
Hiii...Uci kembali
...Selamat membacaa vren!!!...
...¤¤¤...
Seperti yang diperintahkan Ghazel, pasukan Jangsuta pergi kelokasi yang dikirim oleh Han. mereka memberesakan keadaan disana, dan tentunya menghapus jejak para bawahan Ghazel.
...¤¤¤...
^^^"Selamat pagi kembali lagi pada kamu lipatan 7 petang. permisa. kecelakaan yang menimpa keluarga pembisnis Ghazel Richwandyo Erlangga, pada 8 bulan yang lalu sudah ditemukam pelakunya. polisi melaporkan jika pelaku berinisial P. E dan W.H saat ini ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, di bukit yang tak berpenghuni, ditemukan sejumlah barang bukti seperti rekaman suara, yang mengarah pada keduanya. jasad di temukan oleh tim penyelidik karna salah satu dari korban mengirimkan titik lokasinya. motif dari semua karna iri akan kesuksesan Ghazel. liputan selesai"^^^
Karlina dan keluarga merasa lega saat mendengar berita tadi, meski pelaku tidak dipenjara, seridaknya pelaku akan mendapatkan balasan dari yang mahakuasa.
Sedangkan Ghazel dan Han, yang saat ini masih berada di apartemen hanya tersenyum puas. Ghazel memutuskan untuk tidak pulang tadi karna alasan lembur. padahal dia sangat jarang lembur, paling juga Han yang suka lembur.
"Satu masalah selesai." ucap Ghazel menatap layar televisi. Han yang duduk disisi kanan bangku Ghazel hanya tersenyum ia besyukur musuh tuanya sudah hilang satu, "Iya tuan, tinggal masalah tikus-tikus itu lagi"
"Kapan kau akan mengurusnya Han?"
"Secepatnya tuan." ucap Han cepat.
"Kekantor sekarang" Ghazel beranjak dari tempat duduknya, dengan sigap Han membukakan pintu untuk Ghazel.
Setelah berada dipakiran, Ghazel dan Han sudah berada didalam mobil, dimana Han di bangku pengemudi dan Ghazel duduk disampingnya.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menitan, akhirnya Ghazel sampai dikantornya. Han keluar lebih dulu untuk membukakan pintu mobil Ghazel.
Memasuki loby, semua karyawan memberi hormat pada Ghazel, tak ada berani membuka mulut, merka hanya memberi salam lewat menundukan tubuh mereka.
Ghazel memasuki lift menuju ruangannya, tak lupa Han yang selalu berdiri di sampingnya seperti perangko.
...¤¤¤...
Helaan napas kasar Naysa saat melihat bagaimana bibi Jen dengan sesuka hati masuk dikamarnya.
"Kau semakin semena-mena Jen" cerca Naysa kesal.
Tanpa perduli bibi Jen, langsung duduk dibangku yang khusus digunakan untuk siapa saja yang ingin mengobrol pribadi dengan Naysa.
"Aku disini ingin memberikan info yang penting untuk mu" ucap bibi Jen dengan raut tenangnya.
Naysa mengerutkan keningnya, "Apa?"
"Istri muda Ghazel,"
"Indah?"
Bibi Jen, kembali tersenyum, "Siapa lagi, aku dapat info yang mungkin kau sendiri akan terkejut"
Naysa yang awalnya duduk tak peduli, menjadi tertarik saat mendengar nama Indah disebut, "Aiss!, cepat katakan Jen"
"Salah satu kupingku, mengatakan jika Indah baru saja menanyakan tentang cinta pada Ghazel, dan Indah mencintai Ghazel."
Naysa tersenyum dan, "Hahahaha..menanyakan cinta pada Ghazel sama saja bicara omong kosong, dan apa. Indah mencintai Ghazel hahaha...ini sangat mengelikan" Naysa tertawa terpikal. Naysa tak habis pikir Indah bisa jatuh juga kepesona Ghazel. tapi tunggu. apa ini rencana Indah?, bagaimana jika Ghazel juga menyukai Indah?.
