IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
CHAPTER 113


__ADS_3

Bugh..Bugh..


"Ganjaran dari apa yang kamu perbuat!, jika sampai Ghazel curiga denganku kau yang akan menyesal!" ancam Tora pada salah satu orang suruhannya. Tora meminta orang tersebut menyebarkan berita hoax tentang perusahaan Ghazel, dan orang suruhannya malah ketahuan oleh orang suruh Han.


Hal tersebut tentu membuat Tora naik pitam, tanpa pikir panjang lagi ia menghajar bawahannya.


......................


"Ini sangat lucu, kita beli ini juga Ndah.." seru Karina senang, saat ini mereka berada di salah satu Mall ternama di ibu kota tersebut. mereka berdua sedang beberlanja kebutuhan bayi, setelah mengetahui jenis kelamin sang bayi ternyata perempuan keduanya semakin tak sabar untuk berburu barang lucu.


Beberapa jam yang lalu Indah baru selesai cek kandungannya, dokter mengatakan jika kandungan Indah sehat, hanya saja Indah terlalu banyak pikiran itu dapat berdampak pada sang bayi.


Indah merasa bersalah, pada calon anaknya.


"Ma, ini sudah sangat banyak" keluh Indah, ia sudah pusing dengan sang mertua yang nampak tak lelah kesana-kemari untuk membeli apa yang menurutnya lucu.


bahkan sang supir sudah menjadi korban, karena di minta tolong membawakan paper bag belanjaan mereka yang sudah kelewat banyak menurut Indah, bahkan kedua tangan sang mertua sudah penuh.


"Kita harus membeli lebih banyak, kau tahu ini cucu pertama perempuan mama, jadi mama kepalang senang" seru Karina.


"Tapi Indah cape ma," keluh Indah.


Karina terdiam sesaat, ia menepuk keningnya pelan " Mama lupa kau sedang hamil" cengir Karina.


"Kita pulang sekarang, ini sudah lumayan sore. Kamu mau beli makanan lagi?" Indah menggeleng menolak, saat ini yang ia butuhkan hanya duduk.


Keduanya akhirnya memutuskan untuk segera pulang


Ghazel benar-benar murka kali ini, pasalnya lagi-lagi ia kecolongan mengenai perbuatan Tora. pria itu berhasil membuat kekacauan dengan menjual salah satu aset Ghazel lagi, pertanyaannya bagaimana bisa ia bisa mengambil dokumen tersebut.


"Dia benar-benar..." Ghazel menggeram marah.


Pintu Ghazel di ketuk, dan muncullah Han dengan beberapa berkas di tangannya.


"Tuan, saya ingin menunjukan ini pada anda" Han memberikan dokumen di tangannya pada Ghazel.


Ghazel mengambil dan membaca dokumen tersebut, alisnya mengkerut saat membaca dokumen tersebut "Han..bisa kau jelaskan, bukankah ini dokumen yang di ambil oleh Tora"


"Lebih tepatnya, dokumen tersebut tidak pernah di ambil oleh Tora tuan..dokumen yang hilang merupakan dokumen palsu yang sengaja saya buat untuk menjebaknya" Ghazel menatap Han, ia lalu tersenyum kecil.


"Saya sengaja tidak memberitahukan anda supaya tikus Tora mengira kau benar-benar berhasil ia hancurkan"


HAHAHA....


Suara tawa Ghazel menggelegar memenuhi ruangannya, "Kau tahu Han, kadang aku pikir kau ini lebih pintar dari pada diriku dalam masalah seperti ini"


"Saya hanya melakukan tugas saya tuan"


Ghazel mengangguk, ia kembali duduk di kursinya.


"Dimana dia sekarang?"


"Markas A, kami menangkapnya saat ia mencoba melarikan diri,"


"Kita kesana se-.."

__ADS_1


Ponsel Ghazel berdering, membuat ia menghentikan ucapannya melihat siapa yang menelponnya, "Sebentar" ucapannya, Han mengangguk paham.


"Ada apa Zahra?"


^^^^^^"Apa Indah sudah memberitahukan mu tentang jenis kelamin bayinya?" ^^^^^^


Ghazel terdiam, bahkan dia lupa kalau hari ini adalah jadwal periksa kandungan Indah. Ghazel dalam masalah kali ini.


"Tidak, aku baru saja mengaktifkan ponselku" bohong Ghazel.


^^^^^^" Oh, Indah memberitahuku tadi kalau bayinya berjenis kelamin perempuan," ^^^^^^


"Benarkah, aku senang mendengarnya." senyum Ghazel tercetak jelas di wajahnya, hal itu tak luput dari pandangan Han yang masih setia berdiri di depannya.


"Baiklah Zahra, aku masih ada urusan,"


"Kita besok kesana Han, saya harus pulang cepat kau urus saja sisanya, soal bibi Jen saya akan mengurusnya"


"Baiklah tuan, kalau begitu mari saya antar"


"Tidak perlu Han, kau masih harus mengurus beberapa hal di kantor, jadi saya pulang sendiri saja oke"


"Ap-"


tanpa menunggu jawaban Han, Ghazel sudah berlelang pergi begitu saja. Han hanya bisa menghela napas pasrah.


......................


Beberapa jam yang lalu, sebelum Tora berhasil Han tangkap.


Disebuah ruangan dengan nuansa putih hitam, dua orang dengan pakaian formal sedang duduk saling berhadapan dengan berkas di depannya.


Orang tersebut membuka dokumen yang di tunjukan oleh Tora, sertifikat kepemilikan dan perpindahan properti. "Disini masih nama Ghazel" tanya orang tersebut.


