
"Maaf, saya rasa bicara anda terlalu kasar pada Bunda saya"
Ghazel tiba-tiba berhenti dan melihat kearah Indah
"Saya memperlakukan orang sesuai dengan perlakuan orang tersebut pada saya-" ujarnya acuh "setelah acara ini selesai kita langsung berangkat ke bandara, kau tak perlu menyialkan apapun semuanya sudah disiapkan Han" Ghazel pergi meningalkan Indah, yang diam masih mencerna semua omongan Ghazel.
Indah hanya diam dan menunduk tidak bisa melakukan apapun lagi jika Ghazel bicara.
Indah pun pergi berjalan kearah Ghazel, banyak tamu yang menyapanya, di balas dengan senyuman saja,karna dia tak mengenal mereka.
Saat sudah di samping Ghazel, Indah medekatkan wajahnya, "Bolehkah, kita mampir kerumah ku dulu, ada beberapa barangku yang ingin ku ambi,dan aku juga harus pamitan dengan kamar ku" bisiknya memelas.
"Terserah!"
Ku rasa dia orang yang sedikit baik - Indah.
Sesuai dengan di undangan jika acara hanya berlangsung sampai jam 3 saja, tidak sampai malam hari. Karna Ghazel tidak suka berpesta terlalu lama.
Para tamu penting mereka, berangsur pergi.
Sebelum ke bandara Indah minta untuk pulang ke rumahnya dulu. mengambil beberapa barang yang ingin di ruang ke Jakarta, sekaligus ingin berpamitan dengan para pelayan dan kamarnya.
Untuk teman-teman kuliahnya satupun tidak ada yang tahu tentang pernikahannya ini. Indah sengaja untuk menyembunyikannya.
Mobil mewah Ghazel memasuki kediam Agung, di belakang mereka di susul oleh Agung sekeluarga.
Ini untuk yang kedua kalinya Ghazel masuk di kediaman Agung, pertama saat pertunangan Airyn,sekarang dia masuk sebagai menantu.
Kedatangannya disambut oleh pelayan yang disana, karena Ghazel sudah menjadi suami Indah, berarti dia juga sudah menjadi menantu di sana.
Ghazel duduk diruangam tamu, menunggu Indah mengambil keperluannya.
Tidak ada yang berani membuka pembicaraan. Sedangkan Ghazel dan Han, asik menikmati teh yang di pengangnya.
"Teh ini enak" ucap Ghazel.
Semuanya hanya diam, tidak ada yang bicara.
"Apa seperti ini sambutan kalian?,ck!, dasar" Ghazel meletakan gelas tehnya di meja depannya.
"Saya harap anda menjaga putri saya di sana, dia masih perlu di bimbing, usianya masih 21 th jadi bersabarlah dalam mengajarnya" Agung menatap Ghazel dengan sorot mata memelas dan khawatir.
"Perlakuan saya, tergantung putri anda." ujar Ghazel
"Apakah kau tak ingin istirahat sebentar dan perginya besok saja Ghazel?, Indah pasti perlu istirahat" ujar Alex.
"Dia bisa istirahat di pesawat, penerbangan hanya 1 jam jadi jangan berlebihan-"
"-saya akan mengadakan acara pernikahan di Jakarta dengan mengikuti proses keyakinan saya
Saya belum memastikan kapan itu akan saya adakan tapi Saat itu tiba saya akan menelepon kalian untuk hadir"
"Kak Indah, takut naik pesawat, jadi kau harus menjaganya" ucap Aurel.
"Hmm"
Semuanya kembali diam, Anna menatap Ghazel dengan sorot tak sukanya.
"Aku tidak sudi jika kau menyentuh putriku sedikit sehelai rambut pun" Anna sedikit teriak. berdiri menunjuk kearah Ghazel, rasa tidak benci mendominan terlalu besar.
