
...…Selamat membaca!!💞…...
4 Hari menuju pernikahan Bima&Airyn, dan 1 hari sisa waktu perjanjian.
...…...
Han dan Ghazel sudah berada di bandara, untuk melakukan penerbangan menuju Bali.
Mereka bersiap untuk memasuki pesawat, di ikuti oleh beberapa anak buah miliknya.
...…...
Lain halnya di kediaman Agung, semuanya pada sibuk dengan kegiatan masing-masing, ada yang sibuk menonton, Jennie dan Sarah asik menanam bunga di taman, Lolita dan Airyn sibuk perawatan di kamar, Alex dan Anton main game, Anna sibuk membuat kue untuk calon besannya, karna kue yang dia bikin dulu sama Indah, sudah habis di makan Alex dan Anton,
Sedangkan Indah, hanya berdiam diri di kamar, terlau malas untuk bergerak, karna hari ini weekend jadi dia akan bersantai sebentar.
Lain pula Agung, yang terlihat membaca koran, tapi pikirannya sedang melayang entah kemana.
...…....
Ghazel dan Han sudah sampai di Bali, mereka langsung menuju hotel tempat mereka menginap nanti.
...…...
"Bund, Indah izin mau keluar" ucap Indah menghampiri bundanya.
"Mau kemana ndah?" tanya Anna.
"Ketemu teman, mau ambil tugas kuliah" jawab Indah,
"Hati-hati ya" ucap Anna,
"Oke" setelah mendapatkan izin Indah pun langsung pergi,
Kamar Airyn…
"Lo,mau ke mana sih Loli? "tanya Airyn.
"Gue ada urusan penting," ucap Lolita yang tergesa-gesa.
"apa?, sampai segitunya" ujar Airyn,
"Nanti juga tau sendiri, udah dulu gue pamit, udah di tungguin" ucap Lolita,langsung berlari pergi.
...…...
"Han, mana yang ingin bertemu" tanya Ghazel, sambil meminum coffe yang mereka pesan.
"Mungkin dia masih di jalan" jawab Han.
"Ck!,membuang waktuku saja" ujar Ghazel.
Terlihat seorang memasuki cafee yang dia janjikan.
"Oke, jangan gugup rilekss" ucapnya menangkan dirinya.
Terlihat sudah dua laki-laki dengan stelan jass berwarna abu-abu dan hita duduk di meja yang dia pesan.
"Astaga, aura mereka benar-benar menakutkan, tolong aku tuhan" guman orang itu, gugup dan takut menjadi satu, jantungnya berdebar-debar, dia menarik napasnya, dan menghembuskannya pelan, dan langsung melakah menuju meja Ghazel dan Han.
"Permisi, maaf saya telat" ucap nya gugup.
"Tidak apa, duduklah" ucap Han, sedangkan Ghazeo hanya menatap gadis itu tanpa minat.
Gadis itu menarik bangku yang ada di samping dirinya. dan mendudukan dirinya tepat di depan Ghazel.
"Salah posisi" guman nya pelan. tangannya sudah dingin.
"Ini yang ingin bertemu Han?" tanya Ghazel.
"Iya" jawan gadis itu cepat.
"Ada apa?" tanya Ghazel.
"Sebelumnya perkenalkan, nama saya Indah Cristina Ayu, saya anak ke empat dari Agung Indra Rauna, atau putri keduanya. umur saya 21 tahun, saya kuliah jurisan psikolog." ucapnya cepat.
Han hanya diam mendengar ucapana Indah.
Kami seperti sedang sidang saja - Han.
"Indah, ada. apa?" tanya Ghazel.
"Saya tau tentang kerjasama anda dengan ayah saya" ucap Indah menatap Ghazel.
Flasback on…
Setelah dari habis berpelukan dengan Airyn, Indah langsung pergi kedapur untuk mengambil minum,
Di dapur sudah ada bunda nya dan Jennie sedang meracik minuman.
"Minuman untuk siapa kak?" tanya Indah pada Jennie.
"Untuk bang Alex, dia bilang tubuhnya pegal-pegal." jawab Jennie.
"Oh,"
"Ndah, bisa tolong kakak panggilkan bang Alex, " tanya Jennie,
"Abang dimana?" tanya Indah kembali.
