
...53| Kenapa aku?...
...^^^Selamat membaca!!!^^^...
...----------------...
Rintikan hujan semakin kian deras turun membasahi bumi, angin kencang dan gemuruh petir kian menyambar. Banyak kelayak bumi yang mengurung diri di rumah engan keluar karna cuaca yang semakin menjadi.
Tak herannya Indah, Zahra dan Karlina mama mertua, saat ini duduk santai di ruangan keluarga menikmati mimunimam greentea yang di buat Indah, di tambah cemilan kue brownis yang baru saja di buat, menambah kesan nikmat.
Tidak seperti Indah mertua sedang asik bergobrol melontarkan lelucon lucu, Zahra sejak keluar dari kamar dia sedikit lebih diam, perasaan tak enak mengenai anaknya El selalui menghatuinya.
Indah yang sesekali menyadari perubahan sikap Zahra akhirnya bertanya, "Mba, kenapa?" ujarnya manatap khawatir.
"Iya, kamu kenapa nak?, sejak tadi mama lihat seperti gelisah begitu" sambun Karlina.
Zahra menarik napas pelan, raut wajah nya tak bisa di tebak, "Entahlah, ma, Ndah, aku merasa sangat khawator dengan El, fealing ku tak enak" ucap Zahra, dengan suara parau nya, rasanya dia ingin menangis.
Indah tersenyum, mengelus bahu Zahra, seakan memberikan rasa tenang, " El dan mba Neysa pasti baik-baik aja kok mba, mereka kan kekantor mas Ghazel, Indah yakin mereka aman."
"Indah benar Zahra, El pasti baik-baik aja," sambung mama Karlina.
Zahra mengangguk patuh, "Iya ma, mungkin memang Zahra yang terlalu kepikiran, soalnya kalau hujan-hujan gini El selalu sama Zahra." Senyum nya sendu.
Meski ku coba buang pikiran buruk ini, tetap saja perasaan ku tidak tenang - batin Zahra.
...
"Hallo pa, aku sudah melaksanakan rencana yang papa beri, aku yakin Ghazel sialan itu akan terkejut dengan hadiah kecil dari kita" tawa orang tersebut, "Aku tutup dulu, hari ini hari pertama aku masuk kampus baru ku," panggilan tersebut terputus.
"Ghazel Richwandyo Erlanga, Play to game, mari bersenang-senang" seringai orang tersebut, setelah itu memgirimkan foto ke nomor Han.
...
Kantor Ghazel.
Dua orang dengan kepribadian yang hampir mirip, sedang berkutat dengan beberapa dokumen. Ghazel yang melewatkan makan siangnya, sedikit kesal karna Indah tak kunjung datang. dering ponsel Han tiba-tiba berbunyi, menandakan adanya pesan masuk.
Ghazel menoleh sebentar kearah Han, "Tuan, saya izin membuka pesan ini," ucap Han, seraya membuka pesan ke ponselnya.
Wajah Han yang awalnya biasa saja, menjadi tegang, setelah membuka isi pesan tersebut, bola mata Han melotot, wajahnya menjadi pucat pasi.
Ghazel tentu melihat jelas perubahan ekspresi Han yang mulai tegang dan pucat. "Ada apa Han?, apa ada.masalah?" tanya Ghazel.
"T-tuan Ini,-" Han memberikan ponselnya, Ghazel dengan cepat menyambar ponsel Han. Napas Ghazel memburu, matanya terbelalak terkejut dengan apa yamg dia lihat, sebuah foto mobil yang sudah hancur bagian depanya, dan dia jelas tau itu mobil siapa, " Ini siapa yang mengirimkan foto ini?!" tanya Ghazel mulai marah.
"Saya tidak tahu tuan, dia hanya mengatakan di dalam mobil itu ada istri dan anak anda tuan" ucap Han,
Brakkkkk....
Ghazel melemparkan posel Han, "Telpon siapa saja, Han! cepat!" teriak Ghazel
"Apa itu Indah dan El?" guman Ghazel mulai panik. telpon di ruangan Ghazel tiba-tiba berdering, dengan cepat Ghazel mengangkat panggilan tersebut.
