IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 44


__ADS_3

Selesai membuat juss Indah langsung memberikan juss buatannya pada mama Karlina.


"Bi yanti, mama ada?" tanya Indah pada pelayan yang selalu bersama Karlina.


"Nyonya besar, lagi baca buku, ada apa Nyonya muda?"


"Oh, ini Indah buat juss tomat,mau kasih ke mama, boleh masukkan?"


"Silahkan nyonya" Membukakan Indah pintu, Indah pun langsung masuk.


"Ma.,panggil Indah"


Karlina langsung menoleh, dan melihat siapa yang memanggilnya, "Sayang, ada apa?" tanya Karlina, tersenyum hangat.


"Ini Indah, bikin juss tomat, hasil panen tadi" senyum nya, sambil memberikan juss tersebut pada mama Karlina.


"Terima kasih sayang," Karlina langsung meminum juss buatan Indah, "Ini enak nak, mama suka" puji Karlina.


"Makasih ma, oh ya ma, Indah izin undur dulu, mau temanin mba Zahra tanam sayur dulu"


"Iya nak, have fun ya"


Saat sudah di dapur Indah, melihat Naysa, "Mba Nay!" panggil Indah.


Naysa berbalik," ada apa?"


"Mau juss tomat?,tadi Indah bikinnya banyak jadi mau ya mba"


"Saya ngak suka TOMAT" Naysa langsung pergi begitu saja.

__ADS_1


"Kemarin makan sambel tomat doyan-doyan aja."ujar Indah, dan dia langsung pergi menuju kebun mereka, tak lupa membawakam beberapa juss tomat untuk Zahra dan beberapa pelayan yang menemanin Zahra bertaman sayur.


"Mba Ini jus nya, bibi juga ayok minum juss nya dulu" ucapnya sedikit teriak.


"Wahh, nyonya Indah keren bisa bikin juss" puji salah satu pelayan disana.


"Astaga bi, cuman bikin juss itumah kecil" kekehnya.


Selesai mencuci tangannya Zahra langsung duduk di bangku kebun mereka, menikmati juss buatan Indah.


"Kalau bikin juss kecil, bikin mas Ghazel jatuh cinta bisa ngak?" ujar Zahra tersenyum jail.


dan di anggukin oleh pelayan di sana.


"Mba Zahra!!, ada-ada aja deh," kesal Indah, "Oh ya mba, El kok belum balik dari rumah bang Renzo?"


"Kenapa meraka ngak program anak aja ya mba?"


"Dulu pernah, tapi sarah keguguran"


"Kamu nanti mau punya anak berapa?"


"Hah!?,maksudnya mba?"


"Kamu sama Ghazel nanti mau punya anak berapa?"ulang Zahra.


"Udah ada El mba" Indah meminum juss nya kembali.


"El bukan anak kandung Ghazel"

__ADS_1


Uhukk...Indah tersedak"Hah!,kok bisa, jadi dia belum punya?"


"Nyonya…kami pamit kebelakang dulu" para pelayan tersebut pergi, tak ingin ikut campur dalam obrolan majikannya.


"Belum ada rezekinya" ujar Zahra.


"Kenapa mba Zahra atau mba Naysa ngak...mmmm maaf Hamil?"


"Kalau mba, udah ngak bisa Ndah, dulu saat lahirin El terjadi masalah sama rahim mba jadi harus di angkat, sedangkan Naysa dia keguguran beberapa kali, dan ya sampai sekarang belum hamil lagi" jelas Zahra.


Kasian juga om-om itu, pasti dia sedih, "Ya tuhan, maaf mba Indah ngak bermaksud."


"Engak apa-apa, mba harap kamu bisa memberikan Ghazel keturunan"


"Ehh!,mba Indah masih belum punya pikiran kaya gitu"


"Belum cinta ya?" kekeh Zahra


Bukan lagi belum, tapi ngak akan CINTA "mmm..mba kita jemput El aja yuk" Indah mengalihkan pembicaraan.


"Sebentar lagi juga di antar pulang sama Sarah" ujar Zahra sambil melihat jam tangannya.


"Oh..gituu, yaudah lanjut berkebun?"


"Udah selesai loh, masuk aja yuk" ajak Zahra, Indah pun menuruti ajakan Zahra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


💔😚

__ADS_1


__ADS_2