
Di sebuah butik ternama di Bali, terlihat dua pasang sejoli sedang melihat hasil baju pengantin yang akan mereka gunakan untuk menikah nanti,
pernikahan mereka tak terasa tinggal 1 bulan lagi, semua nya sudah hampir rangkum.
"Kau sangat cantik memakai gaun ini Ryn." puji Bima pada calon istrinya itu.
"Terima kasih." jawab Airyn lesu.
Bima yang memgerti tentang apa yang calon istri nya ini pikirkan,ia langsung beranjak menuju kearah calon istrinya dan langsung memeluknya.
"Sudahlah tidak apa, ayahmu akan baik-baik saja, dia kesana untuk bisniskan. " ucap Bima menenangkan.
"Selama ini Bim?,ini sudah lebih dari 4 hari, bukankah ini pertemuan kedua ayah dengan si Ghazel itu?,apalagi yang mereka bahas?" ucap Airyn, masih memluk Bima.
"Semoga Ayah selalu dalam lindungan Tuhan. " ucap Bima berusahan menenangkan.
…Sisi lain, kantor Ghazel.…
Empat orang dengan suasana tak bisa di ungkapkan sedang saling menatap. dengan kedua sekretaris yang setia berdiri di samping mereka masing-masing.
"Ghazel, kapan kau akan tanda tangan?,apa kau sedang mempermainkan ku?" tanya Agung marah.
"Apa kau merasa di permainkan?" tanya Ghazel balik
"Dengar pak Agung, aku tidak pernah main-main dalam bisnis, harus ada timbal baliknya bukan.?" ucap Ghazel tersenyum mengerikan.
"Apa maksudmu?" tanya Agung tidak mengerti.
"Kau minta aku kerja sama denganku, dan kau juga minta Ressot mu kembali, bukankah kau cukup serakah?" ucap Ghazel menatap kearah Agung.
Nyali Agung menciut di tatap tajam oleh Ghazel.
"Aku hanya meminta apa yang menjadi milik ku!" ucap Agung tegas.
"Tapi itu sudah menjadi milikku, kau lupa?,dan menanamkan saham 45% itu bukanlah hal yang sedikit." ucap Ghazel.
" Aku menunggu hampir 1 bulan, aku harap kau memberikan jawaban yang baik Ghazel, tolonglah, aku harus segera kembali di Bali, putriku akan menikah. " jelas Agung.
Ghazel terdiam, dan tiba-tiba tersenyum.
"Aku ada penawaran menarik untuk mu Agung. " senyum Ghazel.
Aku harap dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh. -Han.
Mendengar ucapan Ghazel, Agung dan Roni saling bertatapan, seolah-olah menunggu kelanjutan dari tawaran orang yang di depannya itu.
"Apa? " tanya Agung.
"Kau tau saat ini hanya aku yang bisa membantu mu, tidak ada perusahaan lain yang mau maju bukan, kecuali perusahaan calon mesan mu, aku punya sedikit penawaran untuk mu."
…Kediaman Agung…
"Bunda punya kabar baik" ucap Anna langsung berlari keruangan keluarga tempat anak-anak nya menonton.
"Apa bun?" tanya Indah langsung berdiri menghamliri ibunya itu.
"Iya apa bun? " tanya Airyn juga penasaran.
"Lusa ayah kalian pulang, tadi dia telpon, dan katanya ada yang ingin dia sampiakan" ucap Bunda Anna, tersenyum bahagia.
"Akhirnya, semoga Ayah pulang baik-baik saja" ucap Indah, dan melanjutkan acara nontonnya.
__ADS_1
"Airyn senang dengarnya bun." senyum Airyn.
"Tapi ayah mau ngomong apa ya?" sambung Indah.
"Mana kakak tau ndah" jawab Airyn.
"PERMISI!!!! yuhuu Airyn Im Backk!!" teriak Lolita mengema di ruangan keluarga.
"Loli!!!, Astagaa saking sibuknya sekarang, baru kelihatan loh" ucap Airyn, langsung memeluk tLolita.
"Gue udah free, perusahaan udah terkendali lagi" ucap Lolita senag.
"Serius?,wah berarti lo bisa nemanin gue selama 1 bulan ini dong?" tanya Airyn.
"Iyaa.,bentar lagi jadi manten lo" ucap Lolita pura-pura sedih.
"Berkat perusahan kerjasama om Agung sama Ghazel, jadi perusahan kembali normal" ucap Lolita.
"Kan benar Om Ghazel bisa membantu."sambung Indah yang ikut-ikutan bicara.
"Om, lo serius manggil dia Om?" kekeh Lolita.
"Indah kan emang simpan Om-om" sambung Aurel yang baru turun dari kamar atasnya.
"Maksud lo?, wah cari masalah nih anak!" ucap Indah sambil nunjuk Aurel.
"Sudah-sudah, kalian udah pada dewasa, Lolita kamu sudah makan nak? " tanya Anna.
"Sudah bun. " jawab Lolita, langsung berjalan kearah Anna dan memeluknya.
"Iya lo kan simpan Om-om, kenapa?" ucap Aurel.
Indah tidak terima di katain langsung marah " Kira-kira kalau ngomong, mulut ngak di filter y gini!" sinis Indah.
"Sudah dari pagi tadi Ryn, bunda aja udah cape?" jawab Anna, mengelengkan kepalanya.
