IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 86


__ADS_3

...««Selamat Membaca»»...


Masih shock dengan hukuman yang mereka dapatkan, Indah dan Lydia hanya diam seperti kehilangan semangat untuk hidup. seluruh anggota keluarga Erlangga sudah siap menuju ke Bali.


Menaiki pesawat pribadi, mereka sudah duduk di bangku masing-masing, Ghazel duduk bersebelahan dengan Han, karna mereka akan membahas bisnis mereka. Zahra bersama El, Naysa bersama mama Karlina, dan Indah bersama Lydia.


Mereka juga membawa beberapa pelayan dan pengawal yang bertugas membantu mereka disana nanti.


"Selamat malam, Tuan Ghazel dan keluarga, perkenalkan saya Zayn yang bertugas menjadi pilot untuk pernerbangan pada malam ini, saya juga ditemanin sama teman saya, C.O pilot yang bernama Lio.." orang tersebut langsung menunduk, "_dan beberapa awak pramugari dan pramugara yang siap melayani, seperti yang kita tahu pernerbangan menuju ke Bali memakam waktu sekiranya satu jam lebih, untuk menjelaskan tentang keselamatan penerbangan akan di jelaskan oleh pramugari Jesiika."


Zayn, yang bertugas sebagai pilot, langsung memasuki ruangan kedali bersama Lio, penerbangan kali ini cukup menegangkan dan juga menjadi suatu kebanggan untuk mereka, karna bisa bertemu dengan Ghazel berserta keluarga lengkapnya, tanpa harus membuat janji, tapi juga menengangkan karna mereka harus memastikan keselamatan mereka.


Setelah pramugari menyampaikan beberapa tata tertib dan cara keselamatan, selang beberapa menit pesawat akan terbang.


"Ssstt...Ndah," panggil Lydia rada berbisik.


Indah langsung menoleh, "Apa?" jawabnya.


"Bujuk kak Ghazel dong, masa iya kita akan jadi buba dirumah sendiri sih?" renggek Lydia, ia masih belum bisa menerima kenyataan dari hukuman tersebut.


"Gimana cara?, aku ngak tau Lydia," balas Indah ikut frustasi.


"Lydia!, pindah!" Ghazel sudah berdiri disamping tempat duduk mereka.


'Diharapkan untuk keluarga Erlangga segera memasang sabuk pengaman, karna penerbangan akan segara kita mulai'


"Cepat!," perintah Ghazel, karna sebentar lagi penerbangan akan segera dimulai.


dengan berat hati Lydia pindah duduk bersama Han.


Indah menatap heran Ghazel, "Apa?" sarkas Ghazel pada Indah.


"Ngak," balas Indah ngak kalah ikut judes.


Tidak ada lagi pembicaraan, yang ada diotak Indah saat ini, adalah bagaimana cara supaya suaminya itu mencabut hukuman dirinya dan Lydia.


"Permisi tuan, dan nyonya, ini makanannya,"

__ADS_1


"Istri saya tidak bisa makan undang, bawa balik!," ujar Ghazel pada pramugari.


"Maaf tuan, saya tidak tau," balas sang pramugari itu sopan.


"Mas, tau darimana aku ngak bisa makan undang?," tanya Indah.


"Kamu lupa siapa saya?, sebelum menikahi kamu saya harus tau kamu seperti apa!, itulah pentingnya ilmu pengetahuan! dan informasi," balas Ghazel.


"Oh," Indah hanya tersenyum, rasanya sangat bahagia mengetahu fakta Ghazel mengetahui apa yang tidak ia sukai.


Karna perjalan masih cukup lama, Indah memutuskan untuk tidur, terlebih dirinya memang tidak cukup tidur tadi malam, membuat dia mudah tertidur.


Melihat Indah tertidur, Ghazel memasangkan selimut pada tubuh Indah, ia juga mengantur sedikit tempratur suhu Ac Indah.


Ghazel pun, membuka tabletnya, dan langsung mengurusi perkerjaannya yang sempat tertunda tadi.


...«««...