Tora gelagapan, dengan cepat ia merubah ekspresinya, "Ghazel memintaku menjualnya, anda tahu akibat masalah kemarin kami sedikit kekurangan dana" bohongnya.


Orang tersebut nampak berpikir, seorang Ghazel kekurangan dana itu sangat mustahil. Jika benar mungkin dunia bisnis sedang tidak baik-baik saja, tapi balik lagi setiap pebisnis akan ada saatnya berada di titik bawah.


"Baiklah, karena saya pernah di bantu olehnya..saya akan membelinya,"


"Terima kasih pak Naka, anda benar-benar partner yang baik"


"Berapa harga yang harus saya bayar?"


"Ini merupakan bisnis Ghazel yang cukup besar dan di gemari banyak orang, saya rasa dengan harga 3 T tidak membuat anda rugi"


Naka mengangguk setuju, bisnis otomotif Ghazel memang yang terbaik di kotanya.


"Saya akan meminta sekretaris saya yang mengurus proses pembayaran ini, sebentar saya kirim pesan dulu padanya"


"Silahkan"


Tora tersenyum senang, akhirnya dia bisa menjual salah satu aset berharga milik Ghazel. Tora sangat berterima kasih karena jalannya untuk mengambil berkas tersebut sangat mudah, tidak sia-sia harus menyambar menjadi OB jika hasilnya begitu memuaskan.


Dan Naka, si pebisnis gila kerja ini mempermudah rencana Tora dengan menjual nama Ghazel dia akan luluh. Dengan ini Tora akan pergi dari kota ini persetan dengan mama nya, setidaknya dia sudah mengantongi banyak uang dan merusak nama baik Ghazel.

__ADS_1


"Dia ada bersama ku Han, apa yang ingin kau lakukan pada tikus ini?" Naka menatap sekilas Tora yang nampak kesenangan itu. pikir Naka Tora pasti mengira dia senang mengkotak sekretaris nya, tapi Tora salah besar.


Naka Dan Han sudah jauh-jauh hari menyusun rencana ini untuk menjebak Tora, bahkan mereka rela harus menyewa banyak orang untuk melancarkan aksi mereka, Tora mengira jika rencananya berhasil tapi...


Berkat mata-mata Naka yang menyamar menjadi orang suruhan Tora, mereka bisa tahu rencana Tora yang ingin mengambil sertifikat kepemilikan GRE otomotif dan ingin kabur meninggalkan kekacauan yang dia buat.


Jalan itu mereka permudah, bahkan Han membuat salinan palsu sertifikat, dan menyimpan berkas tersebut di tempat yang Tora mudah temukan.


"Lima menit lagi orang saya akan datang membawa uangnya, saya pergi dulu dokumen itu akan di urus oleh orang saya." Naka beranjak dari sana, dia sudah menyelesaikan bagiannya tinggal Han saja.


"Ghazel kau harus membayar ku lebih kali ini" Seringai Naka.


Setelah kepergian Naka, Tora tertawa keras ia begitu beruntung dengan mudah bisa menemukan pembeli tak main-main seorang Naka yang terkenal dengan ke hati-hatian begitu mudah percaya.


"Mereka sangat bodoh..lama sekali" keluhnya.


Pintu ruangan terbuka, Tora benar-benar senang saat melihat orang berjas yang bisa di tebak itulah orangnya Naka membawa koper.


"Dengan tuan Tora?"


"Iya saya sendiri, kau sekretaris pak Naka?"


"Iya, saya membawa sesuai yang diminta pak Naka"


Tora tersenyum, sebentar lagi tujuannya..


Hahahaha....


Gelak tawa dari luar membuat Tora berhenti tersenyum,


"Astaga, saya benar-benar tidak sanggup lagi" ucap orang itu sambil masuk keruangan yang di tempati Tora.


"Han" ucapnya geram.


"Boom.. terkejut?" tanya Han menatap tajam kearah Tora.


Tora mengepalkan tangannya, ia membalas dengan tatapan tak kalah tajamnya. "Tikus kecil mencoba mengambil mainan serigala, ungkapan tersebut cocok untuk kamu Tora"


"Apa yang kamu lakukan disini?"


"Seharusnya saya yang bertanya Tora, apa saja yang telah kau dan mama mu lakukan?, saya sudah memperingati jangan pernah berbuat diluar batas!"


Tora tersenyum mengejek, "Aku hanya mengambil hak ku, apa salahnya?"


"Hak mu yang mana Tora, kau benar-benar lucu sekali kau bukan bagian dari Erlangga, bahkan di tubuhmu tidak mengalir darah Erlangga jadi saya tanya Hak yang mana!" tanya Han.


Tora menatap Han tajam, kata-kata Han cukup mempermalukan dirinya. "Hahaha..aku lupa, maafkan aku Han, maksudnya aku ingin merampas yang bukan hak ku, kau tahu tikus ini sudah berhasil membuat serigala dan harimau kelimpungan,"


"Kau terlalu banyak omong Tora, SEMUANYA MASUK BAWA TIKUS SIALAN INI KE MARKAS, mari kita lihat reaksi ibu tikus melihat anaknya tertangkap!"


kurang lebih dua puluh pengawal masing menangkap Tora, meski memberontak sekian rupa tetap Tora kalah jumlah, Tora lupa jika dia bukan lah tandingan Ghazel Naka, dan Han.


"LEPAS SAYA! HAN KAU AKAN MENYESAL!!!" teriak Tora meronta.


Terima kasih sudah mau membaca.

__ADS_1


Ayok bantu naikkan popularitas novel ini. Dengan like komen dan share...


satu tekanan anda membantu author pemula ini.


__ADS_2