
Deka diapit oleh tante Luna dan juga papa Gibran berjalan menuju kediaman calon istrinya, Deka tampak gagah menggunakan beskap lengkap dengan keris dan juga blangkonnya.
Didepan pintu buatan ruang ijab kabul terdapat Arti yang diapit ibu dan juga adeknya menyambut kedatangan Deka dan keluarganya.
Taburan bunga mengiringi langkah Deka menuju calon permaisurinya.
Ini adalah impian Arti, menikah dengan adat jawa, setelah kemarin acara midodareni yang digelar dikediaman Arti sukses, kini tinggal akad nikahnya.
Arti tersenyum bahagia menyambut kedatangan pria yang sangat dicintainya, senyum merekah dibibirnya menyambut pemilik hatinya.
Ini memang bukan pernikahan pertama mereka, tapi dipernikahan kali ini Deka membuatnya terasa sempurna seperti apa yang dia janjikan sebelumnya.
Setelah ketemu dan sungkem Deka dan Arti diantarkan ditempat dimana mereka akan melaksankan ijab kabul, Deka belum sempat berbicara apapun pada Arti, hanya hatinya yang terus memuji kecantikan istrinya, begitu juga Arti pujian untuk suaminya pun hanya dilontarkan oleh senyuman bahagianya.
Penghulu sudah siap dengan tugasnya, dia pun mengajukan beberapa pertanyaan pada Deka, Deka menjawabnya dengan lantang dan mantap.
"Baiklah saudara Deka Kurnia Sejati bin Gibran Abimanyu apakah anda siap dan sanggup menerima tanggung jawab untuk saudari Arti Cahaya Bening binti Sarjono yang untuk saat ini sayalah yang ditunjuk oleh keluarganya untuk menjadi wali sekaligus menikahkan kalian?" tanya pak penghulu.
"Saya siap pak!" jawab Deka mantap.
"Baik, mari jabat tangan saya (Deka pun menyambut uluran tangan pak penghulu), para saksi siap?" ucap pak penghulu lagi, duh lama amat kalau resmi gini pakek ditanya panjang lebar, bikin tambah deg degan aja batin Deka, semua saksi yang ditanya pak penghulu pun menjawab dengan semangat dan serempak.
"Siap,"
"Baiklah, Bissmilahirohanirohim saudara Deka Deka Kurnia Sejati bin Gibran Abimanyu saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Arti Cahaya Bening binti Sarjono dengan mas kawin seperangkat alat shalat dan uang tunai sebesar seratus juta rupiah dibayar tunai," ucap pak penghulu.
"Saya terima nikah dan kawinnya saudari Arti Cahaya Bening dengan mas kawin tersebut tunai," jawab Deka dengan lantang.
"Bagaimana saksi, sah?"
"Sah,"
"Alhamdulilah!" Senyum kembali merekah disetiap orang yang hadir disana, doa terbaik dipanjatkan oleh pak penghulu sebagai tanda sah dan halalnya hubungan Arti dan Deka, Deka dan Arti pun diberikan beberapa wejangan oleh pak penghulu bagaimana cara menghadapi pasangan, dengan sabar mereka mendengarkan wejangan tersebut.
Acara ijab kabul telah selesai, Arti diminta untuk mencium tangan suaminya, Deka pun sama dia juga diijinkan untuk memcium kening mempelai wanitanya sebagai tanda halalnya hubungan mereka.
Tepuk tangan para saksi kembali terdengar ketika Deka dan Arti menyematkan cincin kawin mereka dan memamerkan buku nikah.
Yudha tak mau kalah dia pun langsung mengeluarkan guyonan nya," Buka puasanya pelan pelan bang," goda Yudha, Deka pun melotot terkejut kearah adek iparnya, seluruh keluarga yang mendengarkan celetukan Yudha juga ikutan tertawa.
__ADS_1
Deka dan Arti diantarkan kepelaminan sederhana yang disiapkan oleh keluarga Arti, sebuah pelaminan kecil yang terasa sangat hangat dan istimewa.
Arti terus menggandeng tangan kekar suaminya saat melangkah menuju pelaminan, pertanda bahwa mereka siap menghadapi setiap rintangan yang ada bersama sama sampai apa yang mereka cita citakan tercapai.
Arti dan Deka tersenyum malu malu dikala sampai di pelaminan, beginikah rasaya bersanding dipelaminan, Ya Tuhan dada ini rasa hendak meledak batin Deka.
