IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
ICIK 9


__ADS_3

...««Selamat Mebaca»»...


Ghazel bangun sedikit terlambat, mungkin faktor kelelahan akibat pesta kemarin malam. ia bergegas mandi dan memakai jas untuk langsung kekantornya. Ghazel sudah menghubungi Han, untuk segera menjemputnya, karna tadi Han pergi duluan.


Ghazel keluar dari lift rumahnya, ingin segera berangkat, tapi langkahnya terhenti, saat sang mama menghampirinya, "Bawalah bekal ini, kau tidak sarapan" ujar sang mama, sambil mengulurkan keranjang bekal pada Ghazel.


"Terima kasih ma, Ghazel berangkat dulu," Ghazel menyalami tangan mamanya, dan langsung pergi.


"Silahkan tuan," ucap Han, membukakan pintu mobil untuk Ghazel.


tanpa babibu lagi, Ghazel langsung masuk, merasa tuannya sudah siap, Han langsung melaju kekantor, dengan mobil yang ia kendarai dengan kecepatan normal.


"Bagaimana dengan bajingan itu,? apa benar dia berada di Bali?" tanya Ghazel pada Han.


"Iya tuan, kita harus segera ke Bali," jawab Han.


"Urus semuanya,"


"Baik tuan,"


...«««...


Seperti yang sudah direncankan, akhirnya Ghazel dan Han melakukan perjalanan ke Bali untuk menangkap si pengkhianat, dan untuk menghadiri acara pertunangan dari rekan bisnisnya Martin.


Pergi ke acara pertunangan adalah, alibi Ghazel dan Han untuk, pergi menangkap pegkhianat yang sudah bermain-mainnya dengan mereka.


Sampai di pesawat, Ghazel segera meminta Han, melacak lokasi dari putra.


"Han, pastikan kau dapatkan kembali lokasi bajingan tersebut!," perintah Ghazel.


"Baik tuan," jawan Han, sambil memainkan tablet yang ia gunakan untuk berkerja, berbagai macam sistem yang ia gunakan untuk mencari keberadaan putra.


"Lokasi sudah dilacak, saya akan minta yang lainnya langsung pergi ketempat bajingan tersebut," ucap Han.


"Bagus!, perintahkan mereka menangkap dia dengan keadaan hidup, sampai kita sampai," ucap Ghazel menyeringai.


"Baik tuan, mereka semua sudah bergerak kelokasi." lapor Han, dan mendapatkan seringaian sebagai jawaban.


Beberapa saat kemudian, ponsel Han berdering, menampilkan nama dari salah satu bawahanya yang ia tugaskan tadi, dengan cepat Han mengangkat


"Bagaimana?," tanya Han langsung.


"...."


"APA!, bagaimana bisa? hah!" ucap Han, dengan suara nyaringnya.


"..."


"Cari sampai dapat!" Han langsung memutuskan panggilan tersebut.


Ghazel yang sejak tadi melihat, menatap Han, meminta penjelasan,

__ADS_1


Han menarik napas sesaat, "Putra, berhasil lolos, saat orang kita kesana, ia sudah tidak ada," ucap Han.


"Sial!, bagaimana bisa bajingan itu lolos?" geram Ghazel, tangannya sudah terkepal erat.


...«««...


Suasana di kediaman keluarga Agung saat ini sangat sibuk, bagaimana tidak. Mereka akan mengadakan pesta pertunangan putri mereka Airyn Queenla, dan Bima, setelah melakukan pendekatan beberapa minggu belakangan ini,


Ryn dan bima sepakat untuk menuju ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan, "Akhirnya ada juga yang mau sama kakak aku ini" kata Aurel ketawa, memeluk sang kakak.


"Jelas, orang CANTIK" puji Airyn pada dirinya sendiri.


"Jangan lupa, nanti sore kepantai untuk berdoa, kata orang dulu berdoa dibawah matahari turun itu bagus," ingatkan mama Anna.


Airyn hanya mengangguk tersenyum.


"Tapi ma, benar ngak sih, katanya saat kita membuka mata, jika yang pertama kali kita lihat laki-laki itu akan jadi jodoh kita?," tanya Aurel.


"Itu tidak benar, hanya rumor belaka tapi, akan lebih baiknya saat berdoa tidak ada yang melihat kita, karna apa, itu adalah bentuk pensucian kita sebelum menikah," kata mama Anna menjelaskan.


"Jika ada yang lihat ma?,"


"Berarti itu nanti jadi suami kita hahaha," kata indah ketawa.


