
...----------------...
Di dalam mobil Ghazel hanya diam, sesekali menyeringai tipis.
Han yang penasaran akhinya memberanikan diri untuk bertanya, "Tuan, sebenarnya apa rencana anda?,bukankah anda ingin menikahi nona Airyn.?" ujar Han.
"Dari tadi kau melihatku, hanya menanyakan hal itu?" sinis Ghazel.
"Aku tidak punya rencana apa-apa, hanya mengikuti arus permainan ini" seringai Ghazel "Dan aku tidak pernah menolak permohonan seseorang"
"Tapi dia baru berusia 21 th, apakah tidak masalah?"
"Usia nya sudah legal," jawab Ghazel.
"Apakah anda akan memberitahukan pak Agung?"
"Tidak, biar putrinya" jawab Ghazel singkat.
"Oh, baiklah" ujar Han, menutup percakapan.
...----------------...
"Besok aku akan beritahu ayah, keputusan ku sudah benar kan?" tanya Indah pada dirinya sendiri. "Aisss.. kok aku jadi takut sendiri sih!" keluhnya.
"Oke tarik napas, hembuskan, tarik napas, hembuskan, ini yang tebaik, yaa benar ini jalan terbaik, sebaiknya aku nyalakan musik saja" ucapnya, Indah akhirnya menyalakan radio mobilnya.
Indah sudah memasuki perkarangan rumahnya, sepanjang jalan menuju rumahnya, di hiasi oleh bunga yang berbagai jenis. membuat siapa saja takjub dengan indahan bunga-bunga tersebut.
Sudah sampai di depan pintu rumahnya, indah langsung memberikan kunci mobilnya, kesalah satu pelayan di sana, untuk di masukan ke bagasi.
Semua orang sedang berkumpul di halaman belakang, sedang menikmati suasana kekeluargaan.
"Ya ampun, bisa-bisanya ya, piknik ngak ngajak-ngajak" ucap Indah, yang baru saja datang.
"Makanya pergi jangan lama-lama" ujar Aurel.
"Iya,3 jam lo cil, kamu kemana aja?" tanya Alex,
"Palingan pacaran bang" kekeh Anton.
Indah memutar mata nya malas, "Enak aja pacaran, ngerjain tugas!" Tugas sebagai putri ayah sambung Indah dalam hati.
"Elehh.. ngak percaya aku" ejek Aurel.
Semua orang disana mengolok Indah, suasana yang hangat ini membuatnya rela melakukan apapun keluarga sangat penting bagi Indah.
"Udah-udah, jangan mengolok Indah terus" ucap Anna, "Ini bagian kamu, puding buatan kak sarah enak loh" ucap Anna,sambil memberikan puding bagian Indah.
"Makasih bund" ucap Indah sambil mengambil puding dari tangan bundanya.
Indah akhirnya ikut duduk di samping bundanya. ntah perasaan melankonis mana tiba-tiba dia meneteskan airmata.
"Heh, kenapa nanggis, lagi happy juga" tanya Airyn tersenyum.
"Engak, c-cuman senang aja, bisa kumpul gini, biarpun cuacanya sedikit panas, tapi indah senang" jawabnya terisak.
"Ala ala, bocil melow gini sih" ucap Anton, memeluk adiknya itu.
"Udah aa, jangan main peluk-peluk aja" Indah mendorong pelan abang nya itu.
"Yang Seharusny itu sedih Airyn, kan benar lagi dia yang mingat dari rumah" ejek Alex.
"Apansih bang, kan aku masih bisa main kesini" ujar Airyn, kesal.
Aku juga ngak lama lagi _ Indah.
"Udah, happy aja dulu, 4 hari lagi kak Ryn menikah, besok sisa 3 hari lagi, jadi nikmati aja waktu yang ada" ujar Aurel, membuat suasana kembali ceria.
Tapi tidak untuk Agung, pikirannya di isi penuhi oleh janji kerjasamanya itu. Alex yang melihat ayahnya murung, hanya menatap kasihan, dia merasa tak berguna dengan posisi putra sulung keluarga ini.
Yang tadi nya awan cerah, tidak ada tanda-tanda tiba-tiba hujan turun, membuat mereka semua berhamburan masuk kerumah.
"Karna bocil nanggis nih, makanya hujan" ejek Anton.
dan ia langsung dapat cubitan dari istrinya, sedangkan Indah tertawa melihat abangnya mati kutu kalau bersama istrinya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bersih-bersih diri, karna terkana hujan, takutnya sakit pas di hari H kan ngak lucu.
__ADS_1
...----------------...
"Tuan saya sudah memberikan undangan untuk tuan Ghazel, dan sekretaris Han" lapor Roni, melalui telpon.
"Mm, terima kasih Roni, apakah Ghazel ada menanyakan saya?" tanya Agung.
"Tidak tuan, yang menerima undangan tadi sekretaris Han, jadi saya tidak bertemu dengannya" jawab Roni.
"Ohh Baiklah, kalau begitu,saya tutup dulu" ucap Ghazel, langsung menutup telponnya.