__ADS_1
"Diruangan kerja ayahmu ndah" jawab Anna.
"Okee" Indah langsung bergegas pergi.
Saat sudah sampai di depan ruangan kerja ayahnya, awalnya indah ingin segera masuk, karna melihat pintunya tidak tertutup rapat, tapi saat ia ingin membuka pintunya, gerakannya terhenti mendenger pembicaraan antara ayahnya dengan kedua abangnya.
Indah syok, dan langsung menutup mulutnya. langkag nya seakan berat untuk melangkah pergi.
dia mendengar setiap kata yang ayahnya ucapkan.
Setelah selesai, mendengar ayahnya akan keluar Indah cepat-cepat pergi dan melupakan niatan awal dia mau memanggil abang nya itu.
Indah masuk kekamarnya dan mengunci pintu kamarnya. "Tidak, kak Airyn tidak boleh menikah dengan orang itu, kan Airyn kan mencintai bang Bima, pernikahan mereka tidak boleh batal!" ucap indah pada dirinya sendiri.
"tapi, bagaimana dengan ayah?,ayah pasti kesulitan, tapi hidup kak akan hancur, jika dia menikah dengan Ghazel itu, apa yang harus aku lakukan?" ucap Indah, panik dan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Aku tidak bisa membayangkan bagaimana, hancurnya kak Airyn, dan bang Bima, aku harus melakukan sesuatu, tapi apa? " ucap Indah, mengigit jarinya.
Ke esokan harinya, Indah selalu memperhatikan setiap gerak gerik dari ayahnya, kuliahnya menjadi kacau karna fokus ke masalah yang siap menghatam keluarganya itu.
Indah merasa sedih melihat ayahnya seperti itu,
saat mereka sedang kumpul keluarga, fokusnya hanya ke ayahnya saja, saat dia melihat ayahnya membawa Abangnya Alex ke ruangan kerjanya dan di susul oleh bang anton nya, indah memutuskan untuk ikut, dengan dalil ia ingin kekamar, tapi dia naik ke lantai 3 untuk mendengar pembicaraan ayahnya.
pembahasan yang sama, yang di bahas ayah dan abangnya, ingin sekali indah masuk dan ikut protes ke ayahnya, tapi satu sisi dia juga kasihan pada ayahnya.
ayahnya melakukan semua ini untuk banyak orang pikirnya.
Indah akhirnya pergi dari sana, dan langsung pergi kekamarnya, mencari hp nya dan menelpon seseorang.
"Hallo, om Roni, ini aku Indah" ucap Indah.
"Ada apa indah, Om besok boleh aku bertemu?" tanya Indah.
"Baiklah, besok saya akan kesana" ucap Roni.
Roni mengirimi indah pesan,mengatakana dia akan kesana jam 7 pagi besok,
…
Besoknya, Indah bangun pagi-pagi, duduk di taman depan rumahnya, untuk menunggu ke datanggan sekretaris ayahnya itu.
sesekali indah melihat jam di tangan nya, dan melihat jalanan.
terlihat mobil hitam memasuki perkarangan rumah mereka. indah cepat-cepat menghentikannya.
"Om" sapa nya.
"Astaga Indah, kau bisa celaka kalau saja saya tidak mengerem dengan cepat. " ujar Roni,
"Sorry😁" cenggirnya.
"Om Roni, apa kau ada no telponnya Ghazel?" tanya Indah.
"Kenapa kau menanyakan itu?,tentu saja aku punya" jawab Roni.
"Boleh aku minta?" tanya Indah lagi.
Roni memperhatika Indah, sepertinya ada yang tidak beres pikirnya.
"Kenapa kau memintanya Indah" tanya Roni meyelidiki.
"Ada yang ingin aku sampaikan pada dia, tolonglah om berikan aku nomor atau kartu nama nya eoh" ucap Indah, memohon pada Roni.
"Pasti ada alasannya kan?" tanya Roni.
"Hmm.. aku sudah mengetahui semuanya om, aku mendengar pembicaraan ayah, om pasti mengerti maksud ku" jawab indah, menunduk.