"Tertawalah, apa tau inti kenapa aku memberi tau mu itu?"
__ADS_1
"Apa?"
"Gunakan itu untuk menyingkirkan Indah."
"Jen, kau tau dan jelas ingatkan dengan apa yang kuberitahu dulu, jika Indah merecanakan untuk membuat Ghazel cinta padanya dan dia akan membuat Ghazel dalam kendalinya"
"Justru itu, kita gunakan rencananya untuk menjatuhkan dirinya sendiri."
Naysa terlihat tak mengerti, bibi Jen kembali menjelaskan, "Dengarkan aku Nay, kita buat dengan rasa cinta-nya membuat dikeluar dari sini, buat Ghazel sendiri yang mengusirnya, dan rencana ini aku butuhkan kau yang kendalikan"
"Apa kau sedang memerintahku sekarang Jen?, kau tau posisimu kan?"
"Dengarkan aku. Ghazel sangat mempercayaimu kan sekarang, dan mereka semua tau jika kau sekarang sangat baik. gunakan hal itu Naysa."
"Begini rencana intinya...."
Bibi Jen membisikan pada Naysa rencana yang sudah ia siapkan. Naysa yang mendengar rencana yang dibisikan tersenyum senang.
...¤¤¤...
Indah memandang dalam foto pernikahannya, bersama Ghazel. pernikahan yang tak pernah ia inginkan sekarang berbalik menjadi sebuah anugrah terbaik dalam hidupnya. katakanlah sekarang Indah menjilat ludahnya sendiri. ia tak peduli, hatinya sangat lembut. Ghazel adalah cinta pertama Indah, perasaan yang sebelumnya tak pernah ia rasakan. tapi bukannya wajar seorang istri mencintai suaminya ya?. "Aku mencintainya tuhan." ucap Indah,mengelus foto yang sedang dipegangnya.
Tapi ingat bagaimana ucapan Ghazel tempo hari Indah kembali menyadari jika dia juga siap dengan cinta tak terbalas ini, "Indah, kau sedang mencintai seorang moster" menolognya terkekeh meratapi dirinya ini.
"Aku akan membuat mu, merasakan cinta mas" senyum Indah lagi.
Indah akan membuat Ghazel suami kakunya itu mulai menjadi lelaki yang percaya dengan cinta dan ketulusan, "Akan ku buatkan, bagaimana indahnya mencintai mas" senyumnya.
Indah yang pertama kali datang dulu adalah Indah yang sangat membenci Ghazel, berbeda dengan yang sekarang.
Indah yanh sekarang adalah Indah yang mencintai suaminya, "Akan ku buat pernikahan ini menjadi sebuah sejarah hidupku yang paling aku senangi."
...¤¤¤...
"..."
"Akan mba suruh, pelayan membersihkan kamarmu"
"..."
"Iyaa...hati-hati"
Zahra menutup panggilan. "Jadi dia akan pulang?"
"Iya ma, Zahra akan suruh pelayan membersihkan kamarnya dulu."
"Akan merepotkan, jika ia kembali" guman mama Karlina pasrah.
Zahra hanya terkekeh, melihat tingkah sang mertua.
...¤¤¤...
Mobil Ghazel sudah terpakir Indah dihalaman mansionya. Han dengan cepat membukan pintu untuk sang majikan. "Silahkan tuan" ujarnya.
Ghazel keluar, tak lupa ia merapikan jas-nya. ia melangkah masuk dengan tegap, para pelayan berjejer menyambut kedatangannya, diruang utama sudah ada mama dan ketiga istrinya yang tersenyum memyambut kepulangannya.
pandangan mata Ghazel mengarah ke Indah, suasana hatinya jadi menghangat saat melihat wajah Indah, "Kau baik-baik saja?," tanya sang mama sambil memeluk Ghazel. "aku baik-baik aja".
