IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 50


__ADS_3

...50| Kemarahan Ghazel...


...Allhamdullilah, udah chapter 50 aja :*....


......Jangan lupa Follow aku ini ya bestie.......


......Like dan coment ya bestie..😚......


......Selamat membaca.📖*......


Chapter sebelumnya.


APA YANG KAU LAKUKAN?!" semua di sana berdiri ngeri mendengar teriakan ganas sang tuan. semuanya tertunduk takut.


Ghazel melangakah cepat, menghampiri Indah dan Laura. Indah meringis memegang pergelangan tangannya yang sakit ulah Laura.


Laura tersenyum manis melihat Ghazel, bahkan dia tidak sadar dengan tatapan membunuh Ghazel, dan aura dari sang tuan. berdiri menatap nyalang Laura.


" Saya ulangi, apa yang kau lakukan!" ucap Ghazel. menatap Laura tajam, dengan napas mengebu.


" Sa-saya ha-nya...


......


Laura tertunduk takut. tatapan Ghazel seakan-akan membunuhnya detik itu juga.


" Sa-saya ha-nya me-ngusir wa-nita ini." ucapnya terbata-bata.


Indah yang melihat raut kemarahn Ghazel, membuat dia sedikit takut.


" Kenapa kau mengusirnya?!, apa hak mu mengusir ISTRI saya dari kantor saya ini hah!." ucap Ghazel tajam, sedikit menekankan kata istri.


Laura langsung menatap kearah Ghazel, seakan tidak percaya, " Wanita ini istri tuan?" tanyanya lagi.


" Indah, pergi keruangan saya duluan," Indah langsung mengangguk patuh. semua karyawan merasa senang melihat Laura di marahin oleh boss nya itu, bahkan ada yang berharap kalau dia di pecat.


" Han, antar Indah keruangan saya." perintah Ghazel.


" Baik tuan." sebelum pergi Han menatap Laura tajam.


Akan ku pastikan kau akan sengsara- batin Han, menyeringai.


Laura berdiri tegang, tangannya senangtiasa dia cubit karna merasa takut dan panik.


" Saya ingatkan!, tidak ada satupun yang bisa menyakiti istri saya, apalagi karyawan seperti mu!," Ghazel melakah mendekat ke arah Laura, " tangan di balas tangan" bisiknya.


Seketika bulu kuduk nya merinding, Laura takut, dia langsung bersimpuh kekaki Ghazel.


" Boss, ma-afkan atas kekeliruan saya, saya menyesal."


Ghazel menunduk, mensejajarkan tubuh mereka, ia lalu mencengram kuat pipi Laura, dan berkata, " Saya pastikan kamu akan menderita," peringatnnya.


Seketika itu juga Laura panik, wajahnya kembali pucat, "Boss, maafkan saya," tanggisnya.


"Kalian!, bawa wanita ini keluar!" perintah Ghazel pada pengawalnya.

__ADS_1


Laura di seret keluar secara tak hormat, mau melawan tenaganya takkan cukup melawan dua pengawal Ghazel yang bertubuh besar.


" wow!, ini ruangan om-om itu?" tanya Indah, terpana dengan desain interior dari ruangan Ghazel.


Ghazel sengaja mendesain ruangannya sesimple mungkin, tapi terlihat mewah dan elegan siapa saja yang melihatnya.


"Silahkan duduk nyonya," ucap Han, mempersilahkan Indah duduk di sofa ruangan Ghazel.


Indah langsung berjalan kearah sofa, dan mendudukan dirinya.


" Sekretaris Han, bisa aku bertanya?." tanya Indah.


"Silahkan nyonya."


"Mm..apa orang kantor ini, tidak tau jika aku juga istri tuan Ghazel?." tuturnya pelan, tapi masih bisa di dengar Han yang berdiri tepat di ujung sofa dengan jelas.


"Mereka semua tau, kecuali wanita tadi."


"Kok bisa?."


"Dia karyawan baru." jelas Han.


Indah hanya mengangguk pelan, "Oh, pantes aja."


Pintu ruangan Ghazel terbuka, menampilkan sosok yang menjadi alasan Indah untuk pergi perusahaan itu.


"Tuan Ghazel." Han langsung memberikan hormat saat Ghazel melangkah masuk.


Setelah masuk, pintu ruangan kembali di tutup dan di jaga oleh pengawal yang berada di belakang Ghazel.


