IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 51


__ADS_3

...51| Dia menyebalkan!...


Begitu sampai di mansion, Indah segera turun dari mobil dia melangkah menaiki teras. Pintu rumah terbuka menampilkan beberapa pelayan berdiri menyambutnya.


"Selamat datang nyonya muda." seru pelanyan disana.


Indah hanya tersenyum, dia mengedarkan pandangannya sekitar ruangan utama. Sepi, biasanya mba Zahra duduk di sana sambil merajut.


Indah melangkah masuk, menuju kamarnya, saat ingin menekam tombol lift. Neysa muncul dengan wajah dinginya tak lupa di belakang ada pelayan pribadi nya Bi Leni.


Indah tersenyum, "Ada apa?" tanya Neysa dingin.


"Ngak ada apa-apa mba" senyum Indah.


"Kenapa wajah nyonya merah" tanya pelayan Neysa


Ck..,kenapa harus bertanya tentang wajah sih, jadi ingat lagi kan- batin Indah.


"Kenapa dengan wajah ku?, ku rasa baik-baik saja" senyum Indah.


"Hhe, pelayan bawakan ku juss mangga, dan antarkan di taman rumah kaca samping." Neysa langsung pergi tanpa menoleh Indah.


Indah hanya mengeleng, dia langsung menekan tombol 3 di dinding lift, menuju langsung ke lantai kamarnya.


"Hha..Dia menyebalkan!" teriak Indah, melemparkan tubuhnya di kasur mewahnya.


"Aku tidak ingin melihatnya!, aaaaa...." Indah menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Malu.


*Flasback..


Ghazel menatap lekat Indah, ntah setan mana yang merasuki Indah, tangannya sudah terkalung erat di leher Ghazel.


wajah keduanya semakin mendekat, secara refleks Indah langsung menutup matanya.


Ghazel menatap Indah dengan pandangan sulit di artikan.


"Dari semua istri saya, hanya kamu yang berani seperti ini." ujar Ghazel.


Indah membuka matanya kembali.


"Hha.,"


"Dari mana kamu mendapatkan keberanian ini? hah?" tanya Ghazel.


"Dari mu," Indah kembali memisahkan jarak di antara keduanya.


"Kamu.." Ghazel menatap lekat Indah


Dengan berani Indah memajukan wajahnya, saat tinggal 1 senti jarak di antara mereka, Indah sudah memejamkan matanyan lagi dan..


Takkllkk.." Aw.." pekik Indah memurus keningnya.


"Kenapa kau menjentik keningku!" marah Indah, karna keningnya baru saja di jentik keras oleh Ghazel


Ya. Ghazel hanya mengangkat pundaknya acuh.


"Kau sangat bringass.. seperti harimau, apa ini dirimu yang sebenarnya nyonya Indah Erlanga?" seringai Ghazel.


"Kau..!, ah sudahlah, aku ingin pulang saja!." Indah turun dari pangkuan Ghazel, berjalan kearah sofa mengambil tas nya.


Saat ingin membuka pintu langkah Indah terhenti.

__ADS_1


"Kau makan siang bersama?."


"Tidak, mood ku sudah hancur."


"Aaa..atau kau memang sangat ingin mencium ku Indah?, baiklah mari kesini." ujar Ghazel sambil menepuk pahanya.


Indah mendengus kesal, dan malu "Aku sudah tak ingin, permisi" Indah langsung keluar tanpa melihat kearah Ghazel.


Ghazel tersenyum kecil, melihat kelakuan Indah,


"Lucu." gumannya.


flasback off*.


Indah tiduran, kaki diangka menendang udara, "Aaaaa.. sumpah malu banget!, dasar om-om nyebelin!, lagian kamu ndah kenapa pake tutup mata segala sihh!" omel nya pada dirinya sendiri.


...


Sejak pulang dari kantor Ghazel dengan membawa rasa malu yang amat mendalam di hidup Indah.


Indah menjadi pendiam, lebih tepatnya saat ada Ghazel Indah selalu mencari kesempatan untuk menghindari suaminya itu.


Bahkan dia sudah melupakan rencana yang di berikan oleh kakaknya.


Ghazel di hari Weekend ini tidak masuk, dia lebih memilih menghabiskan waktunya di rumah.


"Ayah, hari ini main cama El telus oke" ucap El yang sedang duduk di pangkuan Ghazel.


Ghazel menghabisakan 1 jam waktunya untuk bermain dengan El putranya, dan sekarang putranya itu sudah tertidur. Ghazel memutuskan untuk keluar, saat ingin keluar dari ruangan bermain El, dia melihat wanita yang sejak kemarin menganggu pikirannya.


"Indah!" panggilnya.


Indah sejak kemarin malam engan keluar dari kamarnya, bahkan saat makan malam dan sarapan tadi dia meminta pelayannya yang mengantarkan makanan di kamarnya, bukan tanpa alasan dia hanya MALU bertemu suaminya itu.


