IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 84


__ADS_3

...Tidak ada salahnya suami memanjakan diri pada istrinya_ Ghazel...


...«««...


Seperti yang disampaikan Indah, jika hari ini penerbangan mereka batal, karna mood-nya yang hancur seketika, dan kemungkinan besok mereka semua akan berangkat sama-sama, meski nantinya Indah dan Ghazel akan menginap ke kediaman Agung orang tua Indah, sedangkan mama, Naysa, Zahra, Lydia, Han dan El akan menginap keapartemen Ghazel.


...«««...


"Dimana Indah?, apa dia tidak ikut makan malam?" tanya mama Karlina, saat melihat bangku Indah kosong.


"Dia malu turun," balas Ghazel menatap mama-nya.


"Zahra akan memanggilnya," Zahra pun langsung bergegas menuju kelantai tiga kamar Indah.


"Cacing-cacing ini benar-benar tidak mengerti, sesenaknya saja minta makan, apa kalian tau saat ini aku sangat malu keluar, dan aku juga sangat lapar" gerutu Indah kesal pada perutnya sendiri.


tok..tok..tok..


Terdengar dari luar pintu sedang diketuk.


"Indah, ini mba" panggil Zahra dengan suara sedikit nyaring, agar terdengar oleh Indah.


Cklek..


"Mba, kenapa kesini?"


"Ayok, makan malam, semuanya sudah menunggu," ajak Zahra lembut.


Indah tampak berpikir, dia lapar tapi malu, "Sudah, jangan dipikirkan, ayok, ada mba tenang" Zahra kembali menyakinkan Indah.


"Mba, mba turun saja, wajahku sudah sangat tebal rasanya, akan akan minta pelayan mengantarkan makanan dikamar saja," balas Indah, masih dengan pendiriaan nya.


Zahra tersenyum,"Ngak enak makan sendiri, lagian kamu malu kenapa?, bukan kamu aja, mba dulu juga pernah di kerjain gitu sama Lydia" ujar Zahra menyakinkan Indah.


"Benaran mba?" tanya Indah serius.


"Iyaa, cuman ngak selama kamu" cengir Zahra, mendengar itu, senyuman yang tadinya meriasi wajah Indah menjadi pudar seketika.


"Ayok, Ndah," Zahra menarik Indah paksa, jika tidak seperti ini Indah tidak akan malam, dan untuk ucapan Zahra tadi apakah Lidya pernah mengerjainya jawabanya IYA, tapi dalam konteks yang bebeda.


Zahra di takuti sama kecoa oleh Lydia, katanya itu sambutan dari dirinya, aneh memang.


...«««...


Sampai dibawah, Zahra dan Indah langsung menuju meja makan dan duduk, posisi duduk Indah tepat berhadapan denan Lydia, melihat Lydia tersenyum mengejeknya membuat Indah cemberut.


"Makan, jangan cemberut ngak jelas!" tegur Ghazel.


"Iya, ini juga mau makan," dumel Indah kesal.


"Ndah, kita belum kenalan" ujar Lydia tersenyum, "Gue Lydia Richwandyo Erlangga, adik kesayangan dari buaya darat ini, untuk yang tempo lalu sorry" ucap Lydia tersenyum lembut.


"Enak aja buaya darat!" sangah Ghazel tak terima.


"Indah" balas Indah kecil.

__ADS_1


"Lucu bang Zel bini lo yang ini, Lydia like deh!" seru Lydia senang, apalagi Indah dengan dirinya seumuran mungkin, jadi bisa di ajak mabar drakor, itu pun kalau mau sih..


"Ndah, gue panggil lo itu ya, ngak usah kakak boleh?"


"***--"


"Ngak, harus manggil Kak indah" potong Ghazel, "dan kalau makan diam!" Ghazel melotot kearah Lydia.


"Ngak seru, mba Naysa bang Ghazel nih pelototin aku terus!" adu Lydia.


"Ghazel, jangan pelototin Lydia gitu," bela Naysa, Lydia dan Naysa cukup dekat, itu sebabnya Lydia sedikit manja pada Naysa, terlebih Naysa adalah kakak ipar pertamannya jadi itu juga salah satu faktornya.


"Wleee" Lydia menjulurkan lidahnya kearah Ghazel.


"Iya Nay," balas Ghazel.


Indah yang sejak tadi jadi pengamat menatap heran Lydia, pasalnya karakter Lydia dulu sama yang dilihatnya ini berbeda, yang ini sedikit bar-bar dan Indah suka hihi, mayan ada teman.


"Mami, besok El naik pesawat" ucap El melapor pada Indah, dan dapat senyuman langsung dari Indah, "Mami jugaa" balas Indah menatap kearah El.


