IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 59


__ADS_3

Ghazel menatap tajam orang yang sedang berdiri tertunduk di depannya. sedangkan yang di tatap merinding lemas, rasa takut akan bos semakin besar saat sang majikan mengelurkan satu sejata dari laci mejanya.


Tak hanya itu, Sekretaris yang selalu menjadi tangan kanan tak kalah begisnya menatap orang di hadapannya itu.


" Saya sudah bilang, hati-hati saat menjalankan tugas!" ucap Ghazel dengan suara datar namun menyeramkan bagi orang itu.


"Maaf tuan, saya janji akan lebih hati-hati" menolog orang itu takut.


" Sekarang kau pilih, tangan, kaki, wajah dan mata, yang mana ingin kau berikan padaku?"


"Ma-maaf tu-tuan, sa---"


Cklek...


"Oh!, sorry ganggu" cenggir Indah, ingin segera menutup pintu kembali.


"Indah!" panggil Ghazel.


Dengan wajah tanpa dosa, cenggiran cangungnya Indah kembali membuka pintu, kepala nya masuk sedikit melihat situasi.


"Iya mas" jawabnya, mulai melangkah masuk, kedua tangannya menenteng tempat bekal.


Tadi sebelum ke kantor Indah menyiapkan bekal untuk Ghazel dan sekretaris Han.


"Saya bawa bekal, untuk mas dan sekretaris Han, tapi--"


"Tapi apa?" tanya Ghazel mengkerutkan keningnya.


"Tapi untuk orang ini ngak ada" tunjuk Indah pada orang yang berdiri tak jauh di sampingnya.


Ghazel langsung memijit pelipisnya kasar, dia kira ada masalah, tau nya hanya ungkapan ngak penting istrinya itu.


"Kau keluar!" usir Ghazel pada laki-laki didepanya.


Orang tersebut, mengangguk cepat, tak lupa memberikan hormat pada boss nya itu, dia pun menunduk kepada Indah, karna berkat istri muda boss-nya nyawanya selamat.


Indah berjalan kearah sofa, meletakan bekal di atas mejanya.


"Sekretaris Han, kau makanlah disini, saya sudah membawakan anda satu" tawar Indah.


"Iy--"


"Han makan di luar, iyakan Han" ucap Ghazel cepat.


"O-oh, Iya nyonya, saya akan makan di luar" ucap Han cepat.


"Tak ingin makan bersama disini?," tanya Indah lagi.


Han sesekali melirik tuannya, dia sangat tau jika taun-nya itu ingin berduaan dengan istrinya. Han sangat senang karna tuan-nya sudah mulai melunak.


"Tidak nyonya muda, saya makan diluar saja" Han menolak secara halus, dan ingin segera pergi.

__ADS_1


"Ini, bawalah bekal ini, makanan di luar tak selalu enak" Indah memberikan bekal yang memang buat sekretaris Han, kepada Han. dengan ragu Han mengambilnya "Kau lama sekali" Indah langsung menaruhnya di tangan Han.


Jangan lupa interaksi keduanya tak luput dari pandangan Ghazel.


Han langsung segera keluar, tak lupa memberi hormat terlebih dahulu.


"Mas sini!" panggil Indah, karna Ghazel belum meranjak dari tempat duduk kebesarannya.


Ghazel beranjak dari duduknya, berjalan kearah Indah, dan duduk disamping Indah.


"Aku bawa perkerdel kentang, ayam goreng, dan tempe goreng, sama soup juga" jelas Indah, membuka satu persatu kotak bekalnya.


Ghazel memperhatikan setiap gerak Indah, dari membuka bekal, berbicara, sarta mengambilkan nasi dan lauk untuknya. wajahnya melunak, dan senyuman kecil tercetak di sudut bibirnya.


"Ini" Indah memberikan makanan yang dia siapkan pada Ghazel.


"Kamu?" tanya Ghazel.


"Kenyang mas, lagian ya siapa mau makan jam segini nanti gendut" ujar Indah.


"Iya jangan, kamu gini aja jelek, apalagi gendut" kekeh Ghazel di sela makannya.


