IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 34


__ADS_3

Mobil berwarna biru milik Indah sudah memasuki perkarangan rumahnya, saat sudah di depan,Indah segera turun dari mobilnya, ia pun memberikan kunci mobilnya pada penjaga di sana untuk memasukan mobilnya di bagasi.


Saat memasuki rumah,Indah di kejutkan dengan Ibunda nya yang berdiri menatap Indah, dengan pandangan yang sulit di artikan, dan di sana juga ada Aurel,berserta kakak iparnya.


"Dari mana saja kamu ndah?" tanya Anna, ibundanya.


"Indah, habis dari butik bund" jawab Indah,


Anna berjalan kearah Indah, saat sudah berhadapan ia langsung menarik Indah di pelukannya.


"Bunda kenapa?." tanya Indah, melepaskan pelukan bundanya, menatap nanar.


Mereka akhirnya duduk di ruangan tengah rumahnya.


Jennie datang dari dapur membawakan makanan kesukaan Indah, Rendang sapi dan bakso, sedang Aurel sibuk membukan buah untuk Indah.


Indah yang sejak tadi merasa aneh dengan perlakukan bunda serta kakak iparnya itu, menatap aneh kearah mereka.


"Kalian kenapa?, kok jadi aneh gini?"


Sarah dengan mata yang sudah berkaca-kaca,tersenyum,"Engak kok ndah, kita sengaja biar kamu senang" jawab Sarah, hampir menangis.


Indah mengaruk, tengkuknya yang tidak gatal, dia merasa di perlakukan seolah-olah dia akan mati saja.


Anna berdiri, menuju dapur mengambil juss mangga kesukaan Indah, dan langsung ingin memberikanya pada Indah, tapi saat menyerahkan juss tersebut tangan Anna sedikit gemetar.


"Ini di minum ya nak, tapi makan dulu" ucap Anna, dengan suara berat ingin menangis.


Indah hanya menatap kearah bundanya, pandangannya beralih ke Aurel yang hampir ingin menangis, tiba-tiba tersenyum saat tahu Indah melihat ke arahnya.


"Yaudah,Indah ganti baju dulu." ujar Indah, langsung bergegas naik keatas, untuk menganti bajunya.


"Mereka aneh" guman Indah, disela dia menaiki tangga.


Setelah tidak terlihat sosok Indah, Anna menanggis sejadi-jadinya, tangannya sesekali memukul dadanya.


"Bunda ngak sanggup," isaknya, Jennie,sarah,dan Aurel ikut menanggis.


"Bund, Aurel ngak mau lakuin hal ini, Aurel sayang sama kak Indah, kita batalin ya?" ujar Aurel di sela tanggisnya.


"Apa kau tega, melihat kakak mu menikah dengan laki-laki monster itu, paman mu saja babak belur di buatnya, bagaimana dengan kakak mu, yang akan seatap dengannya. " marah Anna,


"Tapi bund, kita memberika racun pada Indah, juga salah, kalau Indah kenapa-napa gimana?" sambung Sarah,


Mendengar itu, Anna semakin menanggis, dia merasa semakin berdosa,tapi dia lebih baik anaknya pergi dari pada menikahi laki-laki bernama Ghazel itu, apalagi mereka sangat berbeda.


Rencana itu bermula saat Anna, tak sengaja menonton film yang di putar oleh pelayannya, film itu menceritakan tentang hal hampir serupa di alami puteinya saat ini, dan di ceritakan kalau ibu di film tersebut memberika racun supaya putrinya tidak jadi menjadi budak si monster itu.


Ntah pikiran gila mana,dia langsung pergi mencari racun dosis rendah. Sarah, Jennie awalnya tidak setuju tapi di jelaskan oleh bundanya akhirnya mereka ikut, dan Aurel pun di ikut sertakan.


jelas saja rencana mereka tidak ada yang tahu, mereka membuat makanan yang Indah suka,bahkan menyiapkan pakaian bagus untuk Indah pakai.


Indah sudah siap dengan baju santainya, saat dia sudah di meja makan, dia menatap heran kearah bundanya, yang terlihat habis menanggis. tidak hanya bundanya, tapi kakak ipar dan adiknya.


"Ayo kita makan" ajak Indah, menarik kursinya. di ikuti oleh bunda dan yang lainya..


Indah makan dengan lahapnya, tapi tidak dengan empat orang di depannya itu,mereka makan sambil menatap Indah.


"Sumpah,kalian kenapa sih?," tanya Indah heran. Indah menghentikan kegiatan makannya, menatap kearah mereka,seperti ingin meminta penjelasan.

__ADS_1


"Kami baik-baik aja ndah, hanya saja kami sedih kau akan pergi juga,setelah Airyn" ucap Jennie, dengan mata yang sudah berair.


Indah yang awalanya menatap kearah kakaknya, langsung menunduk..dia menarik napas pelan.


"Kan Indah bisa pulang nanti,lagian juga masih lama kan" ujar Indah,sambil menahan tanggisnya.


"Kak, kakak kabur aja kak,biar om-om itu ngak bisa nikahi kakak" sambung Aurel menatap nanar kakaknya.


"Kabur kemana-" Indah tersenyum hambar "dia akan menemukan kakak,lagian ya kakak cuman nikah,bukannya mau berperang langsung mati" kekeh Indah,


Anna langsung menangis mendengar ucapan putrinya itu.


