IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Ketemu Stella


__ADS_3

Deka melangkahkan kaki nya dengan sangat bahagia, pesawat yang membawanya dari London ke Jakarta telah mendarat sempurna, sebelum dia terbang lagi menuju kampung halaman nya Deka menyempatkan diri dulu mengecek Showroom dan bengkel milik Vincent yang sudah mereka berdua siapkan untuk merintis usaha bersama.


Saat menunggu bagasi Deka melihat seseorang yang tak asing baginya.


"Stella." guman Deka, seketika dia pun berlari mengejar gadis itu.


"Ste." panggil Deka, gadis yang dia maksud pun menoleh kearah nya, saat melihat Deka gadis itu tersenyum dan berjalan kearah nya sambil menggeret kopernya.


"Hay." sapa Stella.


"Masih ingat saya Ce?" tanya Deka.


"Ingat lah kalau ga ada kamu mungkin aku sudah ahhh ga tau lagi deh." jawab Stella.


"Ini mau kemana?" tanya Deka.


"Mau ke tempat temen Pak, ini baru dateng dari Kanada." jawab nya.


"Ooo, sama siapa ce?" tanya ku.


"Sendiri." jawab nya.


"Aku pengen ngobrol banyak ce, ada waktu ga?" tanya Deka, dia ga ingin melepaskan kesempatan emas ini karena Deka tau bahwa bos nya ada hati dengan gadis ini.


"Boleh." jawab Stella.


"Tunggu ya aku ambil bagasi dulu." ucap Deka.


"Oke." jawab Stella kemudian berjalan mengikuti Deka.


Mereka dengan sabar menunggu bagasi Deka yang masih proses.


"Kok Cece bisa ke Kanada gimana ceritanya?" tanya ku.


"Ceritanya hehe." Stella malah tertawa.


"Kok malah tertawa ce."


"Panasaran ya." jawab nya.


"He em"


"Boleh tau dimana bos mu?" tanya Stella.


"Dia ada, Cece kangen ya." godaku, dia hanya tersenyum dan menunduk sambil memperhatikan sepatunya.


"Ce boleh minta nomer handphone nya?" tanya ku.


"Boleh." dia pun langsung memberikan nomer ponsel nya padaku, bagasi yang kami tunggu pun siap, dia masih setia mengikutiku mungkin dia juga punya rasa penasaran yang sama dengan ku.


"Ce, mau kemana biar aku antar." pintaku.


"Aku mau ketempat temen pak tadi kan udah bilang dia undah nunggu didepan." jawab nya.


"Ooo, ntar malem aku jemput ya, aku pengen ngobrol banyak sama kamu." pintaku.


"Soal?"


"Dia." jawab ku jujur.


Stella hanya tersenyum.


"Sekarang aja, soalnya besok aku ada udah mulai kerja Pak." jawab nya.


"Ce, ga enak banget ya panggil aku pak, panggil aku Deka aja." ucapku, dia kembali tersenyum.


"Baik asal kamu ga panggil aku Cece, kamu sama aku tuaan siapa sih?" tanya nya.

__ADS_1


"Tua saya ce." jawabku.


"Hehe, baiklah aku panggil kamu Deka deh."


"Oke Ste, berteman." ucapku sambil mengulurkan tanganku pada nya dia pun menyambutnya dengan suka cinta.


"Kamu ikut mobilku atau aku ikut mobilmu?" tanya ku.


"Kamu ikut aku aja, kasihan temenku udah nunggu"


"Siap calon ibu ratu." jawab ku.


"Apa?" ucapnya sambil tersenyum malu, karena aku yakin dia tau maksudku.


"Ga Ste becanda." jawab ku.


Kami pun berjalan kelobi bandara, aku meminta supir yang sudah siap menjemputku membawa barang barangku, setelah itu aku pun ikut Stella ke mobil teman nya.


"Hay Bening." sapa Stella pada teman nya, Stella pun segera berlari memeluk sahabatnya.


"Hay Maria (Maria Stella)" sapanya balik.


Deka hanya tersenyum melihat kedua sahabat sedang kangen kangenan itu.


"Kangen." ucap Stella kembali memeluk sahabatnya.


"Sama aku juga setahun ga ketemu kamu kayak nya beda deh." ucap Stella sambil memperhatikan sahabatnya.


"Masak sih, aku gemukan ya?" tanya sahabat Stella (si Bening).


"Enggak kurusan malahan, kenapa beb u stres ya mau kawin?" tanya Stella asal aja mungkin dia lupa ada aku di tengah tengah mereka.


"Hehe kamu bisa aja Ste." ucap nya.


"Oh ya kenalin ini Deka orang yang pernah aku ceritain ke kamu." ucap Stella.


"Oh, hay saya Arti." ucap sahabat Stella memperkenalkan dirinya.


