
Mobil yang membawa Arti dan juga Deka pun sampai didepan rumah masa kecil Deka, "Ini rumah bude Sri Ak?" tanya Arti.
"He em, ini rumah masa kecil Aak sayang," jawab Deka sambil menggandeng istri cantiknya.
Arti pun mengikuti langkah Deka masuk kedalam rumah masa kecilnya.
"Assalamualaikum," sapa Deka sambil menekan handle pintu rumahnya.
"Waalaikumsalam," terdengar seseorang menjawab salam nya, Deka yang melihat utinya langsung melepaskan pegangan tangan nya dan langsung menghambur kepelukan wanita yang sangat berjasa dalam hidupnya.
"Hay pacar," sapa Deka sambil mencium tangan utinya dan melepaskan pelukannya.
Uti tak kuasa menahan haru karena kerinduan nya pada pria nakalnya ini telah terobati.
"Loh, ketemu pacar masak nangis sih honey," goda Deka, uti Sri memukul pelan dada Deka yang dinilainya manja ini.
"Karo sopo mantuk (Sama siapa pulang)?" tanya uti Sri
"Tu sama dia," jawab Deka cuek, Uti Sri yang melihat Arti ikut bersamaku pun menatapku dengan beribu pertanyaan.
"Sama dia, uti ga salah lihat dia kan?" tanya Uti heran, soalnya dia tau bahwa Arti menolaku kala itu.
"Iya bude, bude ga salah lihat kok ini Arti," jawab istriku kemudian dia pun mencium tangan utiku dan memeluknya penuh kasih sayang.
"Ini tadi dari mana, Jakarta apa mana?" tanya Uti Sri.
"Enggak ti kami dari Bali, Dewa ada kerja disana," jawab Deka.
"Ohhh, udah pada makan belum?" tanya uti Sri.
"Belum ti, duh lapernya," jawab Deka manja, Dih barusan juga makan, boong aja aak ni batinku.
"Ya wis kono istirahat dulu, uti masak buat kalian," ucap uti Sri sambil mendorongku masuk kekamar.
__ADS_1
Arti pun hanya tersenyum dan mengikutiku langkahku.
"Masuk han," ucapku.
"Loh kok han manggilnya?" tanya utiku kepo.
"Uti salah denger ya, orang Dewa bilang mbak gitu tadi," godaku.
"Enggak kok, tadi bilang nya han gitu, bukan mbak," ucap uti Sri.
Dasar Deka semua orang dia jahili termasuk aku dan bude Sri, dia hanya tertawa senang jika kejahilanya tak kami ketahui.
"Aak ini orang tua dijahilin," gumam ku.
"Biar aja, besok pasti kalau bangunin aak dia bawa bawa centong nasi," ucap Deka sambil melepas kancing kancing kemejanya.
"Iya Ak," tanya Arti heran.
"Masak sih ak," Arti berucap heran.
"Dulu waktu Aak maaih remaja, dia kalau bangunin Aak ga tanggung tanggung han bawa centong nasi, kadang sisir, yang buat goreng itu atau ga sapu, apa aja yang bisa beliau gunakan untuk memukulku," ucap Deka menceritakan masa masa indahnya tinggal disini.
Arti menatap mesra kearah wajah tampan suaminya, "Ini kamar Aak?" tanya Arti.
"He em, kamar nongkrong aak sama kawan kawan juga," jawab Deka.
"Nongkrong ak, dimari," ucap Arti mengulangi ucapan istrinya.
"Iya,"
"Dih Aak penggemarnya Rossa melo banget selera musiknya," ucap Arti memeriksa beberapa koleksi kaset Deka.
"Dulu han, kalau sekarang boro boro mau dengerin musik, yang ada bos crewet aak itu bakalan marah marah, sekarang musik Aak itu ya dia lah," jawab Deka, Arti berjalan mendekati suaminya, merangkul leher Deka dengan manja, tanpa aba aba Arti langsung mengecup bibir Deka dengan sangat mesra dan penuh penghayatan.
__ADS_1
"Han kamu kenapa?" tanya Deka heran.
"Arti ga kenapa napa Ak, Arti cuma sayang sama Aak," jawab Arti tanpa basa basi.
"Oke baiklah sekarang mau nya apa?" tanya Deka.
"Arti pengen hamil Ak," jawab Arti sedikit sedih.
"Insya Allah han kenapa enggak, Aak juga pengen punya anak tapi kalau belum dipercaya ya mau bagaimana, anak kan juga rejeki han ga bisa diminta ga bisa ditolak juga, sabar ya istriku Aak yakin kita pasti bisa mendapatkannya, kalau pun tidak kita ga usah bersedih nanti kita asuh aja anak banyak banyak itung itung nolongin mereka," ucap Deka sambil mengelus manja kepala istrinya.
"Arti takut Aak bakalan ninggalin Arti kalau Arti sampai ga bisa kasih Aak keturunan," ucap Arti.
"Tidak akan istriku, biarlah Allah yang akan menjawab semua pertanyaan mu, kalau impian Aak, Aak hanya ingin menua bersamamu istri sholehah ku," ucap Deka kemudian memeluk tubuh mungil istrinya.
"Ak,"
"Heemm"
"Arti pengen pakek baju Aak," pinta Arti, sekali lagi tingkah Arti ini membuat Deka heran, ga biasanya dia minta sesuatu yang aneh kayak gini.
"Pakek aja han, pilih semua yang kamu mau," jawab Deka.
"Aak marah ga jika seandainya Arti minta duluan?" tanya Arti sedikit gugup, Deka tau mungkin ini karena dorongan keinginan istrinya yang ingin cepat hamil.
"Tentu saja han, apapun yang kamu mau," bisik Deka, dia pun mulai mengikuti alur yang Arti ciptakan, siang itu mereka pun bercinta dengan penuh kemesraan, Deka melayani keinginan istrinya dengan perasaan bahagia.
Arti merasa senang sekaligus sedih, entah kenapa dia merasa sesedih ini, apakah karena dia tak kunjung hamil, ataukah dia terlalu takut kehilangan suaminya.
Deka menutup tubuh istrinya yang kelelahan. entah kenapa percintaan mereka kali ini membuat Deka sangat bersemangat, dia tau istrinya terbawa perasaan ataukah ini karena dia membuktikan ucapan nya bahwa dia tak akan meninggalkan Arti apapun yang terjadi.
IMPIAN DEKA
Bersambung...
__ADS_1