IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 62


__ADS_3

...ΔΔΔSelamat membacaΔΔΔ...


Terima kasih buat kalian yang masih setia nunggu update-tan dari cerita aku ini≥﹏≤, Ini cerita pertama aku, mungkin alurnya sedikit membosankan, awalnya aku mau cerita dengan alur yang berat, tapi aku batalkan karna terlalu rumit, hidup author udah rumitt〒_〒 Canda.


Sudah 3/4 hari ngak update, kemarin keluarga ada hang menikah, ya mau ngak mau author harus bantu yakan╭∩╮, tapi ini author upadate terus biar cepat kelar nih cerita≥﹏≤.


100 chapter END eakksss..😁


setuju?


•••


Mobil Indah sudah sampai didepan kantor Ghazel, seperti biasa saat masuk Indah disapa oleh seluruh karyawan yang melihatnya. mereka sudah tidak asing lagi melihat kehadiran Indah, karna tau istri bossnya itu pasti membawakan bekal untuk boss-nya.


Banyak yang berasumsi Indah adalah istri tercinta Ghazel karna perempuan itu lebih sering bolak-balik pergi kekantor, sedangkan istri yang lain jarang, jadi memereka berpikiran jika Indah special.


Indah sudah sampai didepan ruangan Ghazel, tapi sebelum membuka pintu dia dihentikan karna di panggil. "Nyonya, tuan sedang ada meeting, anda disuruh menunggu diruangan-nya" ucap perempuan tinggi tersebut, Indah hanya mengangguk, dia kembali ingin membuka pintu, "mmm...nyonya perkenalkan saya Cello pegawai baru disini" senyum perempuan bernama Cello tersebut.


"Saya Indah, kalau begitu saya masuk dulu" setelah bersalaman dengan karyawan baru Ghazel, Indah langsung pamit untuk masuk keruangan Ghazel.


Cello tersenyuma saat Indah masuk, tapi saat pintu tertutup wajahnya berubah sangat datar, "Ck, pantasan gue jadi istri boss tampan" sinisnya.


Indah masuk, langsung duduk disofa ruangan Ghazel, dia menata bekalnya, sekalian menunggu Ghazel, setelah selesai menatap bekalnya diatas meja Indah langsung mengambil ponselnya membuka media sosialya.


Terlalu lama main ponselnya, rasa kantuk mulai menghantui Indah, dalam hitungan menit Indah masuk kealam mimpinya.


•••


Mobil Naysa sudah memasuki perkarangan mansion Ghazel, seluruh jalan menuju mansionnya terdapat pohon-pohon yang menjulang tinggi menghiasi setiap jalan.


Senyum Naysa tak pernah luntur daru bibirnya, mebayangkan dia pulang kembali sudah membuatnya senang bukan kepalang.


Mansion Erlangga sudah sedikit terlihat, semakin dekat memperjelas bagaimana megahnya mansion tersebut.


"Sebentar lagi" senyum Naysa.


Mobil hitam mewah berhenti di mansion mewah itu, Naysa keluar saat pintu mobil dibuka-kan oleh supir rumahnya.


"Bukannya itu nyonya utama?"


"Dia sudah kembali"


"Apa hukumannya sudah selesai?"


Bisik para pelayan saat melihat Naysa mulai memasuki mansion.


Naysa tersenyum kearah para pelayan, dan itu membuat mereka terkejut, pasalnya nyonya utamanya itu sangat jarang tersenyum sama orang lain.


"Bisakah kalian membantu membawakan koper ku? tanya Naysa dengan ramah.


Melihat bagaimana cara bicara Naysa membuat para pelayan terkejut, biasanya kan nyonya nya itu bicara sedikit judes.


"Ba-baik nyonya" pelayan tersebut bergegas membawakan koper milik Naysa membawanya kekemar milik nyonyanya.

__ADS_1


Naysa menyusul pergi hendak pergi kekamarnya, saat hendak menekan pintu lift Zahra melihat "Naysa" panggil Zahra memastikan.


"Eh mba," ucap Naysa, menoleh kearah Zahra dan langsung memeluknya.


Zahra pun ikut memeluk Naysa, jujur Zahra sangat merindukan Naysa, karna dari awal hubungan mereka baik-baik saja.


"Kenapa kau tidak memberitahu akan pulang?, setidaknya aku akan meminta pak Budi untuk memasakan makanan kesukaan mu" ucap Zahra.


Naysa tersenyum, "Aku berencana ingin memberikan mba dan yang lainya kejutan, tapi yahhh kayaknya gagal" ucap Naysa, pura-pura sedih.


Zahra pun terkekeh ketawa,"kau ini bisa aja, yaudah kamu kekamar gih istrirahat" ujar Zahra.


