
Ghazel sudah selasai melakukan rapat. saat ini dia sedang berada di cafe dekat kantor cabangnya.
Ghazel menatap Han, dengan sorot mata Ghazel,Han bisa paham jika tuannya itu memintanya untuk memberitahukan apa yang di bicarakan lewat telpon tadi.
"Hmm..tadi nona Indah menelpon" ucap Han
"Why?"
"Dia meminta anda memajukan tanggal pernikahannya tuan"
Ghazel tertawa mendengar laporan Han.
"Gadis itu, sangat susah di tebak" seringai Ghazel.
"Lusa" ucap Ghazel, lalu menyeruput minumannya.
"Baik,saya akan memberitahukan ini." ujar Han,segera ingin mengambil ponselnya.
"Nanti,kau makanlah Han"
Ghazel melanjutkan makannya,sesekali dia tersenyum kecil.
Han, pun melanjutkan makannya.
......................
Sudah satu jam lebih Airyn menangis di pelukan bundanya, hatinya sangat kacau saat ini, bagaimana bisa ini terjadi. niat awal ingin pulang mengambil bebapa barangnya, tapi malah mendapat berita yang mengejutkan.
"Airyn,mau lihat Indah bund" ucap Airyn,melepaskan pelukannya,menuju ke kamar Indah.
saat sudah di depan kamar adiknya,ia kembali menanggis, secara perlahan Airyn membuka pintu kamar Indah, saat ia masuk dia melihat sosok itu sedang tertidur pulas..
Airyn tersenyum sedih melihat adiknya itu. ia berjalan kearah kasur, mendudukan dirinya di samping Indah,sambil megelus kepala Indah.
"Pasti sulit kan ndah?,maafin kakak ndah" ucap Airyn,menahan tanggisnya.
Airyn beranjak pergi dari kamar Indah. menutup pelan pintu kamar Indah.
Airyn menelpon Bima mengatakan jika dia akan pulang terlambat malam ini, Airyn ingin bicara dengan Ayahnya.
"Airyn benar-benar ngak habis pikir!,bisa-bisa bunda ounya ide segila itu." ucap Airyn, melihat kearah bunda dan kakak iparnya itu.
"Hanya itu jalan satu-satu nya!" bela Anna bundanya.
"Itu bukan jalannya bund,apa bunda pernah berpikir gimana perasaan Indah?,yang saat ini dia butuhkan adalah support kita!" Airyn marah.
...…...
"Eugh...udah jam berapa?" ucap Indah, mengeliat di atas kasurnya. tangannya mencari hp, dan langsung membuka fitur (Whatapps) Wa,matanya terbelalak melihat ada 2 panggilan tak terjawab dan 3 pesan dari sekretaris Han.
Indah cepat-cepat bangun,dan langsung menekan tombol panggil.
"Hallo, sekretaris Han maaf saya ketiduran" Indah bicara dengan cepat.
^^^"Ini saya"^^^
"Oh,Maaf." cicit Indah pelan.
^^^"Baca pesan yang saya kirim," perintah Ghazel^^^
"Baik,saya tutup dulu" tanpa menunggu lagi Indah langsung menutup panggilannya.
Indah membuka pesan,di sana tertulis jika pernikahan dia dan Ghazel akan di adakan lusa, bahkan gaun sudah di kirim 15 menit lagi sampai.
"Astagaaa...!, jadi dia setujuu?" Indah langsung keluar kamar berlari,melihat apakah benar ada orang yang mengiriminya gaun pengantin.
__ADS_1
Indah berlari kebawah,tanpa memperdulikan orang disekitarnya.
Mereka yang melihat Indah,hanya diam,mereka masih tidak enak untuk berbicara sama Indah.
"Astagaa, gue belum bilang ke ayah" dumal Indah.
Terlihat mobil hitam mewah memasuki perkarangan rumah, Indah tahi itu mobil milik siapa.
