmm hay" senyum Naysa canggung.


"Indah ambilkan saya makanan" ucap Ghazel.


"Baiklah."


"El mau ayam upin-ipin!" semua mengeleng kepala bagaimana tingkah tuan mudanya itu.


"El, makan dulu ya ditangan mu nak"


"Ngak mau"


"El, dengar kata bunda" tegur Ghazel.


"Baiklah" jawab anak itu lesu.


Selesai mengambilkan Ghazel beberapa lauk pauk di piringnya, Indah langsung mengambilkan untuk dirinya sendiri, gadis usis 21 th ini sudah sangat telaten jika megurus soal makan.


"Berdoa Indah, kau seperti El saja tak sabaran" tutur Ghazel menatap Indah.


"Baiklah, Selamat makan, terima kasih atas berkat yang telah kau berikan tuhan, amin" ucap Indah, setelah bedoa ia langsung menyantap makanan nya seolah-olah akan ada yang berebutnya.


Sedangkan Ghazel dan yang lainya bedoa secara islami membaca doa makan.


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar."


Setelah itu mereka makan dengan tenang tanpa ada obrolan.


•••


Han memakirkan mobilnya tepat didepan mansion Ghazel, setelah mendapat panggilan dari Ghazel, Han langsung bersiap tak lupa ia mandi dan makan terlebih dahulu.


Setelah pintu terbuka, Han langsung turun tak lupa ia merapikan jas-nya. ia masuk kedalam mansion, pandangannya menangkap sosok yang orang yang "Nyonya utama" gumanya, Naysa lah yang ia lihat tadi.


"Sekretaris Han, kau mencari Ghazel?" ujar Naysa saat matanya tak sengaja menangkap sosok yang sangat dipercaya oleh suaminya itu.


"Iya"


"Han cepat naik, jangan diam disitu" ucap Ghazel dari telpon yang ia sambungkan dari pengeras suara dirumahnya.


Tanpa babibu lagi Han langsung pergi menuju ruangan Ghazel.


••


"Tuan saya sudah disini"


"Han, duduklah, ada yang ingin saya pastikan"

__ADS_1


"Baik tuan" Han langsung duduk di bangku yang berada didepan meja kebesaran Ghazel.


Han diam menunggu tuannya itu bersuara, "Aku mendengar kau akan berkencan, sepertinya kau sudah sangat kesiap Han hahaha" ucap Ghazel dengan wajah jenaka nya.


"Itu tidak benar!" elak Han, dia kira hal apa yang akan disampaikan oleh tuannya itu. hingga harus memanggilnyaa dengan note yang terburu-buru.


"Kau besok boleh libur, nikmati kencanmu Han"


"Tidak tuan!, info itu tak benar, saya hanya mengabdi dengan anda, tak ada waktu saya untuk bermain hal itu"


"Aku sudah memberimu waktu besok Han"


"Tidak tuan!, maaf saya menolak."


"Aku mengerti, besok datanglah lebih pagi, jemput mama."


"Baik tuan"


"Malam ini menginap saja Han, kamar mu menjadi usang sekarang, dan keluarlah"


"Baiklah," Han undur diri, tak lupa memberikan hormat padanya.


•••


Mentari pagi perlahan muncul memberikan kehangatan bagi seluruh manusia dibumi ini, para aktivis yang sudah mulai melakukan aktivitas sudah bertebaran.


Tapi sang mentari nampaknya tak berhasil membangunkan gadis yang saat ini sedang mengulung dirinya dengan selimut, siapa lagi kalau bukan Indah.


gara-gara menonton drakor terlalu lama hingga bergadang, tidur hingga jam 3 subuh tadi.dan hasilnya sekarang ia tak sadar.


"Oh jadi kau yang akan berkencan dengan Han?"


"Tante bisa aja, Han sangat sulit."


"Dia terlalu lama bergaul dengan Ghazel makanya seperti itu" mereka tertawa sambil mengobrol. mereka keluar bersama menuju tempat penjemputan.


"Aa..itu mereka, kau ikutlah denganku"


"Jika tante memaksa, tak ada pilihan lagikan, siapa yang berani menolak nyonya besar Erlanga" kekehnya.


"Nyonya silahkan ma-"


"Haii Han!" sapa wanita itu tersenyum manis.


"Silahkan masuk nyonya." Han membukakan pintu mobil tanpa menghiraukan sapaan dari wanita yang berdiri tepat disamping nyonya besarnya, Karlina.


"Tamara masuklah" ujar mama Karlina sambil mepersilahkan Tamara masuk.


"Terima kasih tante" Tamara lantas langsung masuk.


Han hanya diam, ia langsung masuk duduk di sebelah sisi supirnya.


"Han dimana Ghazel, dia tak menjemput mama-nya ini?"


"Tuan Ghazel sedang ada urusan nyonya"

__ADS_1


"Han, kau semakin tampan" goda Tamara.


uhukk...Han bantuk seketika, tangannya mengepal, malu dan rasa tak nyaman yang ia rasakan.


"Tamara, kau sebaiknya pulang di antar oleh Han, dan kau Han, antar Tamara pulang setelah mengantarku oke"


"Dia bisa pulang sendiri nyonya"


"No..no..Han gantle dong, kau mau membantah ku?"


"Baik nyonya"


Karlina tersenyum jenaka, sambil menatap Tamara, dia sangat suka menganggu Han sekretaris putranya yang sudah ia anggap seperti anak sendiri.


•••


"Dimana Indah?" tanya Ghazel


"Nyonya muda belum bangun tuan" lapor salah satu pelayan yang berdiri di sisi jauh meja makan mereka.


"Aku akan membangunkannya" ujar Naysa hendak berdiri.


"Tak perlu, kau tak diizinkan bicara sama Indah, dan mulai sekarang sarapan dikamarmu"


"Ta-tapi Ghazel, aku sudah berubah"


Ghazel menatap datar kearah Naysa, jika kalian pikir ia diam melihat kepulangan mereka, itu salah ia sangat kecewa berarti Naysa tidak mematuhi perintahnya. dengan pulang tanpa hukuman selesai, dan tak memberitahukan Ghazel adalah sebuah kesalahan.


"Berubah dalam 5 hari?, sebaiknya kau diam"


"Jangan bangunkan Indah, biar dia tidur, saya selesai sarapan, dan Zahra jangan lupa untuk membawa El kerumah sakit, pastikan cedera nya dulu sudah sembuh total"


"Baik mas,"


Ghazel langsung berlengang pergi. sedangkan Naysa menatap sendu makanan yang dihadapannya, "Nay, makanlah, makanan itu takkan habis jika dilihat terus" ucap Zahra tersenyum lembut.


"Mba, Ghazel sepertinya marah padaku" ujar Naysa pelan.


"Kau seperti tak mengenal suami kita saja Nay, dia tak mungkin marah dengan mu" ucap Zahra menangkan Naysa.


•••


Dikamar yang masih samar-samar akan pencahayaan istri dari Ghazel tersebut masih saja terlelap, bahkan ia tak bangun untuk sarapan.


tak ada yang berani membangunkan, karna perintah dari sang tuan.


...•••...


**Akhirnya , Terima kasih banyak sudah mampir


jangan lupa vote, kasih bintang, like, dan komen,


Salam toleransi dan salam hangat untuk kita semua♡♡♡


Bentar lagi tahun baruu...pada kemana nih**?

__ADS_1


__ADS_2