
Sudah dua bulan lebih Indah menjadi Nyonya Erlanga, dua bulan lebih juga merangkap menjadi pelayan bekedok istri Ghazel.
Melayani segala keperluan Ghazel sudah menjadi kebiasaan Indah, serta jadi sasaran omelan Ghazel juga menjadi makanan sehari-hari dia.
Dari di marah karna salah memilih jas, terlalu manis membuatkan teh, salah menyusun dokumen. oh ya Indah juga di Izinkan untuk memasuki dapur jika untuk membuatkan Ghazel teh, ingat ya hanya Indah.
Karlina juga sering mengomelin Ghazel,karna terlalu keras pada Indah, alhasil Ghazel hanya membalas berkata "Ini juga untuk kebaikan dia, biar terbiasa" itu alasan Ghazel.
Sudah menjadi kebiasaan Indah untuk bangun lebih awal dari yang lainya, dan Indah pula sudah terbiasa dengan rutinitas barunya itu.
Disinilah Indah saat ini, di kamar Ghazel, dia sedang mengemasi pakaian Ghazel karna Ghazel akan pergi ke Korea selama 3 hari untuk perjalanan bisnisnya.
Selesai mengemasi baju, Indah langsung mempersiapkan air mandi Ghazel.."Kayak nya hari ini pakai aroma lavender bagus deh" menolog nya sambil mencium aroma lavender di tangannya.
"Sumpah ya, om-om itu beruntung banget dapat gue, rugi bangett sih gue malah di jadiin babu kayak gini!,gue harus cari suami baru nih" ujar nya, sambil menuangkan wangian air lavender di dalam bathub air Ghazel.
"Oke, saat nya bangunin beruang tidur" ujar Indah sambil berbalik...." astagaaa!!, om bikin kaget aja!" Ghazel sudah berdiri di ambang pintu, sambil memperhatikan kegiatan Indah,bahkan Ghazel mendengar ocehan Indah yang tak jelas menurutnya.
__ADS_1
"Siapa yang kamu panggil beruang?" tanya Ghazel.
"Oh, ngak ada, salah dengar om, makanya kuping di bersihin"
"Kamu bilang saya budek?, berani ya kamu!" Ghazel berjalan mendekati Indah.
Indah refleks mundur, "Ngak om, saya takut sama om, sumpah" ujar Indah, menganggkat kedua jari nya membetuk huruf V.
"Kamu takut?,kamu pikir saya hantu hah!"
Astaga nih om-om bego nya sampai ketulang sum-sum.
"Aaaa.....!" Indah terpeleset, tapi dia tidak merasa sakit di tubuhnya,"Gue udah mati ya"
"Heh!,buka mata kamu!" Ghazel menahan tubuh Indah, dengan posisi mereka yang sangat dekat.
Indah secara perlahan membuka matanya, dan wajah pertama di lihatnya adalah wajah Ghazel, Indah cukup tertekun dengan ketampan suaminya itu.
__ADS_1
"Udah puas liatin saya?!, berat nih!"
Detik itu juga Indah berdiri, memperbaiki posisi nya,"Ihh!, Ke PD-an banget sih, jelek juga!" Indah langsung keluar pergi dari kamar Ghazel, dengan pipi yang sedikit merona, sayang nya itu takndi lihat oleh Ghazel.
Ghazel sedikit tersenyum, dia pun langsung melanjutkan rencana mandinya.
......................
Satu jam yang lalu Ghazel sudah berangakat menuju korea, di temani oleh sekretaris Han tentunya.
Merasa bosan Indah pergi ke halaman belakan mansion Ghazel, ikut serta bercocok tanam bersama Zahra, hanya Zahra dan Mama Karlina yang dekat dengan Indah, sedangkan Naysa jangan di tanya, jelas tidak.
"Mba, tomat ini kita juss aja yuk" ucap Indah, sambil memetik beberapa tomat yang sudah memerah.
"Boleh, tapi mba tanam sayur ini dulu, kamu aja yang bikin mau?, sekalian nanti kasih mama juga"
"Yaudah, Indah bikin juss dulu ya mba, nanti join lagi sama mba" Indah pun beranjak pergi dari kebun, dan menuju kemansion nya untuk membuat juss tomat.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Next Chapter 44 🌾