
Enjoy guys!
Semoga Uci bisa cepat kembali nulis ya.
Gue sebagai bestieh..agak sad guys!
________________________________________
Seperti yang Ghazel ingin, dia akan menyelesaikan segala masalah yang menerpa kehidupannya, mulai dari masalah keluarga hingga kantornya saat ini.
Dan hari ini adalah hari dimana seluruh CEO GRE akan melakukan pertemuan/rapat darurat. Sekitar lima belas CEO dari setiap cabang GRE yang hadir, dan sekretaris dari masing-masing pemimpin, mau itu dalam negeri mau pun luar negeri.
Kepala komite perusahan juga hadir. Ditambah satu Notulen yang bertugas mencatat semua inti jalan rapat.
Ruangan rapat terasa begitu mencengkam di pagi hari yang sangat cerah ini. Pertama dengan kedatangan Ghazel dengan raut wajah dingin serta tegasnya.
Lalu di isi dengan tatapan tajam Han, lengkap sudah.
Ghazel menduduki bangku pemimpin. Meja yang panjangnya sekitar 9 cm itu penuh terisi.
"Han, minta om Lukman mengurus kasus ini bilang pada pihak kepolisian GRE akan bertangung jawab jika tuduhan itu benar," titah Ghazel membuat Han mengangguk cepat.
"Saya rasa kalian sudah tau kenapa saya memanggil kalian semua" pungkas Ghazel menatap satu persatu mereka.
"Kerugian dari penurunan saham mencapai 15% dalam waktu sehari" sambung Ghazel.
"Ada beberapa pihak menuntut kejelasan kemarin, mereka mendatangi kantor" jelas Renzo salah satu CEO dari cabang perusahaan Ghazel.
"Para pemegang saham meminta mengajukan RUPS karna mereka merasa GRE China tidak pantas di bawah kendali anda" Lapor Xiu yeng CEO cabang China salah satu orang Ghazel.
"Untuk di Amerika tidak ada kendala, selain itu tidak berdampak pada perusahaan disana" ujar Justin pemimpin GRE disana, orang Ghazel.
"Dewan komite?"
"Para pemegang sahan merasa dirugikan dari kejadian ini," ucap Semon komite GRE.
"Kenapa bisa pengelapan dana ini terjadi?, dan kenapa pemerintah DPR pak Lojito bisa bertindak seperti ini?, bukankah dia sudah menjadi orang kita?" tanya Wahyu penasaran.
Han memberikan kode pada Ghazel untuk menjawab, dan Ghazel mengangguk setuju.
"Itu yang sedang kami selidiki, ada oknum yang diam-diam memakai sejumlah uang perusahaan dengan jumlah tidak sedikit. Dan orang tersebut mengatas namakan perusahaan, mereka menerima investasi pada para nasabah atas nama GRE company, dari info yang saya dapat orang itu mengatakan jika dia adalah orang suruhan tuan Ghazel--"
"Akibatnya kita dilaporkan, mengakibatkan terjadinya pengeledahan kemarin. Banyak pihak yang mengira perusahaan kita menipu. Untuk pak Lojito saya rasa beliau hanya mencari titik aman"
"Berapa kerugian kita?"
"1,8 Triliun, kita dituntun untuk menganti uang para korban"
"Belum lagi kerugian lainnya, mencampai 500 M"
"WOW!" mereka yang menghadiri rapat tersebut tercengang.
"Pasti itu ulah orang dalam, bagaimana bisa dia mendapatkan sample tanda tangan Ghazel?" ujar Kenzo melihat laporannya.
"Apa ada dari perusahaan kalian orang yang mencurigakan?" tanya Han.
__ADS_1
Mereka semua saling tatap, "Perusahaan kami in sya Allah amanah semua" jawab Kenzo.
"Saya kepikiran satu orang" ujar Willy.
"Siapa?" mereka semua menatap Willy.
"Tora!"
"Alasan?" tanya Ghazel.
"Bukankah selama ini dia yang ingin merebut posisi anda tuan?, itu bukanlah hak yang asing lagikan?, apa lagi akhir-akhir ini saya melihat dia sepertinya sangat sibuk" jawab Willy, kebetulan Willy dan Tora satu perusahaan.
"Tidak ada bukti nyatanya" imbuh Ghazel.
Sedangkan Han, selain Tora ada orang lain yang selalu Han pantau pergerakannya.
Dalangnya pasti kalian batin Han.
"Baiklah, besok kita lanjut rapat ini. Ada beberapa hal yang harus kita selidiki lebih lanjut, saya harap kalian bisa membantu, dan kalian bisa minta catatan pada Notulen untuk lebih lanjutnya bagaimana....saya permisi" Ghazel beranjak meninggalkan ruangan rapat. Tak lupa mereka memberikan hormat.
________________________________________
Masuk dalam ruangannya, Ghazel langsung mendudukan tubuhnya di sofa ruangannya.
Tubuhnya bersadar dengan kepala mengadah keatas. Ghazel lelah.
Masalah kantor belum ada titik terang, apalagi masalahnya dengan Indah semakin tidak tergapai untuk di selesaikan.
