IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 80


__ADS_3

Wow!! udah chapter 80 nih💅, sisa 20 chapter lagi🙍. gimana kalian mau sampai berapa nih?


...¤¤¤...


"Indah cepat!!" teriak Ghazel.


"Dia sangat tidak sabaran--," keluh Indah, "IYA!!" balas Indah ikut teriak. Padahal dengan bicara normal suara mereka masih bisa kedengaran satu sama lain.


Indah selesai dengan pakaiannya, ia keluar denga dress berwarna Navvy dengan panjang selutut, tak lupa tas bermerek berwarna hitam yang mengalung indah dilengan tanganya dan sepatu hels hitan dikesua kakinya, membuat ia terlihat lebih dewasa.


Saat Indah keluar, padangan Ghazel tak pernah lepas dari Indah, seakan tersadar dengan cepat Ghazel membawa Indah segera pergi " Ayo!" Ghazel berjalan hendak keluar, "tapi dandanan ku?" seru Indah memegang wajahnya.


Ghazel menoleh sebentar kebelakang dimana Indah berdiri, "Begitu saja sudah bagus, ayok." berjalan terlebih dahulu kearah pintu dan keluar.


Indah mengerutui kesalahannya, coba saja dia tidak menanggis tadi, " Tadi dia mengatakan bagus, apa dia memujiku?" ujar Indah ia berjalan keluar menghamliri Ghazel.


"Saya tidak memuji mu Indah" balas Ghazel, mendengar itu Indah cemberut tak terima.


...¤¤¤...


"Aku sudah mengatakan ma, jika kak Ghazel mencintai Indah" seru gadis itu gembira.


"Tapi Lydia, apa kau yakin?"


"Mba Zahra, aku tadi melihatnya langsung, kak Ghazel memeluk Indah, bahkan dia mencium Indah, aish..mataku sudah tidak suci lagi." ucap Lydia mengosok pelan matanya.


"Baiklah, kita akhiri akting ini, mama tidak mau mereka bertengkar karna ulah kita"


"SIAP BOS!!!"


"Eehh..Lydia punya rencana lagi"


"terserah mu"


...¤¤¤...


Ghazel dan Indah sudah sampai di restoran mewah, dan Indah yakin jika hanya para sultan saja yang sanggup makan disini, bagaimana tidak desain interior nya saja megah ini.


fyi: Mereka tadi diantar oleh Han, tapi setelah itu Han langsung pergi kekantor.


"Sstt..apa aku cantik?, bagaimana penampilanku?" tanya Indah berbisik pada Ghazel, ia cukup inscure melihat para pengunjung yang datang disini. "Setidaknya kau cukup tidak membuat saya malu, itu sudah cukup, saya tidak butuh penampilan mu" ucap Ghazel berjalan meandang lurus kedepan.


"Ya. setidaknya aku harus tampil cantik, meskipun pada dasarnya aku memang cantik sih" ujar Indah PD.


'Kau cantik Indah, sangat cantik, bahkan saya ingin mencopot mata para bajingan yang menatapmu sejak tadi' -batin Ghazel.


"Selamat datang tuan Ghazel dan....?" pria tersebut nampak tak mengenali Indah, aaa..Nyonya Erlangga saya Halim, Manager restoran ini, mari saya antarkan diruangan VVIP restoran kami" mangejer restoran tersebut, ia sengaja menyambut langsung Ghazel karna itu adalah moment langka untuknya.


"Indah Richwandyo Erlangga, istri saya" ucap Ghazel memberitahukan.


"Mmm.." balas Ghazel.


Ghazel dan Indah mengikuti langkah kaki si manager yang membawanya menaiki lift menuju lantai tiga restoran tersebut.


Telah sampai dilantai dimana tempat pertemuan diadakan Ghazel dan Indah keluar lift ," lewat sini tuan Ghazel" seru Halim mengarahkan. sampailah mereka diruangan yang bertulis VVIP 1 Flower. Dengan sigap Halim membukakan pintu dan mempersilahkan masuk Ghazel dan Indah.

__ADS_1


Saat memasuki ruangan, Ghazel melihat sudah ada dua orang dengan jenis kelamin yang berbeda sedang menunggu kedatangannya.


"Annyeong, Mr. Park Jongwoo. Maaf membuat anda lama menunggu" sapa Ghazel ramah, pada orang yang bernama Jongwoo tersebut.


