IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 75


__ADS_3

Hiii..Uci kembali!!!


...Selamat membaca!!!...


...¤¤¤...


"Zahra yakin ma, kalau Indah sudah cinta sama mas Ghazel" kekeh Zahra.


"Mama tau, tapi seperti ya kau lihat, mereka sangat jarang menunjukan itu. iya kan" ucap san mama.


Zahra tersenyum, "Dengan mas Ghazel mengizikan Indah tidur bersamanya adalah bukti nyatanya ma, dan Zahra juga yakin jika mas Ghazel juga sudah mencintai Indah, hanya saja ia tidak menyadarinya. hmmm suamiku itu" seru Zahra kembali mengaduk adonan kue nya.


"Bagaimana menurutmu Nay?" tanya sang mama, Naysa sejak tadi diam mendengar obrolan Zahra dan ibu mertuanya. "Nay, juga sependapat sama mba Zahra ma, kita tau betul Ghazel seperti apa." ucap Naysa.


Mama Karlina tersenyum senang, "Baiklah, misi kita buat mereka menyadari perasaan mereka" padahal tanpa mereka sadari bahwanya Indah sudah cinta dengan sang suami hanya saja masih cat shy..shy gitu.


Zahra dan Naysa mengangguk setuju.


Dan misiku, menyingkirkan Indah -batin Naysa.


Mereka kembali melanjutkan kegiatan masing-masing, Zahra dengan olahan kue-nya, sedangkan Naysa dengan juss-nya.


"Hari ini wanita itu datangkan ma"


"Iya, mungkin sudah dibandara."


Indah turun kelantai dasar, ia pergi menemui mama mertua serta kedua istri Ghazel yang sudah ia naggap kakak nya itu.


"Ma, mba Zahra, mba Naysa, kalian sedang apa?"


"Dan kenapa para pelayan membersihkan kamar yang disana ma?," ujar Indah. ia tadi melihat kamar yang jarang dibuka itu sedang dibersihkan.


"Oh, itu karna ada yang akan datang" jawab Zahra tersenyum.


Indah berdiri didepan pantri, "Siapa?"


"Ly--..."


"Indah, kau bisa ambilkan air dingin?" ucap mama Karlina memotong ucapan Zahra, ia tak ingin Zahra memberitahukan Indah dulu.


"Ly siapa mba?,"


"Ee-aa..ngak ada Ndah, cuman mau dibersihin aja"


"Iya..karna udah berdebu" sambung Naysa.


"Oh."


Indah berjalan kearah ruang keluarga dimana disana mama Karlina duduk menonton. Naysa yang selesai dengan juss-nya langsung masuk kekamarnya, sedangkan Zahra ikut duduk dengan sang mama dan Indah, karna ia sudah selesai dengan kuenya tinggal menunggu mateng aja lagi.


"Mba, ambil El dong, masa kak Renzo ngak mau balikin." keluh Indah. pasalnya sudah lebih seminggu El bersama Renzo dan Sinta, ntah apa yang iming-imingi pada El sampai betah gitu.

__ADS_1


"Mba udah coba, cuman El nya ngak mau, katanya mau main balon-balonan sama Sinta, mungkin sejak kecil akrab sama Renzo El jadi nyaman gitu" jelas Zahra.


"Yahh...dia ngak kangen apa sama mami-nya ini." cemberut Indah.


"Jangankan kamu, mba aja ngak" kekeh Zahra.


Berita News!


Sebuah unggahan video amatir dari seorang warga sipil, menampilkan seorang pengusaha sukses Ghazel Richwandyo Erlangga sedang berpelukan dengan seorang wanita dibandara Soekarno Hatta, banyak netizen beranggapan jika itu calon istri dari seorang Ghazel. apakah benar wanita beruntung itu memang calon istrinya?


Ulasan berita yang ditanyangkan seketika membuat Indah terbelalak kaget, ada rasa sakit di ulu hatinya melihat video yang tertampil dilayar besar televisi itu.


Raut wajah Indah sulit untuk diartikan, "Ma, mba, Indah kekamar dulu" Indah langsung beranjak dari sana.


Mama Karlina dan Zahra saling tatap, dan akhirnya tersenyum, "Mama ada rencana Zahra" senyum sang mama, "Zahra juga ma" senyum Zahra.


"Mama akan telpon dia" Zahra mengangguk setuju.


...¤¤¤...