"Apa kau menguping?" tanya Roni lagi
"Aku tidak sengaja Mendengarkannya, om aku mohon berikan aku nomornya, aku tidak ingin dia merusak kebahagian kak Airyn" tanggis Indah akhirnya.
"Apa yang akan kau lakukan pada nya?," tanya Roni lagi, "sebaiknya kau jangan terlibat ndah, om mohon pura-pura tidak tau" ucap Roni lagi.
"Bagaimana bisa aku berpura-pura, kebahagian kakak ku sedang di pertaruhkan" jawan Indah.
"Om, aku mohon bantu aku, dan jangan beritahukan hal ini dengan ayah, berjanjilah" ujar Indah, menarik jari kelingking Roni untuk membuat janji sepihak.
Roni akhirnya memberikan kartu nama Ghazel. "Ingat hubungi aku jika kau ada apa-apa, saya pamit dulu" ucap Roni, langsung pergi ke kediam Agung.
Indah tersenyum, dan langsung pulang.
Saat di kamar ia menyimpan kartu nama Ghazel di dalam alkitab nya, supaya tidak ketahuan pikirnya. ia pun langsung pergi mandi.
hari selanjutnya, indah berniat untuk menghubungi Ghazel, tapi dia lupa kemana dia menyimpan kartu nama itu, alhasio dia harus mengeledah kamarnya.
saat di tanya abang nya, hampir saja indah keceplosan, untuk saja dia bisa mengerem omonggannya.
saat dia di suruh mengantarkan teh milik ayahnya, Indah tidak sengaja mendengar pembicaraan ayahnya lewat telpon, karna terlalu fokus bicara kehadiran indah tidak Agung sadari.
Indah mendengar jelas, bahwa Ghazel akan kebali besoknya, saat telpon ayah nya tertutup ia segera menghampiri ayahnya, setelah memberikan teh ayahnya, dia langsung pergi kekamarnya, dan menelpon nomor Ghazel.
Indah, mengambil kartu nama di belakang cast hp nya, menekankan satu persatu nomor yang tertera di sana*.
*Indah menekan ikon berwarna hijau untuk mulai menelpon. sambungan terhubung.
"Pliss angkattt" guman indah.
"Hallo, bisa bicara dengan pak Ghazel?"
__ADS_1
"Dengan siapa, dan ada perlu apa? " tanya Han.
"Namaku Indah, putri dari Agung" jawab Indah- "Aku dengar kalian akan ke Bali besok, bisa kita bertemu?" tanya Indah gugup.
"Ada perlu apa?, kami tidak bisa menemui sembarangan orang"
"Aku mohon, ada hal yang ingin aku sampaikan pada tuan mu, ini mengenai kerjasama antar dia dan ayahku" jelas Indah
"Dimana? " tanyabHan
"Di cafe VIP,kita bertemu di sana"
"Oke, jam 10,saya tunggu!" panggilan terputus.
Indah, menghembuskan napas lega,
…
Hari ini adalah hari pertemuan mereka, indah lebih mengurung diri di kamarnya, menyiapkan mental dan omongan apa yang dia akan sampaikan. biasanya weekend ini dia habiskan menonton di ruangan keluarga bersama Aurel tapi saat ini dia tidak berminat.
degub jantungnya sejak pagi sudah berdebar hebat. membayangkan bicara langsung dengan orang seperti Ghazel membuat nyali nya menciut.
waktu menunjukkan jam 9, Indah sudah mendapatkan pesan dari Han jika mereka sudah sampai di Bali, spontan Indah langsung mandi dan siap-siap.
"Apa alasan ku pada bunda, supaya bisa pergi" gumannya. dia berpikir sejenak"aa bilang saja ambil tugas kuliah, ah kau pintar sekali Indah" pujinya.
Dalam perjalanan, indah sudah deg-degan, "bagaimana jika dia menolak, aduh jangan sampai, ini juga kenapa macet sih" ujar indah frustasi.
setelah melewati kemacetan 30 menit, Indah akhirnya sampai di cafe yang mereka janjikan,
"Astaga gue telat 20 menit, matii!!" Indah bergegas masuk, dan mencari dua sosok yang manusia tersebut.