Indah mendengus kesal, "Sembarangan kalau ngomong!"


"Aaaaa, buka mulut nya" ucap Ghazel, memberikan suapan pada Indah.


Indah terdiam kaku, ada apa dengan suaminya itu, tapi dengan bodoh Indah membuka mulut. Ghazel memasukan makanan tersebut, saat sudah di dalam mulut Indah mengunyah "Gimana Indah rasanya?" tanya Ghazel.


"A-asin mas" cengir Indah, dengan cepat mengambil minum, "padahal perkerdelnya Indah kasih garam dikit doang" ucapnya heran, "apa dapur kita ada setan ya mas?" ucapnya mengada- gada.


Ghazel memakan habis bekal yang Indah bawa, kecuali perkedel kentang, Asin borr(╥_╥).


"Emm mas,--"


"Apa lagi sih?" Ghazel mode sensi karna kekenyangan. (*>.<*)


"Kapan mba Naysa pulang?" tanya Indah.


Sudah 4 hari Naysa ke Bandung, bahkan Ghazelntak sekalipun menelpon Naysa.


"Biarkan saja dia, saya hanya ingin di sadar" ucap Ghazel menatap lurus kedepan.


Indah termendung mendengar ucapan Ghazel, dia merasa kasian sama Naysa, tapi mau gimana lagi, "Kau tak merindukannya?" tanya Indah lagi.


"Tidak"


Ghazel meranjak bangun dari duduknya, kembali kemeja kebesarannya. Indah membereskan tempat bekal, setelah selesai Indah langsung berdiri,"Aku pamit pulang dulu mas" ucap Indah, ia berjalan kearah Ghazel memyalami tangan Ghazel.


Ghazel menatap kepergian Indah, "Kau sangat naif Indah" guman Ghazel.


...

__ADS_1


"Makanan nyonya muda enak juga" ucap Han, setelah membereskan kotak bekal yang diberikan Indah.


"Tuan Ghazel, saya akan sangat bahagia jika ada bisa merasakan cinta" ucap Han tersenyum lembut.


"Nyonya Indah, saya akan mendukung anda" sambung Han lagi.


......................


"Naysa!, jawab papi! apa kau buat masalah?"


"Astaga..., tidak pi, kenapa sih?!" jawab Naysa


"Terus ini apa?" papi Naysa menunjukan rekaman video Ghazel memarahi Naysa.


Naysa terkejut, bagaimana bisa ada rekaman tersebut.


"Sekretaris Han yang mengirimkan ini, jika kau penasaran, kau tau papi sangat malu!" berang papi Naysa marah.


"Pi, itu ngak seperti yang papi lihat" sangah Naysa.


"Kau kira aku bodoh!, sejak kapan kau punya pikiran dangkal itu hhah!"


Naysa terisak menangis, betakan papinya berhasil membuatnya takut.


...


"Mi, papi sama kak Nay, kok lama banget di ruangan papi" tanya Ayu, pasalnya dia ingin mengajak sang kakak makan rujak.


"Mami juga tidak tau" jawab Erna sekedarnya.


...


"Ini semua gara-gara Indah sialan itu" ucap Naysa marah.


"Indah?, istri ketiga Ghazel maksud kamu?"


"Iya pi, Naysa benci, dia ingin merebut posisi ku!"


"Mainlah dengan halus Nay, kau bodoh!, singkirkan dengan perlahan paham!" Papi Naysa langsung keluar meninggalkan Naysa dengan pikiran kacaunya.


"Indah!" berang Naysa, sambil mengepalkan tangannya kuat, bahkan kuku cantiknya menembus kulit halusnya.


...


"Uhukkk... " batuk Indah,


"Pelan-pelan Ndah, juss mangganya masih banyak," kekeh Zahra sambil mengelus belakang Indah.


"Hehhe..sorry mba" cenggir Indah.


**Next chapter

__ADS_1


Selamat membaca!, besok author up lagi kok, santai aja( ˘ ³˘)♥


^^^salam hangat ☜☆☞**^^^


__ADS_2