
Deka mereservasi hotel yang akan ditempati bos dan juga istrinya serta dirinya untuk menginap, hari sudah mulai malam ketika mereka sampai.
"U mau ikutan makan bareng kita kagak?" tanya Vincent.
"La yang nyupirin bos siapa kalau bukan aku?" tanya Deka.
"Bini lo nginap dimana?" tanya Vincent sambil berbisik agar Stella tak medengarnya.
"Kayaknya di hotel ini juga bos cuma diekonomi class." jawab Deka.
"Oke." jawab Vincent, setelah bertanya pada Deka Vincent pun menghapiri istrinya yang dari tadi duduk menunggunya.
"Mom, temen mu yang mengurus pemotretan kita nginep dimana pada?" tanya Vincent.
"Disini juga be, cuma di ekonomi class." jawab Stella.
"Oo, ibu kos mu ikutan kan?" tanya Vincent pura pura tak tau.
"Ya ikutan lah be, kan dia yang bakalan make up in kita, ibu bos juga ikut mau lihat langsung suami aku katanya." jawab Stella.
"Ya udah ajakin mereka makan bareng kita aja mom, undang gi." ucap Vincent.
"Beneran ni?" tanya Stella.
"He em." Jawab Vincent, Stella pun langsung menghubungi Arti dan kru serta bos nya, mereka janjian buat makan malam disalah satu restauran out dor di kawasan Jimbaran Bali.
.....
Deka tak tahu jika makan malam kali ini bos nya mengundang seluruh teman teman kerja Stella yang menghandle pesta pernikahannya.
Deka sudah duduk dimeja restauran bersama Vincent dan juga Stella.
"Bos makan bertiga aja kok pesen mejanya panjang gini dasar orang kaya hobinya buang buang duit aja?" batin Deka, tak lama segerombolan orang mendatangi meja mereka.
"Hay hay hay." sapa mereka sambil bersuka cita seperti biasa, mereka sepertinya tak menyadari bahwa ada dua pasang mata yang memperhatikan tingkah mereka.
"Mana yang lain?" tanya Stella.
"Yoyo lagi sakit perut, Yosan jagain." jawab Teman Stella yang biasaya bertugas memegang lampu jika pemotretan berlangsung.
"Ya ga keren kalau mereka ga dateng." jawab Stella.
"Ga papa kan ada kita, lo tenang aja kami berenam bakalan ngabisin semua makanan yang lo pesen buat kita iya kan bu bos?" teman teman Stella memang terkesan konyol dan cuek, tapi mereka tetap kompak.
"Huss malu sama suami amoy." jawab Ibu Bos Stella.
"Hehehe, maaf madam." jawab Mereka.
Mereka pun kembali tertawa, Deka terus memperhatikan wanita berhijab tambatan hatinya, Vincent tak kalah iseng dia pun mengejutkan Deka.
"Hoee."
"Apaan sih bos."
"Mata nya biasa aja, ini diluar jangan dimakan disini." goda Vincent.
__ADS_1
"Ya kan kangen bos." jawab Deka, Stella pun mengajak teman teman nya mendekat kemeja yang sudah mereka pesan untuk makan malam kali ini.
"Madam kenalin ini suami Stella, namanya Vincent ini asistenya Deka." ucap Stella.
Mereka pun bergantian berkenalan dan berjabat tangan, seperti biasa Arti pun hanya menangkupkan tangan nya..
"Arti sudah kenal sama mereka?" tanya Madam Lie, Bos Stella.
"Sudah madam." jawab Arti malu malu, Vincent melirik Arti dan Deka ingin rasanya dia menjitak kepala mereka berdua(Deka dan Arti) yang sedang beracting didepan nya.
"Oke," jawab Madam Lie.
Salah satu teman Arti menatap Deka, dia pun mengingat sesuatu.
"Eh tunggu gaes?" ucapnya.
"Apaan?" tanya teman disebelahnya.
"Bukan kah dia pria itu," ucap nya lagi sambil menunjuk Deka.
"Pria itu siapa?" tanya teman nya lagi.
"Yang diBandung." jawab dia lagi.
"Hoh..iya itu dia, matilah kita." ucap dia lagi seketika kelima teman Stella menghindarkan pandanganya pada Deka, Deka hanya santai karena udah tau apa yang mereka maksud, Stella madam Lie dan juga Vincent hanya diam tapi juga penasaran.
"Maafkan kami ya mas, tapi yang menang dia mas dia aja yang dihukum." ucap salah satu teman Stella sambil menunjuk ke arah Arti.
"Aku (Arti menunjuk pada dirinya sendiri) kalian jahat sekali." ucap Arti memelas, Deka menatap tajam ke arah Arti, Arti menunduk takut.
"Iya madam." jawab mereka serempak, Vincent dan Stella saling menatap, Vincent ingin bertanya tapi Stella menjawabnya dengan mengelus lengan suaminya.
"Aku pengen tau apa taruhan kalian, apa kalian melibatkan pria tampan ini?" tanya madam Lei.
"Yes madam." jawab salah satu dari mereka, alhasil yang menjawab itu jadi bahan kemarahan mereka.
"Kamu ini." ucap mereka sambil mencolek colek sang pemberi jawaban tadi.
"Aku pengen tahu apa taruhan kalian waktu itu?" tanya madam lagi.
