IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Tak Semudah yang Dibayangkan


__ADS_3

Bukan Erika namanya kalau menyerah begitu saja, bahkan dia sudah mengambil tindakan sebelum lawan nya membaca sepak terjang nya.


"Gimana, apakah anak ingusan itu sudah menyerah?" tanya Erika pada oknum penyidik dan oknum jasa yang bekerja sama dengannya.


"Belum bu, dia masih kekeh dengan keputusanya, bahkan para preman dilapas tahluk padanya," jawab Mereka.


"Bodoh sekali kalian, mengurus bocah ingusan baru lahir kemarin aja ga becus," bantak Erika dengan nada tingginya.


"Tapi ibu tenang saja, dia dan pengacaranya sejauh ini belum menemukan bukti kongkrit untuk menyangkal bahwa dia tak bersalah," ucap oknum jaksa itu.


"Bagus, awasi semua orang yang berpihak padanya termasuk pengacara bodoh sok pintar itu," ucap Erika dengan gaya bossy nya.


"Siap bu bos laksanakan," jawab Mereka.


"Jika perlu kasih makan juga hakim yang menangani kasus ini, kalian paham," perintah Erika lagi.


Ini sungguh gila, Erika makin berani mempertaruhkan segalanya hanya untuk ambisinya, sakit hatinya pada Deka telah memunculkan sisi kejam nya.


"Bagaimana kabar dia dilapas barunya?" tanya Erika pada anak buahnya.


"Dia tenang disana bahkan dia disegani," jawab salah satu anak buah Erika.


"Apa ada yang bisa dibayar untuk melumpuhkan nya?" tanya Erika.


"Sebaiknya jangan dulu bu bos karena ini mendekati sidang, nanti saja setelah putusan bagaimana?" usul salah satu anak buah Erika lagi.


"Heemmm, usahakan dia membusuk dipenjara dan aku tak mau mendengar kata gagal, kalian mengerti," ucap Erika lagi, sambil meneguk vodka yang disediakan pelayan diresort pribadinya.

__ADS_1


Rapat yang mereka gelar pun usai, anak buah Deka masih mengintai dan memata matai mereka atas perintah Vincent, mereka selalu siaga dua puluh empat jam mengawasi oknum jaksa dan penyidik yang hendak menjerat bos mereka, mereka juga bersiap mengumpulkan bukti, dan berjaga serta menyusun rencana untuk menjerat mereka keranah hukum jika saat nya tiba.


......


Vincent tak mau kalah, dengan bantuan anak buahnya dia pun berhasil melacak keberadaan asisten Deka yang mengantar dan membawa Deka malam itu, sayang nya apa yang Deka curigai benar, sang asisten dihabisi oleh anak buah Erika setelah mengantarnya ke resort.


Vincent kalang kabut mencari akal bagaimana caranya dia bisa membebaskan asisten sekaligus sahabatnya ini dari tuduhan yang sama sekali tidak dia lakukan, sedangkan saksi utama mereka telah dihabisi oleh musuh mereka.


Terhitung sebulan sudah Deka berada dibalik jeruji besi, badanya semakin kurus rambutnya pun sudah dipotong cepak ala tahanan, rambut klimis ala Dory Harsa pun sudah tak ada lagi, tapi dengan penampilan seperti itu tak menyurutkan ketampanan nya, Deka tetap Deka pemuda tampan dengan sejuta pesona, ditambah lagi didalam sel dia merangkap menjadi koki plus guru ngaji disana, banyak tahanan yang memanggilnya ustadz tampan, Bahkan ketua geng disana pun segan padanya.


Deka mendapat banyak dukungan dari para napi disana, mereka sangat percaya jika Deka tak melakukan kesalahan itu, hanya saja semua tak semudah yang dibayangkan, bukti kasus yang menjeratnya semakin memberatkan nya.


Deka dan Vincent beserta anak buahnya belum bisa menemukan bukti bahwa dia tak bersalah, padahal jadwal sidang tinggal menghitung hari.


Beruntungnya Vincent dan papa Gibran mampu menutup mulut media sehingga Deka tak ekpose dan tertekan, bahkan keluarga istri dan juga Uti nya tak tahu jika Deka ditahan.


"Bos, saya pengen khatam sebelum bos bebas bisa kagak?" tanya Imron salah satu murid Deka.


"Bisa asal kamu rajin," jawab Deka dengan senyuman khasnya.


"Semoga ya bos, oia bos apa anda tau siapa jaksa kan akan menuntut anda nanti?" tanya Imron lagi.


"Pak Supyian," jawab Deka.


"Astaga bos, sama jaksa yang nuntut saya juga dia, saya akui sih kalau saya memang membunuh dan menganiaya istri saya, tapi beliau ga mau terima alasan saya bos," jawab Imron.


"Apa kamu menyesal?" tanya Deka.

__ADS_1


"Menyesal bos, seandainya saya cuma menceraikan wanita penghianat itu mungkin saya akan lebih bahagia hidup bersama anak anak saya," jawab Imron, penyesalan memang selalu datang diahir batin Deka.


"Apa dia menghianatimu?" tanya Deka.


"Iya bos, dia main sama suami adek saya seandainya saat itu saya mengiklaskan nya," jawab Imron.


"Sabar bro, semua pasti ada hikmahnya yang penting sekarang mohon lah ampun sama yang maha kuasa pemilik hidup dan doakan lah dia supaya dia iklas dan dilapangkan kuburnya supaya dia juga memaafkanmu," jawab Deka bijaksana.


"Apa kira kira Allah akan mengampuniku bos?" tanya Imron.


"Insya Allah, kenapa tidak Allah maha pengampun bro," jawab Deka.


Acara curhat curhatan pun usai, waktu shalat Azhar pun tiba, Deka meminta salah satu teman untuk mengumandangkan Azan, dan seperti biasa Deka pun melaksankan shalat berjamaah dengan napi yang lain.


Selesai shalat Deka kembali memohon ampun dan pertolongan pada Allah, Deka yakin bahwa Allah tak tidur, Deka Yakin jika Allah tau bahwa dia tak bersalah, Deka sangat yakin dia pasti bisa keluar dari tempat yang tak seharusnya dia berada.


Deka merebahkan tubuhnya di lantai mushola sambil menunggu waktu magrib tiba, saat dia berbaring dia mengingat istri sholehahnya, terahir seminggu yang lalu dia bisa mendengar suara istrinya dari voice chat yang Vincent tunjukan dari ponselnya.


Rasa kangen Deka pada istrinya sungguh tak bisa diuraikan dengan kata kata, ingin rasanya saat ini dia menjebol pintu gerbang lapas ini dan berlari keluar untuk menemui tambatan hatinya meski semua terasa mustahil.


...


Disisi lain Arti sudah tau jadwal sidang Deka dari Vincent, Vincent berencana membawa membawa Arti ke Bali untuk memberi dukungan moril pada Deka, Vincent yakin jika Deka dipertemukan dengan tambatan hatinya pasti Deka akan lebih semangat dan tenang.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2