IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 55


__ADS_3

...55 | Salah paham...


...----------------...


...Sebenarnya ngak mau babibu, kalian juga pasti cape baca curhatan Author....


...Author baru update karna baru ada kouta😭...


...Biasalah masih nunggu diberikan emak 💵😭...


...Selamat membaca......


...----------------...


Kicauan burung dengan merdu mengisi suasana pagi, sang mentari mulai menampakan sinarnya, seluruh kelayak bumi mulai bertebaran untuk memulai perkerjaan. Sama seperti para pelayan mansion Erlangga yang sejak subuh bangun mengerjakan tugas yang masing-masing sudah mereka dapatkan, seperti menyiapkan sarapan, membersihkan seluruh mansion, kebun, taman, kolam berendang, dan banyak yang lainnya.


Jika seluruh penghuni mansion sudah terbangun, beda dengan hal-nya dua manusia yang sedang tertidur nyaman di kasur king size, lebih tepatnya hanya sang wanita yang tertidur yang pria hanya menatap wajah damai yang di hadapinya.


"Saat tidur kau bak bidadari berhati malaikat, tapi saat bangun kau seperti tikus" ucap Ghazel seraya menatap wajah istrinya itu.


"Bilang saja aku cantik"


"Ya..memang kau can--, Eh!" Ghazel terkejut bukan main saat Indah membuka matanya, Indah menatap sinis Ghazel jangan lupakan gadis itu belum sepenuhnya memaafkan orang yang didepan-nya itu.


"Sejak kapan kau bangun?" tanya Ghazel, langsung mendudukan tubuhnya.


"Aaaa..."Indah berteriak menutup spontan matanya, "Kau, kau apa yang kau la-lakukan?" tanya Indah, dengan mata tertutup.


Ghazel seakan paham maksud Indah, senyum seringai terbit di wajahnya.


"Aaa..kau lupa?" tanya Ghazel dengan wajah tanpa dosanya.


"Apa?!, pakai baju mu astagaa!!" bentak Indah


Ghazel terkekeh, ntah kenapa dia jadi tertarik untuk mengerjai istrinya itu lebih lama lagi, tak lupa dia mengambil baju yang sengaja ia buka tadi malam di bantal dekatnya. Ghazel mendekatkan diri ke Indah, dan berbisik "Kau sungguh tidak ingat Indah?" dengan suara pelannya.


Dengan pelan Indah mengintip dari sela jarinya, "Apa?!, ingatan ku sangat pendek" ucapnya lagi, dengan tangan sudah dia turunkan.


"Sayang sekali, padahal tadi malam kau sangat awaa.." ujar Ghazel dengan gaya di buat-buat, dan itu sukses buat Indah terbelalak kaget. pikiran kotor seketika menghantuinya, matanya memanas. Indah menanggis

__ADS_1


"Apa kau melakukan itu..." tanya Indah, dengan air mata sudah terjun bebas. Melihat itu Ghazel kelabakan niatnya bukan untuk buat gadis itu menangis.


"Kau benar-benar keterlaluan!, kau merebut sesuatu yang aku jaga dengan baik!, APA INI TUJUANMU MEMBAWA SAYA DI KAMAR INI?! hah!, -" Indah berteriak keras, Ghazel hanya diam, bukan ini yang dia mau "Bukan Indah, apa yang kau piki--"


"CUKUP GHAZEL!!, kau mengambil kesucian ku!, kau melakukan itu di saat aku tidak sadar!, demi tuhan!! membenci mu Ghazel!!" Indah langsung beranjak turun dari kasur berlari keluar.


Indah merasa kotor, bukan ini mau nya, dia tau kewajiban seorang istri harus melayani suaminya, taoi Indah mau melakukan itu jika dengan rasa cinta, sedangkan dia tidak mencintai Ghazel.


"Hikss...."


Indah membanting keras pintu kamarnya, dia langsung terduduk bersandar di pintu.


Sedangkan Ghazel, tersenyum geli, dia tidak menyangka istrinya itu sangat polos. baru kali ini dia merasa sesenang itu menganggu Indah. "Dia benar-benar masih polos, aku harus menjelaskannya" Ghazel beranjak turun dari kasurnya berjalan kearah kamar mandi, dia harua siap-siap ke rumah sakit melihat keadaan El dan Neysa.


"Bunda..hikks Indah ingin pulang" isak gadis itu mengadu pada bundanya di seberang sana.


Indah memutuskan menelpon sang bunda untuk mencari ketenanganm


"Indah sakit disini" adunya lagi.


