IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Harus Pandai Menjaga


__ADS_3

"Ni pesenan kamu." ucap Mr Vincent sambil mengulurkan tas plastik pada cece Stella.


"Makasih Mr." ucapnya, Stella pun menerima tas plastik itu dan langsung masuk kedalam kamar mandi, Stella juga langsung mengganti semua pakaian nya dan mencucinya.


Setelah selesai dia pun keluar kamar dengan baju barunya, didalam ruangan tempat tidurnya masih ada Mr Vincent yang duduk santai di sofa kamar yang Stella tempati, tentu saja itu membuat Stella takut dan gugup.


"Sini kamu." perintah Mr Vincent, Stella pun mendekat.


"Duduk." ucap Mr Vincent lagi, merasa takut cece Stella pun menurut pada Mr Vincent dia pun segera duduk disamping Mr Vincent.


"Siapa namamu?" tanya Vincent.


"Maria Stella Mr."


"Berapa umurmu?"


"19 tahun Mr."


"Where is your house (dimana rumahmu)?" tanya Mr Vincent, kalau boleh jujur Stella takut menjawab nya tapi tak ada guna nya juga dia berbohong toh Vincent orang yang memiliki kekuatan pasti mudah baginya untuk melacak informasi tentang nya.


"Saya dari daerah Mr." jawab Stella dia sangat gugup terlihat dia masih saja menunduk dan meremas baju yang dia pakai.


"Dari mana?" tanya Vincent penasaran dengan identitas asli Maria Stella gadis yang menurutnya lain dari pada yang lain.


"Salah satu daerah di Kalimantan Selatan Mr."


"How did you get here (bagaimana kamu bisa sampai sini)?" tanya Vincent lagi.

__ADS_1


"My mom sold me (ibuku menjualku)." jawab Stella jujur, tentu saja jawaban Stella membuat Vincent terkejut sekaligus tak percaya.


"Why?"


"Karena kami membutuhkan biaya untuk oprasi adik saya Mr." jawab Stella apa adanya, tapi Vincent tak semudah itu percaya pada cerita Stella sebab informasi yang dia dapat tidak seperti itu, ataukah gadis ini tak tau jika dia hanya dibohongi oleh keluarganya.


"She is biological mother (Apa dia ibu kandungmu) ?" Vincent masih berusaha memancing Stella.


"No, she is my stepmother (tidak dia ibu tiriku)." jawab Stella, tu kan bener batin Vincent, Vincent melirik iba pada gadis yang ada disebelahnya, dia pasti di bohongin oleh ibu tirinya ga salah lagi, bahkan adeknya tidak sakit apa pun, adik nya baik baik saja menurut info dari orang orang kepercayaan nya.


"Apa kamu suka berada ditempat seperti itu?" tanya Vincent.


"Tidak Mr saya takut." jawab Stella sambil menangis.


"Apa kamu mau kerja padaku?" tanya Vincent lagi.


" Oke jika itu mau mu, sementara kamu tinggal disini jangan kemana mana, awas kalau kamu sampai kabur." ucap Vincent.


"Tidak Mr asalkan anda tidak mengembalikan saya pada mereka." jawab Stella.


"Asal kamu tak pernah membohongiku." jawab Vincent.


"Tidak Mr demi Tuhan." ucap Stella sambil bersumpah dan memegang salib yang ada dikalung nya.


"Tunggu disini sebentar lagi asistenku akan memberitahu apa pekerjaan mu." ucap Vincent kemudian dia beranjak dari duduk nya dan melangkah pergi, Vincent segera meraih kunci mobilnya dan menghubungi Deka untuk membuat janji dengan mucikari yang mengikat Stella.


Deka sudah menduga ini bakalan terjadi, waktu yang dimiliki Vincent untuk memiliki Stela sudah hampir habis yaitu sepuluh hari terhitung dari hari pertama dia membawanya.

__ADS_1


"Malam Mr." sapa Deka, saat ini dia sudah siap didepan club dimana dia menemukan Stella pertama kali, tak lupa Deka juga membawa beberapa ajudan Vincent untuk membantunya.


"Heemm." jawab nya, Vincent bukan pra yang banyak bicara dia hanya berbicara jika menurutnya penting saja.


"Dimana dia?" tanya Vincent.


"Di VVIP room Mr." jawab Deka.


"Kamu ikut aku yang lain tunggu diluar, jika dia macam macam ringkus saja." ucap Vincent, ya begitulah bosku selalu bertindak cepat dan tepat kadang kadang aku juga sedikit takut denganya itulah sebabnya aku tak pernah berbohong padanya meskipun sedikit dia akan segera mengetahuinya, bahkan dia juga selalu mewanti wanti aku bahwa hidup itu adalah jujur jika kamu jujur maka hidup yang akan kamu jalani akan terasa lebih mudah.


Soal filosofi hidup dia jago nya tapi entah kenapa dia belum bisa mengendalikan hidupnya soal wanita, bahkan jika boleh aku katakan semua perhiasan dunia ada ditangan nya, tidak sepertiku hanya untuk seorang wanita aku rela menjadi seperti ini asalkan restu itu aku dapatkan, mimpiku adalah Desvita kekasihku yang aku perjuangkan sejauh ini.


Mucikari sialan ini mulai berulah dia tak tau sedang berhadapan dengan siapa, dia sangat kekeh tak mau menjual Stella pada kami bahkan Mr Vincent sudah menawarkan jumlah uang yang fantasis padanya menurutku, seketika otak ku bekerja pasti ada yang tidak beres dengan ini.


"Mr sepertinya dia ada maksud lain, sepertinya bukan masalah uang, mungkinkah dia bermaksud menghancurkan gadis itu?" ucapku.


"Bisa jadi." jawab Deka.


"Sepertinya kita harus hati hati Mr, takutnya mereka menjebak kita dan hendak mendeportasi Mr." bisik ku lagi.


"Baik kita pulang sebaiknya kita susun ulang strategi kamu tetep awasi dia." ucap Mr Vincent, Aku pun segera membawa bosku pergi dari sini, aku takut sesuatu yang tidak diingin kan terjadi.


Tak lupa aku meminta beberapa orang orang yang kami untuk terus menggali informasi tentang Stella dan keluarga nya termasuk mucikari yang mempermainkan semua ini.


IMPIAN DEKA


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2