IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 46


__ADS_3

Suasana meja makan terlihat lebih ramai, pasalnya ada dua saudari Indah, yang tadi siang sampai.


Naysa juga sudah bertemu, tentu saja Naysa terlihat tidak terlalu menyukai kehadiran saudari Indah tersebut.


Airyn sendiri merasa tidak nyaman dengan tatapan Naysa yang seakan-akan ingin mengusir mereka dari sana, sedangkan Aurel tidak perduli sama sekali,makanan yang di sajikan di sini lebih mengiurkan dari pada madu kakaknya itu.


"Tante harap kalian suka dengan makanan ini" ujar Karlina, tersenyum.


"Ini sangat enak."puji Aurel.


"Terima kasih atas jamuannya tante, makanan ini sangat lezat" sambung Airyn.


Setelah makan malam, mereka sempat memgobrol sedikit sebelum memutuskan untuk masuk kamar masing-masing.


"Ndah besok keluar jalan ya" ajak Airyn, Airyn cukup familiar dengan jakarta karna dulu dia sering berkunjung untuk kerjanya.


"Mm..besoklah, sekarang kalian istirahat aja dulu" ujar Indah.


"Elah, Mabar drakor kuy" tawar Aurel, senyum-senyum gaje..


"Ogah, mending Vc Bima wlee" Airyn mengambil ponselnya, dan menghubungi suaminya itu, jadilah dia sepanjang malam akan Vc karna rindu hihi..


"Lo, ngak Vc suami lo" ejek Aurel.


"Malas, mending tidur bye"


"Jadi gue gimana, masa nonton sendiri" renggek Aurel.


Baru terlelap ponsel Indah tiba-tiba berbunyi.


"Siapa sih" kesalnya.


Aurel yang sedang fokus ke dramanya melihat kekilas kearah Indah.


"Halo, sekretaris Han, ada apa ya?"


"Ini saya"


"Eh..Oh.,iya kenapa?"


"Besok saya kembali, rapi dan siapkan pakaian saya, karna saya ingin langsung mandi, dan yah satu lagi buatkan saya sup ayam."


"Hah?, kok cepat?, bukannya lusa ya?,"

__ADS_1


"Kenapa?,ngak suka!?,hak saya dong mau pulang kapan aja,rumah-rumah saya!"


"Maksud sa-..."


"Udah-udah, besok semua harus siap, saya tutup dulu"


"Tapi tung-.."


Panggilan terputus, padahal Indah mau mengabari jika disini ada kakak dan adik nya jadi dia mau minta kelonggaran sedikit pada Ghazel.


"Chat aja deh" Indah mengirimkan pesan,pada sekretaris Han, karna dia ngak punya no telpon Ghazel jadi mereka komunikasi lewat Han.


"Siapa ndah?" tanya Airyn.


"Ghazel kak, Indah tidur dulu ya"


......................


"Tuan, nyonya Indah mengirimkan pesan" lapor Han.


"Baca"


"Nyonya mengatakan di rumah ada kakak dan adiknya,bisakah tuan pura-pura baik di depan kakak dan adiknya, setidaknya liburkan dia sehari untuk jadi pelayan anda, jika berkenan dia akan melakukan apa saja setelah itu, dan dia juga minta izin untuk keluar bersama kakak dan adiknya" jelas Han.


"Tuan, apakah anda tidak ingin memberitahu Ny.Naysa dan Zahra jika anda pulang besok?"


"Hmm..tidak perlu Han, astaga kenapa kau jadi cerewet?, kau salah makan?"


"Maaf tuan"


"Lupakan"


......................


Seperti sudah kebiasaan Indah selalu bangun sebelum orang sholat subuh, dia bergegas kekamar Ghazel untuk menyiapkan pakaian Ghazel, supaya nanti dia pulang pakaian sudah ada, karna Indah juga akan keluar bersama kakak dan adiknya.


Depan kamar Ghazel, Indah membuka pelan pintu kamar, dia langsung melangkah masuk, sedikit bersenandung kecil.


Saat menyalakan lampu dia di kejutkan...


"Ya tuhan" pekiknya.


"Tuan kapan ada datang?"

__ADS_1


Ya Indah di kejutkan oleh Ghazel yang sudah bersandar di ranjang tempat tidurnya,dengan menatap intens kearah Indah.


"Brisik!, sana keluar!" usir Ghazel.


"Tapi saya mau menyiapkan pakaian anda tuan"


"Sana cepat, saya mau istirahat!"


"Baik" Indah bergegas keruangan pakaian, jangan lupakan jatungnya masih deg-degan karna kaget.


Setelah selesai Indah keluar dari ruangan pakaian,"Tuan, sudah selesai,apakah anda langsung tidur?,sebentar lagi sholat subuh" ucap Indah pelan.


"Tuan"


"Apalagi?!"


"Sup ayamnya jadi?, saya bikinin"


"Ngak,Sana keluar" ujar Ghazel.


"Sama-sama" ucapnya, langsung keluar dari kamar Ghazel.


"Terimakasih Indah" guman Ghazel. setelah Indah pergi.


......................


Setelah sarapan Indah dan kedua saudaranya langsung pergi jalan.


Sebelumnya,semua orang rumah di kejutkan dengan pulangnya Ghazel tanpa info itu, saat mereka tengah ingin sarapan Ghazel dan Han tiba-tiba turun, Naysa dan El langsung berhambur di pelukan Ghazel.


Sedangkan Airyn dan Aurel hanya diam, rasa benci mereka tentu saja masih ada, tapi karna sudah menjadi suami adiknya, mereka bisa apa.


Apalagi melihat bagaiman Indah melayani Ghazel saat makan tadi. Airyn yang teringat dengan rencananya tiba-tiba tersenyum. dia pikir Indah sedang menjalankan rencananya. padahal...


"Fiks kak lo nikahin sugar daddy bangett" kekeh Aurel. bagaiman tidak mobil di garasi tinggal milih mau pakai yang mana, hampir semua isinya mobil mahal.


Indah dan kakak, adiknya diantarkan oleh pak budi supir khusus untuk Indah, Ghazel lah yang menyuruh. padahal mereka berniat ingin pakai taxi saja.


Nuasa jakarta yang yang begitu ramai, membuat Indah dan Aurel senang, apalagi Indah seperti burung baru lepas sangkar, mereka berkunjung ke monas karna Aurel yang memaksa, meski panas tidak menyurutkan semagat mereka.


Jadilah ketiganya bersenang-senang, jalan sana sini, memakan semua kuliner yang mereka belum pernah coba.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2