Ghazel sendiri merasa aneh dengan dirinya sendiri. Dia selalu melakukan hal-hal yanh di luar keinginannya, contohnya seperti tadi pagi, tiba-tiba dia ingin menyiram bunga padahal seumur hidupnya dia tidak pernah menyiram bunga. Belum lagi yang suka memakan hal-hal yang menurut Ghazel aneh.
Ghazel sempat berpikit untuk memeriksakan dirinya kelak, tapi di cegaj oleh mamanya, katanya; itu udah biasa, nikmati saja, membuat Ghazel semakin heran.
...
Apa kalian penasaran hukuman apa yang Han berikan pada Naysa?.
Tadi pagi Han memutuskan akan mengirim Naysa ke panti asuhan di Surabaya sabagai pengurus panti, Han mendapatkan kabar jika panti asuhan yang didirikan tuannya itu kekukarangan pengasuh, alhasil Han meminta persetujuan dari Ghazel untuk mengirim Naysa, dan Ghazel sangat setuju.
Menurut Han, cara itu adalah cara yang tepat untuk Naysa. Selain bisa beramal itu juga bisa membuat Naysa belajar arti dari sebuah rasa hubungan keluarga dan menerima segalanya dengan ikhlas.
Apa Naysa menerimanya?.
Tentu saja TIDAK, bahkan dia mengancam akan bunuh diri jika dia benar-benar akan di kirim, tapi sayangnya ancamannya itu tidak berpengaruh untuk siapapun terutama Ghazel.
Ghazel memberikan Naysa pilihan, bercerai atau jadi relawan di panti asuhan tersebut.
Jujur keduanya sangat berat untuk Naysa, tapi dari pada di ceraikan oleh Ghazel lebih baik menjadi relawankan. Meski itu berat.
Untuk waktunya, tidak ditetapkan. Ghazel akan mengambil Naysa jika istrinya itu benar-benar berubah.
...
Naysa tersenyum ketir meratapi nasibnya. Rasanya ingin sekali ia menjerit, berteriak untuk mengatkan jika dia sangat kesal.
Didalam kesusahannya, Indah selalu jadi bahan tuduhan Naysa. Ia selalu berpikir Indah lah pembawa sial hidupnya.
__ADS_1
"Sungguh tidak ada kata maaf untuknya" guman Naysa.
Dengan barat hati Naysa melangkahkan kaki untuk pergi dari kediaman mansion Erlangga. Yang lebih mengenaskan lagi tidak ada yang mau mengantarnya, meski hanya sampai teras hanya pelayan setianya Leni yang menangisi kepergiannya.
"Aku akan kembali dengan luka yang sama untuk kalian" ucap Naysa pelan, terpancar emosi dari sorot matanya.
________________________________________
Sedang asik menikmati rujak pedasnya di pinggir kolam ikan, Indah sama sekali tidak menyadari jika ponselnya sejak tadi berdering.
Ibu hamil itu benar-benar lupa segalanya jika sudah terkait dengan rujak. Hari ini mood-nya benar-benar baik.
Entah apa penyebabnya Indah pun tidak tahu, rasanya ia akan mengalami hal yang baik saja.
"Harusnya aku beli tiga porsi tadi" sesal Indah bicara disela makan rujaknya.
"Makan indomie campur telur enak nih," Indah membayangkan betapa lezatnya makanan itu.
Tidak menunggu lama Indah beranjak kedapurnya untuk membuat indomie telornya tak lupa ia membawa rujaknya.
_________________________________________
"APA! Mama serius?" Zahra dan Lydia spontan berteriak mendengar ucapan Karlina yang mengatakan jika Indah sedang hamil.
"Dua rius!" balas Karlina tersenyum.
"Mama tau dari mana?, mama lagi ngak ngehalu kan?" tanya Lydia khawatir.
"Kamu ini, kalau mama bohong ngak mungkin mau pulang, mama tau dari infoment paling vailid!" jelas Karlina kesal.
Lydia tersenyum semuringah, "Terus mas Ghazel tau ma?"
"Mama rencananya mau kasih tau Azel,"
"Berarti Indah bakal balik lagi dong? Yeay!" pekik Lydia kesanangan.
Jujur Lydia sangat rindu terhadap kakak iparnya itu.
"Kak Indah Lydia! Yang sopan!" Karlina melotot kearah Lydia, dan di balas cengiran sama Lydia.
"Menurut Zahra, kasih tau mas Ghazel secepatnya, karna Indah pasti dalam fase ngidam berat ma, kasihan jika harus jauhan gini" saran Zahra, dan mendapatkan anggukan oleh Lydia.
"Iyaa..tunggu Ghazel pulang dulu" senyum Karlina.
____________________...__________________
Selamat berpuasa! Bagi yang menjalankan.
NB:
¦RUPS : Rapat umum pemegang saham.
¦Notulen: Istilah yang digunakan untuk seseorang yang bertugas mencatat poin-poin penting yang di bahas, di utarakan atau yang disepakti/ hasil dari rapat tersebut.
¦Pengelapan dana : Seseorang yang memakai/korupsi uang dari tempat kerja, untuk keperluan sendiri.
__ADS_1
Sekian dan terima kasih.
SLOW UPDATE!