
Arti menyambut kedatangan ibu dan juga adeknya dengan senyum bahagia, terlebih dia juga melihat Arumi ditengah tengah mereka.
"Ibu, Arti kangen bu," ucapnya.
"Ibu juga sayang," jawabnya, Arti pun mengajak ibunya masuk kedalam rumah, Yudha tak ikut masuk dia malah meminta ijin untuk bicara serius dengan Arumi, Arti dan ibu Tika pun mengijinkan.
Yudha meminta Arumi masuk kedalam mobil, kemudian dia pun ikut masuk.
"Kok ngomongnya dimobil mas?" tanya Arumi tak dipungkiri saat ini mereka sedang berdua, tanpa ada siapapun diantara mereka, ada rasa was was dihati Arumi, takut iya malu apa lagi.
"Kamu takut?" tanya Yudha, Arumi hanya menganguk dan meremas remas kaos yang dikenakanya.
"Aku ga akan ngapa ngapain kamu Rum, aku ada etika tenang aja," jawab Yudha.
"Iya mas, Rum percaya,"
"Rum, apakah kamu sudah jatuh cinta padaku?" tanya Yudha, Arumi menatap pelan kearah Yudha, Arumi mengakui jika saat ini hatinya telah menjadi milik pria disampingnya.
"Iya mas Arumi sayang sama mamas," jawab Arumi jujur, Yudha menghela nafas dalam dalam, ini tidak salah hanya dia sendiri yang belum bisa menghapus cintanya untuk Luna.
__ADS_1
"Maaf ya Rum sampai saat ini aku belum bisa sepenuhnya suka sama kamu, tapi aku akan berusaha sebaik mungkin untuk jadi yang terbaik untuk kamu, tapi soal perhatian aku tulus dan iklas Rum, mungkin jika kita menikah nanti kamu hanya bisa memiliki ragaku, soal hati aku ga jamin," ucap Yudha.
Ini mungkin sangat menyakitkan buat Arumi tapi dia bisa apa, hatinya telah memilih Yudha.
Kenyataan tentang perasaan Yudha kini sudah dia pahami, siapa sekarang yang pantas disebut Ratu drama, kamu bukan bahkan kamu mampu menutupi perasaan aslimu didepan orang orang yang menjodohkan kita batin Arumi.
"Aku hanya tak ingin menipumu Rum, karena kesepakatan kita untuk membahagiakan orang orang disekeliling kita bukan," ucap Yudha.
"Iya mas Arumi mengerti, makanya Rum bilang juga apa, sebaiknya mas pikir pikir lagi soal ini pernikahan bukan permainan mas, jika tak ada rasa diantara kita bagaimana kita bisa membangunya," ucap Rum.
"Ada restu dari keluarga buat kita Rum, itulah alasanku menerima perjodohan ini, kamu mau kan menjalani pernikahan ini bersamaku, kamu mau kan membantuku membahagiakan ibuku!" balas Yudha berusaha menyampaikan isi hatinya.
Setelah pembicaraan panjang dan menimbang nimbang baik buruknya ahirnya mereka bekomitmen untuk melanjutkan pernikahan ini, Arumi tau dia sadar bahwa cintanya pada Yudha bertepuk sebelah tangan tapi apalah daya cinta datang tak diundang, dia hadir seiring dengan perhatian yang diberikan Yudha padanya.
Yudha sudah berusaha menumbuhkan cintanya untuk Arumi tapi gagal, bayangan Luna masih selalu menghantuinya, bahkan sampai saat ini.
Arumi pun sama meski dia tau tak ada tempat untuknya dihati Yudha tapi dia tak ingin membuat kecewa orang orang yang ada disekitarnya terutama Deka, yang telah berjasa dalam kehidupanya.
"Mas,"
__ADS_1
"Heemm,"
"Bolehkan Rum tetap disini sementara sampai lulus kuliah,"
"Tak masalah, sambil aku siapin rumah untuk kita di Samarinda," jawab Yudha, Arumi diam.
"Kamu tak masalah kan jika aku bersandiwara didepan orang orang seolah kita saling mencintai," ucap Yudha, menyakitkan sih tapi mau gimana lagi.
"He em," jawab Arumi nurut.
"Ya udah ntar malem aku ketempat bang Joker buat nglamar kamu, kamu siap siap aja," ucap Yudha
"Iya mas," jawab Arumi lembut.
Apa jeleknya aku ya Tuhan, kenapa engkau buka hatiku untuknya Tuhan jika ini menyakitiku, kenapa engkau berikan aku jodoh yang tak mencintaiku, mampukah aku bertahan untuk ini Tuhan batin Arumi menjerit perih, menangis pilu membayangkan hari hari yang akan dia lalui penuh dengan kepalsuan.
Pengumuman:
Setelah novel ini end aku akan coba membuat kisah tentang Arumi dan Yudha ya geng, kita lihat apakah Arumi sanggup meluluhkan hati Yudha dengan cintanya, ataukah dia akan menyerah dengan keadaanya, nantikan kehadiran kisah mereka dalam "Hati Suamiku Bukan Miliku," special buat kalian yang suka sama mas Yudha dan Arumi.
__ADS_1
Bersambung...