"Hallo!, dengan perusahab GRE company"
^^^"Hallo, apa benar ini dengan bapak Ghazel?,"^^^
"Iya, ada apa?"
^^^"Kami dari pihak rumah sakit Medi*a, ingin memberitahukan jika ada keluarga anda yang mengalami kecelakan, satu perempuan dalam keadaan kritis, dan satu anak kecil laki-laki tidak sadarkan diri, di mohon segera datang karna kami perlu persetujuan untuk melakukan operasi" jelas pihak rumah sakit tersebut.^^^
Runtuh sudah pertahan Ghazel, seakan waktunya terhenti berputar, bagaimana bisa dia lalai menjaga istri dan anak nya.
"Lakukan yang terbaik!." Ghazel langsung memutuskan telpon. "Han kita kerumah sakit sekarang!" Han langsung mengangguk patuh, dengan tergesa-gesa mereka berjalan bahkan mereka mengabaikan sapan dari pegawai mereka, "Han selidiki kecelakaan ini"
"Baik tuan, saya sudah menyuruh bawahan kita menyelidiki semua ini" ujar Han.
Mansion Ghazel.
Indah, Zahra.dan mama Karlina, masih betah duduk di ruangan keluarga, mereka mengobrol kecil sesekali bersendau gurau, untuk menghilangkan perasaan gelisah antara keduanya, jujur saja bukan hanya Zahra yang merasa gelisah, tapi Indah dan Karlina juga demikian, tapi mereka menutupinya agar Zahra tidak panik.
Telpon rumah mereka bedering, "Biar Indah aja ma," Indah berjalan kearah telpon rumah yang tak jauh dari tempat mereka duduk.
"Hall-"
...
__ADS_1
"APA!?" teriak Indah, "Ba-baiklah,se-sekretaris H-han" Indah tersentak diam, matanya mulai berkaca-kaca, tubuhnya tegang, Zahra dan mama Karlina langsung menghampiri Indah, saat mendengar teriakan Indah, "Ada apa Ndah?" tanya Zahra mengoyangkan tubuh Indah.
Indah mulai terisak, tanggis nya pecah, "Indah ada apa?!," tanya mama Karlina mulai panik.
Indah menghapus kasar air matanya, "Ma, mba, ta-tadi se-sekretari Han,-" Indah kembali terisak, "Ada apa?, apa Ghazel baik-baik aja Ndah?," tanya mama Karlina sudah mulai ingin menangis.
Indah melanjutkan omongannya, " Se-sekretaris Han, bi-bilang ka-kalau mo-mobil mba Neysa dan El kecelakann ma" Tanggis Indah pecah.
Seperti kena hantaman batu besar Zahra, terduduk lemas, air mata mengalir dengan derasnya, " Apa?" benar apa yang dia rasakan tadi, fealing seorang ibu tak akan salah.
"Sekarang mereka ada di rumah sakit medi*a mba ma," isak Indah.
"Kita kesana sekarang!" Mereka bergegas untuk pergi ke Rs yang di maksud. sepanjang perjalan Zahra menatap kosong jalanan, sungguh dia tak ingin di tinggal oleh anak sema wayangnya itu, cukup suaminya saja yang meningalkan dulu, sekarang ridak lagi.
"El ma," isak nya pelan, "Tenang ya nak, mama yakin mereka baik-baik aja" ucap mama Karlina menenangkan. sedangkan Indah hanya terisak, seandainya dia tidak membiarkan El pergi tadi mungkin ini ngak akan terjadi, seadainya dia yang pergi tadi, pasti dia akan melindungi El, memeluknya.
....
Ghazel dan Han sudah sejak tadi datang kerumah sakit tempat Neysa dan El di bawa, sekarang Ghazel merada di ruangan Neysa.