Tapi seperti dewi fortuna tidak berpihak kepadanya, karna baru saja dia mendengar namanya di panggil dan suara itu dia mengenalnya. Suara Ghazel suaminya.


Indah menoleh keasal suara, wajah datar dan dingin serta tatapan tajam milik Ghazel yang pertama di lihat membuat nyali nya ciut.


"Hhe..Iya gimana?" tanya Indah, terpaksa tersenyum.


Ghazel berjalan kearah Indah, dengan tangan di masukan di saku celana miliknya.


Indah refleks mundur, bola mata terbelalak kaget.


"Kenapa sarapan ngak turun?" tanya Ghazel


"I-itu, a-nu....tadi saya bangun kesiangan hihi" cengir Indah.


"Jangan bohong, ada apa dengan wajah mu?, kenapa memerah?" Ghazel menaruh telapak tangannya di kening Indah.


Hhehkk..Indah tersentak dengan perlakuan Ghazel,


"Saya tidak apa-apa tuan" kata Indah mulai panik


Ghazel tersenyum tipis, dia suka melihat tingkah istri mudanya itu, bukan Ghazel tak tahu jikalau istrinyabitu sedang menghindarinya. mungkin sedikit bermain dengannya cukup menyenangkan pikir Ghazel.


"Saya suka kamu yang kemarin, pemberani warrr..." bisik Ghazel dengan deep voice nya.


Indah mematung, mendengar penuturan Ghazel, tanpa di sadari Ghazel sudah tidak ada di depannya.


Bunda Indah mau mati aja, tapi nanti si om jadi duda gimana?, eh ngak ding kan masih ada 2, huwaaaa mau meninggal, tapi nanti nasi kotaknya Indah ngak ikut makan gimana -batin Indah.

__ADS_1


"Indah."


"Eehh...Mba ngagetin aja" kata Indah mengelus dadanya.


"Kamu ku ngelamun gitu?." tanya mba Zahra. saat ingin pergi mengawasi El Zahra tak sengaja melihat Indah berdiri mematung di tengah rumah.


"Eehh..ngak kok mba." kekeh Indah.


"Mikirin apa?"


"Mikirin cicak beranak mba" gurau Indah, Zahra pun terkekeh geli, memang madu nya ini sangat random sekali.


...


Sampai di ruangannya, Ghazel tersenyum sampai terkekeh gak jelas, Han yang melihat pemandangan tersebut mengidik ngeri.


"Sedikit mengerjainya ternyata seru juga" guman Ghazel. Ini baru pertamanya Ghazel merasa senang.


"Tuan, maaf menganggu acara senyum anda, jika boleh bertanya apa yang membuat ada bahagia seperti itu?" tanya Han.


Ghazel menatap Han sinis, "Hha..penganggu"


"Maaf tuan, saya hanya khawatir." kata Han pelan.


"Hmm.."


"Bagaimana Han, perkembangan bisnis di Bali?" tanya Ghazel kembali di mode seriusnya.


"Meningkat tuan, apalagi Resots nya, tapi ada hal yang menjanggal tuan, saat ini saya sedanga menyelidiki lebih dalam, setelah hasilnya pasti saya akan mengabari anda" jelas Han tenang.


"Urusan itu saya serahkan kekamu Han, kau boleh pulang, istirahat lah" Kata Ghazel.


"Baik tuan, saya pamit" Han langsung pergi meninggalkan ruangan Ghazel, kesempatan emas tak boleh di sia-siakan pikirnya.


Jarang-jarang kan dia bisa santai di hari weekend.


Sedangkan Ghazel, kembali fokus dengan dokumen yang menumpuk, dia sengaja memberikan waktu libur ke Han, karna dia tau sekretarisnya itu pasti sangat lelah, Ghazel tak ingin terlalu memposir tenaga Han terlalu kuat.


...**Haii...sapa hangat dari aku....


...sebelumnya makasih bangett, udah mampir ke cerita aku ini, berkat kalian aku berada di rank 3, sumpah kagett bangettt... ngak nyangkaa😭😭...


m



Meski ngak tau kenapa ada angaka 3 di novel ku, aku mikir ini rank nya hihi😂😂


...Sebenarnya jadwal update nya 3 minggu sekali, tapi minggu kemarin tepat aku listrik nya mati total selama beberapa hari karna ada perbaikan, jadi ngak bisa up deh....


.......


.......


...sebagai bentuk syukur dan terima kasih aku, hari ini aku bakal update 2x😁😁**...


......**Sekali lagi aku ingatkan, Jangan lupa vote akun aku, like dan komen bebstie😘😘😘......


^^^...Salam hangat ...^^^


^^^Ikatan.^^^

__ADS_1


^^^25 nov 2021**^^^


__ADS_2