Arti menyentuh tangan dingin suaminya," Aak kenapa?" tanya Arti dengan senyum manisnya.
"Aak deg deg an han," jawab Deka jujur, Arti menertawakan pelan kegugupan suaminya.
"Jangan gugup sayang kan ada aku yang nemenin kamu disini," jawab Arti, aduh honey aku deg degan nya juga karena ketemu kamu batin Deka.
"Iya honey, ternyata begini ya rasanya duduk dipelaminan," ucap Deka lagi.
"Kenapa?"
"Bahagianya ga bisa diungkapin dengan kata kata," jawab Deka.
"Arti sering nganterin pengantin kepelaminan Ak, pantesan mereka seneng banget, ternyata rasanya begini toh," balas Arti, rasanya lucu sekali membahas apa yang mereka rasakan dengan kata kata lugu dan menggemaskan, ah kalian memang sweet dimanapun berada.
"Makasih ya han," ucap Deka.
"Karena kamu aku merasa hidup han," jawab Deka.
"Jangan ngomong gitu suamiku, kamu juga hidupku," balas Arti.
"Makasih juga sayang kamu telah mewujudkan impianku," tambah Deka.
"Sama sama sayang, ini impian kita kekasihku, kamu juga mimpiku," Arti memang sangat pandai membuat adem hati Deka, pantesan Deka tak mampu berpindah kelain hati istrinya ini sungguh memiliki segalanya.
Para tamu undangan datang silih berganti tapi mereka tetap bersemangat menyambut uluran tangan para undangan yang ingin mendoakan dan juga memberikan ucapan selamat pada mereka.
"Kalian baik baik ya, jangan berantem lagi," ucap Uti Tika mewanti wanti.
"Insya Allah ti," jawab Deka, Arti hanya mengaguk dengan senyumnya.
"Mulai hari ini kamu bukan cucu Uti, tapi anak ibuk jadi manggilnya ibuk bukan Uti mengerti Deka," ucap Uti Tika, tumben manggilnya Deka biasanya Dewa.
"Nggih bu siap," jawab Deka dengan senyum sumringahnya.
__ADS_1
"Jangain putri ibuk ya le," ucap Uti Tika, kata yang tak panjang, tapi tersimpan makna yang mendalam.
"Pasti buk doakan kami ya buk," jawab Deka, air mata sedih tercampur bahagia Uti Tika tumpah seiring meluncurnya kata itu dari mulut Deka, " Tentu anakku kalian adalah permata ibu," ucap Uti Tika lagi, dia merasa sangat bangga pada mereka.
Tika pun meninggalkan mereka dan diganti oleh anggota keluarga yang lain, tak lupa mereka juga mengabadikan moment langka ini.
Ah,,, kebahagiaan yang sempurna memang.
"Ak, makasih ya ini benar benar sempurna," bisik Arti manja.
"Belum sayang, masih ada satu acara lagi minggu depan," ucap Deka.
"Acara apa lagi suamiku (aelah mbak Arti suamiku aja terus wkwkwkwkwkw)?" tanya Arti bingung, sepertinya dia lupa padahal kemarin juga udah dibahas pas lamaran.
"Jangan bilang kamu lupa honey,"
"Seriusan Aak, Arti lupa acara apaan?"
"Resepsi besar besaran kita, siapkan fisikmu," ledek Deka, Arti menatap suaminya dengan muka sedikit terkejut tapi dia paham.
"Resepsi diBali, hanya keluarga kan?" tanya Arti kebiasaan dah oon nya.
"Ya ga lah, kamu lupa siapa mertuamu?" Deka malah menjawabnya dengan menyombongkan diri.
"Katanya kemarin sebulan lagi Ak!"
"Ga jadi Aak maunya dipercepat, malas nunggu lama lama!"
"Astaga aroganya, selalu dah!"
Deka hanya tersenyum puas melihat Arti sedikit cemberut, untuk menghadapu suami anehnya ini memang membutuhkan kesabaran ektra, keinginannya kadang memang tak terduga.
Malam pun datang, para tamu undangan juga sudah berpamitan pulang termasuk keluarga mempelai pria.
Arti dan Deka mengantarkan kepulangan keluarganya sampai di depan pintu yang bertuliskan "Happy Wedding Arti dan Deka" serta beberapa hiasan menggunakan bunga mawar putih segar disana, Ahhh selamat ya mbak Arti Aak Deka, semoga segera dikasih momongan.
IMPIAN DEKA
Bersambung...
__ADS_1