Ghazel menatap nanar wanita yang berbaring lemas di brangkar tempat tidur rumah sakit tersebut, wajah legam, kepala terbalut perban, dan beberapa bagian tubuh juga terluka.
"Maafin aku Ney" ucap Ghazel pelan, sambil mencium tangan istrinya, kondisi Neysa tak seburuk El, El harus di lakukan operasi karna kaki nya terjepit pintu mengakibatkan patah di bagian kaki, dan kepala nya terkena benturan. pasalnya posisi El tiduran di bangku belakang membuat nya terkena hantaman kuat.
(Fyi: Adengan ini hanya hayalan semata, jadi kalau salah maafkan author🙏)
Sedangkan sopir mereka meninggal di tempat.
"Ghazel" panggil Neysa pelan.
Ghazel tersentak langsung menoleh kewajah Neysa.
"El mana?" tanya pelan.
"Masih di operasi." jawab Ghazel.
Neysa terisak, "Maafin aku, mba Zahra pasti marah sama aku" ucapnya parau.
"Ssst..kamu harua banyak istrirahat, Zahra pasti mengerti, ini semua bukan kemauan kamu kan"
Ghazel mengerutkan keningnya, " Indah?, maksud kamu Ney?" tanya Ghazel.
"Kau tau, Indah menyuruhku mengantarkan bekal untuk mu, padahal dia tau itu adalah tugasnya, dia mengatakan jika dia malas, dan katanya dia tak ingin keluar, sebelum aku keluar, aku melihat dia menelpon dengan seseorang, karna aku tak paham, aku mau karna El meminta ku pergi, dia ingin ketaman jadi aku mau, tapi sentengah jalan, tiba-tiba ada truk yang berhenti tempat di tikungan, supir tak sempat mengerem dan_" jelas Neysa terisak menangis mm
hikss...
Kau harus pergi Indah -batin Neysa.
Ghazel mengepalkan tangannya kuat, penjelasan Neysa cukup membuat dirinya murka dengan istri mudanya itu.
"Aku lelah, aku mau tidur dulu"
"Kau istirahat lah, aku keluar sebentar" Ghazel meranjak dari tempat duduknya, sebelum pergi dia mengelus kepala Neysa dengan pelan dan hati-hati.
...
Sampai di rumah sakit, Zahra, Indah dan Karlina berlari sepanjang koridor rumah sakit, sebelumnya mereka sudah bertanya di mana ruangan Neysa dan El.
Saat di ujung koridor mereka melihat seseorang duduk dengan kepala menunduk, itu Ghazel.
"Ghazel!!" panggil Zahra,
Ghazel menoleh kearah suara, "Zahra" gumanya pelan.
"Dimana anak ku?!" tanya Zahra saat sudah berdiri didepan Ghazel.
"Ghazel, Neysa dan El bagaiman?" tanya Karlina.
"Neysa sudah melewati masa kritisnya, sekarang sedang istirahat, sedangkan El dalam ruangan operasi,ada beberap tulang kakinya pecah harus di operasi" jelas Ghazel.
hiks..hikss...tangis Zahra semakin kuat. "Anakku" tanggisnya, sambil memukul dadanya, rasa nya sangat sesak.
"Mba Zahra." Indah ingin menghampiri Zahra tapi di tahan Ghazel.
Ghazel menatap tajam Indah.
Plakk... tamparan keras melayang ke pipi Indah, mebuat Karlina dan indah terkejut. apa salah Indah?.
__ADS_1
"Kau sengaja menyuruh Neysa yang pergi kan?" tuding Ghazel
"Ghazel!" teriak mama Karlina.
"Kenapa kau menamparku, apa maksudmu?" tanya Indah, sungguh dia tak mengerti, matanya sudah terasa panas, setetes air mata berhasil lolos di wajahnya
"Kenapa kau meminta Neysa yang pergi?, apa ini rencana mu!?" Ucap Ghazel, menatap tajam mata Indah.
"Aku tidak meminta-.."
"Cukup!, kau hanya aaaargg...!!!, sampai El dan Neysa kenapa-kenapa kau yang harus membayar itu semua!" ancam Indah.
