IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 37


__ADS_3

...-------Selamat Membaca-------...


Pernikahan di lakukan sekali seumur hidup, dan semestinya menjadi menjadi moment yang sangat membahagiakan dalam hidup setiap orang. tapi sayangnya tidak untuk Indah.


Dan disinilah Indah sekarang,berdiri tepat di hadapan Ghazel, Romo sudah menyatakan jika mereka sudah SAH menjadi pasangan suami-istri.


Dan saatnya mereka mengucapkan janji setia pernikahan.


"Saya,Ghazel Richwandyo Erlangga,membawa Indah Cristina Ayu untuk menjadi ISTRI saya, dan berjanji untuk mencintai Indah sejak hari ini, untuk lebih baik, untuk lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, dalam keadaan sakit dan sehat, semua hari-hari kehidupan kita sampai mati memisahkan" Ghazel menatap Indah.


Setiap kata yang Indah dengar dari Ghazel, Indah merasa seperti tali yang mengikat lehernya satu persatu.


Dan sekarang giliran Indah untuk mengucapkan janji setia.


Saya,Indah Cristina Ayu ,membawa Ghazel Richwandy Erlangga, untuk menjadi suami saya, dan berjanji untuk mencintai Indah sejak hari ini, untuk lebih baik, untuk lebih buruk, untuk kaya, untuk miskin, dalam keadaan sakit dan sehat, semua hari-hari kehidupan kita sampai mati memisahkan" satu kristal bening berhasil jatuh di pipi


Meski tak mengundang banyak orang,tapi yang menghadiri acara mereka adalah orang-orang yang penting.


Karn Melakukan acara pernikahan di outdoor jadi, sekalian itu menjadi tempat resepsi mereka,


Sedikit banyak orang yang tak percaya dengan pernikahan ini.


sepanjang acara Anna ibundanya Indah hanya, meneteskan air mata.


"Senyum, jangan membuat muka seolah-olah kamu terpaksa menikah dengan saya!"


Indah langsung tersenyum kecil,sambil memyalami para tamu.


"Di luar kamu harus menjaga nama baik saya,jangan membuat kesalahan apalagi lagi sampai mempermalukan nama saya!" bisik Ghazel.


Indah terdiam. Benar sepertinya inilah watak asli laki-laki yang sekarang menjadi suaminya. ternyata rumor tidak mempunyai perasaan itu benar.


Akhirnya dengan terpaksa Indah tersenyum


...…...


Sedangkan di sisi lain. di kediaman Ghazelle berita pernikahan sudah di ketehuai seluruh pelayanan rumahnya. bahkan sampai di telinga Bibi Jen.


"Bagaimana mungkin Ghazel menikah tanpa memberitahukan ku apa yang dia pikirkan, Kenapa dia bisa menikah lagi?"


Bibi Jen, pergi ke Mansion utama, untuk menanyakan berita yang ia dengar. Saat memasuki pintu Mansion


Seperti biasa akan disambut oleh para pelayan pelayan di sana. saat berada di ruangan utama dia melihat Zahra dan Naysa sedang duduk menikmati teh, seolah-olah tidak merasa beban dengan berita pernikahan suami mereka.dia pun langsung menghampiri keduanya. Kedatang bibi Jen, sudah di lihat Naysa.


"Bibi,dengar jika Gazelle menikah lagi apa itu benda?"


"Ya itu benar ada apa? tanya Naysa acuh


"Apa yang kalian pikirkan?. Bagaimana bisa mengijinkan Ghazel untuk menikah lagi?,dia juga tidak mengatakan apapun padaku." protes bibi jen.


"Apa kedatangan bibi hanya untuk membahas ini?,dan tugas untuk memberi izin Ghazel menikah, tugas saya dan mba Zahra, mama juga sudah Ghazel mintai restu, jadi bibi jen yang hanya orang sampingan aku rasa Ghazel tidak perlu memberitahukan mu lebih dalam tentang privasinya" Sinis Naysa, melanjutkan minum tehnya.

__ADS_1


"Bibi jen,maaf mungkin Ghazel tidak sempat memberitahukanmu, dia menelpon kami juga sangat tiba-tiba, kami merestuinya karna kami percaya sama Ghazel bi." sambung Zahra.


Bibi jen, terdiam menahan emosi, menatap


Naysa dan Zahra bergantian dengan sorot mata penuh dengan emosi. Dia pun langsung pergi.


"Kau lihat mba,tingkahnya seolah-olah orang paling penting di sini,apapun harus tau, ck! Menyebalkan" sinia Naysa, melihat kepergian bibi Jen.


"Jangan begitu, dia salah satu orang kepercayaan Ghazel, wajar saja dia tidak terima karna mendengar info dari orang lain,apalagi dia ibu asuh Ghazel". timpal Zahra.


"Jika Ghazel menikah lagi peluang untukku mendapatkan hartanya semakin kecil, aku harus menanyakan langsung padanya alasan dari pernikahan ini" ucap bibi jen,sebelum benar-benar meninggalkan mansion utama tersebut.


...…...


Sepanjang acara berlangsung,sedikitpun ,Tidak terlihat raut bahagia di wajah Anna, dia melihat perihatin pada putrinya.


Bagaimana bisa bersanding dengan laki-laki yang tak putrinya cintai sedikitpun,bahkan usia mereka terlampau jauh.


