IKATAN Cinta Istri Ketiga

IKATAN Cinta Istri Ketiga
Chapter 24


__ADS_3

…Mansion Ghazel….


Semuanya sudah berkumpul di meja makan,untuk melakukan kegiatan rutin yaitu sarapan :).


Tidak ada yang bersuara, semuanya sibuk dengan makanannya.


"Han, jangan lupa belikan ibu Jen handphone baru nanti. " ujar Ghazel,


"Baik tuan," jawab Han.


"Handphone ya bibi Jen kenapa?" tanya Naysa, pura-pura tidak tau.


"Rusak, jadi aku akan belikan yang baru." jawab Ghazel, seraya sambil meminum kopinya.


"Kan dia punta anak, kenapa harus kau Ghazel?" Sinis Naysa.


"Kau lupa aku juga anaknya Nay." ujah Ghazel.


"Zahra bagaimana dengan sekolah El?" tanya Ghazel, sambil melirik ke arah El yang sedang makan.


"Dia menyukai PAUD nya, aku sampai kewalahan dia sangat Aktif" kekeh Zahra sambil mengelus kepala El.


"Baguslah kalau disuka, beritahu aku atau Han jika kau perlu apa Zahra" ucap Ghazel lagi.


"El,mau mainan tuan papa" cengir El, bicara dengan suara sedikit cadel.


"Mainan?,oke akan papa belikan" senyum Ghazel.


Semua nya ketawa melihat tingkah El, Karlina merasa bersyukur ada El di tengah-tengah mereka.


…Kantor….


Ghazel tengah sibuk,memeriksa laporan dari beberapa peusahaannya. pintu ruangannya di ketok, dan masuklah sekretaris sekaligus tangan kanannya. siapa lagi kalau bukan Han.


"Tuan, ini rincian keuangan dari kantor cabang 3." ujar Han menyerahkan tablet nya.


"Kirim ke emailku, nanti aku periksa" ucap Ghazel.


"Oh, baik tuan" jawab Han, sambil menarik kembali tablet nya.


"Han, bagaimana Agung, apa dia sudah memberikan jawaban?" tanya Ghazel, tanpa memalingkan pandangan dari berkas-berkasnya..


"Sudah 9 hari, dan dia belum menghubungi, tapi masih ada 5 hari lagi untuk dia memberikan persetujuan nya" seringai Ghazel.


"Kenapa anda ingin menikah dengan putri dari pak Agung tuan?" tanya Han yang masih bingung.


"Tidak ada alasan, hanya ingin, sudah sana keluar " usir Ghazel.

__ADS_1


"Baik, saya permisi dulu" ucap Han, langsung keluar.


"Kenapa aku ingin menikahi putri Agung?, jawabanya ada satu bunga yang menarik itu saja" seringai Ghazel.


...…...


Agung diam mengamati bagaimana putri-putri nya tertawa terlihat sangat bahagia, saat bermain air di taman belakang.


Tawa lepas, putrinya menjadi sebuah kebahagian tersendiri untuknya.


Jika dia memberitahukan tawaran Ghazel, pasti semuanya akan hancur, Agung tidak ingin itu terjadi.


Tapi apa yang harus dia lakukan?, memohon dengan Ghazel sama saja meminta emas turun dari langit, itu tidak mungkin.


"Ayahh!!,ayo sini" teriak Indah. melambaikan tangann pada ayahnya.


"Kalian saja, ayah hanya ingin melihat. " ujar Agung tertawa.


Indah berlari langsung menghampiri ayahnya, "Ayah are you oke? " tanya Indah, menatap ayah penuh selidik.


Agung tersenyum, "Semuanya baik-baik saja, sana main lagi" ujar Agung mendorong pelab tubuh indah untuk melanjutkan permainkan mereka.


Ayah sedang berbohong-Indah


...…...


Ruangan keluarga mereka berkumpul, istri Anton, Sarah juga sudah ada di kediaman Agung.


"Yah, ada lagi yang harus kita undang, sisa undangannya masih ada beberapa lagi. " ujar Airyn sambil melihatkan undangan mereka.


"Bima sudah mengundang semua dari pihaknya.?"tanya Agung.


"Sudah yah, ini Airyn kasih ke ayah, siapa tau ada yang ingin ayah undang. " ujar Airyn, dan langsung menyimpan undangan tersebut di depan ayahnya


"Baju kita sudah jadi semua." Ujar Sarah, sambil memperlihatkan foto-foto yang di kirim oleh desainer langganan mereka.


Mereka semua langsung kearah Sarah, untuk melihat baju yang akan mereka pakai nanti.


"Mba Uci ngak pernah mengecewakan." puji Aurel.


"Bunda, ngak mau lihat?" tanya Jennie.


"Nanti saja." jawab Anna.


Sarah, Jennie, Indah dan Aurel masih sibuk melihat pakaian mereka.


Agung hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya itu.

__ADS_1


"Ayah, bisa kita bicara?" tanya Alex pelan. Agung hanya mengangguk.


Alex dan Agung pergi meninggalkan ruangan keluarga, dan langsung menuju ke ruangan kerja agung di kantai atas, Anton yang awalnya sibuk bermain game di Hp nya, langsung menghentikan gamenya dan menyusul ayahnya.


Kepergian Anton di lihat oleh Indah, penasaran Indah akhirnya beranjak pergi juga.


"Indah kekamar dulu ya, ngantuk" ujarnya, dan langsung pergi.


"Tumben" ucap mereka barengan,


...…...


Agung, Alex dan Anton sudah berada di ruangan kerja.


"Ayah, bagaimana keputusan ayah?" tanya Alex tanpa basa basi.


Agung sudah menduga, Alex pasti membahas masalah ini. "Ayah belum menemukan jawaban." keluh Agung.


"Lihat Airyn, dia sangat antusias dengan pernikahan dia, apa ayah tega?" tanya Anton lagi.


Agung menghembuskan napas pelan, dan menyandarkan diri di sofa yang ia duduki.


"Jika kau bertanya seperti itu, jelas ayah sangat tidak tega, ayah yang menjodohkan mereka, bagaimana bisa ayah menghancurkan nya?!" kesal Agung.


"Kita lawan Ghazel sama-sama ayah" ujar Alex,menatap serius kearah ayahnya itu.


"Bagaimana?, bahkan kau berkerja di bawah dia Alex" ujar Agung.


"Maksud ayah?" tanya Alex heran.


"Perusahan batu bara tempat kau berkerja itu sudah menjadi milik Ghazel, dan begitupun perusahaan yang sedang kau kelola itu di di bawah naungan dia" jelas Agung.


"Sekarang ayah sudah pasrah, 3 hari lagi ayah akan beritahukan semuanya pada mereka semua" ujar Agung final.


"Ayah, kau yakin?" tanya Alex.


"Sialan!,kenapa orang itu sangat semena-mena?, jika aku bisa membunuhnya!" ucap Anton, emosi mengepalkan tengannya hingga memerah.


"Aku harus lakukan sesuatu" ujar orang itu menguping, dan langsung meninggalkan ruangan kerja Agung,


.


.


.


.Next,

__ADS_1


Jangan lupa Follow, Vote, like dan coment.


Author juga menerima masukan, dan kritikan dari kalian, saran juga sangat di perlukan. 💕💞💞


__ADS_2