"Saya rasa penilaian Anda terhadap saya terlalu berlebihan ibu MERTUA, jangan hanya sekali dengar kau bisa menyimpulkan, saya harap anda cukup pintar"
"Han, panggil Indah" Ghazel langsung berdiri, dan pergi dari sana.
"Saya saja yang panggil kak Indah, om tunggulah di sini" Aurel berlari, air mata yang sejak tadi di tahan jatuh sudah.
__ADS_1
"Om" guman Han.
"Hah!" menghembuskan napas kasarnya, airmata nya sejak tadi sudah membanjiri pipinya. "Selamat tinggal kamar, makasih udah menjadi tempat ternyaman untuk Indah, entah kepan Indah bisa kesini lagi" isaknya.
"Kak" tanggis Aurel, langsung menghampiri Indah dan memeluknya.
"Jagain kamar gue ya, awas lu berantakin" ucap Indah, memeluk Aurel erat.
"Gue takut rel"
"Kak, Aurel ngak mau kakak pergi, patung bunda maria jangan lupa" ujar Aurel, melepaskan pelukan mereka.
"Gue udah nikah Rel, jadi gue harus ikut, dia pasti udah nunggu kakak, ayok turun" Indah membawa tas, mengenggam tangan Aurel, berjalan kebawah. dan patuna bunda maria saat ini di pelukanya.
Anna berlari menaiki tangga, langsung memeluk, berhenti saat melihat Indah sudah di pertengahan tangga " Ndah, bunda ngak mau kamu ikut laki-laki itu"
"Kakak juga ndah" sambung Airyn yang memeluk Indah,
"Aduhh...Aurel sesak nih," ujar Aurel, yang terkurung dalam diantar tubub bunda dan kakaknya.
Indah pun turun, di iringi kakak, dan bundanya serta Aurel.
"Nona Indah, tuan sudah menunggu di mobil" ucap Han, berdiri di ujung tangga.
Agung menatap nanar kearah putrinya, Indah hanya tersenyum, seolah-olah mengatakan dia baik-baik saja, Alex dan Anton menghampiri Indah, langsung membawanya dalam pelukan mereka.
"Kalau ada apa-apa telpon abang"
"iya bang" isak Indah.
Tak ingin membuat sekretaris Han menunggu terlalu lama, Indah melepaskan pelukannya, dan berjalan kearah Han.
"Ayok, sekretaris Han. Han mengambil tas dari tangan Indah, dan mempersilahkan Indah berjalan terlebih dahulu.
Agung sekeluarga pun ikut keluar, mengantar Indah.
Ana memegang tangan Indah, saat Indah mau melangkah menuju mobilnya.
Indah menoleh tersenyum,"Indah akan baik-baik aja bund, bunda tenang aja, Indah kan jago" Kekehnya,
"Lo, jaga bunda ya" Indah melihat kearah Aurel, Aurel hanya memgangguk, air mata nya lagi-lagi keluar.
"Semoga tuhan menyertaimu dek" ujar Jennie sedih.
Han membukakan pintu mobil, menyuruh Indah segera masuk ke mobil, karna mereka harus segera chek-in.
Indah, berjalan kerah mobil, masuk dan duduk tepat di samping Ghazel.
Ghazel melihat Indah dengan pandangan tanpa minat.
Han masuk kemobil.Duduk di belakang kemudi dan memasukan kunci mobil, menghidupakan mobil kemudian berjalan keluar perkarang rumah Indah.
Indah melihat kearah luar jendela, memelihat setiap inci dari halaman rumahnya, memori kenangan dia selama dirumah kembali berputar, dan kristal bening berhasil lolos dari matanya.
"Ck!,saya tidak suka liat orang nangis" ujar Ghazel sinis.
"Yaudah,jangan di lihat" ucap Indah, dengan suara parau nya.
"Saya ngak buta, jadi saya bisa lihat bodoh!"
"Saya ngak bilang anda bu-".
"Diam, brisik!" potong Ghazel.
Indah spontan mengatupkan mulutnya erat.
