
"Bos, semua persiapan pesta sudah 100%." ucap Deka.
"Oke, besok kita terbang ke Bali kan sekalian gue mau lihat wujud asli Victoria hotel elo."
"Aduh bos belum, ini juga boleh ngutang." jawab Deka merendah.
"Ya mananya juga usaha Ka, jam berapa besok berangkat?" tanya Vincent.
"Setelah bertemu dengan Mr. Gibran bos, pesawat kita jam duaan." jawab Deka.
"Oke." jawab Vincent, suasana kembali hening sejenak.
"Bos aku seneng deh lihat bos yang sekarang." ucap Deka.
" Kenapa?"
"Bos kelihatan lebih muda punya istri." Goda Deka.
"Anjayy diem lo." umpat Vincent malu malu.
"Hahaha, hah seneng ya bos sekali dapet istri masih segel." goda Deka lagi.
"Terus aja lo, kawin sana lo kalau pengen." ucap Vincent sambil menutupi rasa malunya.
"Saya ma udah nikah bos, udah kawin juga bos aja yang ga tau." jawab Deka.
"Ahh, ga percaya gue kapan lo nikah kan lo nepel terus ama gue." sanggah Vincent atas ucapan asisten nya.
"Dih, saya ma serius bos, bos lihat aja ini." Deka juga memberikan bukti bukti pernikahan nya.
Deka menatap foto yang diberikan Deka padanya, Vincent mengerutkan dahinya seolah mengingat sosok yang ada di galeri foto Deka.
"Seriusan ini?" tanya Vincent.
"Ya masak rekayasa sih bos." jawab Deka.
"Eh tunggu?"
"Apaan bos!"
"Kayaknya bini lo ga asing deh, pernah ketemu dimana ya?"
Deka pun tersenyum, " Iya bos ini dia, bos ga salah kok." jawab Deka.
"Lupa aku ketemu dimana ya?" Vincent masih berusaha mengingat.
"Dia kan sahabat istri bos, ibu kosnya non Stella." jawab Deka mengingatkan.
"Wahhh, iya bener anjay gila gila mimpi apa gue bisa kebetulan gini, tapi tak apalah kalau lo sama dia, dia gadis baik juga." ucap Vincent sambil mengeser layar ponsel Deka, dan tanpa sengaja Vincent melihat foto Deka yang sedang mendekap istrinya dengan bertelanjang dada.
"Anjay beneran kamu sudah kawin hah." tanya Vincent sambil menunjukan foto Deka yang sedikit vulgar itu.
"Bos jangan gitu lah, malu aku." ucap Deka, Vincent pun mengembalikan ponsel asiaten nya.
__ADS_1
"Anjay, gila kampret berarti asiaten gue ni udah ga perjaga?" tanya Vincent masih ga percaya tentang asisten nya.
"Udah enggak bos." jawab Deka lugu, jawaban Deka malah membuat bosnya tertawa terpingkal pingkal.
"Udah bos ah, malu aku." ucap Deka.
"Ngapain malu, jadi kita sama sama pengantin baru ni." ucap Vincent.
"Pernikahan ku dengan dia ma udah lama sebenernya bos, tapi dia baru bisa terima belum lama ini." jawab Deka.
"Why?"
"Karena awalnya aku hanya pengantin penganti baginya." jawab Deka.
"Maksudnya?"
"Ya pengantin pengganti."
"Ohh, bini gue bilang istri lo kan gagal nikah, jadi....?"
"Bos bener, calon suaminya tak bisa menikahinya karena ada sesuatu dalam dirinya yang tak bisa diterima oleh keluarga besar sang mempelai pria bos, makanya pernikahanya dibatalkan." jawab Deka.
"Lalu kok bisa lo yang gantiin gimana ceritanya?"
Deka pun menceritakan bagaimana awal mula dia bertemu dengan Arti, hubungan sebenarnya mereka dan bagaimana dia bisa menikah dengan Arti.
"Jadi ayahnya Arti itu kakek angkat elo?" tanya Vincent.
"Tapi lo nikahin dia bukan karena mau balas budi kan?" tanya Vincent.
"Dari awal pun tidak bos, entah kenapa pertama kali aku ketemu dengan dia rasanya sudah ada yang terasa lain didada ini bos." jawab Deka sejujur jujurnya.
"Bagus lah, kasihan dia kalau kamu nikahnya cuma sebatas balas budi, dia wanita berhati emas." ucap Vincent.
"Darimana bos tau?" tanya Deka.
"Lo lupa siapa yang nolongin bini gue pas gue suruh dia out (keluar) dari apartemen." jawab Vincent
"Oia bos benar."
"Dicariin kerja, ditampung sampai dia nikah kan." tambah Vincent.
Deka kembali tersenyum.Vincent menghela nafas dalam.
"Baiklah ada lagi yang ingin u sampaikan?" tanya Vincent.
"Sepertinya ga ada bos."
"Bagus gue mau makan laper." ucap Vincent.
"Bos mau saya belikan apa?" tanya Deka.
"Kagak usah sekarang ga pakai beli udah tinggal makan." Setan bos gue, ahhh ketipu gue kirain mau makan nasi ga tau nya otak mesum nya kambuh.
__ADS_1
"Astaga bos, kirain." jawab Deka.
"Udah pulang sono lo, awas ganggu." ancam Vincent.
"Kagak bos, ini mau pulang jangan lupa uang buat beli hotel bos." ucap Deka mengingatkan.
"Iya bawel dih ,matre dasar." umpat Vincent.
"Kan ngikutin ilmu bos, biar tajir bos." balas Deka.
"Diem lo, menteng mentang udah tau rasanya makin berani aja lo ama gue." ucap Vincent sambil berajak dari duduknya.
"Ga nyangka ya bos ternyata uwenak e." gurau Deka.
"Mata lo nyungsep." umpat Vincent.
"Jangan lah bos masak mata nyungsep nanti ga bisa lihat yang indah indah." balas Deka sambil menggambar bentuk tubuh wanita.
"Gila, suka kan lo ahirnya." goda Vincent.
"Asal halal suka saya bos." jawab Deka.
"Eh bini lo ikutan ke Bali kan besok?" tanya Vincent.
"Ikutan bos, cuma kan dia bareng sama krunya, kan dia nanti yang bagian make up in bos sama non Stella kan." jawab Deka.
"Kenapa ga bareng sama kita aja?" tanya Vincent.
"Ga bisa bos kan belum ada yang tau kalau kami suami istri." jawab Deka.
"Jadi kalian masih main umpet umpetan?" tanya Vincent
"Iya bos hahaha, bini bos jangan dikasih tau ya biar surprice." pinta Deka.
"Iye kampret, dasar anak buah laknat lo." umapat Vincent.
"Seneng banget sih bos ngumpat?" tanya Deka.
"Padahal bini gue marah lo kalau gue ngumpatin elo." ucap Vincent.
"Tapi gue suka, lo ga marah kan?" tambah Vincent.
"Enggak bos ngapain marah, gue tau bos kan bercanda." jawab Deka.
"Aahhh, udah ah pulang sono kampret ganggu ketenangan gue aja lo."
"Iya bos iya, astaga ya mau makan udah ga sabaran ."
"T** lo." umapat Vincent lagi, Deka pun makin suka menggoda bos nya, Deka sudah merasa lega karena Vincent mau membantunya dengan senang hati, sedikit mengungkapkan akan jati dirinya pada orang dia percaya membuat Deka merasa lebih lega.
IMPIAN DEKA
Bersambung...
__ADS_1