"Ohh..Ghazel...upss, Tuan Ghazel maksud saya, tidak masalah. Dan silahkan duduk," ucap Jongwoo tersenyum ramah.


Dengan sopan Ghazel duduk dihadapan Jongwoo, begitu juga Indah yang ikut duduk tepat dihadapan wanita yang putih dan cantik yang Indah yakini itu adalah istri dari klien suaminya ini.


"Perkenalkan ini istri saya park In-ha," ucap Jongwoo menunjuk istrinya.


"In-ha" ucap wanita itu sopan menunduk.


"Dan ini istri saya Indah" balas Ghazel menunjuk Indah, Indah tersenyum dan memungkuk kan tubuhnya sedikit.


"Saya sangat senang bisa bertemu langsung dengan anda tuan Ghazel, sudah lama saya mendengar tentang anda, dan saya begitu takjub dengan karir bisnis anda, satu lagi istri anda sangat cantik, sama seperti istri saya," kekeh Jongwoo, "maaf, seharuanya pertemuan ini hanya dilakukan oleh kita berdua saja, tapi istriku ini memaksa ikut jadi, saya harus mengajaknya" sambung Jongwoo menjelaskan situasinya.


Ghazel hanya tersenyum kecil menanggapi cerita Jongwoo, sedangkan Indah tersenyum sangat lebar, dia sangat meleleh mendengar penuturan dari mulut Jongwoo dimana ia rela mengajak istrinya yang memaksa untuk ikut dengannya, dia bahkan terang-terangan memuji istrinya tadi, tidak seperti Ghazel pikir Indah.


'Wanita yang beruntung' ucap Indah membantin.


"Tidak apa tuan Jongwoo, dan terima kasih atas pujiannya" balas Ghazel seramah mungkin. matanya sesekali melirik Indah yang menampilkan senyumannya didepan laki-laki lain, Ghazel tidak suka.


'Kenapa dia tersenyum terus?, apa ada sirkus di wajah Jongwoo?' beo Ghazel membatin kesal.


"Aku dengar bakso di Indonesia sangat enak, apakah benar?," tanya In-ha antusias.


"Tentu, kau harus mencobanya, karna sangat enak" balas Indah tersenyum, sangat senang rasanya memperkenalkan makanan Indonesia pada turis luar pikir Indah.


"Oppa, kau dengar itu," ucap Indah terlihat tidak sabar.


"In-ha sedang mengidam, dia ingin makan bakso, itu juga salah satu alasan saya mengajaknya" ujar Jongwoo merasa tidak enak.


"Kau sangat pengertian tuan Jongwoo, " seru Indah tersenyum senang.


'Apa ini!, dia senang memuji pria lain didepan saya Indah' batin Ghazel kesal, sekali lagi dia tidak suka mendengar perbincangan tadi.


"Dan selamat atas kehamilanmu, wahhh...aku ikut bahagia!!" sambung Indah berseru bahagia, sampai-sampai tidak menyadari jika suara keluar dengan sedikit nyaring.


"Maafkan istri saya, dia memang sangat AKTIF" ucap Ghazel menatap Indah sekilas dengan tatapan tajamnya, ia merasa tidak enak, dengan sikap Indah.


"Tidak apa tuan Ghazel, saya menyukai istri anda, dia lebih santai dan menyenangkan" balas In-ha tersenyum


"Dan saya bedoa, supaya kalian juga segera diberi momongan" sambung In-ha tersenyum ramah.


"Hehe.., iya semoga" balas Indah terkekeh cangung.


"Sebaiknya kita mulai makan siangnya" ucap Ghazel mengalihkan pembicaraan, ia mengangkat tangannya memanggil pelayan yang sejak entah kapan sudah bersiri di pojok ruangan mereka.


sang pelayan menghampiri mereka, dan mencatat makanan yang telah dipesan.


.........


"Selamat siang dengan Han GRE Company, "


^^^"Hallo, sekretaris Han, ini saya Anna, bunda Indah"^^^

__ADS_1


"Nyonya Rauna, ada apa anda menelpon?, apa disana baik-baik saja?" tanya Han.