Sudah menempuh pernerbangan lebih dari satu jam, akhirnya pasawat milik Ghazel mendarat dengan selamat dibandara Bali. bukan hanya Indah yang tidur Lydia dan El juga tidur.


"Silahkan nyonya," ucap si pramugari tersebut saat Naysa keluar dari pesawat,


"Ha..hh..hh, mas, mau bunuh aku ya," pekik Indah saat mengatur kembali napasnya.


"Kebo!," Ghazel langsung meninggalkan Indah keluar dari pesawat.


"Silahkan tuan Ghazel," ucap si pramugari ramah.


Setelah Ghazel, Indah langsung ikut keluar. Ghazel dan keluarganya keluar dari jalur VIP, dimana jalur tersebut biasa digunakan untuk pejabat, artis dan orang penting lainnya.


Saat sudah di lobby penjemputan, disana sudah anak buah Ghazel yang berdiri menunggu kedatangan mereka.


"Kita kerumah Agung dulu, beliau menyiapkan makan malam untuk kita semua" jelas Ghazel, mereka semua hanya mengagguk.


Rasa bahagia terpancar sempurna diwajah Indah, seperti mimpi dia sudah berada di kota tempat masa kecilnya, matanya tak pernah lepas dari pemandangan luar mobil, bahkan Indah juga melewati SD nya dulu, tempat jajanan favoritnya.


Uuuu Indah sangat merindukan itu semua.

__ADS_1


Telah memasuki wilayah yang Indah tau betul itu wilayah apa, ya. arah menuju Mansion keluarganya, sudah terpampang jelas tulisan 'RAUNA Garden House' dimana seluruhnya itu milik keluarganya.


"Wow!, luar biasa!" puji Lydia, takjub dengan pemandangan yang ia lihat.


"Bun, kita mau kemana?" tanya El pada Zahra.


"ketempat mami Indah," jawab Zahra tersenyum.


Zahra cukup takjub dengan apa yang ia lihat, pohon pinus benjulang tinggi, dihiasi lampu yang cantik., meski tidak seramai penjaga rumah mereka, tapi setiap meter jarak akan menuju kediam Indah, ada penjaga yang berdiri disana.


Senyuman Indah semakin mengembang, saat dia melihat taman favoritnya, rasa haru menyeruak dalam hatinya, rumahnya ia sangat rindu.


"Jangan nangis, nanti saya dikira nyakitin kamu lagi, saya ngak mau ya keluarga mu salah paham pada saya apalagi keluarga saya!" pungkas Ghazel ketika melihat air mata Indah menentes.


"Terima kasih mas, aku terharu bisa pulang" balas Indah, langsung memeluk Ghazel dari samping.


"Iya, jangan cenggeng," balas Ghazel mengelus kepala Indah.


Indah cemberut, tidak membalas ucapan Indah.


Naysa yang sejak tadi melihat interaksi antara Ghazel dan Indah, menjadi naik pitam, dia tidak menyukai Ghazel yang bersikap lembut pada Indah.


Naysa sangat menyadari, setiap detik perubaha Ghazel pada Indah, dulu Ghazel suka marah-marah pada Indah, sekarang malah dipeluk manja seperti itu.


Naysa sungguh tidam terima.


Sedangkan Zahra tersenyum bahagia, ia tahu jika suaminya itu sudah menaruh hati pada Indah, hanya saja ia belum mau mengakui, dan zahra yakin sebentar lagi Ghazel akan menyadari jika ia amat mencintai Indah. Zahra bahagia akan itu.


Mansion Rauna, sudah terlihat dari kejauhan, semakin dekat mobil mereka, semakin jelas pula pendampakan dari mansion tersebut. terlihat sudah ada tuan Rauna berserta istri dan anak-anak mereka menyambut kedatang dari keluarga Ghazel.


...««Bersambung»»...


Apakah akan terjadi konflik disana nanti?, bagaimana sikap Anna pada keluarga Ghazel?


Silahkan , like, komen dan tambah ke favorit ya..


Note : Besok In sya Allah, Update..

__ADS_1


Maaf pendek, udah ngantuk berat nihh😵😵


__ADS_2