
...----------------...
Waktu sudah menunjukan jam 17:09, semua sedang bersiap-siap untuk acara selanjutnya, karna anggota keluarga cukup banyak maka mereka berdandan lebih awal karna memakan waktu 1 jam untuk memakai Make-up.
Jam 18:30 Airyn sudah selesai di meke-up, tinggal menata rambutnya. Gaun pertama yang ia kenakan berwarna Silver dengan full payet, Bima juga mekai baju yang senada.
Bima selalu tersenyum melihat pantulan wajah istrinya di kaca. terlukis jelas kebahagian di wajahnya.
...----------------...
Di saat semua orang sibuk bersiap-siap,lain halnya Indah yang terlihat masih santai menidurkan dirinya di tempat tidur.
Anna pergi untuk mengawasi anak-anaknya. saat membuka kamar yang di tempati Indah dan Aurel. dia terkejut melihat Indah yang masih mengenakan pakaian biasanya.
"Astaga Indah, udah jam berapa?, kok belum siap2 sih" Indah menatap malas bunda nya, dan berdiri mengambil pakaian yang akan ia kenakan, "masih lama loh bund" ujarnya males.
Dia datang gak sih?, semoga ngak datang, Indah langsung masuk kekamar mandi menganti bajunya.
"Bunda kapan kesini?" tanya Aurel yang baru kembali dari kamar Sarah dan Anton. Anna berbalik dan tersenyum,"barusan Rel, itu kakakmu belum siap-siap"
"Dari tadi bund, main hp terus dia" adu Aurel, berjalan kearah kaca,dan melihat hiasan di wajahnya. "mba, yang make-up in juga nyariin kak Indah, dia doang yang belum dandan tuh"ujah Aurel.
"Ini juga mau kesana" Indah tiba-tiba muncul, dari kamar mandi, langsung berjalan kearah pintu keluar.
Anna mengeleng kepala melihat tingkah putrinya itu,"Dandan yang cantik ndah"kekeh Anna. dan di ikuti Aurel.
......................
Sedangkan di sisi lain, salah satu hotel termahal di Bali, seseorang sudah siap dengan jass pestanya, dia menatap pantulan diri ya di kaca, dengan seringai kecil dia berkata, "mari kita mulai pestanya" ucapnya menatap tajam pantulan dirinya.
Suara pintu di ketuk, dan masuklah Han, dengan setelan jass tak kalah kece nya,
"Tuan, 20 menit lagi acara akan segera di mulai, apakah kita berangkat sekarang?" tanyanya. Ghazel hanya mengangguk dan langsung berjalan kearah luar, tak lupa ia membawa ponselnya.
Karna perjalanan dari hotel mereka dengan hotel tempat resepsi cukup jauh, kemungkinan mereka akan datang terlambat, dan emang sengaja di terlambatkan.
"Han kau sudah membeli hadiah untuk mereka? tanya Ghazel.
Han langsung melihat ke belakang,tempat Ghazel duduk, "seperti yang anda pesan tuan" ujar Han.
"Bagus".
......................
Waktu sudah menunjukan jam 19:00, dan acara resepsi sudah di mulai, satu persatu para tamu undangan datang, banyak dari kalangan kelas atas.
__ADS_1
Semua sibuk dengan urusan masing-masing, pelayan meja pasmanen sibuk melayani tamu yang ingin mengambil makanan, Mc yang sibuk memberika kata sambutan selamat datang, dan pemain musik yang sibuk memberikan hiburan.
Agung sedari tadi sudah mondar-mandir menyapa para tamu kenalannya.
"Baiklah, bapak-ibu dan teman-teman sekalian, yang kita tunggu-tunggu sejak tadi, sudah siap, Mari kita sambut pengantin baru kita Airyn Quenari & Bima Isnu Kapita" Alunan musik mengiringi kehadiran mereka. semua mata tertuju pada mereka, senyuman bahagia tidak pernah pudah dari wajah keduanya.
"Inilah dia raja dan ratu sehari kita, pengantinya sangat cantik dan tampan ya" ucap Mc. "silahkan naik di pelaminan, untuk pengantin dan kedua orang tua" sambung MCnya.
Saat bersamaan turunlah, Indah dan Aurel,berserta kedua abang dan kakak iparnya. tentu saja mereka tak lepas dari pandangan mata para tamu di sana.
Untuk gaun pertama mereka sepakat memakai baju dengan warna senada, begitu juga orang tua Bima.
hanya saja baju mereka lebih dari gaun pengantin, dengan warna Grey night.
Akan di adakan acara pemotongan kue pengantin, kue dengan desain kerajaan. Airyn dan Bima sudah berdiri dengan kedua tangannya sudah memegang pemotong kue,yang lebih mirip dengan pedang itu.
"Hitungan ketiga, kita potong kue nya, 1,2,3" ujar Mc nya heboh.