"Kami ( dia menatap bergantian wajah teman temanya, terlihat Arti masih menunduk karena Deka masih menatap lekat kearahnya), ya udah ya gaes kita sudah terlanjur basah kita terus terang aja ya," ucap nya.
"Apaan cepet, kalau ga jujur makanan kita kali ini kalian berlima yang bayar." ucap madam Lie tegas.
"Ya madam jangan atuh, seminggu full kita udah traktir ratu drama kita bergantian." jawab salah satu dari mereka..
"Oke, jujur sekarang." ucap madam Lie semakin terlihat tegas.
"Kami menjadikan mamas ini taruhan karena ketampanan nya, maaf ya mas, barang siapa yang bisa dapetin botol bekas minum dia bakalan makan gratis satu minggu full madam, dan kita gantian nraktir pemenang nya." jawab nya menjelaskan apa yang mereka lakukan.
"Dan pemenang nya ratu drama kita?" tanya Madam Lie.
"Yes madam." jawab Mereka serempak.
"Heemmm kalian ini bikin malu saja." ucap madam Lie menatap mereka bergantian.
__ADS_1
"Lain kali ga boleh, boleh taruhan tapi yang positif jangan melibatkan orang lain yang bukan dari lingkup keluarga kita, iya kalau mereka terima, kalau enggak, habislah kalian apa kalian mengerti." ucap mama Lie, terdengar sangat dewasa seperti seorang ibu yang memberi nasehat pada anak anak nya.
"Maaf madam, maafkan kami ya mas." ucap mereka serempak, madam Lie pun meminta mereka bergantian untuk meminta maaf pada Deka.
"Makanya brother jangan kelewat tampan dijadiin taruhan cewek cewek kan lo." goda Stella, Deka hanya tersenyum biasa saja, tapi hatinya ingin sekali rasanya memberi hukuman pada istrinya, Vincent paham betul apa yang dipikirkan anak buahnya.
"Setelah selesai makan saya bisa pinjam anak buah anda yang akan memake over kami madam?" tanya Vincent pada madam Lie..
"Silahkan Mr, asal anda menjamin keselamatanya." jawab madam Lie.
"Siap madam, kan ada istri saya, saya hanya ingin tau cara kerja kalian dan apa yang harus saya kerjakan besok." jawab Vincent.
"Oke silahkan Mr. Arti kamu ikut mereka ga papa kan (tanya madam Lie pada Arti,Arti pun bergantian menatap teman temannya) jujur saja Mr, saya belum pernah mempercayakan anak buah saya pada siapapun, jika tidak ada Stella saya juga tidak berani karena selama mereka berada dilingkup lingkungan pekerjaan, mereka adalah tanggung jawab saya? " jawab madam Lie sekaligus meminta persetujuan dari Arti.
"Kami mengerti madam, kami akan mengantarkan anak buah anda kembali dengan selamat nanti." jawab Vincent tegas.
Selesai bercuap cuap dan menyantap hidangan mereka pun kembali ketempat mereka masing masing.
Vincent dan Stella berjalan didepan diikuti Deka dan juga Arti, sesampainya di dekat kamar mereka.
"Deka, lo jelaskan padanya apa yang gue suka dan tidak, gue ga mau ada kesalahan sedikitpun, aku udah kirim chat ke kamu, kembalikan dia tepat waktu mengerti." ucap bos nya, kini Deka mengerti maksud Vincent dia memberi kesempatan padanya untuk berduaan dengan istrinya.
"Mari mbak." ucap Deka, mempersilakan Arti agar ikut dengan nya tanpa dicurigai oleh Stella, Deka pun membawa Arti masuk kekamarnya.
Deg deg an pasti, Arti sudah tau jika Deka akan marah padanya dan dia siap dengan itu.
Sebelum Deka meledak lebih baik aku minta maaf dulu deh batin Arti, " Ak maaf ya." ucap Arti sambil memeluk suaminya dari belakang.
"Sekarang mengerti kan apa yang Aak maksud kemarin!" ucap Deka.
"Mengerti ak, Arti janji ga akan taruhan yang kayak gitu gitu lagi." jawab Arti masih memeluk manja tubuh suaminya.
"Ngapain itu cium cium punggung Aak."
"Kringet Aak baunya enak Arti suka." jawab Arti sambil tersenyum manja.
"Jangan senyum senyum Aak ada hukuman buat kamu." ucap Deka sambil memutar tubuhnya.
"Apa Ak, jangan sakit sakit ya hukuman nya." rayu Arti.
"Aak capek banget hari ini han, pijitin dong." pinta Deka.
"Boleh tapi ga bisa plus plus ya suamiku." jawab Arti dengan senyuman indahnya, mendengar jawaban istrinya Deka merasa lebih capek
"Astaga honey apa ini." ucap Deka manja.
"Ya kan Arti tanggalnya baby (menstruasi)."
"Baiklah, jangan pijit kalau gitu cium aja cium." pinta Deka.
"Oke." balas Arti..mereka pun berciuman lama, Deka sangat suka memeluk dan bermesra mesraan dengan istrinya hingga tak terasa malam semakin larut, Arti meminta Deka untuk mengantarkanya lagi ke kamar dimana seharusnya dia berada.
IMPIAN DEKA
Bersambung...
__ADS_1