__ADS_1
Ghazel beralih kearah Zahra dan Naysa, mereka menyalami Ghazel, tapi Naysa langsung memeluk Ghazel, "aku sangat rindu" ucap Naysa.
Indah yang semula menatap kearah Ghazel, mendadak melihat kearah lain, melihat Naysa memeluk Ghazel. tingkah Indah ternyata disadari Zahra, ia mengulum senyumnya, Dia sangat lucu, -batin Zahra melihat Indah.
Pelukan Ghazel dan Naysa terlepas. Ghazel mengarah ke Indah, menatap Indah lekat. sedangkan Indah menunduk,"Sepertinya keramik lantai ini lebih bagus ya" ucap Ghazel, "Hah..." Indah langsung menatap Ghazel.
"Eee...aaa...Selamat datang" ucap Indah terbata-bata.
ia langsung menunduk kembali, "Indah" panggil Ghazel. "Iya mas?" Ghazel mengarahkan tanganya kedepan Indah, seakan paham Indah langsung menyalaminya. bagaimana Indah bisa lupa astgaa..
Han juga menyalami semuanya, sudah menjadi tradisi rumah ini.
"Mari duduk, mama sangat penasaran dengan pelaku yang menyebabkan kecelakan El dan Naysa"
"Semuanya sudah Han urus, mama tak perlu tau dan khawatir, tugas luar rumah biar Ghazel yang urus, mama pantau saja rumah" ucap Ghazel panjang.
"Huuh..kenapa mba Naysa memeluk mas Ghazel?, kenapa aku tidak? Indah jangan egois. tapi aku cemburuuuuuuuuuu.." Indah membantin.
"Tap-..."
"Mama semuanya akan baik-baik saja" ucap Ghazel lagi.
"Saya akan selalu melindungi tuan Ghazel nyonya besar, anda tak perlu khawatir" Han ikut menyakinkan.
"Baiklah, sekarang kalian bersih-bersih dan makan malam" perintah mama Karlina.
Ghazel langsung berdiri, dan pergi kekamarnya, begitu juga Han.
Ghazel yang sudah sedikit menjauh dari tempat duduk tadi langsung berbalik, "Indah, ikut saya" perintah Ghazel.
"Indah, permisi dulu ma, mba" Indah dengan berlari kecil mengejar Ghazel.
sedangkan mama Karlina tersenyum melihat prilaku anaknya itu.
Naysa cemberut saat Ghazel memanggil Indah, bukan dirinya, dia sangat ingin Ghazel bergantung hanya pada dirinya.
...¤¤¤...
Sampai dilantas dimana kamar mereka berada, Indah langsunh membuka pintu kamar, ia masuk diikuti Ghazel. tidak ada pembicaraan seperti biasanya, Indah langsung melangkah kearah kamar mandi untuk menyiapkan air panas untuk suaminya itu, tapi langkahnya terhenti saat ada sepasang tangan yang memeluknya dari belakang.
"Kau kenapa hmm?, aku ada salah?"
Indah terpaku, jantungnya sialan, "Tidak, aku akan menyiapkan air mandimu" salah mas, membuat aku mencintaimu- batin Indah.
seolah tak mendengar Ghazel tak melepaskan pelukannya, jujur ia rindu dengan harum tubuh Indah. dan tadi ia juga melihat bagaimana perubahan ekspresi wajah Indah saat Naysa memeluk Ghazel.
Ghazel memutar tubub Indah menghadap kearanya, pandangan mata mereka bertemu, bola mata Indah yang hitam pekat membuat ketenangan sendiri untuk Ghazel.
Ghazel langsung membawa Indah dalam pelukkannya, "Kau sangat mengemaskan Indah" ucap Ghazel disela pelukanya.
"Dan kau menyebalkan" ucap Indah pelan, membuatku jatuh cinta pada mu sambung Indah membantin.
...¤¤¤...
Done!!..
Like komen dan follow Uci jangan lupaa yaww♡♡
__ADS_1
...Terima kasih sudah mampir...
...©Coppyright Dream Night...