"Dia ya mulai!" tunjuk Aurel yang sudah berada di samping Airyn
"Eh, sembarangan lo yang mulai, " sangkal Indah.
"Kalau lo ngak nyentuh proyek Sains gue, gue ngak bakalan dapat nilai 0" teriak Aurel.
Tadi pagi Aurel akan berangkat ke sekolahnya, karna mereka di beri tugas untuk membuat proyek sains oleh guru mereka, dan dia memutuskan untuk membuat proyek gunung meletus, tapi saat ia ingun sarapan proyeknya dia simpan di meja dekat meja makan mereka.
Indah dengan tidak sengaja menyengol proyek Aurel, dan gunung meletusnya menjadi hancur, itulah awal mula permusuhan mereka.
"Salah sendiri, udah tau itu tempat orang lewat malah di simpan gituan ya kenalah, itukan tempat biasa gue berdiri" bela Indah.
"Kan lo punya mata, lihat dok! makanya mata itu di gunain!" sambung Aurel.
"Udah lah Rel, ndah, udah lewat juga" lerai Airyn.
"Ngak bisa kak, udah orangnya ngak minta maaf lagi"sindir Aurel.
"Gue udah minta maaf ya, lo aja yang tuli!" kata Indah, menatap tajam kearah Aurel.
"Yayaya!,lo mah ngak bakalan nyadar" sahut Aurel.
"Lo ya!,mancing terus, cari masalah ?" ucap Indah yang hampir mau maju, untungnya di tahan kuat oleh Lolita dan ibunya.
"Apa!,mau maju?,lo ngak tau gue di omelin depan teman-teman gue, lo ngak ngarasain gue di bilanga anak bodoh lo taj ngak gue malu!" teriak Aurel dengan air mata yang sudah mengenang.
__ADS_1
"Gue udah minta maaf, lo berantakin kamar gue, gue ngak marah sama lo Rel!,kenapa masalah kecil gini lo semarah ini hah? ngak suka lo sama gue?!" ucap Indah marah.
Aurel hanya diam, dan menatap tajam kearah Indah" Gue harap lo segera pergi dari sini, benci gue sama lo!" teriak Aurel.
"Segitunya lo?,hanya karna proyek sialan lo itu? lo berharap gue pergi? waras lo?" ucap Indah dan langsung berlari keatas." saat gue pergi nanti, gue ngak akan kembali!" teriak Indah dan langsung berlari kekamarnya.
"AUREL!,kamu?" teriak Anna, menatap tak percaya atas ucapan anak bungsunya itu,
sedangkan Lolita hanya diam syok.
"Kakak ngak pernah ngomong kayak gitu sama sama abang dan kalian, semarah-marahnya kakak Rel. " ucap Airyn menatap Kecewa ke adik bungsunya itu.
Aurel hanya diam, dan langsung berlari menuju kekamarnya. saat melewati kamar Indah, dia berhenti "Sorry" gumannya, dan langsung masuk kekamarnya.
Indah hanya diam, dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya, perkataan Aurel sangat menyakitkan untuknya. dan ini pertengkaran terbesar mereka.
Indah benar-benar tidak sengaja menyenggol proyek nya Aurel, dia hampir terpleset dan alhasik tangannya mendarat di proyek yang Aurel buat.
"Kok sepi, sepadaaa!!" teriak Alex, suara yang mengema di ruangan tegah mereka.
"Brisik sayang jangan teriak" ucap Jennie istri Alex.
"Alex!,kau kapan sampai nak!" tanya Anna langsung berjalan kearah putra sulung dan menantu nya itu.
"Barusan bun, Jennie bilang penggen cepat-cepat ketemu bunda" kekeh Alex.
"Kangen bund" Jennie memeluk ibu mertuanya itu.
"Anton belum sampai bund?,terus dua bocil mana nih, calon pengantin mana, lolipop mana? " Tanya Alex beruntun.
"Satu nanya, bunda kan bingung mau jawab yang mana" ucap Jennie,
"Kangen ya bang sama kita!!" ucap Airyn dan Lolita serempak.
"Abang datang di sambut kek, iya lah udah lama ngak ketemu cebol" kekeh Alex, dan langsung memeluk adiknya itu.
"bocil mana? " tanya Alex, yang tidak melihat keberadaan Indah dan Aurel.
"Duduk dulu yuk," ajak bunda Anna.
"Iya bunda, Indah, Aurel mana?" tanya Jennie lagi.
"Mereka habis berantem" jawab Airyn.
"Lagi?,ngak habis-habisnya" keluh Alex.
Airyn hanya tersenyum."ini pentengkaran terbesar mereka" ucap Airyn.
Mendengar hal itu Alex langsung menuju keatas kamar kedua adiknya itu.
"Pasti mereka kena omel abang" ucap Airyn.
"Kok bisa Ryn?" tanya Jennie heran..
Airyn akhirnya menceritakan semuanya. Jennie yang awalnya biasa saja kaget mendengar cerita Airyn.
"Indah pasti sedih bangett" ucap Jennie.
"Bunda sudah kewalahan Jen, mereka memang sering seperti itu" keluh bunda Anna.
...………...
__ADS_1
-bersambung-
Like, comment, votee kuyy jika jari tangan nya ikhlas. 💕💕💕💕