"Han, keluarlah." pinta Ghazel.


"Baik tuan." Han langsung undur diri, tak lupa memberikan hormat pada Ghazel.


Ghazel berjalan kearah meja kerjanya, dan mendudukan dirinya ke bangku kebesaranya


Apa aku harus mulai rencana untuk mendekatinya?, tapi bagaimana?, wajahnya sangat menakutkan- batin Indah.


"Apa lihat-lihat?." tanya Ghazel.


Indah langsung mengalihkan pandangannya.


"Geer banget sih om." sangkal Indah.


Ghazel memutar bola matanya malas, "Sudah saya bilang, saya bukan om kamu!, kenapa kau kesini?." tanya Ghazel.


"Ngak boleh?.".tanya Indah balik. jujur Indah juga tidak tau apa alasan dia kesini. Dia hanya menuruti ucapan mertuanya saja untuk ke kantor Ghazel.


"Kau menganggu waktu ku, pulang!" usir Ghazel.


Indah membelalakan mata nya, dia di usir guys.


"Pulang?, aku bahkan baru sampai, setidaknya aja aku makan siang nanti." ucap Indah cemberut.


Oke Indah, bikin dia ilfeel, tunjukkan seolah-olah kau menyukainya, dan dia akan langsung menceraikan ku, dan BEBAS.!" -batin Indah menyeringai.

__ADS_1


"Ngak usah sok imut!, ruangan terasa sesak ada kau!"


Indah bangun dari duduknya, melangkah pelang ke arah Ghazel.


"Sesak?, apa aku sebesar itu?, apa kau merasa udara di sini tercemar?."


Ntah keberanian dari mana, Indah memutar kursi Ghazel menjadi menghadap dirinya, dan..


Happ.. Dia duduk di pangkuan Ghazel.


"Apa yang kau lakukan Indah?." tanya Ghazel, dia sangat terkejut dengan aksi Indah,


Ada apa dengan istri mudanya itu.


"Kau mengatakan sesak aku ada di ruangan ini, bagaiamana dengan ini?, apa kau masih bisa bernapas SUAMIKU?," ucap Indah menekankan kata suami, dan jarak wajah mereka hanya tinggal beberapa senti lagi.


Ucapkan selamat tinggal dengan dunia Indah- batinya.


Ghazel hanya diam, dia ingin melihat berapa jauh aksi istrinya itu.


Bukan tanpa alasan Indah melakukan hal itu, dia cukup kesal dengan kejadian tadi dan saat mendengar ucapan Ghazel tadi.


"Hal seperti ini, tak akan bisa menghentikan napas saya!," ucap Ghazel dingin.


Indah tersenyum, dan itu senyuman pertama semenjak dia menikah dengan Ghazel. Ghazel terpana dengan senyuman itu, apalagi di lihat dengan jarak sedekat ini.


"Oh ya, aku pikir kau sudah tidak bisa bernapas tuan Ghazel," ucap Indah, sambil melingkarkan tangannya di leher Ghazel. Dan itu spontanitas guys.


"Kau mau coba buat saya tidak bernapas?," tanya Ghazel.


"Tidak, aku belum mau jadi janda." Indah hendak mau turun dari pangkuan Ghazel.


Tapi..tidak bisa karna ntah sejak kapan Ghazel sudah melingkarkan tangannya di pingang ramping Indah.


"Mau kemana?." tanya Ghazel, yang semakin mendekatkan wajahnya. dan Indah spontan memundurkan wajahnya.


"Kau mau apa?."tanya Indah, mulai panik.


Ghazel tidak menjawab, dan matanya sudah terkunci di bibir kecil istrinya itu. Ntah kenapa dia ingin merasakan bibir kecil itu. Bagaimana rasanya pikirnya.


Seakan mengerti dengan situasi, Indah tanpa sadar berkata, " Tolong jangan ambil first kiss gue om!." ucapnya cepat...


Ghazel semakin mendekat...


**Bersambung...


...Haii guyss......


...welcome di cerita aku. udah Chapete 50 aja nih....


Alurnya agak aku cepatin karna mau cepat aku tamatin hihi..


...jangan lupa Likeeeeeeee, dan Komenn...


Revisi akan segera di lakukan , maaf typoo**

__ADS_1


__ADS_2