"Kalau gitu Naysa naik dulu ya" Naysa langsung pamit, ia menakan tombol lift, dan masuk, tak lupa menekan nomor 2 karna kamarnya berada dilantai dua.


••••


Sudah hampir 15 menit Indah menunggu kedatangan Ghazel, rasa bosan kembali melandanya, "Lama banget!" kesal Indah, ia langsung memrebahkan tubuhnya di sofa.


"Main hp bosan," ujarnya lagi.


•••


"Untuk saham di cabang GRE 2, tidak ada masalah, hanya saja beberapa karyawan ingin kenaikan gaji 5% tuan"


"Untuk cabang GRE 3 tidak ada masalah juga tuan"


Begitulah para CEO GRE melaporakan hasil dari kinerjanya, Ghazel mendengarkan dengan seksama, ada lebih dari 10 CEO cabang GRE yang sedang dusuk di ruangan rapat eksklusif, setelah rapat dengan klien tadi Ghazel langsung melaksanakan rapat untuk perusahaannya, karna dia ingin mengetahui perkembangan perusahaanya.


"Han bagaimana yang diluar kota dan negeri?" tanya Ghazel mengarah ke Han.


"Oke, terima kasih, untuk kenaikan gaji bagi para karyawan akan saya pertimbangkan, aaaa tidak saya akan naikan gaji 5% sesuainyang mereka inginkan, asal mereka bisa menaikan harga saham, mengerti?"


"Mengerti tuan" jawab mereka serempak.


"Karna sudah lewat jam makan siang, pertemuan ini saya cukupkan"


Ghazel langsung beranjak pergi dari ruangan pertemuan, dan diikuti oleh Han, tak lupa mereka memberikan tanda hormat menundukan kepala mereka.


•••


Karna bosan menunggu Indah merebahkan diri di sofa, dan saat ini sedang tertidur.


"Han, kau pergilah menemui pak prakto" perintah Ghazel.


"Baik tuan"


"Makanlah nanti, saya tak ingin kau mati kelaparan"


Ghazel berlengang masuk keruangannya.


saat membuka pintu di kejutkan dengan sosok yang tertidur lelap di sofa ruang kerjanya.


Seketika dia ingat, jikalau Indah menunggunya, pantas saja sejak pertemuan tadi Ghazel merasa ada sesuatu yang dilupakannya.

__ADS_1


"Aku lupa lagi" gumannya, Ghazel berjalan mendekat kearah Indah, dia berjongkok sejajar dengan tinggi sofa.


"Maafkan saya Indah, kau pasti bosan"


"Eeghh.." Indah mengeliat membuka matanya, "Kau" Indah langsung duduk, Ghazel berdiri dan mendudukan dirinya di sofa samping kiri Indah.


"Lama sekali sih!, kau tau aku sangat bosan!, kau jiga bisa menghubungiku jika rapatnya lama!" omel Indah.


"Maaf"


"Kenapa kau tidak menghubungi ku dulu, aku bisa berlumut disini!"


"Saya tidak punya nomor kamu Indah" Benar Ghazel tidak punya nomor Indah, ia bisa saja minta sama Han, tapi ia terlalu gengsi untuk bicara.


Indah langsung terdiam saat Ghazel mengatakan tidak punya nomornya.


"Lupakan, makanlah" Indah langsung menyodorkan piring berisi makanan kepada Ghazel.


"Ponsel mu" pinta Ghazel.


"untuk apa?"


"Sini Indah" Indah langsung memberikan ponselnya kepada Ghazel, setelah berada di tangannya GhaEl menekan beberapa nomor di ponsel Indah. setelah selesai Ghazel langsung memberikan kepada Indah


"Ini nomor siapa?"


"Saya, kau bisa menghubungi ku" ucap Ghazel.


"Ohh..jadi kau ingin aku menghubungi mu?" senyum Indah mengejek.


"Saya makan" Ghazel langsung mengambil piring yang sudah berisi beberapa sayur dan lauk pauk.


Indah mengulum senyumnya, dia baru menyadari kalau suaminya itu gengsi tapi mau.


"Kau tak makan?"


"Aku masih kenyang"


Ghazel kembali melanjutkan makannya.


••


"Ada berita apa yang ingin kau sampaikan Len?"


"Ini tentang nyonya muda" seringai Leni pelayan Naysa.


Haii...selesai chapter 62.


terima kasih sudah mampir.


jangan lupa, vote, like, komen, kasih rating yaa, insyaAlalh hari ini update 2 chapter, author masih disekolah gabut nihh, hihi


tempat kalian SMA nya masuk ngak?

__ADS_1


yaudah deh author sekolah dulu"😊😊😊


__ADS_2