IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Lega


__ADS_3

Gibran dan pengacaranya pun tiba di Bali dengan selamat, mereka pun menginap dihotel yang dulu pernah menjadi miliknya dan kini menjadi milik sahabat putranya, karena Gibran belum tau bahwa anak nya lah yang membeli hotel itu dengan meminjam uang milik Vincent.


Sebelum kelapas untuk menjenguk putranya, Gibran memutuskan menenemui pengacara Deka yang disiapkan Vincent untuknya.


"Kapan sidang kedua putraku digelar?" tanya Gibran pada pengacara Deka.


"Insya Allah dua hari lagi pak Gibran?"jawab pengacara Deka.


"Apakah sudah ada bukti bahwa putraku dijebak?" tanya Gibran.


"Sejauh ini belum pak, semua bukti memberatkan nya," jawab pak pengacara itu.


"Bisa beritahu aku siapa yang memintamu untuk membela putraku?" tanya Gibran.


"Mr Vincent pak,"


"Oke, apakah Mr Vincent ada disini?" tanya Mr Gibran.


"Saat ini beliau di Jakarta, lusa beliau baru datang kesini untuk menghadiri sidang kedua pak Deka," jawab pengacara Deka.


"Baiklah, terimakasih atas infonya, kalau kamu butuh bantuan atau ada kabar apapun tentang putraku silahkan hubungi kami," ucap pak Gibran.


"Siap pak,"


Gibran dan pengacaranya pun undur diri, dan berkendara menuju lapas dimana Deka ditahan.


"Papa ngapain kesini pah, nanti papa ke ekpose," ucap Deka.


"Tak apa nak, papa ga akan malu dengan perbuatan yang tidak kamu lakukan," jawab Gibran.


"Opa sama oma apa kabar pa?" tanya Deka


"Mereka baik, opa mu ngantor lagi sejak wanita ular itu ditahan," jawab Gibran.


"Wanita ular, ditahan, maksud papa?" tanya Deka belum paham dengan maksud papanya.


"Erika sudah ditahan atas kasus penggelapan dana perusahan kita, opamu yang melaporkan nya," ucap Gibran.


"Bagus lah pah, sepertinya dia juga terlibat atas kasus menghilangnya Riko," ucap Deka.


"Riko, asisten kamu?" tanya Gibran.


"Papa benar, sejak kasus Deka di buka Riko tak ditemukan keberadaannya, info dari anak buah Deka, Riko sudah dilenyapkan oleh orang suruhan Erika, hanya saja Deka mereka belum ada bukti untuk menjerat wanita itu pa," ucap Deka, Gibran tak menyangka bahwa mantan istrinya itu banyak sekali melakukan kejahatan.

__ADS_1


"ini gila Ka, papa ga nyangka wanita itu lebih bahaya dari siapapun," ucap Gibran.


"Satu lagi pa, boleh pinjam ponselnya," pinta Deka, Gibran pun memberikan ponselnya pada putranya.


"Wanita yang di pakai untuk menjebak Deka juga hasil perbuatan anak buah nya, bahkan dia berani menyuap jaksa dan penyidik disini," tulis Deka pada ponsel papanya, Gibran menatap tak percaya.


"Kamu serius putraku?" tanya Gibran.


"Kita lihat saja beaok dipersidangan pa, Mr Vincent telah menyiapkan kejutan untuk mereka," ucap Deka.


Waktu yang berikan pada Gibran untuk bersua dengan putranya pun habis, Gibran hanya bisa melambaikan tangan pada putranya ketika berpamitan, Deka pun memberikan senyuman mengisyaratkan bahwa dia baik baik saja.


Berat bagi Gibran melihat putranya berada ditempat seperti itu, tapi mau gimana lagi mereka harus menaati hukum yang ada meski dia tak bersalah, semua sudah ada jalurnya kan.


......


Jakarta..


Erika berteriak histeris ketika dia jemput paksa oleh aparat penegak hukum, dia dilaporkan atas tidak kriminal penggelapan dana dan pencucian uang milik PT Abimanyu grup.


Erika mengeluarkan sumpah serapahnya ketika dua polwan memborgol tangan nya serta penariknya paksa karena dia tak mau sportif.


"Lepaskan aku brengsek, aku bukan penjahat," teriaknya.


"Jangan tarik tarik br*ngsek, aku bisa jalan sendiri," ucap Erika lagi sambil berontak.


"kalau anda baik baik maka semua juga akan baik nyonya," ucap polwan yang satunya mulai geram.


Erika kembali berulah, dia hendak melarikam diri tapi dengan sigap polwan itu menjegal kaki Erika hingga dia jatuh tersungkur, Erika tak berdaya.


Polwan itu kembali membantu Erika berdiri, Erika menatap benci pada wanita yang membuatnya jatuh.


"Awas kamu," batin Erika mulai bergejolak hendak mencelakai dua polwan yang dinilainya menyusahkannya.


Dengan langkah tertatih tatih Erika terpaksa menuruti kedua aparat itu.


"Awas kalian br*ngsek," umpat Erika lagi dalam hati.


"Siapa yang melaporkanku katakan br*ngsek?" tanya Erika pada kedua polwan itu ketika sudah berada didalam mobil polisi itu.


"Bukan kah anda sudah membacanya tadi," jawab pak polisi yang sedang menyetir.


"Tua bangka sialan," umpat Erika lagi.

__ADS_1


Keempat aparat yang ada dimobil itu sepertinya akan terkena masalah karena berurusan dengan ratu kuntilanak yang kasat mata, Erika sudah membuat ancang ancang untuk membalas perbuatan siapa saja yang menghalangi niatnya apalagi berani menyentuhnya.


......


Deka merasa sedikit lega mendapat kunjungan dari papa kandungnya, apa yang dia takutkan tidak terjadi.


Keluarga kandungnya malah mengsuport nya, memberikan dukungan penuh padanya bahkan sekarang mereka telah membalaskan apa yang seharusnya dibalas, siapa yang seharusnya pantas dihukum.


Deka merebahkan tubuhnya dilantai tanpa alas ditempat dia ditahan, Imron datang membawakanya sepotong roti dan satu bungkus plastik air putih.


"Kenapa pak ustadz, galau lagi kangen ama ayang beb," goda Imron.


"Bisa aja pak Imron ni," jawab Deka.


"Kan kemarin udah ngecarge kan," goda Imron lagi.


"Kok tau," jawab Deka.


"Tau lah mukamu lebih segar pas ustadz hahaha," balas Imron dengan gaya kocaknya.


"Pak Imron, aku penasaran deh sama om Oncit?" tanya Deka.


"Penasaran kenapa?" tanya Imron.


"Beliau itu tahanan bukan sih?" tanya Deka.


"Kamu penasaran ya?" tanya Imron lagi.


"Yes pak,"


"Sini aku bisikin," Deka pun mendekatkan telinganya.


"Dia itu intel, plus pengawas dimari," jawab Imron, Deka menatap tak percaya akan jawaban sahabatnya itu.


"Jadi?"


"Makanya ga ada yang berani kan," ucap pak Imron.Deka makin penasaran.


"Dia itu hebat banget lo pak," ucap Deka.


"Udah jangan ngomongin dia, dia bisa denger dengan apa yang kita bicarakan, lupakan saja apa yang kamu tau tentang nya mengerti," ucap Imron lagi, jika boleh jujur Deka masih sangat penasaran dengan ketua sisel tahanan nya tapi dia juga takut jika banyak bertanya, tak dipungkiri jika jiwa dan hatinya semakin tenang karena dimanapun dia berada dia dikelilingi oleh orang orang yang baik.


lMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2