__ADS_1
Selama disini tuan sering banyak bicara Han melirik sekilas tuanya itu. Suatu keajaiban.
...…...
Di kediam Ghazel para pelayan di sibukan dengan perintah mendadak yang di berikan nyonya besar mereka, Karlina mama Ghazel tiba-tiba memberikan arahan untuk para pelayan menyiapkan makanan, untuk menyambut menantu barunya.
Karlina pun turut turun tangan menyiapkan kedatangan angota baru keluarga mereka. padahal sudah ada koki sudah handal dan pelayan mereka cukup banyak,tapi pada dasarnya Karlina sangat suka memasak jadi sekalian saja.
Dan mumpung tidak ada Ghazel,jadi mereka bisa mengunakan dapur seenaknya, tentu saja pak Asep, tidak berani melarang nyonya besar.
"Ma, tumben masak banyak gini?" Naysa bertanya sambil mengambil wortel membantu mama Karlina.
"Ma,Ini simpan di mana?" tanya Zahra, sambil memegang kue brownis.
"Itu Nay, Ghazel hari ini pulang, jadi mama mau siapkan jamuan, itu simpan aja di meja sana Zahra"
"Mama,tau dari ma?"
"Han, tadi telpon, dia mengatakan jika Ghazel dan istrinya akan datang hari ini, karna ada urusan di kantor" ujar Karlina bahagia.
Istri?, Astaga aku lupa Ghazel kan sudah menikah lagi, jadi akan ada wanita baru lagi masuk di rumah ini, aku penasaran bagaimana bentuk wanita itu Naysa terdiam,melanjutkan memotong wortelnya.
"Zahra ngak sabar mau lihat" kekeh Zahra.
"Mama juga ra"
Mereka pun kembali melanjutkan aktivitas mereka.
...…...
Indah sudah duduk di bangku pesawat yang sudah di boking Han, kedua tangannya sudah dingin, karna Indah sangat takut dengan ketinggian.
Sejak pertama masuk, dan duduk Indah sudah memejam kan matanya sejak tadi.
"Ya tuhan, Indah masih banyak dosa, ampuni Indah" ucap Indah, ngerocos ngak cepat.
Ghazel yang di sebelahnya, hany diam tak perduli.
sedangkan Han, sibuk dengan Laptopnya.
Para penumpang yang terhormat, selamat datang di penerbangan Garuda Indonesia dengan tujuan Jakarta Penerbangan ke Jakarta akan kita tempuh dalam waktu kurang lebih 1 jam dan 45 menit……
Indah kembali tegang, mulutnya tak henti-henti berdoa.
Saat pesawat sudah berjalan tiba-tiba"Ahhh!!!..." Indah berteriak, menutup mata nya semakin kuat, tangannya langsung mengnyambar tangan Ghazel yang tepat di samping nya, kuku nya menusuk permukaan kulit Ghazel dan itu di lakukan Indah tanpa sadar.
Ghazel yang awalnya terpejam, langsung membuka matanya terkejut,niat awal ingin marah tapi saat melihat bagaimana ketakutan Indah, Ghazel langsung mengurungkan niatnya.
Dia menatap Indah, terlukis senyum kecil di wajahnya. cepat-cepat ia menetralkan ekpresinya lagi,takut Han melihatnya.Diapun mengubah pegangan Indah, menjadi mengenggam balik.
"Sebaiknya kau tidur" ujar Ghazel.
"Aku takut" cicit Indah.
"Karna kau takut,maka tidur, itu lebih efektif"
Indah pun dengan berat memaksa matanya untuk tidur.
Perjalanan akan di tempuh selama 1 jam, 45 menit, dan setelah kurang lebih 35 menit, Indah sudah tertidur pulas.
"Ck, menyusahkan!"
Ghazel pun ikut memejamkan matanya, rasa cape dan kantuknya mendominan besar tububnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
... ♪ ♬ ヾ(´︶`♡)ノ ♬ ♪...