
"Ck!, aku benar-benar tidak menyukai kehadiran saudara-saudara Indah itu." ujar Naysa tak suka,yang sedang duduk didepan cermin hiasnya.
"Sama nyonya, saya juga kurang suka sama mereka." sambung Leni, sambil memasangkan kalung di leher Naysa.
"Saya lihat nyonya lah, istri yang paling cocok sama tuan Ghazel." ujar Leni lagi,tersenyum melihat Naysa.
Mendengar itu Naysa hanya tersenyum, tak di pungkiri dia sangat senang mendengar ucapan pelayan nya itu.
Disisi lain...
"Untuk pertama kalinya, Ghazel tidak meminta pendapatku dalam hal menikah, dan aku masih mau memaafkannya, tapi! tentang pengalihan tangan perusahaan dia juga tidak meminta pendapat ku!" marah wanita paruh baya itu.
"Ck,! posisimu hanya ibu angkat"
"Jaga ucapanmu! Tora!" ucap Bibi jen keras.
"Benarkan?,bahkan sampai sekarang mama belum bisa menjadikan ku CEO di salah satu perusahaan Ghazel itu!" sinis Tora.
"Itu karna kau bodoh!, dan tidak sabaran!" Bibi jen langsun meninggalkan ruang tamu, menuju ruang pribadinya.
"Karna kau tidak mampu ma!" ucap Tora, langsung pergi.
Kantor Ghazel.
Di ruangan nan simple berkesan mewah tersebut terdapat, dua pria dewasa sedang asik bercengkrama dengan dokumen-dokumen yang penuh di atas meja.
Sampai mereka lupa dengan namanya makan siang. ya siapa lagi kalau buka Ghazel dan Sekretaris Han.
Ghazel berencana akan memindahkan alih perusahan cabang barunya GRE One Company yang berada di Bali di tangan ayah mertuanya Agung, melihat bagaimana kerja Agung membuat Ghazel samakin yakin untuk menyerahkan GRE cabang bali untuk di urus oleh Agung.
"Han, kirimkan file ini kepada sekretaris mertua saya"
"Baik tuan"
"Tuan, Roni sekretaris pak Agung baru saja memngirimi pesan, mengatakan jika pak Agung bersedia mengambil alih GRE, tapi dengan 1 syarat"
"Apa?"
"Anda harus memperlakukan Ny.Indah dengan baik" ujar Han.
"Ck, masalah pribadi tidak perlu di sangkut pautkan, berarti deal dia bersedia?,dan satu lagi bagaimana dengan Resoth dan Resto kita Han?."
"Iya tuan, besok saya akan terbang sediri ke Bali untuk menyerahkan dokumen, untuk Resto dan Resoth aman tuan"
__ADS_1
"Gunakan jet yang baru kau beli itu supaya tidak memakan waktu lama"
"Baik tuan" Bilang saja anda tidak bisa jauuh sama saya lama-lama_ Han.
Sudah menjelang sore, dan waktu Ghazel pulang dari kantor sebentar lagi, Indah harus sudah ada di rumah untuk menyambut kepulangan SUAMI nya itu.
"Kak, sebaiknya kita pulang aja yuk, lama kalau antri" ajak Indah pada Airyn.
"Jangan dulu kak, Aurel kan penggen naik wahana itu"
Renggek Aurel.
"Tapi bentar lagi Ghazel pulang."
"Iya juga ya, nanti kamu kena omel, ayuk balik, Rel,besok lagi aja kita kesini gimana?" tawar Airyn.
"Yahhhhhzz.. baiklah,padahal baru jam 2" dengan berat hati Aurel harus menunggu lagi untuk menaiki wahan ancol.
Rumah...
Indah berserta saudarinya sudah sampai ke rumah dengan keadaan utuh, dan Indah juga lega ternyata Ghazel belum pulang.
"Enak ya, jalan-jalan" Naysa berjalan kearah Indah.
"Ngak,.saya cuman mau bilang,kalau keluar rumah itu ingat waktu!, kamu sudah menikah kalau lupa!" sinis Naysa.
"Saya ngak lupa kok mba, lagian saya sudah minta izin" ujar Indah.
"Ndah, jangan ngomong begitu" peringat Airyn, Indah hanya cemberut.
"Maaf, saya yang meminta Indah menemani kami keluar mba Nay, maaf kalau bicara Indah terkesan tidak sopan" tutur Airyn lembut.
"Ck, kalian sama saja" Naysa langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
"Dasar nenek lampir!."kesal Aurel.
Indah pun langsung pergi menuju kamarnya, begitu juga Airyn dan Aurel.
"Indah mandi dulu kak,kak Ryn sama Aurel istirahat aja dulu" ujar Indah, mereka sudah berada di kamar Indah.
"Okee" jawan Airyn, di anggukin Aurel.
Jujur Airyn kurang menyukai sikap Naysa, dia lagi-lagi merasa bersalah, seharusnya dia yang berada di posisi Indah sekarang,tapi takdir tuhan berkata lain.
__ADS_1
15 menit pintu kamar mandi terbuka, melihatkan Indah yang baru selesai dengan kegiatan mandinya.
ia pun langsung menuju keruangan pakaiannya.
"Kak Ryn, mandi aja dulu" ujar Aurel yang masih betah memaikan ponselnya, dan mengupluod foto nya di Instagram pribadinya.
Airyn beranjak pergi kekamar mandi, untuk membersihkan dirinya.
"Rel,gue kebawah dulu ya."ujar Indah yang sudah rapi dengan pakaian santainya.
"Mau ngapain?"
"Hmm..bentar lagi Ghazel pulang, gue kebawah dulu, jangan main hp teross mandi sana!" Indah langsung keluar dari kamarnya.
"Dasar!, om Ghazel pulang hubungan sama dia apa?" Aurel pun mengelengkan kepalanya,malas untuk berpikir, dia pun melanjutkan main hp nya.
Indah duduk bergabung bersama Zahra dan mama Karlina yang terlihat asik mengobrol di ruangan tamu mereka.
"Gimana jalan-jalannya Ndah? seru?" tanya Zahra.
"Iya mba, asik banget" kekkeh Indah.
"Selama datang di sini,kamu belum pernah ya nak keluar, mama lupa" ujar Karlina mengelus rambut Indah.
Indah tersenyum,"ngak apa-apa ma, di sini juga Indah senang kan ada mama sama mba Zahra" ujarnya.
"Besok-besok ikut mba aja Ndah, keacara amal sama panti" ajak Zahra lagi.
"Boleh mba" tanya Indah nampak senang.
"Boleh dong, mba mau liat keadaan panti"
"Oke" senyum Indah.
"Kamu ngak mau lanjut kuliah lagi sayang?" tanya Karlina.
"Nanti aja ma" senyum Indah, jujur Indah ingin sekali kuliah lagi, tapi dia belum berani bicara sama suaminya itu, apalagi Indah tau jika Ghazel nampak tidak menyukainya, bisa-bisa belun ngomong udah si semprot duluan lagi.
Mereka asik mengobrol, sampai Sarah datang bersama El, Sarah pun ikut mengobrol bercerita hal-hal lucu yang di lakukan El.
Sedangan Ghazel dalam perjalan pulang kerumah nya bersama sekretarIs Han.
...ΩΩΩΩΩΩΩ🌿🌿🌿🌿ΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Sebelumnya Author minta maaf karna jaramg update🙏, karna ada sedikit problem jadi terkendala di cerita, 😥😥