"Besok El mau ambil awan, buat mainan, dulu waktu El kecil ngak bisa ambil, sekarang El udah gede mau ambil awan banyak-banyak" El berucap dengan heboh.


"Kita kantongin lalu dijual El" sambung Lydia, ikut heboh.


"Jadiin gulali juga enak" kini Indah ikut menyambung.


berakhirlah mereka bertiga bercerita dengan hayalan mereka, satu yang Ghazel yakinin jika Indah dan Lydia memiliki tabiat yang sama gilanya, hanya saja Inda akan kalem saat sendiri. menurut Ghazel. padahal maah...


...«««...


tok..tok..pintu kamar Indah diketuk dari arah luar, dengan bangun berjalan kearah pintu membuka dan melihat siapa yang menganggunya.


"Lydia," seru Indah terkejut, saat melihat adik iparnya itu sudah berdiri dengan kedua tangannya memegang laptop.


"Ngak ganggukan?,"


"Engak," bohong Indah.


"Yes!, temanin gue nonton drama yuk, lo suka ngak drakor?" tanya Lydia heboh, dia sangat berharap Inda mengatakan Iya suka kok.


Senyum Indah merekah, "Suaka bangett!" jawab Indah ikut heboh.


"Hotel de luna, lo udah nonton?" tanya Lydia, mereka berdua sudah duduk dikasur, "Belom, rencananya mau nonton, tapi laptop aku di sita mas Ghazel" guman indah sedih.


"Tenang, laptop gue ada, mau nonton?,"


"Lets GO!" teriak mereka serempak.


Lydia menyalakan laptonya, dan mencari aplikasi drakornya, setelah terbuka ia mengetik judul dari drakor yang akan mereka tonton,


Episode pertama dari sudah selesai keduanya nonton, "Lanjut?" tanya Lydia, dan dianggukin kepala oleh Indah sebagai balasan.


"Ambil cemilan dulu," ujar Indah mengpause film yang ia tonton, Indah membuka lemarinya, dan mengambil beberapa snack untuk menemani acara mabar mereka.


"Gue biasanya nonton sendiri," keluh Lydia, mulai membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Sama, gue juga sering nonton sendiri," balas Indah,


Kembali hening, keduanya fokus dengan layar laptop yang menampilkan drama yang saat ini lagi buming, hanya suara kricis dari cemilan mereka dan film yang terdengar.


"Hahahaha.." ketawa mereka barengan..


"Hikss..." tanggis mereka, saat melihat adengan sedihnya.


"Hahahaha..." suara ketawa kembali terdengar.


selang berapa menit.


"Hiks.." mereka kembali menangis. kadang tersenyum gaje, kadang tertawa, kadang kesal, berbagai emosi yang mereka luapkan.


"Baru tau gue ada hotel khusus setan," heran Lydia.


"Setanya sultan" sambung Indah, mereka berdua sedang terkapar, merasa lelah,


"Lanjut episode 6?" tanya Lydia menoleh ke Indah.


"Gass!!" balas Indah, mereka kembali mengatur posisi, beginilah jika dua orang doyan nonton disatukan, apakah besok mereka bisa bangun tepat waktu untuk berangkat kebali?


ntahlah,


"Episode 9 terakhir setuju?" ucap Lydia.


"Hemm..." balas Indah lesu, ini sudah jam 1:09 dan mereka belum selesai, karna merasa kepo terus berakhirlah mereka lanjut dan lanjut terus.


"Hahaa..sialan, coba aja tu setan ngak ganggu" geritu Indah pada film tersebut.


"Iyaa, ganggu orang mau jub-jub aja" sambung Lydia ikut kesal,


Mereka kembali fokus, menonton sehingga tanpa sadar sudah melewati batas.


...«««...


Ghazel memasuki kamarnya, untuk mandi, alangkah terkejutnya ia melihat, Indah dan Lydia terkapar seperti paus, dengan posisi kepala Lydia mengantung di tempat tidur, Indah yang terkapar dengan dua tangan dan kaki terbuka lebar, sneck berserakan dimana, bekas makanan, dan laptop yang masih menyala menampilkan drama yang mereka tonton.


Indah dan Lydia tidur pukul tiga pagi tadi, itupun karna ketiduran.


Ghazel menarik napas kasar, tangannya mengusap kasar wajah dan rambutnya, dia ingin sekali marah, tapi yang terkapar itu adalah dua wanita kesayangannya.


"Aku akan memberitahu mama" final Ghazel.


...««Done««...


Menurut kalian mereka bedua bakal diapain?


Jangan lupa, like komen dan tambahin ke favoritya..


See you,


Note: jika besok Uci ngak update, berarti Uci habis kouta ya, soalnya jam 23:59 kouta uji hari ini habis..


tapi jika besok update, berarti udah beli hihi

__ADS_1


udah itu aja..


__ADS_2