Airyn dan Bima langsung memotong kuenya bersama, setelah itu mereka saling menyuapi.
Setelah pemotongan kue, selanjutnyan mereka akan sesi penuangan anggur di gelas yang sudah di susun seperti paramida.
semua tamu menyaksikan secara antusias, mereka berdiri setengah melingkar.
Ghazel dan Han, baru saja tiba di depan hotel resepsi.
Han keluar dan langsung membukakan pintu untuk Ghazel," silahkan tuan" ujarnya.
Ghazel keluar,dan langsung merapikan jass nya, setelah mobil mereka pergi.
Ghazel dan Han, langsung masuk ke lobby hotel. di sana sudah ada penjaga,memeriksa tamu.
"Maaf tuan, bisa lihat undanganya?" tanya penjaga itu.
Han langsung mengambil undangan dari balik jassnya, dan memperlihatkan kapada pejaga tersebut, setelah itu mereka langsung di persilahkan masuk.
Lagi-lagi Ghazel di buat takjub dengan hasil dekorasi dari pesta ini, dia berdiri tegap dan tak lupa ada Han yang berdiri di sampingnya.
"Sepertinya kita tidak di sambut" ujar Ghazel menyeringai.
"Ghazel!" teriak Tamara, langsung menghampiri Ghazel, dan Han. tak lupa ia memeluk lelaki tersebut, saat ia ingin melakukannya pada Han juga, Han langsung mundur selangkah, tanpa suara. Tamara tersenyum mengerti.
"Ghazel aku ingin bicara" Tamara langsung menarik Ghazel menjauh dari Han, dan sekarang mereka di tengah-tengah ruangan. "Katakan" Ghazel menatap Tamara.
"Tak bisakah sekretarismu itu tersenyum" tanya Tamara kesal, Ghazel menaikkan sebelah alisnya, "kau tau aku sudah lama menyukainya" terang Tamara lagi.
__ADS_1
"Aku tau" ujar Ghazel.
"Kau tau tapi tidak mau membantuku" Tamara menatap Ghazel kesal, "akan aku usahakan" Ghazel pun langsung pergi, saat ia berjalan, ia tak sengaja meyenggol wanita di depannya.
"Astaga, jalan itu hati-ha" Indah terdiam seketika, melihat siapa yang di hadapan dia, begitupun Ghazel menatap Indah datar. mereka saling tatap, tanpa mereka sadari pengantin didepan panggung siap melempar bunga, dan secara spontan Ghazel menangkap bunga yang terlempar di arah mereka, Indah terkejut langsung memejamkan matanya, saat ia membuka mata,ia melihat Ghazel memegang bunga pengantin.
Semua intensi para tamu mengarah ke mereka, termasuk Airyn,bima dan Agung.
Ya tuhan, apa-apaan ini- Indah hanya terdiam.
"Minggir", Indah pun langsung mengeser tubuhnya, Ghazel melangkah, saat tepat di samping Indah ia berbisik, "Bajumu kurang bahan" Ghazel langsung pergi, menemui Han.
Tentu saja setiap interaksi mereka tak luput dari pandangan Agung.
"Kurang bahan?" Indah langsung menunduk melihat bajunya, "Engak kok!" model baju Indah memang tidak memakai lengan. "dasar om-om!" Indah langsung melangkah pergi.
Airyn yang awalnya bahagia, menjadi ngak mood, melihat kehadiran Ghazel, apalagi saat kejadia Ghazel menangkap bunga yang ia lemparkan, dan posisi berhadapan dengan adiknya itu.
Bima yang mengerti akan perubahan ekspresi Airyn, hanya memaklumi, dia tau jika istrinya itu sangat membenci Ghazel.
"Kamu tau kan sarah, jika kita mendapatkan bunga pengantin, berarti sebentar lagi akan menikah, dan Indah malah, kalau saja Ghazel bukan orang jahat, pasti tadi posisi itu akan sweet banget" tutur Jenie heboh sendiri. Sarah hanya mengangguk setuju.
Anna, hanya diam, pikirannya masih dengan kejadia tadi.
Semua tamu pergi untuk bersalaman, dengan pengantin. banyak yang mengucapkan selamat, dan memberi kado, teman-teman Bima dan Airyn tak lupa mereka memberikan kado, dan mereka juga mengundang temam SMP mereka, dan jadilah ajang reuni mendadak.
Anggap aja ini Gaun pengantin Airyn.
Anggap aja ini gaun yang di pakai Indah dan Aurel, yang kata Ghazel kurang bahan.
(sumber Google: images20.jpeg).
Anggap saja ini baju Sarah, Jennie serta bunda Anna ya:) (Sumber Google)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Terima kasih sudah mau mampir di cerita ku, semoga bisa menghibur. ...
...Like, comment dan Vote, fvrt di tunggu notif nya loh.. 💓💓💓💓...
__ADS_1