"Yah, ayok makan malam" ajak Aurel, yang sudah berdiri di ambang pintu kamar ayahnya.
"Iya nak," ucap Agung, berjalan kearah, Aurel dan turun untuk makan malam.
Suasana di meja makan, lumayan hangat, mereka makan sambil mengobrol kecil, canda tawa terdengar merdu jika, siapa saja yang mendengarnya.
Apalagi kehadiran Alex dan Anton membuat suasana semakin hangat, tingkat humoris Alex yang tinggi di padu padan kan dengan Anton yang receh, Aurel yang sering jadi korban, Airyn si anggun dan Indah si fleksibel tapi cenggeng, membuat keluarga mereka terasa hangat, dan lengkap.
belum lagi, menantu mereka yang sama hal nya suka bercanda membuat itu semakin lengkap.
Tapi saat di depan umum, mereka akan menjadi orang yang berbeda, kecuali Indah dan Airyn, mereka selalu menampilkan apa adanya mereka.
sedangkan si cantik Aurel, selalu tampil elegan saat di depan umum.
Acara makan selesai, mereka fokus dengan kegiatan mereka masing-masing.
Indah menunggu ayahnya kapan untuk naik dan masuk keruang kerja lama-lama menjadi bosan sendiri.
akhirnya dia memutuskan untuk bermain game.
saat asik bermain game, timbul notif pesan dari sekretaris Han. yang mengabarkan Ghazel ingin bertemu dengan nya besok. hal itu sentak membuat Indah terduduk tiba-tiba,
"Lo kenapa?" tanya Aurel heran.
"G-gue takjub, gue bisa menang main game ini" bohong Indah sambil memperlihatkan game nya.
"Kirain apaan" ujar Aurel, melanjutkan lagi nonto drama China nya.
Saat Indah, ingin naik kekamar nya, dia berbarengan dengan ayah nya yang akan naik menuju keruangan kerja nya.
"Ayah" teriak Indah.
Indah hanya cengegesan tersenyum" mau keruang kerja ya?" tanya nya.
"Iya, kenapa?" tanya Agung.
"Ikut, ada yang mau Indah sampaikan" ucapnya lagi, sejujurnya tangan Indah sudah sangat dingin, entah itu karna penggaruh Ac atau apa Indah pun tak tau.
Agung dan Indah pun berjalan menuju keruangan kerja.
Saat masuk, Indah cepat-cepat mengunci pintu memastika tidak ada yang bisa masuk.
"Kenapa pintunya sampai di kunci begitu?,apa yanhmg ingin kamu sampaikan nak?" tanya Agung, penasaran.
"Duduk dulu yah." ucap Indah, mempersilahkan Ayahnya untuk duduk.
Agung pun duduk.
Indah menarik napas panjang, sebelum memulai pembicaraan pentingnya.
sesekali dia melirik ke arah ayahnya, sedangkan Agung menunggu kapan putrinya itu akan bicara.
"Ayah janji jangan marah ya" ucap Indah menatap kearah ayahnya.
Agung semakin heran di buat anaknya. "Iya, kamu ada buat kesalahan apa, membuat ayah marah?" tanya Agung, tersenyum.
"Mm.. Indah ngak tau yah, ini di sebut apa, tapi-" indah mengigit bibirnya "tolong dengarkan penjelasan Indah sampai selesai ya yah" ucap Indah.
Agung semakin di buat tidak enak melihat tingkah laku anaknya.
"Kamu hamil ndah?" tanya Agung spontan.
Indah langsung terkejut, "Engak ya, ya tuhan amit-amit deh" ucap Indah, sambil mengetukan tangannya di meja.
"Terus apa?,kamu buat ayah berpikir yang tidak-tidak loh" ucap Agung.
"Kan Indah, suruh dengarin dulu aja" ucap Indah, kesal karna di tuduh hamil oleh ayah nya.
__ADS_1
"Iya, ayah salah, silahkan lanjutkan" ucap Agung, tersenyum.
Lagi-lagi indah mengigit bibirnya, dan menarik napasnya. jujur dia takut untuk bilangin ayah nya, tapi jika tidak di kasih tau, bisa-bisa kacau nanti.
"Begini ya, Indah minta maaf karnaa, emm… k-karna sudah meguping pemb-bicaraan ayah sama bang Alex dan bang Anton tempo hari." ucap Indah, takut-takut.
"Maksud kamu ndah?" tanya Agung, masih belum mengerti.
"Maksudnya, Indah tau soal kerjasama ayah sama Ghazel" ucap Indah, menunduk. "Maafkan Indah yah" isak Indah, mulai meneteskan airmata nya.
Agung hanya diam, dia syok dengan ucapan anaknya itu.
"Maafkan ayah," ucap Agung pelan.
"Indah belum selesai" ucap Indah lagi.
Agung hanya melihat Indah, menunggu kelanjutan dari putrinya itu.
"Makanya selama beberap hari ini, Indah selalu menanyakan ke ayah apakah semuanya baik-baik saja, tapi ayah selalu mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja, sampai di mana hari Indah mendengar jika waktu ayah tidak banyak lagi, akhirnya Indah memutuskan untuk menelpon tuan Ghazel, dan bertemu langsung dengan nya" ucap Indah, sambil menanggis.