"Kenapa kau menuduhku!?, atas dasar apa hah?!" ucap Indah, menangis.
"Kau sengaja membuat Neysa pergi, dan mengalami kecelakaan, apa kau membenci istri ku?"
Sesak, sakit itulah yang Indah rasakan, bagaimana bisa Ghazel menuduhnya seperti itu, bagaimana posisi itu terjadi kepada Indah.
"Aku tidak tau menau, kenapa kau menyalahkan ku, aku dirumah, mba Neysa yang mengatakan sendirk jika dia in-"
"CUKUP!, kau masih melemparkan kesalahan pada Neysa, yang hampir sekarat kerna ulah mu!"
"Ulah ku?, apa anda sangat membenci saya TUAN?!, kau menuduh kan sesuatu hal yang tidak pernah aku lakukan!, Bagaimana jika aku yang mengalami kecelakaan?!, apa kau akan bertindak seperti ini pada mba Neysa?, BAGAIMANA JIKA AKU!, APA KAU AKAN BERPRILAKU SEPERTI INI?! HAH!" teriak Indah bahkan dia sudah tak peduli kemana dia sekarang.
"Apa kau akan memarahi seluruh penghuni mansion mu GHAZEL!? hiks.." isak Indah
"Aku bahkan belum mengatakan apapun, kau sudah menamparku, kau benar-benar monster!, kau tau! aku berusaha menerima semua takdir ku, tapi apa?!, Ikatan suci kata mu?, kau takkan pernah merasakan IKATAN Cinta yang tulus!, itu sumpah ku!" Indah menatap tajam Ghazel.
Ghazel sedikit tersentak mendengar kalimat yang indah tuturkan, karna sudah emosi dia tak bisa mengendalikan amarahnya, apalagi perihal El.
" SAYA TIDAK BUTUH CINTA!!" ucap Ghazel tajam
"Ya!,karna kau MONSTER!, bahkan kau tak pantas meraskan cinta! " teriak Indah, Indah langsung berlari pergi meninggalkan Rumah sakit, bahkan niatan awal untuk menjenguk El dan Mba Neysa sudah hilang entah kemana.
sedangkan Neysa tersenyum senang, dia mendengarkan jelas pertengkaran Ghazel dan Indah, karna dia hanya pura- pura tidur "Ghazel sangat mudah di pancing, Neysa kau pintar sekali manfaatin keadaan" seringai Neysa.
"Mama kecewa!, kenapa kau menuduh Indah?, dia tak tau apa-apa!" bentak Karlina.
"Mama, temani Zahra" Ghazel langsung pergi, tanpa mengindahkan ucapan mamanya itu.
Bodoh- batin Ghazel.
...----------------...
......**Hai...kembali lagi dengan cerita IKATAN.......
...Feel nya dapat ngak?, Author kurang jago bikin adengan marah-marah😭, besok belajar lagi deh....
...Kasian ngak sih Indah?, padahal mah ngak tau apa-apa....
Author merasa kurang sama konflik cerita ini, tapi author juga ngak mau bikin konflik terlalu berat kasian otak authorr dan teman author😭, cerita ini author bikinnya sama teman.
yaudah segini dulu deh konflik nya, setuju ngak kalian ghazel kita bikin sebucin-bucinnya sama Indah?,(komen ya)
Neysa baiknya kita apain nih? (komen)
spoiler chap 54**.
"***Indah mau pulang bunda, hikss..
"Bunda, Indah sakit disini hikss..
"Saya menyesal Indah..
"Lepas!, saya tak sudi di sentuh anda!"
"Han, lakukan sesuai perintah, pastikan orang itu mati detik ini juga!"
"Neysa, kau sebaliknya istirahat di rumah mama kamu, saya tak ingin melihat wajah kamu!"
hoooooooo....gimanaaa😭😭😭
Jangan lupa like, komen,
^^^...Salam hangat ...^^^
^^^Ikatan ❤***^^^
__ADS_1