
**Haii..! Uci kembali
Fyi: Maaf baru update, bukan ngak niat hanya saja lagi banyak tugas, dan terima kasih sudah mau menunggu ʕ•ﻌ•ʔ. satu lagi, terima kasih atas saran dan kritiknya♡
...Selamat membaca**!!!...
...¤¤¤...
Kadang kala sesuatu yang terpendam dapat membuat dampak yang tak terduga bagi yang merasakannya. Ada kala hal itu menjadi sesuatu momentum agar mengetahui fakta yang lebih mengejutkan.
Hal itu dirasakan Ghazel, kenapa?. Sejak tadi pagi istri muda-nya itu nampak menghindarinya, seperti orang kesal. Bagaimana tidak saat bangun tidur dia sudah tak melihat batang hidung sang istri.
Dan sarapan tadi Indah membuang muka, engan menatap dirinya. Kesal?. Tentu!.
Ia ingin bertanya tapi tidak tau mulai dari mana.
Akhirnya diam, mungkin nanti setelah pulang kantor pikirnya.
...¤¤¤...
"Sebenarnya, apa yang kau mau?"
"Kau tau cerita ini?" menunjukan sebuah buku bercover klasik.
"Tidak"
"Raja kambisus dari kaisar persia menghukum sadis pada hakim korup. Dia menguliti tubuh mereka secara hidup-hidup.
"A-astaga" orang tersebut keringat dingin.
Matanya memancar tajam, kembali berbicara "Kau tau apa yang terjadi setelah itu?"
"T-tidak" orang tersebut menggeleng.
"Putra dari hakim korup tersebut juga seorang hakim. Lalu, saat sidang sang raja menyuruhnya menduduki kursi yang dilapisi kulit ayahnya-"
Orang yang terduduk dengan tangan terikat langsung menelan ludah kasar, takut itulah yang ia rasakan sekarang.
"-Hal itu agar membuat dia bisa membuat keputusan yang adil"
"K-kenapa k-kau menceritakan hal mengerikan itu padaku?"
Orang tersebut menyeringai bak iblis, "Jika saja kita berada di zaman tersebut, akan ku pastikan kau sudah menjadi lapisan dari kursi tersebut" , lantas orang yang sedang teduduk itu menjadi panik, dengan napas tak teratur ada raut ketakutan dari wajahnya
"Kau tangan kanan panji bukan?" orang tersebut seketika bergetar saat pist*l sudah tertodong dikepalnya, "I-iya" jawabnya gugup.
"Buatlah dia keluar dari sarangnya, dan pastikan dia bertemu dengan ku, jika kau ingin nyawa mu selamat laksanakan perintahku ini"
"P-pak panji baru sa-saja te-terbang ke Italia" ucap orang itu terbata-bata.
"Kalau begitu buat dia kembali kesini. Jika kau tak menuruti ku" Ia menatap tajam pada orang didepannya, "Maka hukuman mu lebih dari sekedar m*ti, tapi akan ku buat kem*tian yang begitu menyakitkan untukmu" ancam nya.
"Ba-baik p-pak G-ghazel, sa-saya a-akan me-nuruti a-nda" ujar orang itu takut.
__ADS_1
Ghazel hanya menyeringai, sedikit lagi dia akan menghukum orang yang membuat istri dan anaknya masuk rumah sakit.
Wahyu si tangan kanan sekaligus mata-mata dari Panji. Berkat kerja keras Han dan tim-nya ia berhasil mencari data dari tangan kanan si bajingan Panji lewat, sangat mudah menemukan Wahyu karna ia sering berkeliaran disekitar wilayah Ghazel. Kenapa bisa begitu?, karna ia menjadi mata-mata Panji. Dengan menyamar jadi tukang siomay keliling.
"Wahyu. Wahyu!, kau bermain dengan orang yang salah" sarkastik Han, "Kau tau apa alasan para bajingan dulu lebih memilih bun*h diri?"
"Oh ya, satu lagi. Sedang bertemu kembali dengan mu kawan, sudah kuperingatkan, bukan?."
Orang yang bernama Wahyu tersebut hanya diam, tapi sorot matanya memancarkan kebencian, dan kemarahan saat melihat Han.
"Kau ingin tau?" sambung Han menatap datar kearah Wahyu, "Karna dibun*h oleh tuan lebih menyakitkan dari pada bun*h diri"
"Begitukah?" seringai Wahyu.
"Ingin mencoba?" tawar Han.
"Han, sudahlah. Jangan menakutinya, kau bisa membuat dia menanggis seperti dulu lagi" peringat Ghazel.
"Sesuai perintah tuan" ucap Han, menjauh dari Wahyu.
"Dan kau!" tunjuk Ghazel, " Jika kau mengabaikan perintahku, berarti kau memilih M*TI!," Ghazel langsung pergi diikuti Han, sedangkan Wahyu diurus oleh anak buah mereka.
"Han, perintahkan Enji mengawasi Wahyu," ujar Ghazel sambil melangkah pergi.
"Baik tuan"
...¤¤¤...
"Carilah jalan keluar dari ini semua!"
"Urus saja jalan hidupmu sendiri!"
"Apa?"
"Ini terakhir kalinya saya berurusan dengan dengan anda Panji, ck. Dasar tak berguna!"