"Ayah." Indah berlari kecil menghampiri ayahnya.
Agung yang baru keluar dari mobil,tersenyum sambil memeluk putrinya itu.
"Kenapa di luar?" tanya Agung, merangkul Indah,berjalan masuk kedalam rumahnya.
Agung dan Indah,tengah asik bercerita sambil tertawa kecil. mereka tidak menyadari jika ada seseorang yang duduk melihat mereka.
"Ayah!" ucap Airyn sedikit keras.
Agung berhenti melihat kearah Airyn, dia tersenyum berjalan kearah Airyn, niat hati ingin memeluk tapi Airyn malah mehindar.
"Kak Ryn,kapan kesini?" tanya Indah, baru menyadari keberadaan Airyn.
"Tadi ndah,"Airyn tersenyum, dan langsung melihat ayahnya "Airyn sudah tau semuanya!" ujarnya lagi.
Indah terkejut mendengar ucapan kakaknya,"maksud kakak?" tanya Indah.
"Ndah,sampai kapan mau bohong?,ayah juga, samapi kapan kalian ngak mau jujur?, Airyn ngak nyangka ayah setega itu menjual putri ayah sendiri" ucap Airyn marah.
Agung terdiam,menatap Airyn, "Ayah tidak pernah menjual putri ayah!, ayah juga sudah mencoba segala cara Ryn,tapi yang ayah dapatkan hanya ZERO!" ucap Agung frustasi.
"Cukup kak, jangan salahin ayah terus, ini juga sudah menjadi keputusan Indah, setidaknya ayah tidak mencoba membunuh ku!, dan satu lagi pernikahan ku akan di lakukan lusa." jelas Indah, Agung langsung melihat kearah Indah.
"Maksudmu apa ndah?"
"Indah meminta untuk pernikahan ini di majukan yah," ucap Indah,menahan tangisnya.
"Kau selalu mengambil keputusan mu sendiri!,apa kau ingin cepat-cepat pergi dari rumah ini ndah!" ucap Anna marah.
Jatuh sudah pertahanan Indah, "Bunda nampar Indah?, awalnya Indah berat bund,tapi sepertinya pilihan Indah ngak salah!" ucap Indah menangis.
"Kau akan menikahi seorang monster INDAH!" teriak" Anna.
Dengan air mata yang sudah mengalir deras di pipinya, Indah menatap sayu kearah bundanya, "Setidaknya monster itu,tidak pernah punya niat meracuni Indah, setiap kami memakan hidangan bersama" ucap Indah pelan. tapi masih didengar oleh orang-orang disana.
Agung,dan Alex terkejut mendengar ucapan Indah.
"Apa maksud mu ndah?" tanya Alex.
"Kami semua mau meracuni kak Indah, bunda menyarankan itu supaya kaka Indah tidak menikahi Ghazel"bukan Indah yang menjawab tapi Aurel yang baru saja turun dari kamarnya.
Alex berjalan kearah Aurel,menatao tajam adiknya itu,"Kami?, racun?" jelas Alex
"Ya, Aku, bunda, mba sarah,dan kak Jeniie,mau meracuni kak Indah tadi sore" isak Aurel.
"Kalian semua sudah gila!" teriak Alex, "Apa ini bentuk balasan yang di berikan pada Indah?,bunda, kenapa bunda bisa tega itu?" ucap Alex.
Tidak ada yang berbicara sedikitpun.
"Permisi tuan" ucap pelayan tersebut.
"Ya,ada apa?"
"Diluar ada yang mencari nona Indah,mereka mengatakan dari pihak Butik alesa" jelas pelayan tersebut.
Indah langsung keluar, di luar sudah ada beberapa orang membawa perlengkapan pernikahan untuk Indah.
__ADS_1
"Ny,Indah?" tanya orang itu.
"Iya,saya sendiri"
"Kami mengantarkan barang dari tuan Ghazel, beliau mengatakan jika anda harus memakai semua yang diberikan dia" ucap orang itu.
