IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
CHAPTER ¦ 108


__ADS_3

Enjoy guys!


Selesai melakukan sarapan, Agung berserta keluarga memutuskan untuk duduk santai diruangan tamu. Meski tadi mereka cukup lama menunggu pasangan yang barus saja baikan itu turun tetap saja mereka masih sarapan dengan hikmat. Mau marah? Lupakan saja.


Ya..iyalah Author..


Hari ini Agung tidak kekantor, ia memutuskan libur. Itupun paksaan dari Ana istrinya.


Biasa suami takut istri.


Sedangkan Han. Manusia itu sudah berangkat ketemu klien, saat setelah selesai sarapan tadi. Motto hidup Han ; Kerja lembur bagai kuda!.


Ingat cari jodoh Han!.


Kalau Aurel, jelas ia pergi sekolah. Sebentar lagi Ujian jadi dia harus rajin.


"Jadi kamu mau pulang ke Jakarta?" Agung bertanya seraya melihat kearah Indah, yang duduk manis samping suaminya Ghazel.


Saat sarapan tadi Indah sempat membahas perihal kepulangannya ke Jakarta, tapi belum Agung beri tangapan karena masih sarapan.


"Iya yah, Mas Ghazel kan udah mau balik" jawab Indah.


Ana dan Agung saling lirik, ehm..Ana berdehem pelan,"Ngak mau kesini dulu? Kandungan kamu kan masih muda sayang"


"Engak bun, Indah mau pulang ikut mas Ghazel. Lagian kan pake jet pribadi, nanti bisa minta pilotnya pelan-pelan jalannya"


Lalu lintas udara dan darat beda sayang! Batin Ghazel memekik, mau protes Indah dalam mode sensitive. Kan moodnya suka berubah-ubah kayak bunglon.


Kamu terlalu naif nak batin Agung, ia tidak habis pikit dengan jalan pikiran Indah. Bagaimana bisa buat pasawat jalan pelan?. Di kira jalan darat apa!.


"Tetap saja, guncangan dalam pesawat itu bahaya untuk usia kandungan kamu nak" timpal Agung.


"Guncangan bisa terjadikan karena pesawatnya nabrang awan...mas Ghazel kan bisa nanti minta pilotnya untuk tidak menabrak awan. Iyakan mas?" jelas Indah , dan menanyakan pada Ghazel.


Mana bisa! Teriak mereka membatin mendengar penuturan Indah yang kelewat absrudnya.


"Menurut info yang ayah tahu, usia kandungan 4 bulan baru bisa dibilang aman untuk naik pesawat. Nah kamu baru 3 minggu sayang, rentan apalagi fisik masih lemah." ucap Agung lagi.


Indah menunduk sendu, " Tapikan fisik Indah oke yah, lagian ya fisik lemah itu kalau Indah mual-mual atau pusing, nah Indah ngak ngalamin tuh" ucap Indah masih ke'keh.


Ghazel setuju dengan omongan Agung, ia juga tidak mau jika terjadi apa-apa dengan istri dan calon anaknya itu.


"Ayah benar Ndah, lebih baik kamu kesini dulu sam--"


"Ngak mau mas! Indah baik-baik aja! Mas ngak suka Indah pulang ya?," ucap Indah marah, ia hanya mau ikut suaminya pulang. Indah juga tau akan hal yang di sampaikan oleh ayahnya itu, tapi Indah baik-baik aja, dia bisa menjaga buah hatinya.


Dengan keadaan marah, Indah pergi kekamarnya.


Ghazel sedikit kelimpungan, ia tidak tahu jikaa...Ghazel harus segera menyusul istrinya itu.


"Ghazel kekamar dulu,"


Indah terduduk dikasur dengan wajah yang ditekuk, ia masih kesal dengan ucapan Ghaszel. Bisa-bisanya suaminya itu main setuju saja dengan ucapan ayahnya tadi.


Apa dia tidak ingin Indah pulang?.


"Ngeselin!" gerutu Indah.


"Indah.." Ghazel masuk, dan duduk di samping istrinya itu.


"Marah hmm.. Niat ayahkan baik"

__ADS_1


"Tetap ajakan, aku ngak bisa ikut pulang!. Pokoknya aku mau pulang mas!" Indah menguncang lengan Ghazel.


Oke Ghazel bingung sekarang. Menuruti Indah, tapi keadaan tidak mendukung. Ngak dituruti bisa berabe iyakan?.


"Mas!"


"Iyaa, kenapa hmm"


"Kok kenapa sih, pulang ya?.....oke fiks! Indah packing dulu. Awas aja mas ngak mau bawa Indah!" Indah langsung beranjak menuju walk closetnya untuk mempacking bajunya.


Ghazel hanya mengangga. Belum saja setuju istrinya itu sudah...


"Indah...kamu yakin?" ucap Ghazel sedikit teriak.


"Yakinlah!" balas Indah berteriak.


Indah kesal! Bisa-bisanya suaminya menanyakan apakah ia yakin atau tidak. Tentu saja Indah yakin, bahkan sangat yakin.