Indah pun menceritakan semua yang dia lakukan, dari awal sampai akhir hari ini. dengan pipi yang sudah basah akan air mata, Indah tertunduk takut menatap ayahnya.
Agung pun sama hal nya, dia menanggis, untuk pertama kalinya di menanggis didepan putrinya, begitupun Indah untuk pertama kalinya dia melihat ayahnya menanggis.
"Ayah, Indah benarkan?" tanya Indah, masih terisak tanggis.
"Kenapa kau nekat seperti ini Indah?,kenapa kau tidak bertanya dulu sama ayah, di urusan orangtua kenapa kamu ikut campur nak?,apa yang harus ayah sampai kan pada bunda mu" ucap Agung, sambil menatap Indah.
"Aku hanya tidak ingin pernikahan kak Airyn batal, dan kak Airyn harus menikah dengan Ghazel, aku tidak mau itu terjadi yah, kak Airyn sangat mencintai bang Bima, bagaimana bisa aku membiarkan itu hancur" jelas Indah, menanggis.
"Bagaimana dengan kebahagian mu?, Indah kau juga harus memikirkan kebahagian mu, kuliah mu, hidupmu, menikah bukanlah hal yang main-main, apalagi kau menawarkan diri menikah dengan Ghazel, apa yang membuatmu bertindak seperti ini?" ucap Ghazel, Indah hanya menanggis.
"Ayah, aku hanya memikirkan kalian, saat ku mengambil keputusan ini di pikiran ku hanya kalian, aku tidak ingin,melihat ayah terpuruk lagi, dan merusak kebahagian kak Airyn, aku tidak ingin itu terjadi" jelas Indah lagi.
"Bagaimana dengan bahagia mu INDAH!" teriak Agung. "kau selalu memikirkan orang lain, bagaimana dengan mu?, Indah ayah tidak ingin ini terjadi"
"Kalian bukan orang lain, kalian keluarga ku, ayah apa salahnya aku berkorban sedikit kan, ayah sudah banyak berkorban untuk kami, dan juga aku tidak ingin kak Airyn terpuruk lagi seperti 5 tahun yang lalu, aku tidak sanggup ayah, ayah kau pernah berkata aku akan selalu bahagia di manapun aku berada, semuanya akan menjadi indah jika ada aku, ayah aku akan menciptakan kebahagianku sendiri di sana, aku janji aku akan selalu bahagia, ayah Indah mohon maafkan Indah, Izin kan Indah melakukan ini ya yah?" ucap Indah, memohon pada ayahnya.
"Bagaimana dengan Ghazel?" tanya Agung.
"Dia setuju, aku juga meminta supaya dia tidak memintaku pindah keyakinakan, dan di setuju, ayah aku benarkan?" ujar Indah, langsung memeluk ayahnya.
Agung hanya menanggis dan memeluk putrinya itu se erat mungkin, dia merasa gagal menjadi orang tua, bagaimana bisa dia rendah ini.
"Indah,pikirkan lah lagi, ayah akan cari jalan keluarnya, tak masalah jika ayah miskin nak, asal kamu tidak menikah dengan nya." ucap Agung, meyakinkan Indah.
"Ayah aku sudah sepakat dengan dia, aku tidak mungkin mengingkari omongan ku, dan besok aku akan bertemu dengan dia" ucap Indah lagi.
"Buat apa kau bertemu, jangan nak, ayah mohon" ucap Agung memeluk Indah dengan erat.
"Ayah, keputusan ku sudah final, ini untuk kebaikan kita semua, jangan dulu beritahu bunda ya yah, karna sebentar lagi hari bahagia kak Airyn, jadi jangan berikan kabar buruk ini dulu" ucap Indah, kembali menanggis,
Jika di tanya apakah Indah takut, jawabanya sangat takut, dia ingin sekali melarikan diri, tapi kebahagian keluarganya sangatlah penting.
Agung memeluk Indah sampai ia tidur, tidak ingin membangunkan putrinya itu, dia langsung mengendong nya langsung di kamarnya.
Setelah mengantar Indah, Agung langsung menelpon Ghazel.
"Hallo, sekretaris Han, di mana Ghazel?" tanya Agung langsung.
"Tuan Ghazel sudah istirahat, " jawab Han.
"Aku ingin bicara, mengenai putriku Indah" ucap Agung
"Jika masalah itu, nona Indah sudah sepakat akan menikahi tuan Ghazel, jika ada yang ingin ditanyakan anda bisa menelpon besok, atau bertemu langsung di pernikahan putri anda" Ucap Han langsung, memutuskan sambungan.
Agung marah melempar handphone nya asal.
dan ia langsunh mendudukkan dirinya di lantai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya. 😻
Maaf ya jika ceritanya ngak bagus, ini cerita pertam ku,😢😟 jangan lupa mampir juga di ceritaku judulnya "PROMISE"
Like.👍 comment. 💭 dan Vote
__ADS_1
saran dan kritik juga di perlukan. 📩📩