"Nama Dia Arti Cahaya Bening Deka, cuma aku suka godain dia panggil nama Bening Bening gitu, tapi biasanya kami panggil dia kalau pas dikantor juga Arti kok." ucap Stella menjelaskan.


"Oo oke oke, mana mobilnya sini biar saya ya bawa." tawar Deka.


"Ga usah mas biar saya aja yang bawa." jawab Arti.


"Oke." jawab Deka.


"Ka, kamu didepan aja biar aku yang dibelakang aku pengen yang lega." ucap Stella, Arti hanya tertegun mungkin dia ga nyang ka aja.


"Okelah." jawab Deka, setelah perkenalan itu kami pun masuk kedalam mobil honda Jazz putih milih sahabat Stella itu.


Dia mulai melajukan kendaraan nya demgan kecepatan sedang, rasanya aneh disupirin orang apa lagi cewek, baru kenal lagi.


"Ar lo kapan kawin?" tanya Stella pada sahabatnya.


"Ahir bulan beb, doain ya." jawab Arti.


"Seneng nya, selamat ya oia akad ama resepsinya dimana?" tanya Stella lagi.


"Di kampung lah sayang, kan kami satu kota." jawab Arti lagi.


"Senang nya, ahirnya kepelaminan juga." goda Stella.


"Hehe, aku doain kamu cepat nyusul." ucap Arti.


"Amin, tapi ama siapa yak?" tanya Stella.


"Sama Mr Vincent aja gimana." goda Deka.

__ADS_1


"Dih, ga mulai deh." jawab Stella manja, Stella yang ku kenal dulu sungguh sangat berbeda dengan Stella yang kukenal sekarang, mungkin karena umurnya lebih dewasa jadi terkesan lebih matang.


"Pas kamu keluar dari rumah bosku kamh kemana Ste, aku nanya ke bos dia ga mau jawab." ucap Deka.


"Aku ada pas aku keluar dari tempat bos mu aku ketemu sama Arti ini dijalan, Ka kira kira bosmu udah bayarin untang utang aku ya kok orang yang club itu ga pernah nyariin aku ya?" ucap Stella sambil bertanya.


"Aku ga tau itu Ste dia bos ku ga cerita apa apa." jawab Deka, Stella terlihat berfikir.


"Aku bahagia Ka bisa ketemu orang orang baik kayak kalian, Kamu, Bos kamu dan sahabat terbaik aku ini dia ibu peri ku Ka, selama aku belum ada tempat tinggal dia yang nampung aku ngasih aku makan kasih aku baju cariin aku kerjaan sampai sekarang aku bisa ngembangin bakatku dan bisa go international, dia luar biasa Ka." ucap Stella memuji sahabatnya, Deka tersenyum sambil menatap gadis yang di puji puji oleh Stella.


"Ah kamu lebay Ste kayak burger pakai bombay." jawab Arti sambil bercanda.


"Rajin ke greja ga lo?" goda Arti pada Stella.


"Rajin mami ya ampun, crewet banget sih itu terus yang diingetin kalau ga lo udah makan belum, Ste jangan lupa Vitamin nya Ste jangan begadang, sebenernya u itu sahabatku atau mamiku sih Ar." ucap Stella sambil merajuk.


"Hahaha, masak aku secrewet itu sih, ah kamu selalu aja lebay, eh mau kemana kita?" tanya Arti lagi.


"Laper Ar, makan yu." ajak Stella.


"Boleh." jawab Arti, tiba tiba ponsel Arti berdering, dia pun menggangkatnya.


"Bentar ya Ste, Mas nya." ucap Arti sambil memakai earphone nya, kami berdua pun mengijinkan Arti mengangkat ponselnya.


"Assalamualaikum han (honey)." sapa Arti dengan panggilanya.


.....


"Konsepnya biasa aja kata mami kan."


....


"Eropa."


....


"Enggak ah."


......


"Jawa udah pasti, sama adat kamu Samarinda kan."


....


"Heemm, iya sayang."


....


"Oke, i love u too."


....


"Heemm, Waalaikumsalam."


Kemudian Arti pun menutup telpon nya.


"Cie calon pengantin." goda Stella.


"Apaa sih, jadi kan kamu bikinin baju buat aku?" tanya Arti.


"Iya mami ampun deh, tapi calon suamimu mau konsepnya Eropa?" tanya Stella.


"Bukan dia Ste tapi maminya, kan calon mertuaku sosialita sekali sampai pusing aku, kami yang mau nikah dia yang rempong, pikirku dari pada buang buang duit buat pesta ken mending ditabung ya kan." ucap Arti, sebenernya aku setuju sih dengan pemikiran gadis disampingku ini.


"Ya maklum lah calon laki lo kan anak Sulta, anak tunggal pula." goda Stella.


"Ahh ga tau lah Ste, pusing gue." ucap Arti, aku memangkap ada kebingungan dari matanya sepertinya dia merisaukan sesuatu tapi entahlah.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2