^^^..."Sayang, kamu demam?, apa disana mereka tidak merawat mu dengan benar?, kenapa kamu nanggis?, bunda tidak bisa memelukmu nak, nanti jika sudah saatnya tiba bunda akan jemput kamu nak, maaf bunda lagi di acara kolega ayah kamu jadi bunda tutup dulu, daaaa sayang bunda mencintaimu" ...^^^


"Apa aku mati aja ya hiksss.." Isaknya lagi, "tapi nanti om-om itu nyari istri baru lagi, terus dia cerita ke istri barunya kalau dulu dia punya istri gara-gara nganu bunuh diri, kan engak banget!!" ucap Indah pada dirjnya sendiri.


"Saya ngak ada niatan buat cari istri lagi Indah" ucap Ghazel ntah sejak kapan berada di belakang Indah, dan bagaimana caranya masuk?.


"Aaa...Kagettt!!!" teriak Indah, "Bagaimana kau masuk?" tanya Indah heran, secara perlahan dia mundur menghindari Ghazel.


"Ini rumah saya, jadi saya bisa masuk kemana pun saya mau, Indah duduklah" Ghazel meminta Indah duduk di sofa kamarnya.


"Kenapa kau disini?!, mau perkosa saya lagi?!" marah Indah, bahkan dia menambah intonasi suaranya sedikit tinggi.


"Saya mau meluruskan kesalah pahaman ini" ucap Ghazel apa ada nya, biasanya Ghazel tak peduli jika orang lain salah paham padanya, tapi tidak untuk Imdah gadis itu memiliki kedudukan sendiri di mata Ghazel.


"Soal tadi ma--"


"Cukup!" potong Indah, seraya menutup telinganya agar tak mendengar penuturan Ghazel.


Ghazel melangakah kearah Indah, dia melepaskan tangan Indah dari kedua telinganya, "dengar!, saya mau bicara, soal tadi mal--"

__ADS_1


"Aaaaghhh..mama Ghazel nakal!!!" teriak Indah, meronta-ronta bak anak kecil. alhasil pegangan Ghazel terlepas.


Oke Ghazel kesal dengan tingkah gadis di depannya itu, dia menarik napas kasar, "Indah!" bentaknya,


Indah langsung membatu, aura Ghazel menjadi gelap, "Dengarkan saya!, saya tidak ngapa-ngapain kammu tadi malam, sekarang saya tanya apa itu mu sakit?" tanya Ghazel.


"Itu apa??" belo Indah sedikit ngak ngeh sama omongan Ghazel, deg-degan saat di bentak tadi masih terasa membuat Indah kurang fokus.


"Kamu serius belum belajar tentang repoduksi?, pelajaran SMP itu?" herdik Ghazel.


"Udah, kenapa?"


Oke Ghazel ingin mengubur Indah hidup-hidup saat ini juga, kenapa istri mudanya ini sangat BODOH.


"Dengarkan saya!,-" Ghazel diam sebentar menatap Indah, Indah pun sebaliknya menatap menunggu penjelasan, "Biasanya perempuan jika sudah melakukan hubungan suami istri untuk yang PERTAMA KALINYA biasanya setelah mereka melakukan itu si wanita akan merasakan nyeri di bagian hmmm..intimnya, nah saya tanya kamu bagian itu mu ngak sakitkan?, jalan juga enakkan?,tadi kamu juga pakai baju utuhkan?, itu berarti kita ngak melakukan itu, lagian kamu saya bercanda di bawa seriu!" jelas Ghazel panjang x lebar, dan Indah berhasil membuat Ghazel bicara sepanjang itu.


Indah diam mencerna setiap kata Ghazel, otaknya masih membayangkan bagaimana dia tadi pagi, masih memakai pakaian utuh dan dia bejalan tidak sakit


"Ngak sakit" cicitnya pelan.


"Lagian om-- eh mas Ghazel bercanda sama sekali ngak lucu!, kan saya takut!" Indah kembali menyalakan Ghazel.


"Saya ngak minat sama tubuh kamu, kecil" tutur Ghazel melangkah ingin keluar.


Merasa tak terima di hina secara tak langsung, Indah berdiri "Awas aja nanti ketagihan, biasanya orang ngimng gitu jilat lidahnya sendiri, belum tau aja gue bahenol" ucap Indah, tentu saja Ghazel langsung terkekeh geli, langsung membuka pintu kamar Indah.


Saat itu tiba, kamu bahkan ngak akan bisa kemana-mana Indah - seringai Ghazel.


"Nyonya Neysa, saya tanya sekali lagi kenapa anda menuduh nyonya Indah yang menyebabkan kecelakaan Anda?"


"Yaa....Karna---"


Next chaptere:)


Vote, komen, like ya...


^^^^^^**Salam hangat^^^^^^


^^^Ikatan❤**^^^

__ADS_1


__ADS_2