IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Jodoh Bosku


__ADS_3

Seminggu sudah wanita itu dikurung oleh bos besarku, malam itu dia memintaku untuk datang ke apartemen nya seperti biasa aku pun membawakan pekerjaan untuk nya beberapa berkas yang harus dia tanda tangani sebelum nyabsudah aku pelajari.


"Ka lo tau ga tu perempuan takut bener ama gue." ucap nya.


"Ya jelas takut lah Mr saya aja takut sama Mr haha." balasku sambil bercanda.


"B*ngke lo," umpatnya.


Aku hanya tersenyum mendengar umpatan Bos ku, dikantor dia selalu bersikap formal aku pun demikian, tapi jika hanya berdua seperti ini dia malah menganggap aku teman nya.


"Tumben Mr ga minta makan?" tanya ku.


"Lagi ga nafsu gue penasaran ama tu cewek tapi ga tega mau maksa." ucap nya.


"Lah tumben." godaku.


"Serius itu info yang lo dapet?" tanya nya.


"Serius bos saya sendiri udah mastiin kayak nya doi juga masih oke( jadi ikutan ngeres ya otak ku) deketin dengan cinta Mr siapa tau jodoh." jawab ku.


"Jodoh pala lo, ga mau aku." jawab nya, tapi aku yakin hatinya mengatakan lain, dia sendiri yang menyuruhku mempelajari bahasa tubuh lawan sekarang kemakan sendiri kan, aku ga bisa diboongin, aku pun melirik bos aroganku, apa yang dikatakan orang selama ini bahwa pekerjaan adalah jodoh itu benar, orang baik akan bertemu dengan orang baik itu juga benar dan sekarang aku membuktikan nya, Bosku yang katanya ga bisa didrketin, galak jan kerjanya ga beraturan, ah siapa bilang sampai sejauh ini aku belum menemukan kendala apapun, Mr Vincent sangat baik padaku, bahkan tak jarang dia mengajaku berdiskusi sesuatu yang boleh dikatakan rahasia, bagiku Mr Vincent berhati baik hanya saja aku belum berani bertanya mengapa dia menjadi seperti ini, pria arogan yang dingin ini mungkin kah pengalaman hidupnya yang menjadikanya seperti ini.


"Mr dimana wanita itu?" tanya ku.


"Jangan macem macem kamu dia milik ku." jawabnya.


"Santai Mr saya ga akan berani macem macem lagian saya cari nya yang seiman." jawabku sambil menggodanya.

__ADS_1


"Apa kepercayaan gadis itu?" tanya nya.


"Sama seperti anda Mr, cuma dia rajin ke greja Mr enggak." jawab ku lagi sambil menggodanya, mukanya bersemu merah seperti orang yang sedang jatuh cinta.


"Mr jatuh cinta ya sama Cece Stella." goda ku lagi


"Ya enggak lah mana mungkin ga selevel gila., kok kamu manggil nya cece sih." heemmm masih aja sikap sok kayanya dikeluarkan, tapi dia memang kaya sih.


"Hehehe lah dia kan bukan orang." jawab ku.


"Emang apa bedanya ?" tanya nya.


"Ya beda lah Mr, anda bule ya saya panggil Mr kalau ce Stella kayaknya berdarah cina jadi manggilnya Cece, Ngono wae ra ngerti ngono ngaku pinter (gitu aja ga ngerti gitu kok ngaku pinter umpatku sambil tertawa) hahaha." ucap ku sambil terkekeh.


"Napa lo ketawa, ngomong apaan tadi berani lo ya ngetawain gue." ancam nya, mendengar dia bicara agak belepotan aja lucu apa lagi ditambah sikap malu malu nya yang berusaha dia tutupi.


"Sono lo pergi, nanti kalau ada kerjaan baru lo kemari gue mau..."


"Mau apa Mr?" tanyaku menggodanya lagi.


"Mau ahhh suka suka gue lah mau apa, ntar duit lo yang buat itu gue ganti." ucap nya.


"Iyelah Mr gitu aja sih, saya tau Mr sedang.... Ya Tuhan yang lagi jatuh cinta." godaku lagi, Dia pun mendorongku keluar dari ruang kerjanya diruang tamu ada Stella yang menyaksikan tingkah konyol kami.


Dia menunduk dan sesekali melirik bos ku, aku pun mendekatinya, karena sepertinya dia takut sama Mr Vincent.


"Ngapain kamu disini masuk kamar." ucap Mr Vincent, gadis itu pun menuruti perintah bos ku, tapi aku curiga dengan tingkah nya. dia berjalan sambil menutupi area belakang tubuhnya dengan bantal mungkin kah dia??.

__ADS_1


"Ce cece kenapa?" tanyaku.


"Itu mas." jawab nya terbata bata.


"Itu apa ce?" tanyaku, dia menatap ku aku pun memberikan handphone ku dan memberikannya padanya, aku tau dia malu mengatakan nya langsung.


"Aku butuh pembalut mas." tulisnya, aku pun tersenyum dan menjawab. "Oke tunggu ya?" jawab ku, dia pun langsung masuk lagi kekamar karena Mr kaku itu terus menatapnya.


"Dia mau apaan?" tanya Mr Vincent, aku pun memberikan ponselku pada prianga peka ini.


"Pembalut apa itu buat apaan?" tanya nya, ya elah ni orang ck ck suka wanita tapi ga ngerti apa apa soal wanita.


"Itu lo Mr dia lagi pendarahan." jawab ku mencoba menjelaskan.


"Pendarahan pendarahan apa dia sakit?" tanya nya lagi aku tau dia khawatir.


"Bukan, jadi gini wanita itu setiap bulan mengalami yang namanya menstruasi Mr, duh gimana ya cara saya menjelaskan." ucapku sambil memikirkan kata ya pas untuk menjelaskan pada Mr ga peka ini.


"lo ngomong nya jangan berbelit belit." ucap nya.


"Boleh ga saya pergi beli dulu." ucapku.


"Oke sana pergi beli yang banyak tanya dia apa lagi yang dia perlukan." ucap nya, disini saja orang bodoh juga tau kalau si tuan dingin ini sedang jatuh cinta, seru kali ya kalau aku comblangin batin ku, Aku pun pergi ke supermarket dibawah area apartemen bos ku, tentu saja aku tak beli sendiri, aku menyuruh pegawai supermarket itu untuk membantuku sekalian aku membelikan beberapa celana dalam untuknya dan obat anti nyeri, pegawai supermarket itu yang memberi tahu ku tadi tentang itu, Ketika aku kembali ke atas Mr Vincent sudah menungguku diruang tamunya dan meminta belanjaanku dia sendiri yang akan memberikan nya.


"Udah lo cabut sana biar gue yang kasih." ucap nya sambil mendorongku keluar rumah nya.


"Baiklah." jawab ku, Dengan perasaan bahagia aku pun kembali ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaanku yang tertunda, "Semoga wanita ini benar benar jodoh bosku agar dia kembali kejalan yang lebih baik," gumam ku.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2