
Indah benar-benar merasa bosan hanya duduk diam di dalam mansion, dulu dia bisa kemana saja dengan bebas sekarang bagaikan burung yang terkurung dalam sangkar.
semua kegiatan sudah dia lakukan.Dari membaca buku, pergi kekebun,main sama El,tapi tetap aja di bosan,"Apa aku ke mall aja ya, tapi sama siapa?,mama?" Indah beranjak dari tempat tidurnya, keluar mencari mama Karlina.
"Eh..tunggu mending telpon Aurel sama kak Airyn, sekalian curhat." Indah berbalik menuju kabar, tapi belum sempat buka pintu dia di panggil,"Nyonya…"
"Ada apa bi?," tanya Indah. tangan masih memegang ganggang pintu.
"Ada yang mencari nyonya di bawah"
"Siapa?, perasaan saya ngak punya teman di luar" ujar Indah.
"Pokoknya nyonya turun aja dulu" menarik tangan Indah untuk turun.
Saat lift terbuka,.Indah langsung melangkahkan kaki menuju ruangan tamu, dan di sana ia melihat "Aurel, Kak Rynnnn!!!" teriak Indah, berlari kepelukan kakak nya itu.
"Kalian kok disini?" tanya Indah, dengan senyum bahagaianya.
"Lo ngak suka kita di sini?" ujar Aurel.
"Indah sini duduk nak" ujar Mama Karlina, meminta Indah duduk di sampingnya.
"Kakak ada urusan di Jakarta, di anak malah ikut aja"
"Oh.,lama kak?"
"3 hari aja ndah, soalnya kakak dapat izinnya cuman e hari" kekeh Airyn.
"Oh, ya ini mama Karlina,-…,"
"Udah tau kali," potong Aurel.
"Kalian cantik-cantik, Oh ya kalian nginap disini ya, tante akan sangat senang kalau kalian mau"
Indah melihat adik dan kakaknya dengan penuh harap.
"Emmm..."
"Iya tan, terima kasih atas tawarannya" ucap airyn.
"Benaran kak..... yeayyy...." sorak Indah bahagia.
"Yaudah, ndah kamu ajak kakak dan adik kamu kekamar ya, mama kekamar dulu" Mama karlina, meranjak pergi meninggalkan 3 saudari yang masih mode kangen-kangenan.
"Ayok kak" Indah mengajak mereka berdua pergi kekamarnya.
hanya ada decak kagum yang Aurel tunjukan, interior yang mewah membuat Aurel bebinar, meski tingan di Mansion yang tak kalah bagus, tapi menurut Aurel punya kakak iparnya itu sangat luar biasa.
"Sumpah kak, inimah bagus bangett" teriak Aurel saat melihat kamar Indah.
"Kamu baik-baik aja kan Ndah?" tanya Airyn, tanpa memperdulikan Aurel.
__ADS_1
"Mmm..baik kak," jawab Indah.
"Ndah, kakak akan cari cara biar kamu bercerai sama Ghazel itu, kamu sabar ya" ujar Airyn, meraih tangan Indah.
"Kak Ryn bisa?, om Ghazel kak ngak mudah" sambung Aurel.
"Kalian mau mandi ngak?" tawar Indah.
"Nanti aja, terus Ndah gimana dengan istri-istri nya Ghazel?"
"Mereka baik."
"Kamu ngak lagi bohongkan?,jujur aja Ndah."
"Ngak kak, aku udah jujur, Mertua aku sangat baik, mba Zahra, mba Naysa baik kak"
"Kamu udah di sentuh Ghazel?" tanya Airyn pelan.
"Maksud kak Ryn?, sentuh gimana?"
Jangan lupakan Aurel yang sedang rebahan sambil mendengar musik.
"Yah kayak, bikin dede"
Seakan konect Indah"Astaga kak, amit-amit ya!, masih Original ya" bantah Indah tegas.
"Syukurlah,kakak punya satu ide, mau dengar?"
"Oke, dari yang kakak dengar, suami mu itu ralat Ghazel, laki-laki tidak suka cinta dan jarang romantis sama istrinya, kayak istilahnya itu anti banget di beri perhatian atau hal-hal cinta-cintaan-…"
"Terus kak?"
"Nah,itu kan kelemahannya dia, dia tidak percaya cinta dan hal semacamnya, bagaimana kamu hancurkan dia dengan kelemahannya itu?…"
"Seperti?…"
"Astagaa...kamu tau kehancuran seseorang lelaki adalah dengan di tinggalkan oleh orang yang di cintainya, dia akan lemah dengan wanita yang di cintaiinya?"
"Maksud kakak, aku harus bikin mba Nay dan mba Zahra ninggalin Ghazel?"
"Kakak tanya emang Ghazel cinta sama kedua istrinya itu-…"
"Engakkan, kakak tau kedua istrinya itu di nikahi tidak di dasari cinta"
"Indah juga kok"
"Merekka sudah menikah 4-5 tahun bukan,tapi Ghazel itu belum gimana-gimana kan sama kedua istrinya"
"Sok tau bnaget sih,langsung ke intinya aja ribet banget" ujar Indah.
"Intinya kamu bikin Ghazel cinta secinta-cintanya sama kamu, setelah itu tinggalin, atau bikin dia sakit hati" senyum Airyn.
__ADS_1
Indah terbelalak, "Gila!, ogah" tolaknya
"Mau lepas ngak?"
"Ya maulah"
"Yaudah,ikut aja, tapi ingat jangan sampai kamu yang kena okey.."peringat Airyn
"Hmmm..tapi-……, bikin jatuh cinta gimana?"
"Ya, bikin dia nyaman sama kamu, pokoknya kasib perhatian lebih,intinya curo perhatian dia.."
"Okee, aku coba, awas ngak manjur ya" ancam Indah.
"Tergantung kamu mainnya gimna ndah, udahlah kakak pakai kamar mandi mu, gerahh"
Airyn beranjak kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, dan Aurel sudah terkapar di alam mimpinya.
"Ck…,kalau gue salah langkah kena nih" guman Indah.
Menjelang sore hari, Indah membawa kakak dan adiknya di taman belakang, saat di sana terlihat Zahra dan El sedang bermain bersama.
"Itu istri keberapa?" tanya Aurel, melihat Zahra dari jauh.
"Kedua" jawab Indah.
Mereka berjalan menghampiri Zahra dan El.
"Sore mba, Sore El" sapa Indah.
"Sore Ndah"
"Sore bundaa"
"Asik banget mainnya, oh ya mba ini kakak dan adik Indah."
"Zahra" mengulurkan tangannya.
"Airyn" balasnya
"Aurel"
"Mba senang kalian berkunjung, Indah selalu merasa kesepian katanya" kekeh Zahra.
"Mba bisa aja, kan ada mba Zahra-…" El menatap Indah "Mmm..ada El jugaa" sambung Indah.
"Mari duduk di sana" aja Zahra membawa mereka duduk di bangku taman.
Mereka bercerita banyak hal, dan Aurel sudah akrab dengan El dalam waktu beberpa menit saja, dari semua yang Airyn dengan dia menyimpulkan bahwa istri ke dua Ghazel sangatlah baik. tapi dia belun bertemu dengan Istri pertama dari suami adiknya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1