"Ihh..Indah doanya, dapat om-om tau rasa kamu!" gerutu Airyn kesal.


"Sugar dady, ngak apa-apalah, blee" ucap Indah, dengan wajah mengejekya.


...«««...


Pesawat yang di tumpangi Ghazel dan Han sudah mendarat dengan selamat di kota Bali, mereka di sambut oleh beberapa anak buah mereka yang ada di sana.


"Selamat datang tuan," kata salah satu bawahan-nya yang bernama Mondi tersebut.


Ghazel hanya mengangguk-kan kepalanya, tanpa menjawab, sedangkan Han, dia sama saja dengan Ghazel.


"Sudah kau siapkan semua mon?," tanya Han, sambil berjalan di belakang Ghazel.


"Sudah sekretaris Han, tepat sekali mereka akan mengadakan parti-nya di tepi pantai dekat dengan hotel milik tuan." jelas Mondi pada Ghazel.


"Baguss, bagaimana apakah kamu dapat info dari bajingan itu lagi?," tanya Han.


"Belum, tapi sepertinya ada yang membantu-nya."


"Ck!, bedebah sialan." umpat Han. gara-gara bajingan itu perkerjaan Han semakin berat.


"Silahkan masuk tuan," ucap pengawal tersebut, sambil membukakan pintu mobil, saat Ghazel sudah berada didepan mobil.


Saat Ghazel ingin masuk kemobil, tiba-tiba ia dihentikan oleh salah satu pengawalnya.


"Berhenti tuan Ghazel!," teriaknya.

__ADS_1


Mendengar teriakannya, semua yang di sana terkejut, pikir mereka kenapa pengawal itu berani sekali berteriak tidak sopan pada tuan Ghazel, apakah ia tidak sayang nyawa.


"Kau!," ucap Han menatap tajam pria tersebut.


"Maaf tuan, saya tidak bermaksud, tapi jangan naik mobil itu!." katanya tegas melarang.


"Why?," tanya Ghazel, menatap pria tersebut dengan aura gelap yang siap membunuh


'Sial aku benar-benar terkejut' Ghazel membatin kesal.


Pengawal tersebut menunjukan benda pipih kecil pada Ghazel, dilayar benda tersebut ada tanda merah di pas di depan mereka.


"Ini alat pelacak bom, mobil ini sudah di taruh bom!," jelas pria tersebut.


Semuanya terkejut mendengar ucapan dari pengawal tersebut, mereka semua bergegas mundur, dan melindungi tuan mereka untuk menjauh dari mobil.


"Han, apakah di Bali ini mobil kita cuman satu?," tanya Ghazel,ia sudah letih berdiri posisi mereka sudah sedikit jauh dari mobil tadi.


"Pengawal sedang membawakan mobil khusus untuk anda tuan," jawan Han.


"Nama mu?," tanya Ghazel pada pengawal tadi.


"Saya Heru tuan," jawabnya takut.


"Jelaskan," perintah Ghazel, mendengar itu Heru sedikit bingung, apa yang di jelaskan pikirnya, Han yang dengan ketingkat kepekaan 100% itu langsung mengatakan maksud dari omongan Ghazel tersebut.


"Tuan meminta kau untuk menjelaskan, kenapa kau bisa tau, dan sekarang kenapa bom itu belum meledak?," ucap Han menjelaskan.


Pria bernama Heru itu, mengangguk paham, "Oh, begini tuan saya tadi lagi di toilet pas say-"


"Intinya," potong Ghazel.


'Ck!, siapa yang peduli kau ketoilet atau apa hah bodoh sekali ' batin Ghazel tak peduli.


Heru langsung diam, "Mmm.., tadi tiba-tiba remot yang saya beli khusus untuk melacak bom menyala, saya langsung mengikuti arah signalnya dan setelah mengetahui itu ternyata, tepat sekali itu di mobil anda, bom ini akan meledak jika mobil tadi berjalan tuan." jelas Heru.


"Apa kau tidak tahu?," tunjuk Ghazel pada pengawal yang bertugas menjadi supir tersebut.


"Ti-tidak tuan, tadi saya tidak melihat apapun," ucapnya terbata-bata.


"Han, cepat cari tau dalang-nya!," perintah Gahzel tegas, dengan aura gelapnya.


"Baik tuan,"


Mobil yang menjemput Ghazel sudah datang, dengan pemeriksaan terlebih dahulu, dan memastikan aman, barulah Ghazel masuk diikuti Han.


...««Bersambung»»...



Visual toko Han.

__ADS_1


Jangan lupa: Like, komen, dan masuk rak ya...


__ADS_2