Sejak tadi pagi hingga sore Indah mengurung diri didalam kamarnya, ia menatap kosong kearah luar jendela kamarnya, pikirannya melayang entah kemana, bayangan rekaman video tersebut selalu terputar cantik di otaknya. Indah harus menerima jika pada akhirnya dia juga akan dimadu.


lamunan Indah langsung buyar saat mendengar ketukan dari balik pintu kamarnya.


"Masuk!" teriak Indah, dan masuklah seorang pelayan "Nyonya diminta turun, karna tuan akan segera pulang" ucap pelayan tersebut, "baiklah" seru Indah.


Indah memutuskan untuk mandi terlebih dahulu, karna sudah jam-nya untuk mandi.


...


Pelayan memberitahukan jika Ghazel sudah sampai, dan mereka langsung berdiri menyambut kepulangan Ghazel. Indah berdiri tepat disamping mama Karlina, ia merasa sedikit tidak mood.


Ghazel masuk didampingi Han, tapi satu yang menarik perhatian Indah, wanita yang berjalan dibelakang Ghazel.


Wanita itu sangat cantik, Indah menerka-nerka jika wanita itu tua setahun darinya atau berumur sama. Ghazel datang menyalami sang mama, setelah itu pada ketiga istrinya.


"Mama Karlinaa yuhuu!" seru wanita itu senang dan langsung memeluknya. interaksi mereka dilihat Indah.


"Mba Zahraa kuu!!!" ia beralih memeluk Zahra.Zahra terkekeh langsung membalas pelukan wanita itu.


"Wow..mba Naysa, tambah cantik" ia memeluk Naysa. dan dibalas oleh Naysa.


wanita itu beralih menatap Indah, lekat "Dan You?".


"Indah" jawab Indah mengulurkan tanggan.


wanita itu terbelalak kaget, "Jadi kau Indah?, cantikk!!, kenalin Lydia" ucapnya, langsung memeluk Indah. akibat pelukan itu Indah sedikit terhuyung kebelakang.


"Kamarmu sudah disiapkan,"


"benarkah?, wow!, disambut kayak calon mantu eakss"

__ADS_1


"Baiklah, tuan Azel, antarkan diriku ini kekamar sekarang juga" perintah Lydia tersenyum manis.


"Baiklah, " Ghazel langsung mengantar Lydia, tak lupa tangan Lydia yang melingkar indah ditangan Ghazel.


Indah menyaksikan semuanya, pandangan matanya sendu, dia sudak ikhlas jika Ghazel harus menikah lagi, seperti Naysa dan Zahra yang rela berbagi, dia pun demikian pikirnya. apalagi terlihat Lydia sudah sangat akrab pada semuanya.


"Dia adalah orang yang paling berarti untuk Ghazel" ucap Naysa tiba-tiba.


"Apa dia..."


"Hidup Ghazel." imbuh Naysa langsung pergi begitu saja.


Zahra menghampiri Indah yang masih berdiri, menatap lekat kepergian Ghazel tadi, "Ayo siapkan makan malam" ajak Zahra, dan Indah mengangguk setuju.


...¤¤¤...


"Wow!, aku sangat merindukan suasana seperti ini" ucap Lydia sambil memakan makanannya.


"Makanlah yang banyak" ucap Zahra.


"Tak perlu diminta, aku akan makan dengan banyak, iakan Azel" ucap Lydia senang.


"Indah, ambilkan saya ayam itu" perintah Ghazel.


Indah segera bangun dari tempat duduknya, saat hendak mengambil sepotong ayam yang diminta Ghazel, tiba-tiba "Ini, kau bisa menyuruhku Azel, liat Indahkan sedang makan" Lydia menaruh sepotong ayam dipiring Ghazel.


"Kau jugaa" ucap Ghazel. Indah langsung duduk kembali, moodnya benar-benar hancur.


"Apa aku sudah cocok jadi seorang istei Azel?" tanya Lydia tersenyum kearah Ghazel.


uhukk!


Indah tersedak, saat mendengar ucapan Lydia tadi, Istri-batin Indah. bahkan Ghazel tidak risih pikir Indah.


"Indah kau tak apa sayang?" tanya sang mama.


"Indah baik-baik saja" ucap Indah.


mereka kembali melanjutkan acara makan mereka, tapi Indah sesekali melirik interaksi anatara Lydia dan Ghazel, mereka seperti sudah sangat akrab. dan Indah cemburu akan itu.


...¤¤¤...


DONE!!


Jangan lupa, Like, komen dan Follow aku Uci.


Mampir juga dicerita Uci , "Mengejar Cinta Mas Naka"



**Di jamin SERU!!!!!

__ADS_1


Byeee**.....


__ADS_2