IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 78


__ADS_3

...¤¤¤...


Lanjutt...


"Aku bukan orang lain Indah" ucap Lydia spontan terlihat wajah tak terima yang Lydia tampilkan membuat Indah merasa bersalah dan tak enak hati, harusnya Indah sadar jika Lydia adalah wanita spesial untuk suaminya, "Maafkan aku" ucap Indah pelan.


"Tidak apa. lain kali kontrollah rasa cemburu mu itu Indah" ucap Lydia sambil menahan senyumnya.


"AKU TIDAK CEMBURU!" bantah Indah telak.


Lydia terkekeh,"Baiklah anggap saja kami percaya"


Indah merasa malu bercampur takut. Malu dengan kejadian dan tingkahnya tadi, dan takut dengan tatapan Ghazel yang mengerikan seakan-akan ingin memakannya detik itu juga.


"Sudah. kembali ke agenda awal, kita disini untuk silahturahmikan, jadi mari menikmati makanan dan suasana hangat ini" ucap mama Karlina mencairkan suasana.


Akhirnya mereka kembali keacara awal dan menikmati makanan tersebut. Sedangkan Ghazel sesekalai menatap kearah Indah memakan makananya dengan tertunduk.


...¤¤¤...


Sinar mentari yang menembus tirai membuat mata seorang wanita perlahan membuka. Hembusan napas panjang keluar dari mulutnya. Ia menatap keatas pada langit kamarnya, dahi Indah mengernyit saat menyadari sesuatu.


Seingat Indah semalam ia tidur dikamar-nya yang dulu ia tempati sendiri. Tapi kenapa dia sekarang justru berada dikamar milik Ghazel?. Pikiran Indah berkelana dengan banyak kemungkinan yang terjadi.


Apa dia tidur dalam keadaan sambil berjalan?, atau Ghazel yang memindahkannya disini?, tapi tidak mungkin, Ghazel masih marah padanya. Mengingat pertengkaran mereka semalam membuat mood Indah


Anjlok seketika, Mereka bertengkar hanya karna perilaku Indah terhadap Lydia saat sore kemarin.


Flascback !!!!

__ADS_1


Selesai acara kemarin Ghazel langsung menarik Indah menuju kamar mereka. Dengan raut wajah yang tajam menampakan kemarahan kala itu " Aww!!" ringgis Indah saat merasa tangannya sakit akibat tarikan Ghazel.


Sampai dikamar Ghazel langsung menghempaskan kasar tangan Indah membuat Indah sedikit termundur.


"Apa yang kau lakukan mas?, kau menyakiti tanganku" ucap Indah memijit pelan pergelangan tanganya yang nampak memerah.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang tadi kau lakukan?" tanya Ghazel geram.


"Aku tidak melakukan apapun" jawab Indah membela, ia pikir memang benar adanya, dia tidak melakukan kesalaham apapun tadi.


Ghazel mengusap kasar wajahnya, "Kau bicara tidak sopan terhadap bibi Jen!, dan mengatakan yang tidak-tidak terhadap Lydia!, apa kau ingat?" pungkas Ghazel mencoba menahan emosi yang kapan saja akan meledak.


Indah menatap Ghaze, ia mengerti sekarang. hanya karna ini pikirnya, "Tidak sopan bagaimana?, aku mengatakan fakta! dan untuk Lydia aku rasa perkataan ku benar" balas Indah.


Ghazel mengcengkram kedua bahu Indah, "Apa yang kau katakan itu semua salah!, Lydia sangat berarti untukku dan kau tidak berhak mengatakan jika dia orang lain, dia keluarga ku!" ucap Ghazel mendorong pelan tubuh Indah.


Ghazel tersenyum kecut, "Itulah bedanya kau sama Zahra dan Naysa, kau sama sekali tidak menerima keberadaan orang-orang tersanyangku, dan ingat jangan karna aku bersikap baik padamu kau jadi sesuka mu, jika dibanding kau sama Lydia mungkin aku lebih memilih Lydia," ucap Ghazel langsung meninggalkan Indah keluar.


Langkah Ghazel terhenti saat mendengar seruan Indah, "Aku membenci mu!," isak Indah.


"Memang seharusnya seperti itu, dan kau sangat kekanakan" balas Ghazel berlalu keluar.


Indah beringsut terduduk, "Hikss..aku seperti ini karna aku mencintaimu!, kenapa aku harus mencintaimu?, kau menyakiti ku Ghazel, bahkan kau tidak memberikan ku kesempatan untuk menunjukan cinta ini-" Indah benar-benar terluka, "Maafkan Indah bunda, seharusnya mendengarkan ucapan bunda saat itu, bunda Indah mau pulang" racau Indah sesekali memekul dadanya napasnya terasa sesak.


Tanpa Indah sadari jika dibalik pintu kamar Ghazel masih berdiri mendengar setiap kata yang Indah ucapkan.


"Menyusahkan, kau membuatku gila, aku tidak suka air matamu" Ghazel pergi mengusap kasar wajahnya.


flasback off!!!

__ADS_1


...¤¤¤...


"Bunda!!!" teriak Aulia memasuki kediamnya.


"Apasih?" balas Ana risau mendegar teriakan putri bungsunya itu.


"Aulia sudah menemukan tempat yang cocok untuk acara ulang tahun ayah bun!" ucap Aulia heboh, sambil mencium pipi sang bunda.


Anna menarik napas, "Lokasi untuk acara ayahmu sudah disiapkan oleh lolita, jadi kau tak perlu repot-repot lagi"


Aulia terbelalak, "APA!, bukanya tugas itu diberikan untuk Aulia bun?" tanya tak terima.


"Kau terlalu lama Lia, sudah mending kamu bantu mama memilih desain ruangan yang cocok" ujar Ana menepuk sofa disampingnya meminta Aulia untuk duduk.


Aulia mengangguk setuju, "Bunda sudah kasih tau kak Indah?" tanya Aulia disela-sela kegiatanya.


"Bunda sudah telpon kakak mu, tapi..ponselnya tidak aktif, nanti bunda mau hubungi Ghazel saja" balas Anna tersenyum.


Aulia tersenyum, ia tidak sabar bertemu dengan Indah kakanya itu," Aku sangat merindukan kak Indah bun" seru Aulia tak sabar.


"Bunda juga," balas Anna mengelus pelan rambut Aulia, mereka pun melanjutkan perkarjaan mereka memilih desain dan konsep yang cocok untuk perayaan ulang tahun Agung suaminya.


Lima hari lagi ulang tahun Agung Indra Rauna atau ayah Indah akan diadakan, tiga hari setelahnya itu adalah ulang tahun Indah.


**D****ONEEE....


Maaf yaa...kata-kata aku yang diatas mungkin kurang enak untuk dibaca. tapi aku juga manusia guys😔😭😭


Jangan lupa Vote, like dan komen yaaa**

__ADS_1


__ADS_2