Dan sekarang disinilah dia, duduk tepat di hadapan Ghazel.
flasback Off*
...----------------...
"Terus?" tanya Ghazel lagi.
"Saya harap anda tidak ada niat untuk menikahi kakak saya Airyn" ucapnya lagi.
"Why? " tanya Ghazel lagi.
"Karna kakak saya akan menikah dengan laki-laki yang dia cintai" ujar Indah dengan jelas.
"Tapi ayah kalian berjanji untuk menikahkan saya, dan saya memilih kakak mu untuk menjadi istri saya" ucap Ghazel. menatap Indah tajam
Indah yang di tatap langsung menunduk,
"Saya tidak bisa melihat anda menghancurkan kebahagian kakak saya, saya mohon jangan menikah dengan kakak saya, sebentar lagi dia akan menikah, apakah anda tega menghancurkan kebahagian nya?" tanya Indah.
"I dont care, bisnis ya bisnis!" jawab Ghazel santai, sedangkan Han hanya diam menyimak.
Indah terdiam, menghembuskan napas kasar.
"Kalau begitu menikahlah dengan saya, saya juga putri dari pak Agung, sama saja kan?" ujar Indah tiba-tiba.
Ghazel dan Han terkejut mendengar ucapan gadis yang di depan mereka ini.
"Kau?, bercanda, tidak aku tidak berminat dengan mu!" tolak Ghazel.
"Aku serius!,apakah aku terlihat bercanda tuan Ghazel?, asal kau tidak menikah dengan kakak ku, aku siap jadi pengantinya. aku mohon, bukankah sama saja, aku bisa apapun, kau bisa lakukan apapun pada ku, tapi jangan rusak kebahagian kakak ku, apalagi membatalkan pernikahannya" pecah sudah tanggisan Indah.
Maafkan Indah yah, ini jalan satu-satunya. - Indah.
"Bagaimana dengan kebahagiaan mu nona Indah?" tanya Han.
"Itu tidak penting, ayah ku sudah banyak berkorban untuk kami, aku hanya memenuhi tugas sebagai putrinya," indah menatap Ghazel dengan mata yang berkaca-kaca " tuan, aku tau kau pasti masih punya hati, aku mohon batalkan niatan mu menikah dengan kakak ku, sungguh aku mohon, aku tidak bisa melihat dia terpuruk lagi, nikahilah aku, a-aku akan menuruti semua yang kau ucapkan" ucap Indah memohon, menanggis di hadapan Ghazel.
Tuanku tidak punya hati nona _ Han.
Ghazel hanya diam, menatap kearah indah, tanpa ada suara, ntah apa yang dia pikirkan sekarang.
"Apa ayah mu tau, dengan tindakan mu ini?" tanya Han.
Indah hanya mengelengkan kepalanya.
Ghazel menatap Indah dengan intens, "Baiklah, jika itu mau mu" jawab Ghazel tiba-tiba.
Indah langsung menatap Ghazel, dia ingin tersenyum tapi tidak jadi. karna Ghazel menatapnya dingin.
"Kau serius kan?, syukurlah" ujar Indah
Han hanya menatap heran boss nya itu, sebenarnya apa rencana dari bossnya itu.
"T-tuan Ghazel, bisa aku minta satu permintaan?" tanya Indah lagi.
"Apa!?" jawab Ghazel.
"Pertama, aku tetap pada keyakinan agamaku, dan bisakah kau nanti datang di acara nikahan kakak ku, dengan biasa saja, maksud ku jangan terlalu menonjo, apalagi sampai melihat kearahku" ujar Indah.
"Aku tidak berminat melihat gadis kecil, dan perlu kat tahu, aku hanya mengambil mu dari ayah mu, bukan dari tuhan mu, jadi kau tetap dengan keyakinan mu itu," Ghazel langsung berdiri, di ikuti Han "kalau begitu saya pergi dulu, jangan lupa beritahukan ayah mu, akuntidak pernah memaksa mu ingat itu!" Ucap Ghazel langsung pergi, meninggalkan Indah, di susul Han.
Indah langsung bernapas lega, sekarang tinggal ayah nya pikirnya.
...💜💜💜💜...
Like, coment dan vote jangan lupaa!!!!😙😙😙
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...