"Heh! Jen!. Aku rasa kau lupa siapa aku"
Bibi Jen, menatap datar laki-laki yang bernama Panji dengan tatapan membunuh, ya. Panji orang yang sedang dicari Ghazel, sedang bersembunyi di kediam sang ibu angkatnya.
Dalang dari semua masalah, ialah Bibi Jen. Wanita paruh baya yang menyandang status ibu angkat Ghazel Erlangga, dengan kedudukan itu ia berkuasa dan serakah dalam beberapa Hal.
Hari dimana Nayaa dan El kecelakaan adalah rencananya dan Panji, dia yang memberikan infomasi tentang kepergian Naysa, bahkan bibi Jen secara diam-diam memberitahukan recana bisnis Ghazel pada salah satu investor.
Bibi Jen jugalah yang membuat Ghazel susah mencari informasi tentang Panji karna ia membayar bawahan Ghazel, agar menutup mulut. dan tentang saham Ghazel yang dijual oleh Putra juga rencana dia. Dalam hal buruk yang terjadi dari dulu hingga sekarang bibi Jen lah dalangnya.
Bahkan sebelum Indah masuk di keluarga Ghazel bibi Jen, selalu bertindak buruk, beberapa tahun yang lalu saat Ghazel dalam perjalanan bisnis ke Turki, bibi Jen memyewa pendembak Turki untuk menghabiskan Ghazel, untung ada Han yang melindungi Ghazel, saat pedembak itu tertangkap bibi Jen membayar orang suruhan nya untuk menyuntikan obat agar orang itu tutup mulut untuk selamanya.
Alasannya dari semua itu hanya satu, mengambil alih GRE dan memjadikan putranya orang nomor satu.
"Kau bukan siapa-siapa tanpa diriku" ucap bibi Jen angkuh.
"Putra angkatmu pasti kecewa, karna wanita yang dianggap ibunya, adalah musuh terbesarnya." bibi Jen menyeringai mendengar penuturan dari musuh anaknya itu.
__ADS_1
Bibi Jen menatap datar Panji, "Kau pergi dari sini" setelah berkata begitu bibi Jen langsung keluar dari ruangam tersebut.
"Wanita bedebah!" umpat Panji, ia langsung melemparkan gelas kopinya didinding hingga pecah tanpa sisa.
...¤¤¤...
Disebuah ruangan yang awalnya tak terpakai menjadi lebih berwarna berkat wanita 21 tahun tersebut, Indah. Ia menyulap ruangan kosong menjadi ruangan lukis. Mungkin sedikit yang tau tapi Indah cukup pandai dalam melukis.
Dengan pakaian yang penuh dengan noda cat, dengan lihai Indah mempoles memberi warna gambar yang ia lukis tadi.
Biasanya Indah melakukan ini jika sedang keadaan mood yang sangat buruk.
Dalam lukisannya Indah hanya menatap kosong lukisan tersebut, tapi tangannya terus bergerak, ntahlah, mongam Naysa tadi malam masih membekas dipikirannya.
"Kenapa aku seperti ini?, apa aku curhat sama kak Ryn aja ya?" menolognya.
...¤¤¤...
"Tak ada hukuman terberat untuk seorang monster seperti Panji. Tak akan ada hukum yang berlaku baginya, apalagi dia punya putra seorang jaksa" ucap Han. Ia mengendarai mobil menuju kantor.
"Karna itu Han, saya melakukan motode jahat seperti dulu, jika hukum tak bisa menghukum tindakan jahatnya, maka Ghazel yang menghukumnya"
Ponsel Ghazel berbunyi, masuk sebuah pesan dari salah satu mata-matanya.
Nyonya muda sedang melukis, raut wajahnya tampak sedih
Lapor orang itu melalui pesan tersebut. Ghazel membacanya dengan ekspresi yang sulit di artikan. Dia bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Indah.
"Han!. jika wanita marah apa yang harus dilakukan?. Jangan berpikir yang aneh-aneh, saya hanya ingin bertanya saja" ujar Ghazel tanpa jeda.
Sedangkan Han, hanya mematung pasalnya dia belum sempat berpikir yang aneh-aneh, "Mmm..mungkin belikan bunga atau coklat, tapi nyonya suka es cream" ujar Han.
"Aaa benar, kau cukup ahli padahal tidak punya pacar, siapa yang memgatakan itu untuk nyonya muda mu!" ucap Ghazel sedikit meninggikan suaranya, panik wkwkw.
"Saya tidak mengatakan itu untuk nyonya muda tuan, saya hanya mengatakan itu untuk nyonya, kan ada empat nyonya dirumah," senyum mengejek Han.
Pantasan tuan seperti kalut, ternyatan lagi marahan dengan nyonya muda, aku akan buat mereka segera baikan - batin Han.
Damn!......
"Maksud sa-. sudahlah Han, kau memang tidak tahu apapun!" Ghazel menyandarkan tubuhnya, pikirannya berkelana memikirkan tentang istri mudanya itu. Ntah sejak kapan tapi Ghazel agak takut melihat istri mudanya itu tidak mau berbicara dengannya. Katakanlah Ghazel lebay. Tapi memang itu kenyataannya.
sedangkan Han hanya mengeleng.
**Done!, gimana chapter ini?
Terima kasih sudah mampir.
Akan baiknya berikan, Like, komen dan vote serta rating.
Okee...uci ngak maksa♡♡♡
byeee**
__ADS_1