
Deka menepati janjinya untuk datang ke perta pernikahan sahabatnya siapa lagi kalau bukan si Wawan, Anton sudah sampai duluan dan ketika melihat Deka yang menggandeng Utinya dia malah asik menggodanya.
"Weh gandengan nya mantap jiwa bray." goda Anton.
"Luar biasa ini berat dibadan rasanya." balas Deka, Uti Sriyani hanya tersenyum sambil mencubit Anton.
"Aaaa ampun Ti." pekik Anton.
"Mari masuk Ti." ucap Anton sambil mempersilahkan Deka dan Utinya masuk, mereka berdua pun disambut oleh kedua orang tua mempelai.
"Weh mbah Sri pacarnya dateng to." sapa bapak nya Wawan.
"Iya San lima hari yang lalu." jawab Uti Sriyani.
"Makin gagah aja semoga cepet nyusul." Doa bapak nya Wawan.
"Amin Pak de terimakasih doanya." jawab Deka, Ketika Deka hendak masuk ke ruangan dengan menggandeng Utinya saat itu juga dia berpas pasan dengan Desvita yang hendak keluar dari tempat resepsi Wawan, Mereka saling menatap ingin rasanya Deka mencegat wanita penghianat itu dan menanyakan kenapa dia seperti ini, tapi Anton dan Uti Sriyani sangat tanggap, mereka langsung menggandeng Deka dan bawanya masuk.
Mulut Deka terkunci rapat, tapi Anton dan Uti Sri sangat paham betul bahwa saat ini Deka sedang emosi.
"Sudah le ga usah dipikirkan." ucap Uti Sri sambil mengelus lengan Deka, Anton kembali menatap sahabatnya.
"Ka, kamu ga papa?" tanya Anton.
__ADS_1
"Embuh (ga tau) An." jawab Deka sambil tersenyum.
"Leh ditekoni kok malah guyu (ditanyain kok malah senyum)." ucap Anton ikutan tersenyum.
"Rasane biasa wae i (rasanya biasa saja ini) ." ucap Deka sambil mengelu dadanya, dia pun heran kenapa bisa secepat ini dia melepaskan Vita padahal barusan dia mau emosi.
"Syukurlah habis gini kita cari yang lebih sexy geng." ajak Anton seketika Uti Sri memukul kepala Anton dengan tas tangan nya.
"Aaa sakit Ti, galak bener dah kalau sama Aan." ucap Anton sambil mengelus elus kepalanya.
"Wis le ayo jangan dengerin temenmu sing gemblung ini (sudah ayo nak jangan dengerin teman mu yang gila ini)." ajak Uti Sri.
"Ya kan usaha Ti." jawab Anton.
.......
Sepulang nya dari tempat resepsi Wawan, Deka langsung masuk kekamarnya dan melanjutkan pekerjaan nya dibuka nya laptop dan beberapa berkas yang dia bawa pulang, Uti Sri masuk kedalam kamar Deka dan membawakan secangkir kopi untuk cucu kesayangannya.
"Ini le kopine." ucap Uti Sri sambil menaruh kopi didepan meja Deka.
"Terimakasih pacarku sayang." jawab Deka kembali menggoda Utinya.
"Kamu kerjone opo to le kok gajimu banyak banget?" tanya Uti Sri penasaran.
__ADS_1
"Supir Ti ngrangkep asisten pribadi, ini bosku dia desainer mobil mobil sing mahal Ti." jawab Deka.
"Ooo, itu bos mu kok seperti bule to." komen nya.
"Iya Ti dia orang Mexico tapi baik banget." jawab Deka.
"Ya Syukurlah kalau dia baik, Udah nikah belum?" tanya Uti.
"Nikah belum Ti kawin sering haha." goda Deka seketika Uti Sri paham maksud cucunya dia pun ikutan tertawa.
"Kamu ga ikutan kawin kan?" tanya Uti langsung to the poin.
"Enggak lah Ti, takut juga Dewa." jawab Deka.
"Syukurlah Kita harus tetap menjunjung tinggi harkat martabat kita le, jangan sampai salah arah lebih baik kamu nikah lebih dari satu dari pada berzina mengerti." ucap Uti Sri kembali memberikan nasehat pada Deka.
"Asik boleh punya banyak istri." goda Deka.
"Gundulmu kui (kepalamu itu)." umpat Uti Sri dia pun memilih meninggalkan Deka dari pada lanjut malah ga karu karuan nanti pembahasanya.
IMPIAN DEKA
Bersambung...
__ADS_1