^^^"Puji tuhan baik, begini tiga hari lagi ayahnya Indah akan ulang tahun, dan saya ingin meminta Indah dan Ghazel untuk pulang ke Bali, maaf menelpon anda sekretaris Han, saya sudah mencoba menghubungi Indah dan Ghazel, tapi panggilan saya tidak jawab,"^^^


"Nanti saya akan sampaikan pada tuan dan nyonya, tidak masalah nyonya Rauna, tuan Ghazel tidak bisa menerima panggilan anda karna saat ini tuan Ghazel dan nyonya muda Indah sedang ada pertemuan dengan klien, itu sebabnya tidak bisa menerima panggilan anda, maafkan tuan saya."


^^^"Astaga, kau tidak perlu minta maaf sekretaris Han, justru saya yang minta maaf menganggu waktu anda, kalau begitu saya tutup dulu telponnya, selamat siang"^^^


"Siang" Han kembali menyimpan ponselnya diatas meja.


............


Selang beberapa saat, makanan yan mereka pesan sudah tersaji dengan indah dimeja mereka, entah berapa jenis makananya yang terpampang disana yang jelas semua itu sangat ENAK.


"Silahkan makan, dan selamat makan" ucap Ghazel, sebelum memulai makannya Ghazel membaca doa di dalam hati. mereka pun menyatap makanan dengan hikmat.


"Tidak salah, makanan Indonesia sangat enak" puji Jingwo saat memakan salah satu menu olahan sapi tersebut.


"Kau benar" balas Ghazel, tanpa babibu lagi mereka kembali menikmati makan tersebut.


selesai dengan makan besar, saat nya mereka menikmati hidangan penutup.


"Mengenai pembagian proyek yang anda rencanakan, jujur saya sangat tidak keberatan tuan Ghazel. Bahkan saya akan menanamkam saham disitu. Tapi yang menjadi masalahnya adalah pemilik tanah di dearah busan itu sangat sulit dirayu, mereka mengatakan jika mereka tidak akan menjual tanah mereka. Sedangkan di Soul pihak angensi tersebut meminta penanaman saham 11% dari perjanjian awal" Jongwoo menarik napas pelan, ia melanjutkan kembali ucapannya, "Anda tau sendiri saat ini kalangan muda sangat menyukai K-POP jadi saya saran untuk anda kembali menanamkan saham disana."


Ghazel tampak berpikir, usulan Jongwoo sangat bagus tapi, "Bagaimana jika kita bangun agensi juga, kau sendiri yang mengatakan jika sekarang dua kpop sangat digemari," ucap Ghazel yakin menatap Jongwoo.


"Aku sudah lelah bicara formal pada mu Ghazel" pungkas Jongwoo, pada dasarnya Jongwoo dan Ghazel mereka berteman, tadi hanya profesional berkerja saja, tapi..Jongwoo menyerah.


Jongwoo menarik napas panjang, "Huu..apa kau ingin aku cepat tua?, perusahaan ku sendiri saja, aku sudah kewalahan apalagi mendirikan Agensi, belum lagi proyek Busan kita. Ayolah Ghazel aku tidak sepintar dan berkuasa seperti dirimu" keluh Jongwoo. dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran temannya ini, apa dia pikir mendirikan Agensi semudah membeli permen.


"Kau tidak perlu mengurusnya, kita hanya memantau. Biarkan yang lainya yang mengurusnya, dan kau tinggal duduk manis" ucap Ghazel enteng.


Indah dan In-ha hanya diam mendengar perdebatan suami mereka.


"Tidak semudah itu Ghazel, ini berbeda!"


"Tidak ada bedanya Jongwoo, sama-sama bisnis kan?"


"Itu tidak mudah yang kalian pikirkan, jika kalian membangun Agensi, kalian harus mengurus banyak remaja, dan mencari remaja yang berbakat, belum lagi mencarikan mereka pelatih, dorm (tempat tinggal), staff, belum lagi mengurus skandal para artis, dan heters, pentingnya tanggung jawab kalian harus berlaku adil, maaf atas ketidak sopanan saya menyambung pembicaraan ini" ucap In-ha.


"Dia mantan girlgroup" ucap Jongwoo, melihat raut bingung Indah.


.....


Lanjutt chapter berikutnya...


tidak perlu diingatkan, jempolnya sayangg


**Ohh.. yaa satu lagi..


izin promosiin cerita teman aku, maaf yaa sekiranya jika kalian mau baca, seruu dehh**!!



nahh..teman aku ini baru perdana jadi Author, jika ada kesempatan mampir yaa😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2