Sedangkan Agung,Alex dan Anton, mau tidak mau berpura-pura bahagia dengan pernikahan ini, karna banyak nya tamu dan kenalan mereka. Mereka hanya tidak ingin ada rumor yang tidak-tidak.


"Lihatlah, ayah kalian itu, masih bisa tersenyum di saat seperti ini" Anna melihat kearah suaminya itu. Jennie dan sarah hanya diam, tak ingin memperkeruh suasana hati bundanya.


"Saya masih tidak menyangka, Seorang Ghazel akan menjadi menantu mu Gung," kekeh orang itu


Sambil tersenyum," Terima kasih, begitupun saya" dia pun langsung pergi menyapa tamu yang lainya.


"Ck!,sombong sekali!" orang itu menatap tak suka.


"Aku harus menginfokan ini dengan Martin" seringainya.


Indah masih berdiri di atas pelaminan bersama Ghazel.


"Apa anda lapar?" Indah sedikit berbisik.


"Apa aku terlihat seperti orang kelaparan?" Ghazel membalas dengan sinis.


Indah,menelan ludah. Niat hati baik tapi,sekali lagi dia harua sadar, jika dia menikahi orang yang tidak mempunyai hati sedikitpun.


"Saya hanya takut anda pingsan kelaparan kan ngak etis"


"Ck! Mau sok perhatian, tanggal mainnya belum mulai." Ghazel menatap indah dengan sorot mata yang tajam.seperti tak terima dengan ucapan Indah.


"Selasai acara ini kita langsung ke jakarta" Ghazel menatap ramah para tamunya.


Indah reflek langsung menoleh ke Ghazel, "Apa?,bukankah itu terlalu cepat?,tidak bisakah besok?" tanyanya.


"Ada urusan penting!,kau bisa istirahat di pesawat jika kau lelah, satu jam lagi acara selesai,kau bisa menemui keluargamu dulu."


Indah langsung pergi kearah keluarga berada, antara mau senyum tapi matanya malah megeluarkan kristal bening.


Airyn langsung merentangkan tangannya untuk memberikan pelukan, Indah langsung memeluk kakaknya itu.

__ADS_1


"Indah, are you oke?" Airyn mengelus belakang Indah.


"Yes, Im oke!, aku sangat bahagia kak,kalian bisa tenang disini" Indah melepaskan pelukannya, berlari kepelukan bundanya.


"Bund, im sorry" isaknya lagi.


"Tak apa nak, maaf kan bunda ya, katakan nak jika ini sangat berat,kau bisa pergi,bunda akan membantu mu haa"


Indah melepaskan pelukkannya, melihat bundanya,dan tersenyum,"Indah baik-baik aja"


Ghazel sudah berdiri di samping Han, di sana Han sudah memperlihatkan sesuatu dari tabletnya.


"Bagaimana dan strukturnya?"


"Semuanya hancur tuan. Tuan Renzo sudah mengkomfirmasi jika bangunan itu di hancukan secara sengaja, akan lebih baiknya kita segera kembali di Jakarta"


Ghazel masih betah melihat dengan teliti laporan yang di berikan oleh anak buahnya itu.


"Siapkan tiket sekarang, dan Han atur semua keperluan Indah," titah Ghazel. mengembalikan tablet ke Han, dia langsung pergi menemui Agung.


"Baik tuan," Han langsung mengambil tablet, dan menelpon seseorang di sana.


Agung yang lagi berbicang dengan salah satu rekannya di temani oleh Alex.


"Bisa kita bicara sebentar" Ghazel berdiri di samping Agung.


Agung menoleh dan mengangguk. mereka menjauh dari para tamu.


"Saya akan kembali ke Jakarta jam 4 sore nanti, tentu nya putri mu akan ikut"


"Kenapa sangat mendadak?, kami harus menyiapkan perpisahan dengan Indah, setidaknya makan malam bersama" ujar Agung yang cukup terkejut dengan penuturan Ghazel.


"Satu minggu kemarin saya rasa itu sangat cukup di jadikan waktu perpisahan kita, lain kali saja, ada urusan mendadak saya harus kembali-"


"Oh ya, saya sedang tidak meminta izin dengan anda Ayah MERTUA, tapi hanya memberitahukan, Indah sudah menjadi istri saya, so saya bebas mau apa saa kan" seringai Ghazel.


"Jangan macam-macam samm putri saya" ancam Agung.


"Hanya satu macam yang akan saya lakukan" seringainya." satu lagi, pernikahan akan di lakukan sekali lagi di Jakarta, untuk detailnya Han akan mengabari mu" Ghazel pergi meninggalkan Agung, yang terdiam, menatap dengan sorot mata tajam.


"Apa ndah!?, kalian akan langsung ke Jakarta" ucap Airyn.


"Kak, disini masih banyak orang loh, iya kak, Ghazel ada urusan jadi Indah harus ikut" ujar Indah,


"Bunda ngak setuju!-" bantah Anna," bagaimana bisa dia langsung membawa mu pergi"


"Saya tidak minta persetujuan dari siapapun untuk membawa istri saya pergi" ucap Ghazel yang ntah sejak kapan sudah berada di belakang meraka.


Anna langsung berbalik,melihat Ghazel dengan sorot mata penuh benci.


"Dari awal saya sudah tidak menyukai laki-laki ini" sinis Anna.

__ADS_1


"Laki-laki ini sudah menjadi menantumu, jadi belajar menyukai saya" Ghazel langsung menarik Indah dari sana.


Next->


__ADS_2