Indah mengemasi pakaiannya, dengan cepat. Ia harus segera jika tidak Ghazel akan menanyakannya lagi.


.......


Mansion Ghazel.


Ketiga wanita itu tengah sibuk berperang dengan alat dapurnya dengan bantuan para pelayan membuat perperangan ini semakin lengkap. Melawan para sayur mayur dan para lauk yang terkapar tanpa nyawa dihadapan mereka.


"Kita masakin Indah balado telur, sama perkedel kentang, sama apalagi ya?" Zahra menyiapkan semua bahannya.


"Kita masak lengkap Zahra..." senyum Karlina.


Lydia hanya mengangguk antusias!.


Zahra tersenyum, "Oke..." kekehnya.


...____________...


"Mama Naysa, lagi apa?. Ody dapat nilai seratus loh" Ody menunjukan nilai tugasnya.


Naysa sedang menyiram tanaman harus terhenti karena bocah itu. "Sejak kapan saya jadi mama kamu?, minta puji?"


"Sejak dulu, ngak perlu Ody udah sering dapat pujian kok. Ody cuman mau bilang aja sama mama" senyum anak itu tulus.


Naysa diam menatap Ody, "Sana kamu ganti baju! Bau tau!" usir Naysa mendorong pelan tubuh Ody agar menjauh darinya.


Ody cemberut, "Iya ma" balasnya, meninggalkan Naysa dengan berjalan menghentak-hentakkan kaki kecilnya.


"Mama?" guman Naysa, ia menatap kepergian Ody sendu. Ada rasa hangat dalam hatinya saat Ody memanggilnya mama, itu mengingatkan Naysa pada El. Naysa sangat merindukan El putranya.


Naysa pun melanjutkan lagi perkerjaannya.


...________________________...


Jam 18:30.


Jadwal keberangkatan Ghazel untuk pulang ke Jakarta. Meski mengunkan jet pribadi tetap saja Ghazel harus menyesuaikan jadwal pada penerbangan lain.


Dengan segala bujukan dan pemahaman yang diberikan oleh Ghazel, Agung dan keluarganya. Tetap saja pendirian Indah tidak bisa di goyahkan. Ia tetap ikut pulang ke Jakarta.


Ghazel sudah tidak bisa berbuat apa-apalagi ia hanya bisa bedoa semoga semuanya baik-baik saja. Itu saja.


Sifat keras kepala Indah, sudah tidak bisa Agung kendalikan akhirnya ia pasrah. Sedangkan Ana, ia hanya bicara seperlunya saja ingat Indah masih kesal terhadap bundanya itu.

__ADS_1


Dengan raut bahagianya Indah menyalami kedua tangan orang tuanya untuk pamit.


"Indah pulang dulu yah," Indah memeluk ayahnya.


"Iya hati-hati..." balas Agung.


Setelah Indah, baru Ghazel ikut menyalami mertuanya itu, "Saya pamit dulu"


"Hati-hati dan Jangan putri saya" imbuh Agung.


"Pasti"


Setelah selesai berpamitan mereka pun memasuki mobil yang sudah disediakan, dengan Han yang sudah menunggu membukakan pintu mobil.


...___________________________________________...


Telah sampai dibandara Jakarta, dan Allhamdulilah mereka sampai dengan selamat sentosa!.


Jadwal kedatangan mereka jam 19:50 tadi tapi harus telat karena....sang pilot diminta harus membawa pesawat mereka dengan hati-hati, dan di usahan jangan sampai tertabrak awan tebal. Begini kata Ghazel, 'Jangan sampai istri saya merasakan guncangan yang berlebih! Kalian tahu didalam sini (nunjuk perut Indah) ada anak saya, awas aja kalian!' dan itu berhasil membuat para awak pesawat merasa ehm.. Tertekan.


Dengan senyum merekah, tangan mengalung nyaman di tangan Ghazel, Indah merasa sangat bahagia.


Ia sudah tidak sabar bertemu dengan penghuni mansion Erlangga.


"Mas, beli es cream dulu ya,"


"Oke...Han beli Es cream nanti" titah Ghazel pada Han.


"Baik tuan"


Sepertinya akan double kill cape-nya saya. Batin Han menjerit.


...__________________________________________...


Bagaimana chapter ini?


Silahkan berikan komentar dan Like!


Sorry baru Update. Sibuk bantu emak bikin kue lebaran.......sumpah cape banget


Tepar gue! Sumpah🐊.


Engak di bantuin entar di coret dari KK (kartu keluarga) kan ngak etis BGT mau lebaran malah....


Lupakan!


Padahal tinggal coppy, dan salin di lapak! Tapi capeknya itu loh!


Engak bisa ditawar-tawar! Heran gue!


Kalian gimana?


Jangan malas! Maen hape mulu!


Apa?


Marah?


Udah maaf nya tunggu lebaran nanti!


Lamkom

__ADS_1


©DreamNight ft CK™


__ADS_2