Saat tangannya ingin memgambil jus mangga di samping nya, sebelum jus itu masuk di mulutnya, Aurel berdiri dan menepiskan gelas di tangan kakanya,sehingga membuat juss itu jatuh dan tumpah.


Indah langsung menatap Aurel.


"Jangan di minum kak" ujar Aurel melihat juss yang sudah berserakan di lantai.


"Kenapa?, kan mubazir rel!" kesal Indah.


"J-jus ituu ada..."


"Ada apa?"


"A-ada ra-racunnya kak" ucap Aurel menanggis,menatap Indah.


Indah terdiam,mencerna omongan adiknya itu, dia menatap seolah-olah minta penjelasan.


"Ra-racun?" ulang Indah.


Aurel hanya mengangguk, menundukan kepalanya,


"Mi-minuman itu,sudah di beri ra-racun kak" cicit Aurel pelan..


"Siapa,siapa yang kasih?"..


"Ka-kami kak" tanggis Aurel. dia terduduk menagis.


Indah diam,mencerna omongan adiknya, dia menatal kearah bunda dan kak Iparnya, yang sudah menangis.


Air mata menumpuk di pelupuk matanya, dan membasahi pipinya.


"ka-kalian mau racunin ak-aku?" tanya Indah, dengan suara tertahan..


"Bunda bisa jelasin nak" Anna maju kearah Indah, ssat sudah dekat Indah langsung mundur..


"Jadi ini alasan kalian membuatkan aku makanan kesukaan ku,dan bersikap aneh?" Indah menangis sungguh dia tidak menyangkan orang yang paling dia sayangi tega seperti itu.


"Bund, salah Indah apa?!, bunda penggen Indah mati!, tenang bund, sebentar lagi Indah pergi kok dari sini" ucapnya.


Anna hanya menanggis," bunda lakuin ini supaya orang itu tidak menikahi mu,bunda tidak mau kau menikahi orang jahat itu, bunda pikir lebih baik kau…"


"Mati bund?, jadi ini yang di pikiran bunda?, bund, jika Indah sudah menikah nanti,bunda masih bisa melihat Indah,tapi kalau Indah mati bunda tidak bisa melihat Indah lagi,itu yang bunda mau?. Indah ngak nyangka bunda tega mau mgeracuni anak sendiri, Indah jadi berpikir siapa orang jahat di sini, bunda atau Ghazel itu?!, Indah lakuin ini untuk kalian juga,untuk kak Airyn,tapi ini dukungan kalian? kalian benar-benar kelewatan!" Indah langsung pergi naik keatas.


Mereka hanya menangis. Anna benar-benar merasa bersalah, akan keputusannya.


dan tanpa mereka sadari, sudah ada seorang yang berdiri dengan pandangan yang sulit di artikan.


"Bisakah kalian jelaskan apa yang sudah ku dengarkan ini!" ucap Airyn, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

__ADS_1


Mereka terkejut,menatap kearah Airyn, berdiri yang sudah menangis.


"Ryn,kamu kapan datang nak?" tanya Anna, berjaln kearah Airyn.


"Jelaskan" ucap Airyn, tanpa menghiraukan pertanyaan bundanya.


Anna langsung diam..


"Indah akan menikah Ryn" jawab Jennie, dengan suara yang habis menanggis.


Airyn masih terdiam,menunggu kelanjutan cerita tersebut.


"Indah akan menjadi istri Ghazel, 5 hari lagi mereka akan menikah" sambung Jennie.


Airyn langsung terjatuh," jangan bercanda kak,Indah ngak mungkin menikahi laki-laki itu!" teriak Airyn


"Itu semua gara-gara kak Airyn" teriak Aurel, menatap tajam ke Airyn. "Seandaiya,kak Indah ngak mengantikan posisi kakak,mungkin ini ngak akan terjadi. ya, yang awalnya akan di nikahi Ghazel itu kakak,tapi kak Indah menawarkan dirinya,supaya kakak tetap menikah dengan bang Bima." ucap Aurel menanggis.


"Gara-gara kak Airyn,gue harus kehilang sosok teman di rumah ini!" Indah langsung pergi, naik menuju kamarnya.


Airyn menutup mulutnya tak percaya, menatap kearah bundanya,meminta penjelasan.


"Ini n-ngak be-benar kan bund,maksudnya gimana?" tanya Airyn.


Anna membantu Airyn berdiri, berjalan kearah sofa mereka, dan duduk disana.


Anna mulai menceritakan semuanya pada Airyn.


Airyn menangis sejadi-jadinya, Ana memeluk Airyn erat ikut menanggis.


"Seandainya ayah mu tidak berkerja sama dengan monster itu,mungkin ini tidak akan terjadi" isak Anna.


"Ini salah Ryn bund"


...…...


"Hallo, sekretaris Han"


^^^"Ada apa nona?,"^^^


"Bisa saya bicara dengan tuan Ghazel"


^^^..."Tuan sedang ada rapat, ada apa?"...^^^


Indah terdiam,mengigit bibir bawahnya.


"Tolong sampaikan dengan tuan Ghazel, untuk segera mempercepat penikahan kami"


^^^"Apa anda serius?, baik saya akan sampaikan"^^^


"Iyaa, nanti kabari saya lagi, saya tutup"


Indah langsung menjatuhkan dirinya di kasur, menangis sejadi-jadinya.


"Maafkan Indah, Indah kecewa sama bunda" isaknya lagi.


Indah pun menangis, dan tertidur.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2