Indah tersenyum hambar," silahkan di bawa di dalam" Indah mempersilahkan orang itu masuk. dan dia pun ikut masuk.
saat semua barang sudah dibawa masuk, pihak butik langsung pergi, Indah menatap semua barang tanpa minat, padahal di sana banyak sekali barang mewah.
"Ndah apa ini?" Airyn menghampiri Indah,
"Barang yang harus ku pakai lusa-", Indah tersenyum menatap kakaknya "-karna kak Ryn sudah tahu, jadi kakak pergi aja, ajak bang bima."
"Dan kalian, Ayah, maaf Indah lagi-lagi bikin keputusan sendiri, Indah cape, Indah pergi dulu ya" Indah langsung pergi naik kekamarnya.
Semua orang di sana menatap ke pergian Indah dengan pandagan sedih, Agung pun langsung pergi dia sudah muak dengan masalah yang di hadapinya, sedangkan Anna hanya menangis.
"Jennie, aku masih belum selesai dengan mu!" Alex langsung pergi dari rumah tersebut.
Jennie hanya menangis, dan langsung pergi kekamarnya.
Disusul Airyn dan Aurel yang meninggalkan ruangan, tersisa Anna dan Sarah yang masih menangis di sana.
...…...
"Ma, Azel akan menikah lusa,tolong restumu, dan jangan beritahukan naysa dan Zahra,biar Azel yang memberitahukannya" ucap Ghazel pada orang di seberang telpon sana.
^^^^^^"Azel, apa kau sedang bercanda?, lagi?, kau lama di sana apa karna ini?" ucap wanita di seberang sana, siapa lagi kalau bukan mama Karlina.^^^^^^
"Azel serius, sudah dulu Azel tutup, Assalamualaikum"
^^^"Terserah mu, Walaikumussalam"^^^
Panggilan terputus, Ghazel menatap telponnya, diapun mencari nomor Naysa dan Zahra dan melakukan panggilan bersama.
"Hallo, Assalamualaikum, Nay,Zahra"
^^^"Walaikumussalam" jawab Naysa dan Zahra berbarangan.^^^
"Ada yang ingin ku sampaikan"
^^^^^^"Apa sayang, kau lama sekali pulang" ^^^^^^
..."Apa mas?" tanya Zhara dan Naysa....
"Lusa ku pulang, aku akan menikah di sini, tenang saja ini pernikahan kerjasama bisnis,jadi aku perlu restu kalian, aku harap kalian mengerti"
^^^"Saya terserah anda saja mas" jawab Zahra^^^
Ghazel lega mendengar jawaban Zahra, tapi Naysa belum memberikan jawaban.
^^^"Jika itu hanya tentang bisnis mu aku tak apa, sayang jangan lupa belikan aku oleh-oleh ya, cepatlah pulang aku merindukan mu"^^^
Ghazel tersenyum kecil mendengar jawaban Naysa, sebenarnya dia tidak perlu meminta izin segala, karna sudah pasti di izinkan,tapi sayangnya di agama harus memperoleh restu dari istri untuk menikah lagi.
"Sudah dulu, aku masih ada kerjaan, kalian jaga kesehatan di sana" Ghazel langsung mematikan ponselnya.
"Han,pastikan lusa tidak ada media yang meliput tentang diriku" ucap Ghazel. memeriksa kembali dokumen yang di tangannya.
"Baik tuan"
Kedua lelaki pengila kerja tersebut pun, sibuk dengan dokemun yang depan mereka masing-masing.
Padahal mereka tidak perlu sesibuk itu, karna mereka bisa mengandalkan karyawan, tapi Ghazel tidak ingin ada kesalahan sedikit pun, jadi dia turut memeriksa, apalagi ini Han, yang selalu memastikan semuanya akan berjalan rapi untuk tuannya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩTerima kasihΩΩΩΩΩΩΩ...
Done Chapter Ini💓💓💓